Ajaran Budi Rahayu

Oleh : Bpk Pramuji Singgih Riyanto

Pramuji Singgih Riyanto

1.AJARAN BUDI RAHAYU TENTANG TUHAN

Tuhannya adalah: Pangeran Kang Maha Agung (HYANG AGUNG)

Hyang Agung berkenan meminjamkan dua Sifat AgungNya untuk memutar laku jantraning jagat beserta isinya, termasuk di dalamnya titah manusia. Sifat Agung yang pertama adalah SIFAT MAHAMURAH-Nya yang mengejawantah menjadi HUKUM ALAM. Hukum Alam ini boleh dibilang tanpa awal dan tanpa akhir yang “mengku” (mewadahi) seluruh paugeran (hukum dan tatanan) yang menata laku jantraning jagat seisinya sejak jagat dan isinya dititahkan. Hukum Alam ini bersifat langgeng selamanya, TIADA BERKESUDAHAN!

Hukum Alam ini memiliki tiga karakter, yaitu:

1. UNIVERSAL, artinya berlaku terhadap keseluruhan jagat seisinya, termasuk entitas yang kelihatan dan yang tidak kelihatan;
2. AJEG (Konsisten) dan Langgeng, artinya tidak mengalami perubahan dan tiada berkesudahan;
3. NETRAL, artinya tiada pilih kasih.

Mulai dari berkecambah dan tumbuhnya biji kedelai, angin bertiup, air mengalir, bumi yang bergerak pada orbit edarnya mengitari matahari sampai dengan berlakunya hukuman dosa karma, semua itu kawengku (terwadahi) oleh Hukum Alam yang bersifat universal. Tanaman kedelai akan berbuah kedelai jika ditanam menurut tatanan (paugeran) hukum alam sejak dulu langgeng hingga sekarang. Ini menunjukkan sifat AJEG dan LANGGENG itu. Biji kedelai akan tumbuh dan berbuah kedelai tak peduli siapun yang menanam, entah orang Jawa, Cina, Bali, Sumatra, entah itu priyayi atau gembel. Tumbuh dan berkembang sesuai dengan paugeran (tatanan) Hukum Alam. Demikian juga, sinar mentari, semilirnya angin, air yang mengalir dan perputaran bumi, tidak pilih kasih dalam menghidupi segenap titah Hyang Agung, termasuk jentik-jentik sekalipun. Ini menunjukkan karakter Hukum Alam yang bersifat NETRAL. Continue reading

Advertisements

Panca Sala Di Negeri Siluman

Oleh Pak Dalang I Wayan Nardayana 

Wayang humor ala Bali, Wayang Cenk Blonk, wayang komedi tradisional Bali.

Panca Sala (Plesetan Pancasila)

1.Keuangan yang maha kuasa
2.Kemanusiaan yang kikir dan biadab
3.Perseteruan manusia
4.Kesengsaraan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perjudian dan
perselingkuhan
5.Kebatilan sosial bagi seluruh rakyat pecinta kemewahan

😀 😀 😀
Continue reading

Fenomena Unik Kalender Bulan Juli 2017

Penomena UNIK !!!!

Coba perhatikan kalender bulan Juli 2017 ini, baru kali ini saya perhatikan dalam sebulan terdapat :

1. 5 kali hari minggu yaitu tgl 2,9,16,23 dan 30
2. 5 kali hari senin yaitu tgl 3,10,17,24 dan 31
3. 5 kali hari sabtu yaitu tgl 1,8,15,22 dan 29

Konon ini terjadi dalam 834 tahun sekali, adakah sahabat yang dapat menguak Tabir dari penomena ini?….. tentunya ini kalau menurut saya pribadi dapat difahami memakai Wewaran dari Pancawara yg menandakan Dewa Iswara hari minggu warna putih arah timur aksara Ang dan Soma (Senin) Dewa Wisnu warna hitam arah utara aksara Ung dan Sabtu Dewa Brahma warna merah arah selatan aksara Mang, Jika digabung maka terbentuk aksara AUM….

                          Continue reading

Mereview Sastra Jendra 6

Epic Mahabharata ❤ …

Dalam epic Maha Bharata, pada saat prabu Dharma Putra ingin melangsungkan Yadnya Rajasuya, tersebutlah seorang Raja lalim bernama Jarasanda yang sudah menahan dan memenjarakan 99 raja raja kecil disekitar kerajaanya.

Tujuannya memperkuat dan mempersakti dirinya dengan mengorbankan 100 raja. Sang Prabu hanya kurang satu raja lagi untuk tujuan korbannya.

Akhirnya berjumpa dengan Vayu Putra dan bertempur berhari hari dan bermalam malam, sampai ahirnya Vrikodara berhasil membunuh sang prabu Jarasand dengan membelah badanya dibawah nasehat sang Avatar Madu Sudhana, Mereka membebaskan para tawanan tersebut dan diundang dalam upacara Rajasuya oleh Kunteya.

