Nasi Ambeng Pesona Warisan Kuliner Tradisi Jawa di Selangor

Lokasinya yang berdekatan dengan Indonesia membuat kawasan Selangor di Malaysia memiliki banyak persamaan tradisi dengan Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Tak dimungkiri, kebanyakan penduduk di kawasan Selangor ini memang masih memiliki darah Jawa dalam tubuhnya.

selangor

“Kebanyakan kami sudah orang asli Melayu, tapi atuk-atuk kami adalah orang Indonesia dari Jawa dan menetap di sini,” kata Pak Cik Mat Said, salah satu warga Kampung Endah kepada CNNIndonesia.com saat acara Eat, Travel, Write 4.0 Selangor International Culinary Adventure, Selangor, Malaysia.

Adanya daerah Jawa yang menyatu dengan jiwa Melayu ini membuat mereka lambat laun memberikan berbagai penyesuaian dalam banyak hal. Adaptasi dilakukan dalam berbagai bentuk, terutama tradisi, bahasa, dan juga kuliner.

Selain masih fasih berbahasa Jawa, penduduk kampung-kampung di area Selangor, khususnya di Kuala Langat ini juga masih melakukan berbagai tradisi yang bisa ditemui di Pulau Jawa. Salah satunya adalah tradisi menyantap Nasi Ambeng. Continue reading

Pawiyatan Kabudayan Keraton Surakarta Hadiningrat

Pawiyatan Kabudayan Karaton Surakarta Hadiningrat (Pendidikan Budaya Keraton Surakarta).

keraton7

Mungkin bagi sebagian kita masih merasa asing terhadap istilah tersebut, karena istilah tersebut merupakan Bahasa Jawa.

Pawiyatan meniko artinipun ‘Tempat Belajar’, saking ‘Wiyata’ tegesipun ‘Piwulang/Pawulang’=’Piwulangan/Pawulangan’.

Pawiyatan Kabudayan Karaton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu sumber budaya Jawa, satu-satunya yang ada di Indonesia. Pawiyatan Kabudayan Karaton Surakarta Hadiningrat sebenarnya mempunyai 2 cabang di tempat lain yaitu Tulung Agung dan Semarang. Pawiyatan Kabudayan Karaton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu lembaga non formal yang berbasis budaya Jawa yang didirikan oleh Keraton Surakarta. Seperti halnya pendidikan non formal lain, Pawiyatan Kabudayan Karaton Surakarta Hadiningrat mengajarkan budaya-semua budaya Jawa selama 6 bulan. Continue reading

Peringatan Tahun Baru Nusantara (1 KASA 2927)

Pamuji rahayu,

Rabu Pon, 22 Juni 2016, di puncak situs Watu Ireng, Desa Lambur Kecamatan Kandangsarang, Kabupaten Pekalongan yang dikenal masyarakat sekitar sebagai batu terbesar di dunia ini menjadi lokasi peringatan Tahun Baru Nusantara (Hari Raya Nusantara) 1 Kasa 2927. Acara yang diprakarsai oleh Paguyuban Kawruh Jawa Jawata Pusat Pekalongan ini diikuti sekitar 150 peserta, perwakilan dari penganut kepercayaan dan pemeluk agama di penjuru nusantara.

Ini merupakan tahun ke dua kita memperingati Tahun Baru Nusantara di puncak Watu Ireng sebagai Hari Raya Nusantara, dan kali ini peserta dan tamu undangan lebih banyak dibandingkan tahun lalu, jelas KRT. Asworo Palguno Hastungkoro, Ketua Paguyuban Kawruh Jawa Jawata. Continue reading

Geger Undang-Undang Tes Keperawanan

Di TV News Asia Channel ditayangkan Taiwan Geger Gender Keputusan Pemerintahnya mengurangi dari 6 jam menjadi 4 jam/minggu mapel Matematik di Dikdasmennya!

Protespun datang dari mana-mana dengan alasan akan menurunkan daya saing Taiwan dalam Teknologi dunia.

Solusinya sepertinya akan mirip Indonesia ada SMP-A dan B dan SMA-A,B dan C th ’50 an dulu. Mereka mengeluhkan mapel Math jadi jauh tertinggal dari AS, Jerman dan negara-negara Eropa dan Asia lainnya.

images (40)

kira-kira kenapa ya anggota DPR Taiwan kok mempermasalahkan atau mengurangi 2 jam pada mata pelajaran matematikanya?… Mengko gek ndang koyo wakil rakyat negri kurawa raya, golek proyek wae?… he he he… Continue reading

Kecil-Kecil Jadi Wayang

Wilujeng rahayu dik Nilam Gokil😉 ,

Weeh lha, kecil-kecil udah pinter belajar jadi wayang, mbak Dewi baca bukunya sampai kemekelen… Byuhh, masih sekolah udah pinter ngem-C, pinter nari, pinter dagang, pinter nulis buku pula… jian top markotop, artis serba bisa dan multi talenta, two thumb up!

Wis ayo langsung wae tak share-ke ning pendopo…

Ketularan dik Nilam, bahasanya jadi lebih ringan, santai namun belepotan eh keren, pokoknya gokil abis!😀

Ini nih cuplikan bukunya…

nilam gokil Continue reading

Intrik Istana Mencabik Majapahit, Keruntuhan Imperium Majapahit

Di usia senjanya Majapahit bukan lagi sang surya yang memancarkan kebesaran dan keagungan bagi manusia. Surya Majapahit telah tenggelam ke dasar samudera kejahilan.

