Bersatu Melawan Pagebluk Corona

Logika mengalahkan Kepanikan.
Pengetahuan mengalahkan Ketakutan.

Bersatu melawan pagebluk Corona bersama Drh. Moh Indro Cahyono
Peneliti virus & praktisi penanganan wabah penyakit

https://www.facebook.com/moh.i.cahyono?epa=SEARCH_BOX

Kepanikan yang terjadi akibat Covid-19 terus terjadi. Pembelian masker secara berlebih juga jadi effect dari kepanikan ini.

Wartawan Warta Kota, Vini Rizki Amelia (Bangka Pos /Tribunnetwork) berkesempatan mewawancari seorang drh Muhammad Indro Cahyono, yang sudah 20 tahun meneliti dan mengamati virus virus di dunia.

Saat ini ia bekerja di salah satu laboratorium swasta di kawasan Bandung, Jawa Barat. Harapannya, penjelasan ini dapat membuak kita paham dan kemudian siap menghadapi corona.

Berikut laporannya yang ditulis dalam bentuk tanya jawab : Continue reading

Resep Antibodi Ala Nusantara

Pamuji rahayu ❤ ,

Para sedherek, bagaimana dan apa yang bisa kita lakukan di saat kita berada dalam situasi musim Pagebluk (Pandemi) ? Misal seperti Pandemi baru ‘Corona’ yang saat ini sedang melanda dunia?…

https://www.alodokter.com/virus-corona

Selain penjelasan dari Dokter di atas, Berikut beberapa Kearifan Lokal berupa ‘Usada’ dan ‘Spiritual’ warisan Leluhur yang bisa kita aplikasikan (Gunakan). Tidak lupa selalu berpikir positif, optimis, menjaga kebersihan dan makan makanan yang bergizi serta minum Vitamin, Kembang, Air Suwuk 😀 …

Catatan: Resep Usada Warisan ini juga berlaku untuk Pagebluk lainnya, di mana Virus atau Kuman atau Bakteri tidak dapat di matikan atau di musnahkan, Dia hidup dan ada di sekitar kita. Maka di harapkan Kitalah yang seharusnya bisa menjaga tubuh kita agar tetap sehat dan fit, serta mempertebal imun kita, dengan begitu jika ada ‘Penyakit’ yang masuk maka otomatis akan tertolak oleh tubuh kita sendiri secara alami.

Kembang Di Kum

Oleh : Tjahja Tribinuka

Saya mengamati beberapa ritual yang dilakukan orang-orang Jawa, merendam bunga Mawar (Merah & Putih), Melati, Kenanga, Kanthil di air matang, lalu dimantrai dengan Puja Bhakti kepada Tuhan. Setelah selesai air rendaman tersebut diminum. itu dilaksanakan setiap ritual rutin sehari-hari.

Bunga mawar mengandung antioksidan, mengandung vitamin, rendamannya dapat meningkatkan kekebalan tubuh jika diminum. Orang Jawa sudah berupaya menghindari terinveksi virus sejak dulu. bagi orang Jawa virus itu namanya ‘Sawan’

Semoga tetap bersemangat melestarikan adat, tradisi, sejarah, budaya dan spiritualitas Nusantara,,, Semoga damai selalu,,, Rahayu Mulyaning Jagat… Continue reading

Witing Klapa, Tembang Saloka Yang Memiliki Makna Sejarah Tanah Jawa

Gendhing Witing Klapa

Saking Ringgit: Ki Sugino Siswocarito

Witing klapa jawata ing ngarcapadha
Salugune wong wanita
Dasar nyata kula sampun njajah praja
Ing Ngayogya – Surakarta

Sekar kawis, cinawis sekar melati
Dasar manis merak ati
Aduh Gusti sun rewangi pati geni
Pitung dina, pitung bengi

Artinya:

Witing klapa, jawata ing ngarcapadha
Sesunguhnyalah seorang perempuan
(yang sangat menawan)
Memang benar saya sudah menjelajahi negara
Negeri Yogyakarta dan Surakarta
(namun tidak juga bertemu dengan wanita semenawan dia)

Sekar kawis, cinawis sekar melati
Dasar manis, menarik hati
Aduh Gusti, saya rela tidak makan tidak minum
Selama tujuh hari, tujuh malam Continue reading

Sigra Milir, Kisah Jaka Tingkir Dan Buaya

SIGRA MILIR

(Megatruh)

Sigra milir sang gèthèk sinangga bajul
Kawan dasa kang njagèni
Ing ngarsa miwah ing pungkur
Tanapi ing kanan kéring
Kang gèthèk lampahe alon

Artinya :

Mengalirlah segera sang rakit didorong buaya
Empat puluh penjaganya
Di depan juga di belakang
Tak lupa di kanan kiri
Sang rakit pun berjalan pelan

Continue reading

Witing Trisna Jalaran Saka Kulina

Witing Trisna Jalaran Saka Kulina

a. Arti yang tersurat:

Tumbuhnya cinta karena biasa bergaul, wit-wiwit = pohon; trisna = cinta, kasih; witing trisna = pohon cinta, mulai, asal cinta; jalaran = sebab, karena; saka = dari; kulina = biasa bergaul.

b. Arti yang tersirat:

Mula2 di antara seorang pria dan wanita yang bergaul, satu dengan lainnya tidak terdapat perasaan saling mencintai, tetapi lama kelamaan karena biasa bergaul, timbullah rasa saling mencintai. Halmana juga berlaku pada seseorang yang mendiami tempat baru. Pada awalnya dia tidak mencintai tempatnya baru itu, namun karena akhirnya terbiasa maka dia mencintai tempatnya yang baru itu.

c. Nilai yang terkandung:

Ungkapan ini mempunyai nilai pendidikan yang positif bagi orang yang tidak mempunyai perasaan cinta kepada sesuatu yang baru saja dimilikinya. Misalnya suami, isteri, pekerjaan, tempat tinggal dan sebagainya.

d. Latar belakang sejarah/falsafah:

Manusia tidak mungkin dapat mencintai sesuatu yang sama sekali tidak dikenalnya. Bagi seseorang yang tidak mengenal keadaan merupakan kehampaan atau kosong. kalau sesuatu sudah dikenalnya, maka akan menimbulkan reaksi yang positif maupun negatif. Kalau hal itu sudah dikenalnya dan ternyata menguntungkan atau sesuai dengan kepentingannya, maka orang menjadi cinta kepadanya. Continue reading

Sing Momong Masa Trimaa

Sing Momong Masa Trimaa

a. Arti yang tersurat:

Yang mengasuh mustahil (mau) menerima.

sing = yang; momong = mengasuh; masa = mustahil, tak akan; trima = menerima, merasa puas; masa trima = mustahil mau menerima, mustahil merasa puas, tak merasa puas.

b. Arti yang tersirat:

Yang kuasa (Tuhan) niscaya tak akan merasa puas. Tuhan niscaya tak mau menerima sikap serta tindakan buruk yang dilakukan oleh seseorang terhadap diri saya.

c. Nilai yang terkandung:

Ungkapan ini mengandung nilai pengendalian nafsu marah, nilai penggalangan sikap sabar. Menerima perlakuan yang buruk terhadap dirinya, hendaknya jangan membalas dengan tindakan buruk, melainkan harus bersikap benar. Ungkapan ini sangat baik untuk mencegah sikap dan keinginan untuk membalas dendam terhadap tindakan buruk orang kain terhadap diri seseorang.

d. Latar belakang sejarah/falsafah: Continue reading

Klarifikasi Catatan Sejarah Borobudur

STOP PUBLIKASI BOROBUDUR BERDASAR ILMU COCOKOLOGY

Inilah ilmu cocokology zumud sangat parah tanpa kajian akademik yang di gunakan untuk mencatat sejarah Borobudur,tanpa ada upaya pelurusan oleh siapapun di negri ini Indonesia…

Perhatikan :

● Nama “Bore” & “Budur” yang kemudian ditulis Boro Budur,dalam catatan selama ini terpublikasi menyebut desa terdekat dengan situs yaitu desa “Bore” atau “Boro”,Tapi kenyataan di sekitar situs tidak ada desa “Bore”

Bahwa istilah ‘Budur’ mungkin di tafsirkan berkaitan dengan istilah bahasa Jawa yang berarti “Purba”,Tapi tidak di temukan dalam kalimat bahasa Jawa “Purba” adalah adalah kata “Budur”,Sedangkan “Budur” dalam istilah Jawa adalah Buduran “Bisul” atau “Bisulan”