*Sumber: Wayang Nusantara (Indonesian Shadow Puppets)
Continue reading

Kartu Ramalan Untuk Sosial & Politik Indonesia

Pamuji rahayu para pinisepuh saha para dahat ingkang minulo ❤ ,

Kartu ramalan ini saya lakukan tepat seminggu setelah mengetahui hasil pilkada DKI pada 16 April 2017 silam. Nuwunsewu, Saya, sekalipun bukan warga Jakarta juga ikut prihatin dengan hasil pilkada, semata karena Jakarta adalah ibukota negara yang seharusnya mencerminkan pluralisme, tapi wajahnya kini telah bergeser menjadi cenderung Syariah bahkan mungkin akan menuju Khilafah… Semoga tidak begitu adanya.

Entah apa yang terjadi di luar sana, terdorong oleh keprihatinan yang mendalam lalu perlahan rasa itupun meleleh menjadi Sumeleh atau suatu kepasrahan… Sebagai orang Jawa, saya memiliki keyakinan bahwa ‘Gusti Niku Ora Nate Sare’.  Mungkin ini adalah skenario Tuhan atau ini adalah ‘Grand Design’ untuk Bangsa Indonesia Kedepannya.
Continue reading

Nasehat Wiku Janabadra

Nasehat Wiku Janabadra : Eling Waspada

Oleh: Edy Pekalongan

Pada suatu ketika Wiku Janabadra, berada bersama muritnya yang bernama Angsa Wreda. Angsa Wreda adalah seorang Pangeran dari Jawa yang telah belajar ilmu Budha Dharma sampai ke tanah kelahirang Sang Budha Gotama di Jambu Dwipa.

Mereka sedang berjalan melewati wilayah di dekat gunung Sindoro dan gunung Sumbing, sebuah daerah di wilayah kerajaan Kalingga di Jawa Dwipa. Yang merupakan bagian dari kerajaan Kalingga di Jambu Dwipa (India) karena rajanya masih satu kerabat.

Lalu mereka berdua memutuskan untuk beristirahat.

Sang Guru berkata pada muritnya :

“ ananda angsa wreda ! “

“ iya bopo guru “ jawab muritnya.

Maka Wiku Janabadra berkata :

“ tahukah kamu bahwa dalam berlatih mencapai eling waspada harus memperhatikan empat langkah “

“ Apakah empat langkah itu ? “ kata angsa wreda.

Lalu Sang Wiku menjelaskan kepada muritnya : Continue reading

Renungan Spiritual Warisan Leluhur Jawa

Oleh: Edy Pekalongan

KITAB TRISULA ; Benar, Lurus, Jujur

Kitab ini ditulis pada masa Jawa kuna, dimana seorang Raja yang bernama Kertanegara dari Kerajaan Singhasari, saat ini letaknya di Provinsi Jawa Timur, Sang Prabu sudah punya visi tentang menyatukan Nusantara agar bisa membentengi Jawa dari serangan Mongolia. Jika Kubilai Khan di daratan China mendalami Anuttara Yoga Tantra aliran Heruka Chakra atau Ibu Tantra. Maka Raja Kertanegara di Singhasari, Jawa Timur, mendalami Anuttara Yoga Tantra aliran Kala Chakra untuk mengimbangi kesaktian dan wibawa.

Cita cita Sang Prabu baru terlaksana di Era Kerajaan Majapahit namun tidak sempurna dan cita cita tersebut diwarisi para pendiri negara kita mewujud 7 dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan “Bhineka Tunggal Ika” yang merupakan intisari ajaran Spiritual Jawa Kuna yang tercantum dalam Kitab Sutasoma.

Tujuan renungan ini adalah mengajak kita berlatih meningkatkan potensi diri dan kesadaran spiritual. Continue reading

Prinsip Raja Dinasti Sailendra

Pamuji rahayu para kadang ingkang kula trisnani ❤ ,

Sailendra adalah wangsa atau dinasti Kerajaan Mataram Kuno, kerajaan yang berada di daerah Kedu Jawa Tengah ini berkuasa sejak tahun 752 M.

Di era pemerintahan Rakai Panangkaran, Wangsa Sailendra yang beragama Budha aliran Mahayana dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu aliran Siwa bahu-membahu bekerja sama memerintah kerajaan Medang.

Daftar Raja-Raja Sailendra :

Bhanu (752-775)
Wisnu (775-782)
Indra (782-812)
Samaratungga (812-833)
Pramodhawardhani (833-856)
Balaputradewa (833-850)

Kehidupan politik, sosial, ekonomi dan budaya kerajaan Mataram dinasti Sailendra telah teratur, hal ini bisa dilihat dari pembuatan candi yang menggunakan tenaga rakyat secara bergotong royong, dari segi budaya Kerajaan dinasti Sailendra juga banyak meninggalkan bangunan-bangunan megah dan bernilai.

Selain itu dalam segi spiritual, mereka juga mewariskan ajaran-ajaran moral untuk kebaikan generasi bangsa ini 🙂 … Continue reading