Sêrat Wedhatama 1 & 2

Sarwa Hayu ❤

Sapantuk wahyuning Allah,
Gya dumilah mangulah ngelmu bangkit,
Bangkit mikat reh mangukut,
Kukutaning jiwangga,
Yen mangkono kêna sinêbut wong sêpuh,
Liring sêpuh sêpi hawa,
Awas roroning ngatunggil.

Terjemahan :

Siapapun juga yang mendapatkan wahyu Allah,
seketika akan memancar pemahamannya dan pengetahuannya akan bangkit,
bangkit mengikat sekaligus menggenggam,
terhadap keseluruhan jiwa raga,
apabila demikian yang terjadi maka sudah bisa disebut sebagai manusia sepuh,
maksud dari sepuh adalah telah sunyi dari banyak keinginan,
dan telah awas kepada ‘dua yang menyatu’ (manunggaling Kawula Gusti).”

(Sêrat Wedhatama, Pupuh Pangkur, diterjemahkan oleh Damar Shashangka). Continue reading

Advertisements

Ketika Drupadi Moksha Bersama Kelima Suaminya

Beberapa tahun setelah darah mengering di medan Kurusetra, Hastinapura menjelma menjadi negara yang agung di bawah pimpinan Prabu Parikesit.

Saat itulah Yudhistira merasa tugasnya telah selesai. Maka ia mengutarakan keinginannya untuk mencari kesejatian, kembali kepada “Sangkan Paraning Dumadi”  dengan mendaki Gunung *Himawan*/Mahameru…

Keempat saudaranya, dan Drupadi, terkesiap. Mereka tak mau ditinggalkan di istana.

“Aku tak punya siapa-siapa lagi, Kakang…” isak Drupadi “Aku hanya punya dirimu dan Pandhawa…”.

Drupadi benar. Seluruh keluarganya terbunuh di Bharatayudha. Ayahnya, Drupada tewas di tangan Dorna. Continue reading

Tari Gambyong Kolosal Pecahkan Rekor Dunia

Pamuji rahayu ❤ …

Memperingati Hari Tari Internasional pada 29 April 2018, Tari Gambyong Kolosal di Solo berhasil memecahkan rekor MURI dan rekor Dunia.

Tercatat sebanyak 5035 penari ikut menari gambyong selama lebih dari setengah jam secara massal di ruas jalan protokol kota Solo.

Selama setengah jam para penari mempertunjukkan tiga aksi. Aksi pertama yaitu tarian gambyong 3WMP, diikuti tarian gambyong Pareanom, dan terakhir adalah tari gambyong pergaulan lalu dilanjutkan dengan menari bersama warga Continue reading

Edisi Valentine Ala Jawa Kembang Tiga Warna

Pamuji rahayu ❤

Dalam edisi Valentine ini, kami persembahkan Bunga Tiga Warna atau yang biasa disebut dengan Kembang Telon yang sarat akan filosofi dan makna 🙂 …

Kembang Telon adalah kumpulan bunga yang terdiri dari tiga macam bunga, yakni bunga mawar, bunga kantil dan bunga kenanga.

Telon berasal dari kata Telu (Tiga), konon dengan harapan agar meraih Tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup (Tri Tunggal Jaya Sampurna) yaitu Sugih Banda, Sugih Ngelmu, Sugih Kuasa (Kaya Harta, Kaya Ilmu, dan Kaya Posisi).

Namun begitu, kembang telon juga memiliki makna lainnya yang tidak saja bersifat material tapi juga spiritual, nasihat bijak dalam tradisi Jawa sering menekankan pentingnya keselarasan antara apa yang ada di dalam dan yang di luar… “Tiga Harus Seimbang”… Adapun tiga hal tersebut adalah Pikiran, Ucapan, dan Perbuatan. Continue reading

Ayat Oyote Elmu Jowo

Oleh: Bapak Pandi Nayuhan

ASLI BUDAYA JAWA

Berbicaralah secara jujur apa adanya tidak plin plan untuk sebagai modal awal menuju kesempunaan hidup

Kini banyak orang jawa anti pati tentang kawruh jawa namun tanpa di sadari mereka masih melaksanakan adat dan budaya tersebut, tanpa terasa tindakan demikian inilah dinamakan tidak sejalan dan selaras dalam laku (kebo bingung)

Dalam kawruh adat budaya jawa memang identik dengan selamatan tumpengan dan sesajian, pengertian elmu adat budaya seperti ini jelas-jelas tidak di miliki oleh elmu kawruh yang datangnya dari manca mana pun alias cuma ada di bumi nusantara kita

Sastra bacaan sesandian yang ada dalam suatu acara di wujudkan dalam bentuk aneka ragam sasajian hidangan. Continue reading

Kaleidoskop Indonesia 2017

Pamuji rahayu dumateng sederek ingkang minulo,

Mengikuti perkembangan sosial, politik, budaya, militer, alam dan agama yang ada di Indonesia selama kurun waktu 2017, berikut saya rangkumkan tulisan beserta opini saya:

1) Kunjungan bersejarah Raja Arab Saudi di Indonesia sejak 46 tahun

Kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, Raja Arab Saudi Boyong 1500 Orang, termasuk dalam rombongan ada 10 menteri dan 25 pangeran Arab.

Di balik heboh dan gempita kedatangan mereka, sebenarnya Arab Saudi memiliki misi utama, yaitu:

Arab Saudi ingin mengurangi ketergantungan yang sangat tinggi terhadap minyak.

Disusul kemudian Arab Saudi tidak lagi menggunakan kalender Hijriyah. Continue reading

Ajaran Budi Rahayu

Oleh : Bpk Pramuji Singgih Riyanto

Pramuji Singgih Riyanto

1.AJARAN BUDI RAHAYU TENTANG TUHAN

Tuhannya adalah: Pangeran Kang Maha Agung (HYANG AGUNG)

Hyang Agung berkenan meminjamkan dua Sifat AgungNya untuk memutar laku jantraning jagat beserta isinya, termasuk di dalamnya titah manusia. Sifat Agung yang pertama adalah SIFAT MAHAMURAH-Nya yang mengejawantah menjadi HUKUM ALAM. Hukum Alam ini boleh dibilang tanpa awal dan tanpa akhir yang “mengku” (mewadahi) seluruh paugeran (hukum dan tatanan) yang menata laku jantraning jagat seisinya sejak jagat dan isinya dititahkan. Hukum Alam ini bersifat langgeng selamanya, TIADA BERKESUDAHAN!

Hukum Alam ini memiliki tiga karakter, yaitu:

1. UNIVERSAL, artinya berlaku terhadap keseluruhan jagat seisinya, termasuk entitas yang kelihatan dan yang tidak kelihatan;
2. AJEG (Konsisten) dan Langgeng, artinya tidak mengalami perubahan dan tiada berkesudahan;
3. NETRAL, artinya tiada pilih kasih.

Mulai dari berkecambah dan tumbuhnya biji kedelai, angin bertiup, air mengalir, bumi yang bergerak pada orbit edarnya mengitari matahari sampai dengan berlakunya hukuman dosa karma, semua itu kawengku (terwadahi) oleh Hukum Alam yang bersifat universal. Tanaman kedelai akan berbuah kedelai jika ditanam menurut tatanan (paugeran) hukum alam sejak dulu langgeng hingga sekarang. Ini menunjukkan sifat AJEG dan LANGGENG itu. Biji kedelai akan tumbuh dan berbuah kedelai tak peduli siapun yang menanam, entah orang Jawa, Cina, Bali, Sumatra, entah itu priyayi atau gembel. Tumbuh dan berkembang sesuai dengan paugeran (tatanan) Hukum Alam. Demikian juga, sinar mentari, semilirnya angin, air yang mengalir dan perputaran bumi, tidak pilih kasih dalam menghidupi segenap titah Hyang Agung, termasuk jentik-jentik sekalipun. Ini menunjukkan karakter Hukum Alam yang bersifat NETRAL. Continue reading

Panca Sala Di Negeri Siluman

Oleh Pak Dalang I Wayan Nardayana 

Wayang humor ala Bali, Wayang Cenk Blonk, wayang komedi tradisional Bali.

Panca Sala (Plesetan Pancasila)

1.Keuangan yang maha kuasa
2.Kemanusiaan yang kikir dan biadab
3.Perseteruan manusia
4.Kesengsaraan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perjudian dan
perselingkuhan
5.Kebatilan sosial bagi seluruh rakyat pecinta kemewahan

😀 😀 😀
Continue reading