Kebesaran, keagungan, kemuliaan dan kehormatan yang pernah menjadi kebanggaan tiba-tiba berubah asing dan tak dikenal lagi. Kesucian dan keluhuran yang pernah menjadi dambaan tiba-tiba lenyap bagai tertelan bumi.

Kutaramanawa Dharmashastra
download (18)Kitab perundang-undangan hukum Majapahit – yang selama beratus tahun dijunjung sebagai hukum suci telah menjadi lembaran-lembaran keropos tidak berharga. Aparat penegak hukum seperti hakim (pamegat), jaksa (adyaksa), penasehat hukum (panji), dan pengawal hukum (bhayangkara) telah menganggap nilai-nilai luhur keadilan yang menjiwai kutara-manawa tidak lebih dari barang dagangan yang murah. Bagaikan pedagang kecil menjajakan dagangan di pasar, mereka berkeliling menawar-nawarkan pasal-pasal hukum dengan harga murah. Continue reading

Pesona Wanita Bali

bali3

Wanita dapat memilih yang terbaik untuk hidupnya.
Awalnya wanita Bali sering disebut Lugeng.
Lugeng, berasal dari Luweng yang artinya dalam bahasa Jawa adalah wadah yang memiliki lubang kecil, sempit dan tersembunyi.
Luweng kemudian menjadi Luwa (baca Luwe) dan akhirnya kini menjadi Lua atau Luh.
Luwih artinya Lebih, Mulia, Istimewa.

Wanita adalah Wanita Mulia, Wanita yang penuh Cinta kasih sayang, di kerendahan hatinya menarik perhatian, unggul, baik hati, bercahaya, berseri, jernih, indah, istimewa, sehat jiwa & raganya, memiliki sifat kedewataan.

Wanita dalam bahasa Sanskrit; Svanittha, di mana kata Sva artinya “sendiri” dan Nittha artinya “suci”. Jadi Svanittha artinya “mensucikan sendiri” kemudian berkembang menjadi pengertian tentang manusia yang berperan luas dalam Dharma atau “pengamal Dharma”. Continue reading

Upacara Tarapan Untuk Anak Gadis

Pamuji Rahayu, 

Menstruasi pertama atau disebut Menarche adalah hari bersejarah bagi semua gadis. Di hari itulah para gadis memasuki masa puber. Biasanya terjadi pada usia 11 – 13 tahun. Ada sebagian gadis yang merasa malu, ada juga merasa sangat senang.

Di Keraton Jogja ritual tersebut telah dilakukan turun-temurun sejak ratusan tahun, memperingatinya secara khusus dengan upacara adat yang sampai saat ini masih dilakukan. Di luar keraton sudah jarang sekali, hampir punah.

Tarapan kali ini (Tanggal 20 September 2015 yang lalu) untuk menandai menstruasi pertama Raden Ajeng (RA) Artie Ayya Fatimasari, pada usia 12 tahun🙂 …

Sebagai bagian dari melestarikan tradisi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pasangan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro dan GKR Mangkubumi menggelar upacara Tarapan. Bagaimana prosesi Tarapan itu ? Continue reading

Kawruh Kejawen – Penutup

Sesungguhnya masih banyak bahasan-bahasan atau cabang-cabang Kejawen yang belum disajikan untuk bawarasa ini. Namun demikan apa yang dimiliki penghimpun memang baru sebatas yang tersampaikan dalam buku ini.  Oleh karena itu, mohon maaf seandainya isi buku ini masih jauh dari sem-purna.

Penghimpun hanya dapat berharap semoga apa yang telah disajikan ini dapat diterima pembaca budiman dengan baik. Sukur-sukur dapat menggugah perhatian sehingga secara bersama-sama kita, para lajer Jawa, mampu menghasilkan suatu rumusan hasil bawarasa tentang Kawruh Kejawen yang lebih tersistim meliputi : Spirituilisme Jawa, Falsafah Jawa, Tradisi dan Laku Budaya Jawa, Seni Budaya Jawa, Bahasa dan Sastra Jawa.

Penghimpun merasa dititahkan sebagai orang Jawa (kinodrat Jawa), oleh karena itu apa yang disampaikan dalam buku “Bawarasa Kawruh Kejawen” ini sangat terkesan kuatnya keinginan penghimpun dalam rangka menunjukkan “unsur rasionalitas” Kejawen yang sudah terlanjur kaprah dianggap klenik dan ngayawara. Dengan sajian penghimpun ini, diharap-kan para lajer Jawa tidak lagi merasa rendah diri sebagai “orang Jawa”, karena Jawa memang tidak kalah mutu peradaban dan tata peradabannya dibanding sistem peradaban lain. Continue reading

Gerhana Matahari Total 2016, Pertanda Perubahan Jaman?

 

Menyaksikan Gerhana Matahari Total / GMT tadi pagi, menimbulkan pertanyaan dalam diri saya apakah GMT yang hanya terjadi di Indonesia dari Sumatra sampai Papua, merupakan pertanda dari perubahan yang penting di Indonesia ?

images (7)

Sudah menjadi kebiasaan kebanyakan orang Jawa untuk mengamati gejala2 alam atau keanehan2 tertentu dan mencoba memaknainya sebagai pertanda akan terjadinya sesuatu, baik untuk dirinya, keluarga bahkan untuk negara.

Perkembangan politik Indonesia sejak kemerdekaan tahun 1945, dapat kita bagi dalam beberapa tahapan perkembangan yang menarik dan signifikan sebagai berikut : Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers