“I like to think of all of us as superheroes. We all have our own superpowers … and we all have our own kryptonite”.

The only power we have is to remind someone else how powerful they are… “I’m the most powerful person I’ll ever know, but you are the most powerful person you’ll ever know”.

“Saya lebih suka berpikir bahwa kita semua adalah Superhero. Kita semua memiliki kekuatan super… dan kita semua memiliki elemen atom dalam diri kita”.

Satu-satunya kekuasaan yang kita miliki adalah mengingatkan orang lain betapa kuatnya mereka… “Saya adalah orang yang paling kuat yang pernah saya tahu, tapi anda adalah orang yang paling kuat yang pernah anda tahu”.

***

Sebuah kalimat yang kaya akan makna mutiara semesta dan bijaksana untuk kita kembali ke kearifan planet dalam memahami unsur elemen planet dalam tubuh kita…

Pernahkah terbesit di benak kita selama ini bahwa mungkin saja tubuh kita adalah bagian dari alam semesta? Mungkin juga didalam tubuh kita sekarang sedang ada tabrakan meteor kelahiran bintang-bintang. Sepertinya mustahil sekali ada hal seperti itu. Tapi ternyata teori itu berlaku dalam hukum fisika.

Dalam beberapa buku maupun kajian dan juga di wikipedia atom. Dalam definisi singkat, bahwa atom tidak dapat dibagi dan memiliki orbit (lintasan) yang berpusat pada satu titik. Jika kita kembali menggunakan imaginasi dalam definisi ini, maka kita akan teringat dengan susunan atom yang sama dengan orbit-orbit planet yang melintasi matahari. Terlebih jumlah lintasan atom yang berjumlah tujuh sama dengan jumlah planet yang berada di gugusan matahari kita.

Setiap sel, jaringan dan organ tubuh manusia dibuat oleh molekul yang terdiri dari banyak atom-atom. Sebuah atom (atom>quarks) adalah bagian kecil dari suatu unsur yang membentuk elemen-elemen utuh seperti tubuh kita. Atom terdiri dari partikel sub-atomik dengan tiga unsur utama yaitu neutron (neutral) and proton (positively charged particle) dan electron (negatively charged particle) yang mengorbit disekililing atom. Atom yang berkumpul menjadi satu disebut sebagai molekul.

Atom + Atom = Molecule = Planet + Planet = Galactic. 

“Atom yang membangun alam semesta dan tidak ada yang tahu sekecil apa mereka”…

Tokoh science terkenal Stephen Hawkins, telah menerbitkan sebuah buku berjudul “The Universe in a Nut Shell” atau “Alam Semesta Dalam Kulit Kacang” dapat dianalogikan maksud dari judul bahwa alam semesta yang kita tinggali bisa saja adalah bagian kecil dari isi kacang ataupun materi lainnya yang tidak dapat kita jangkau. teori alam semesta mega-dasyhat ini menceritakan sejarah dan prinsip-prinsip fisika modern. beliau membawa kita dari kisah yang paling intelektual saat ia berusaha untuk “menggabungkan Teori Umum Relativitas Einstein dan gagasan Richard Feynman beberapa sejarah menjadi satu teori terpadu yang lengkap yang akan menjelaskan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta.

Tidak hanya Stephen Hawking yang menulis tentang keberadaan Atom Universe tapi juga Dalai lama dalam bukunya yang berjudul “The Universe In a Single Atom”. Meskipun Dalai Lama tidak sepenuhnya setuju dengan science untuk tulisan kudus tapi dia menemukan bahwa science dan spiritualitas memiliki keterkaitan satu sama lain. Jika dilihat dari kutipan singkat (Introducing) saya rasa isi dari buku Dalai Lama tidak berbeda jauh dengan apa yang diungkapkan oleh Stephen Hawking. Pada dasarnya kedua Tokoh ini memiliki pandangan ilmiah masing-masing.

