Edisi Valentine Ala Jawa Kembang Tiga Warna

Pamuji rahayu ❤

Dalam edisi Valentine ini, kami persembahkan Bunga Tiga Warna atau yang biasa disebut dengan Kembang Telon yang sarat akan filosofi dan makna 🙂 …

Kembang Telon adalah kumpulan bunga yang terdiri dari tiga macam bunga, yakni bunga mawar, bunga kantil dan bunga kenanga.

Telon berasal dari kata Telu (Tiga), konon dengan harapan agar meraih Tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup (Tri Tunggal Jaya Sampurna) yaitu Sugih Banda, Sugih Ngelmu, Sugih Kuasa (Kaya Harta, Kaya Ilmu, dan Kaya Posisi).

Namun begitu, kembang telon juga memiliki makna lainnya yang tidak saja bersifat material tapi juga spiritual, nasihat bijak dalam tradisi Jawa sering menekankan pentingnya keselarasan antara apa yang ada di dalam dan yang di luar… “Tiga Harus Seimbang”… Adapun tiga hal tersebut adalah Pikiran, Ucapan, dan Perbuatan. Continue reading

Advertisements

Ayat Oyote Elmu Jowo

Oleh: Bapak Pandi Nayuhan

ASLI BUDAYA JAWA

Berbicaralah secara jujur apa adanya tidak plin plan untuk sebagai modal awal menuju kesempunaan hidup

Kini banyak orang jawa anti pati tentang kawruh jawa namun tanpa di sadari mereka masih melaksanakan adat dan budaya tersebut, tanpa terasa tindakan demikian inilah dinamakan tidak sejalan dan selaras dalam laku (kebo bingung)

Dalam kawruh adat budaya jawa memang identik dengan selamatan tumpengan dan sesajian, pengertian elmu adat budaya seperti ini jelas-jelas tidak di miliki oleh elmu kawruh yang datangnya dari manca mana pun alias cuma ada di bumi nusantara kita

Sastra bacaan sesandian yang ada dalam suatu acara di wujudkan dalam bentuk aneka ragam sasajian hidangan. Continue reading

Kaleidoskop Indonesia 2017

Pamuji rahayu dumateng sederek ingkang minulo,

Mengikuti perkembangan sosial, politik, budaya, militer, alam dan agama yang ada di Indonesia selama kurun waktu 2017, berikut saya rangkumkan tulisan beserta opini saya:

1) Kunjungan bersejarah Raja Arab Saudi di Indonesia sejak 46 tahun

Kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, Raja Arab Saudi Boyong 1500 Orang, termasuk dalam rombongan ada 10 menteri dan 25 pangeran Arab.

Di balik heboh dan gempita kedatangan mereka, sebenarnya Arab Saudi memiliki misi utama, yaitu:

Arab Saudi ingin mengurangi ketergantungan yang sangat tinggi terhadap minyak.

Disusul kemudian Arab Saudi tidak lagi menggunakan kalender Hijriyah. Continue reading

Ajaran Budi Rahayu

Oleh : Bpk Pramuji Singgih Riyanto

Pramuji Singgih Riyanto

1.AJARAN BUDI RAHAYU TENTANG TUHAN

Tuhannya adalah: Pangeran Kang Maha Agung (HYANG AGUNG)

Hyang Agung berkenan meminjamkan dua Sifat AgungNya untuk memutar laku jantraning jagat beserta isinya, termasuk di dalamnya titah manusia. Sifat Agung yang pertama adalah SIFAT MAHAMURAH-Nya yang mengejawantah menjadi HUKUM ALAM. Hukum Alam ini boleh dibilang tanpa awal dan tanpa akhir yang “mengku” (mewadahi) seluruh paugeran (hukum dan tatanan) yang menata laku jantraning jagat seisinya sejak jagat dan isinya dititahkan. Hukum Alam ini bersifat langgeng selamanya, TIADA BERKESUDAHAN!

Hukum Alam ini memiliki tiga karakter, yaitu:

1. UNIVERSAL, artinya berlaku terhadap keseluruhan jagat seisinya, termasuk entitas yang kelihatan dan yang tidak kelihatan;
2. AJEG (Konsisten) dan Langgeng, artinya tidak mengalami perubahan dan tiada berkesudahan;
3. NETRAL, artinya tiada pilih kasih.

