Kartu Ramalan Untuk Sosial & Politik Indonesia

Pamuji rahayu para pinisepuh saha para dahat ingkang minulo ❤ ,

Kartu ramalan ini saya lakukan tepat seminggu setelah mengetahui hasil pilkada DKI pada 16 April 2017 silam. Nuwunsewu, Saya, sekalipun bukan warga Jakarta juga ikut prihatin dengan hasil pilkada, semata karena Jakarta adalah ibukota negara yang seharusnya mencerminkan pluralisme, tapi wajahnya kini telah bergeser menjadi cenderung Syariah bahkan mungkin akan menuju Khilafah… Semoga tidak begitu adanya.

Entah apa yang terjadi di luar sana, terdorong oleh keprihatinan yang mendalam lalu perlahan rasa itupun meleleh menjadi Sumeleh atau suatu kepasrahan… Sebagai orang Jawa, saya memiliki keyakinan bahwa ‘Gusti Niku Ora Nate Sare’.  Mungkin ini adalah skenario Tuhan atau ini adalah ‘Grand Design’ untuk Bangsa Indonesia Kedepannya.
Continue reading

Nasehat Wiku Janabadra

Nasehat Wiku Janabadra : Eling Waspada

Oleh: Edy Pekalongan

Pada suatu ketika Wiku Janabadra, berada bersama muritnya yang bernama Angsa Wreda. Angsa Wreda adalah seorang Pangeran dari Jawa yang telah belajar ilmu Budha Dharma sampai ke tanah kelahirang Sang Budha Gotama di Jambu Dwipa.

Mereka sedang berjalan melewati wilayah di dekat gunung Sindoro dan gunung Sumbing, sebuah daerah di wilayah kerajaan Kalingga di Jawa Dwipa. Yang merupakan bagian dari kerajaan Kalingga di Jambu Dwipa (India) karena rajanya masih satu kerabat.

Lalu mereka berdua memutuskan untuk beristirahat.

Sang Guru berkata pada muritnya :

“ ananda angsa wreda ! “

“ iya bopo guru “ jawab muritnya.

Maka Wiku Janabadra berkata :

“ tahukah kamu bahwa dalam berlatih mencapai eling waspada harus memperhatikan empat langkah “

“ Apakah empat langkah itu ? “ kata angsa wreda.

Lalu Sang Wiku menjelaskan kepada muritnya : Continue reading

Renungan Spiritual Warisan Leluhur Jawa

Oleh: Edy Pekalongan

KITAB TRISULA ; Benar, Lurus, Jujur

Kitab ini ditulis pada masa Jawa kuna, dimana seorang Raja yang bernama Kertanegara dari Kerajaan Singhasari, saat ini letaknya di Provinsi Jawa Timur, Sang Prabu sudah punya visi tentang menyatukan Nusantara agar bisa membentengi Jawa dari serangan Mongolia. Jika Kubilai Khan di daratan China mendalami Anuttara Yoga Tantra aliran Heruka Chakra atau Ibu Tantra. Maka Raja Kertanegara di Singhasari, Jawa Timur, mendalami Anuttara Yoga Tantra aliran Kala Chakra untuk mengimbangi kesaktian dan wibawa.

Cita cita Sang Prabu baru terlaksana di Era Kerajaan Majapahit namun tidak sempurna dan cita cita tersebut diwarisi para pendiri negara kita mewujud 7 dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan “Bhineka Tunggal Ika” yang merupakan intisari ajaran Spiritual Jawa Kuna yang tercantum dalam Kitab Sutasoma.

Tujuan renungan ini adalah mengajak kita berlatih meningkatkan potensi diri dan kesadaran spiritual. Continue reading

Prinsip Raja Dinasti Sailendra

Pamuji rahayu para kadang ingkang kula trisnani ❤ ,

Sailendra adalah wangsa atau dinasti Kerajaan Mataram Kuno, kerajaan yang berada di daerah Kedu Jawa Tengah ini berkuasa sejak tahun 752 M.

Di era pemerintahan Rakai Panangkaran, Wangsa Sailendra yang beragama Budha aliran Mahayana dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu aliran Siwa bahu-membahu bekerja sama memerintah kerajaan Medang.

Daftar Raja-Raja Sailendra :

Bhanu (752-775)
Wisnu (775-782)
Indra (782-812)
Samaratungga (812-833)
Pramodhawardhani (833-856)
Balaputradewa (833-850)

Kehidupan politik, sosial, ekonomi dan budaya kerajaan Mataram dinasti Sailendra telah teratur, hal ini bisa dilihat dari pembuatan candi yang menggunakan tenaga rakyat secara bergotong royong, dari segi budaya Kerajaan dinasti Sailendra juga banyak meninggalkan bangunan-bangunan megah dan bernilai.

Selain itu dalam segi spiritual, mereka juga mewariskan ajaran-ajaran moral untuk kebaikan generasi bangsa ini 🙂 … Continue reading

Wejangan Prabu Salya Kepada Nakula Dan Sadewa

nakula

“Menjadi seorag Raja atau seorang Pemimpin itu sebenarnya tidaklah mudah tetapi juga tidak sulit. Tetapi ibarat orang yang hendak bepergian, ia haruslah membawa bekal yang cukup. Bila selayaknya orang yang bepergian dengan arti yang sebenarnya, cukuplah dengan bekal uang dan barang barang tertentu. Tetapi bila berbicara mengenai bekal bagi orang yang hendak menjadi pemimpin negara, haruslah kamu berdua memiliki sedikitnya empat hal yang harus kamu berdua kuasai”.

“Uwa Prabu, kami akan mendengarkan segala petuah yang hendak paduka berikan kepada kami berdua”, keduanya mengatakan kesanggupannya. Continue reading

Hasta Brata Konsep Kepemimpinan Jawa

Pamuji rahayu ❤

wayangbima

Ilmu Hasta Brata tergolong ajaran yang sangat tua, mulai diperkenalkan melalui lakon pewayangan Wahyu Makutha Rama. Hasta artinya delapan dan Brata yaitu perilaku atau tindakan pengendalian diri. Hasta Brata melambangkan kepemimpinan dalam delapan unsur alam, yakni bumi, air, angin, api, samudra, gunung, rembulan dan matahari. Tiap unsur Hasta Brata mengartikan tiap karakteristik ideal dari seorang pemimpin.

Istilah Hasta Brata berasal dari bahasa Sansekerta Manawa Dharma Sastra. Konsep Hasta Brata dalam kitab tersebut menyiratkan bahwa pemimpin bertindak sesuai dengan karakter para Dewa. Hasta Brata pun menjadi tolak ukur sebuah kepemimpinan di masa itu.

Yasadipura I (1729-1803 M), pujangga keraton Surakarta menuliskan Hasta Brata sebagai delapan prinsip kepemimpinan sosial yang meniru filosofi atau sifat alam. Continue reading

Barack Obama Adalah Presiden Jawa Pertama Di Amerika

Pamuji rahayu para kadang sutrisno,

Apakah Barack Obama Adalah Presiden Jawa Pertama Di Amerika? 🙂 …

Adalah Tuan Edward L Fox seorang penulis dan jurnalis yang mengulas tentang kedekatan Obama dengan ilmu kepemimpinan ala Jawa selama ia mengunjungi ibundanya ‘Stanley Ann Dunham’ di keraton Yogyakarta.

obama11

https://www.theguardian.com/profile/edward-l-fox

“Is Obama the first Javanese president of the US ?”

Ia (Edward L Fox) bahkan jauh-jauh datang ke keraton Jogjakarta hanya untuk melihat kondisi lingkungan keraton untuk merasakan atmosfer bagaimana Obama selama masih remaja kerap mengunjungi ibunya, yang kebetulan mendapatkan akses untuk tinggal dan menginap di sana karena sang ‘eyang putri’ atau nenek tiri Obama masih kerabat keraton. Continue reading

Kongres Bahasa Jawa VI 2016

Pamuji rahayu para kadang sutrisno ingkang sami kinurmatan,

kongresbj

Perhelatan Kongres Bahasa Jawa VI telah digelar di Yogyakarta 8-12 Nopember yang lalu di Hotel Ina Garuda Marlioboro, Saya bahagia sekali berkesempatan mengikutinya sebagai peserta, ini adalah kongres bahasa jawa pertama bagi saya, tentunya bisa menambah wawasan serta pengetahuan saya 🙂 …

Kongres Bahasa Jawa yang diikuti sekitar 500 peserta ini adalah kegiatan rutin 5 tahunan yang membahas mengenai Bahasa dan Budaya Jawa. Dihadiri oleh para praktisi dan pecinta budaya Jawa, Birokrat, Akademisi, guru, komunitas sanggar dan perwakilan instansi setiap daerah serta undangan khusus baik dari dalam maupun luar negeri.

dscn7999edit1 Continue reading

Mimpi Rembulan Di Siang Hari

Pamuji rahayu,

Nuwunsewu, saya menulis artikel ini untuk berbagi sekaligus bertanya apakah ada sudut pandang yang lainnya tentang arti dan makna mimpi saya ini 🙂 …

Pada pagi hari Jum`at Pon, tanggal 30 September kemarin saya bermimpi :

“Saya berkendara menuju ke luar kota atau ke desa, pas mengendarai sepeda motor di atas trotoar saya melihat Rembulan yang sangat besar sekali tapi di siang hari, bulannya tampak seperti bulan ndadari atau bulan purnama, lalu sekejap kemudian saya melihat bulatan bulan di tepi sisi kanan atasnya gumpil/cuwil, lalu di bawah sebelah kanannya juga cuwil, dan juga di bawahnya sedikit cuwil, seperti krowak habis di makan Bethara kala, tapi saya tidak melihat bulan sedang di makan oleh sesuatu atau makhluk lain, tiba-tiba saja saya melihatnya bulannya sudah tidak utuh lagi dengan 3 sempalan di tepi sebelah kanannya.

Saya melanjutkan perjalanan, berhenti sejenak untuk membeli souvenir di toko atau pasar lokal, sempat ngobrol dengan pemilik stan, tidak banyak pengunjung ataupun penjual karena pasarnya baru saja di bangun jadi belum ada yang buka, sepertinya hanya ada dia saja.

Rasanya agak lama acara jalan-jalan santai saya, ketika saya balik/pulang, saya lihat langit tampak senja seperti suasana sore hari, dan saya juga melihat bulannya tampak bulat kecil tidak ada gumpil/cuwil lagi tapi sinarnya tampak besar dan panjang dari kejauhan…” Continue reading

Spiritualitas Yang Nyata

Ngelmu Kang Nyata
(Spiritualitas yang nyata).

Mangkono ngelmu kang nyata,
Saknyatane karya têntrêming ati,
Sirna kang watak kumingsun,
Gawe sugênging sasama,
Hamêmayu rahayuning jagad agung,
Linambaran sih lan trêsna,
Trêsna sagunging dumadi.

(Begitulah spiritualitas yang nyata,
Sesungguhnya mampu membuat tentramnya hati,
Sirna watak keakuan,
Menciptakan kehidupan bagi sesama,
Ikut menjaga keselamatan alam semesta,
Dilambari dengan kasih dan cinta,
Cinta kepada seluruh makhluk tanpa kecuali.)

Spiritualitas yang nyata (baca : benar) memiliki beberapa ciri sebagai berikut ; Continue reading