Prihatin dengan keterpurukan bangsa indonesia, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun hukum terlebih spiritual… di mana selalu ada kesenjangan, ketidakadilan, kekerasan dan kejahatan dalam setiap masyarakat, dalam setiap lapisan elemennya, lintas ras, suku, bangsa dan agama…

Seperti yang bangsa ini lewati dan alami dari generasi ke genarasi, dari peralihan jaman ke peralihan jaman lainnya, dari jaman kerajaan hingga jaman reformasi, dari konflik adat hingga agama, dari konflik etnis hingga kesukuan, dari  elemen masyarakat hingga negaranya… adakah kedamaian yang sejatinya di sana dalam menyelesaikan suatu konflik atau permasalahan?… Sepertinya damai dan bahagia bukanlah suatu yang bisa di peroleh dengan mudah di negri ini… sebaliknya kekerasan dan kejahatan seperti menjadi sebuah keberuntungan yang bisa berkuasa dan bertahan…

Saya percaya kata hati manusia tidak menginginkan kekerasan, adalah penting kembali ke dalam diri, namun juga bagaimana menumbuhkan rasa kedamaian dan cinta kasih dalam hati, sehingga kita bisa menciptakan perdamaian itu sendiri dalam setiap relung yang membelenggu bangsa ini.

Tulisan ini untuk merajut asa dan harapan di bumi pertiwi yang kita cintai ini, indonesia negeri yang elok, permai dan indah, terbentang luas di gugusan khatulistiwa dengan keanekaragaman alam, masyarakat dan budayanya… Karenanya, apapun yang terjadi sebenarnya kita tetap bisa solid bersatu di atas perbedaan, bersama-sama menciptakan negeri yang tenteram, damai dan sentosa… antara lain dengan menjembatani segala persoalan dan perbedaan dengan pendekatan secara built in spiritual, bukan malah menyelesaikan perbedaan dengan kekerasan dan konflik yang malah menyulut pertikaian abadi…

Pada dasarnya setiap bangsa memiliki beberapa fondasi spiritual, mereka adalah: Inspirasi, Aspirasi, Realisasi, dan Manifestasi. Setiap bangsa memiliki jiwanya sendiri yang menerangi dan memiliki daya evolusi terdalamnya, Perlu kita sadari bahwa kita adalah satu bangsa, satu keluarga besar, di mana setiap individu, setiap masyarakat dan setiap daerah memiliki potensi yang unik untuk mencapai dan mewujudkan perdamaian, agar langkah itu lebih efektif, kita tidak bisa melakukannya sendiri-sendiri namun memerlukan kerja sama dengan semua elemen dan komponen bangsanya…

Jika ada kekerasan antar etnik, maka juga ada perdamaian antar etnik…

Jika ada kekerasan atas nama agama, maka juga ada perdamaian atas nama agama…

Jika ada kekerasan dalam lingkup negara maka juga ada perdamaian lingkup negara…

Jika ada kekerasan di dunia maka juga ada perdamaian di dunia…

Untuk mencapai kedamaian yang sejati di butuhkan kesadaran dan kecerdasan spiritual yang berakar pada budi pekerti yang luhur, cerminan kearifan lokal yang berwawasan global ini dapat dijadikan arahan dalam implementasi pemahaman diri dan situasi, serta pengelolaan segala sumber daya yang bisa kita manfaatkan untuk perdamaian dan kebaikan  bersama, di mana energi kesadaran ini bersumberkan harmonisasi dan keindahan cinta kasih jagad semesta alam yang bertujuan mulia dan universal untuk mendayagunakan keselarasan alam dan manusianya.

Semoga kelak negeri ini bisa menampakkan cahaya sejatinya, setelah di gerus dan di gempur berbagai prahara multidimensinya, Ada wacana bahwa indonesia kelak akan menjadi mercusuar dunia kalau sudah bisa ‘kalungan wesi’, di mana seluruh pulau-pulau di nusantara akan di sambung dengan jembatan besi atau rel kereta api…

unduhan

Simbol dari kemakmuran dan kemapanan negara boleh-boleh saja, tetapi alangkah indah, nyaman dan cantiknya jika kita letakkan fondasi yang utama, katakanlah dengan bunga (Damai), keluhuran indonesia ‘Berkalungkan Bunga’… sebagai landasan ketika setiap daerah memiliki nilai spiritual laksana bunga yang harum dan menyejukkan, ketika semua bunga (simbol perdamaian) melambangkan keanekaragaman karakteristik ras, suku, agama, kepercayaan, dan budayanya, dan ketika bunga itu di ronce/ di rajut sambung–menyambung menjadi satu… maka tercipta suatu wajah indonesia yang tidak saja kuat dan makmur di seluruh propinsinya, tetapi juga wajah suatu bangsa yang penuh kedamaian dan cinta kasih dari sabang sampai merauke…

Saya berharap model penyelesaian konflik dengan cara damai dan harmonisasi ini  bisa menjadi salah satu referensi mediasi dalam penyelesaian konflik yang terjadi di sejumlah daerah yang ada di indonesia, Dengan demikian Indonesia juga bisa memberikan kontribusi positif dalam menciptakan perdamaian Dunia.

Rahayu Hamemayu Hayuning Bawono, Semoga dapat tercipta harmonisasi alam yang dapat memelihara lingkungan dan manusianya agar tetap selaras, serasi dan lestari… Rahayu Hamemayu Hayuning Bawono, Semoga kedamaian dan kebaikan dapat kita rasakan bersama dalam menggapai ketentraman dan kesejahteraan dalam hidup ini.

***