● Situs ini di rancang oleh “Gunadharma”,tidak ada nama ini dalam silsilah kerajaan manapun di Nusantara,Nama ini ada pada penamaan cerita legenda gugusan bukit yang menyerupai sosok berbaring

● Situs ini terpublikasi dibangun berdasar kitab kitab dari india di antara nya Kitab yang katanya mendasari adalah “Shilpa Shastra” , “Vastu Sastra” dan “Vastu Vidya”

Vastu Shastra dan Vastu Vidya sering di kaitkan dengan peradaban Lembah Indus Mohenjodaro,Namun para ilmuwan seperti “Kapila Vatsyayan” menyangkal hal ini karena naskah teks kuno tentang kitab ini belum pernah di temukan pada peradaban Lembah Indus Continue reading

Kitalah Yang Mewarnai India

TUNAS tumbuh dari Benih…tapi BENIH itu bukan Tunas….

Leluhur kita lah yang mewarnai 3/4 muka bumi di antaranya India,membawa Palsafah “Dharma”…kemudian mendasari tumbuh nya 3 Agama besar di sana..

Simak ini :

● Sañjaya
● Śāriputra
● Dharmapāla
● Suvarṇakeśa
● Maudgalyāyana
● Svārnadvpi Dharmākirti

Nama nama di atas dalah Putra terbaik Nusantara,Indonesia maju terdahulu yang mewarnai India..dan Tokoh terakhir adalah “Dapunta Hyang”…mewarnai Nusantara…

Continue reading

Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi Ditohi Pati

Sadumuk Bathuk Sanyari Bumi Ditohi Pati

a. Arti yang tersurat:

Sesentuh dahi sejari bumi, dipertahankan sampai mati.

dumuk = sentuh, tunjuk, gamit; sadumuk = sesentuh, segambit, satu sentuh, satu gamit; bathuk = dahi, nyari = ukuran selebar jari; sanyari = selebar jari; bumi =bumi; ditohi = dipertaruhi; pati = mati; ditohi pati = dipertaruhkan jiwanya, dipertahankan sampai mati.

b. Arti yang tersirat:

Dalam artinya yang sempit ungkapan ini mengandung pengertian bahwa orang harus berani dan mau membela kehormatan isterinya mempertahankan setiap jengkal tanah yang dimilikinya. Dalam artinya yang luas ungkapan ini mengandung pengertian bahwa setiap harus berani dan mau membela serta mempertahankan tanah air, bangsa dan kehormatannya sebagai bangsa.

c. Nilai yang terkandung:

Dalam artian sempit ungkapan ini mengandung nilai pendidikan ke arah keberanian membela atau mempertahankan semua milik pribadi kehormatan, khususnya anak dan isteri. Dalam arti luas ungkapan ini mengandung nilai pendidikan ke arah nasionalisme dan patriotisme. Continue reading

Wedi Marang Wayange Dhewe

Wedi Marang Wayange Dhewe

a. Arti yang tersurat:

Takut terhadap bayang2 sendiri.

wedi = takut; marang = terhadap, wayange = bayang2nya; dhewe = sendiri.

b. Arti yang tersirat:

Ungkapan ini mengandung nilai ajaran atau pendidikan agar orang senantiasa berbuat baik, kapan saja, di mana saja dan terhadap siapa saja, baik kepada bawahan, kepada atasan maupun kepada sesamanya.

c. Nilai yang terkandung:

Nilai yang terkandung dalam ungkapan ini merupakan dorongan agar orang jangan takut bersikap dan berbuat baik. Jangan sampai orang takut berbuat baik karena takut menghadapi penghambat yang menghalangi. Ada ungkapan lain yang menyatakan “jer basuki mawa beya” yang artinya untuk mencapai keselamatan atau kesejahteraan diperlukan bea. hal ini dapat berwujud harta kekayaan, tenaga pengorbanan perasaan dan sebagainya. kalau orang takut diganggu terhadap bea ini, maka tidak berani bertindak. Sebaliknya perbuatan jelek memiliki jalan yang lapang. Kalau orang tidak berani berbuat kebaikan dan hanya berani berbuat jelek, ini ibarat “sulung alebu geni”. Artinya sulung (sejenis laron keleketu) masuk kedalam nyala api, berarti bunuh diri. Sikap dan perbuatan jelek akhirnya akan mencelakakan diri sendiri. Continue reading