Mulai dari berkecambah dan tumbuhnya biji kedelai, angin bertiup, air mengalir, bumi yang bergerak pada orbit edarnya mengitari matahari sampai dengan berlakunya hukuman dosa karma, semua itu kawengku (terwadahi) oleh Hukum Alam yang bersifat universal. Tanaman kedelai akan berbuah kedelai jika ditanam menurut tatanan (paugeran) hukum alam sejak dulu langgeng hingga sekarang. Ini menunjukkan sifat AJEG dan LANGGENG itu. Biji kedelai akan tumbuh dan berbuah kedelai tak peduli siapun yang menanam, entah orang Jawa, Cina, Bali, Sumatra, entah itu priyayi atau gembel. Tumbuh dan berkembang sesuai dengan paugeran (tatanan) Hukum Alam. Demikian juga, sinar mentari, semilirnya angin, air yang mengalir dan perputaran bumi, tidak pilih kasih dalam menghidupi segenap titah Hyang Agung, termasuk jentik-jentik sekalipun. Ini menunjukkan karakter Hukum Alam yang bersifat NETRAL. Continue reading

Panca Sala Di Negeri Siluman

Oleh Pak Dalang I Wayan Nardayana 

Wayang humor ala Bali, Wayang Cenk Blonk, wayang komedi tradisional Bali.

Panca Sala (Plesetan Pancasila)

1.Keuangan yang maha kuasa
2.Kemanusiaan yang kikir dan biadab
3.Perseteruan manusia
4.Kesengsaraan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perjudian dan
perselingkuhan
5.Kebatilan sosial bagi seluruh rakyat pecinta kemewahan

😀 😀 😀
Continue reading

Fenomena Unik Kalender Bulan Juli 2017

Penomena UNIK !!!!

Coba perhatikan kalender bulan Juli 2017 ini, baru kali ini saya perhatikan dalam sebulan terdapat :

1. 5 kali hari minggu yaitu tgl 2,9,16,23 dan 30
2. 5 kali hari senin yaitu tgl 3,10,17,24 dan 31
3. 5 kali hari sabtu yaitu tgl 1,8,15,22 dan 29

Konon ini terjadi dalam 834 tahun sekali, adakah sahabat yang dapat menguak Tabir dari penomena ini?….. tentunya ini kalau menurut saya pribadi dapat difahami memakai Wewaran dari Pancawara yg menandakan Dewa Iswara hari minggu warna putih arah timur aksara Ang dan Soma (Senin) Dewa Wisnu warna hitam arah utara aksara Ung dan Sabtu Dewa Brahma warna merah arah selatan aksara Mang, Jika digabung maka terbentuk aksara AUM….

                          Continue reading

Mereview Sastra Jendra 6

Epic Mahabharata ❤ …

Dalam epic Maha Bharata, pada saat prabu Dharma Putra ingin melangsungkan Yadnya Rajasuya, tersebutlah seorang Raja lalim bernama Jarasanda yang sudah menahan dan memenjarakan 99 raja raja kecil disekitar kerajaanya.

Tujuannya memperkuat dan mempersakti dirinya dengan mengorbankan 100 raja. Sang Prabu hanya kurang satu raja lagi untuk tujuan korbannya.

Akhirnya berjumpa dengan Vayu Putra dan bertempur berhari hari dan bermalam malam, sampai ahirnya Vrikodara berhasil membunuh sang prabu Jarasand dengan membelah badanya dibawah nasehat sang Avatar Madu Sudhana, Mereka membebaskan para tawanan tersebut dan diundang dalam upacara Rajasuya oleh Kunteya.

*Sumber: Wayang Nusantara (Indonesian Shadow Puppets)
Continue reading

Kartu Ramalan Untuk Sosial & Politik Indonesia

Pamuji rahayu para pinisepuh saha para dahat ingkang minulo ❤ ,

Kartu ramalan ini saya lakukan tepat seminggu setelah mengetahui hasil pilkada DKI pada 16 April 2017 silam. Nuwunsewu, Saya, sekalipun bukan warga Jakarta juga ikut prihatin dengan hasil pilkada, semata karena Jakarta adalah ibukota negara yang seharusnya mencerminkan pluralisme, tapi wajahnya kini telah bergeser menjadi cenderung Syariah bahkan mungkin akan menuju Khilafah… Semoga tidak begitu adanya.

Entah apa yang terjadi di luar sana, terdorong oleh keprihatinan yang mendalam lalu perlahan rasa itupun meleleh menjadi Sumeleh atau suatu kepasrahan… Sebagai orang Jawa, saya memiliki keyakinan bahwa ‘Gusti Niku Ora Nate Sare’.  Mungkin ini adalah skenario Tuhan atau ini adalah ‘Grand Design’ untuk Bangsa Indonesia Kedepannya.
Continue reading