Seperti teori big bang, Budha berkeyakinan bahwa alam semesta ini adalah ‘tak terbatas dan tak berawal’. Filosofi seperti ini masuk akal, jika kita kembali mengkajinya dalam matematika, karena tidak ada yang tahu angka berapakah yang memulai dan angka berapakah yang mengakhiri…

***

Sangat menarik sekali bahwa ternyata dalam memahami unsur elemen planet dalam tubuhnya, manusia telah lama menemukan kearifan ‘jagad semesta’ dalam dirinya, antara lain melalui metode pendekatan antara jagad kecil dengan jagad besar melalui konsep meditasi, yaitu:

Meditasi dengan kearifan konsep tata surya planet dalam tubuh kita 

Unsur Melatonin, Pinolin, hormon 5 Meo DMT dan DIMETHYLTRYPTAMIN (DMT)

Bila banyak dalam tubuh kita maka akan membasmi segala energi buruk, penyakit apa saja, termasuk karma ribuan atau jutaan tahun lalu akan lenyap, karena hal tersebut hanyalah hasil pikir daya cipta yang di proyeksikan visual dan muncul dilayar…

Menfokuskan energi atau yang biasa disebut dengan ‘Meditasi Patrap’, caranya adalah sebagai berikut:

Dalam tempat gelap, pilih waktu malam hari atau pagi dini hari, Manteng pada mata ke 3, agar 4 unsur hormon diproduksi oleh tubuh lebih banyak, lalu pergunakan energynya untuk membuang semua energy negativ dalam tubuh…

luangkan waktu setiap hari 15 sampai 30 menit untuk produksi itu, dengan cara Meditai konsen ( fokus ) pada titik diantar kedua alis lalu masuk ke tengah otak kita di kepala bagian atas…

Catatan: meditasi patrap tidak sama dengan meditasi chakra kundalini, dan energy kosmikpun sangat membantu dengan seringnya membuka cakra gerbang dengan membuka MK3, karena 4 unsur tersebut.

***

Dan bagaimana dengan teori ledakan planet oleh OCM?… seperti yang kita tahu bahwa beliau telah membuat makalah untuk presentasi karya The Ultimate Unification Theory pada tahun 1992, di Universitas James Cook di Townsville, Australia. Di mana karyanya ini tidak pernah berhenti untuk di jadikan bahan diskusi di internet.

Teori Ultimatum Panunggalan atau The Unification Ultimate Theory by Old China Man (Bambang Pramana) adalah sebagai berikut :

The Ultimate Teori Unifikasi adalah sintesis sederhana namun koheren antara teori yang paling maju dalam fisika modern, – yaitu Relativitas Teori, Mekanika Quantum & Teori Superstring, dan ajaran esoteris paling kuno, – Rahasia Ajaran berusia 18 juta tahun.

Berdasarkan UUT tersebut, manusia dianggap sebagai ditumpangkan bergetar pola energi, memiliki fisik, emosi, mental dan spiritual atribut. Salah satu derivasi adalah hipotesis lain diuji, – The Circuit Energi Manusia, dengan model skema sederhana dari manusia.

The Ultimate Teori Unifikasi adalah Tritunggal yang terdiri dari:

-Hukum Kesatuan (The Law Of One-ness)

Symbolised oleh lingkaran, “nol”, kekosongan, segala sesuatu tanpa batas mutlak dan tidak ada, kesatuan utama.

-Hukum Polarisasi (The Law Of Polarization)

Symbolised oleh titik pusat lingkaran, yang kemudian menjadi garis horizontal membagi lingkaran menjadi dua bagian, polaritas.

-Hukum Hubungan-Inter (The Law Of Inter-Connected)

Symbolised oleh garis vertikal melintasi horizontal, antar-hubungan antara polaritas.

Hukum dasar bagi hubungan antar-tidak lain adalah Prinsip Resonansi dan Induksi.

The U.U.T dan Mistik simbologi

images (33)

Helena P Blavatski (The secret Doctrine/ Doktrin Rahasia) :

Sebuah naskah kuno Cosmogenesis – kumpulan lontar daun kelapa dibuat kedap air, api dan udara, oleh beberapa proses yang tidak diketahui tertentu – adalah sebelum mata penulis.

Pada halaman pertama adalah cakram putih rapi dalam latar belakang membosankan. Pada halaman berikut, disk yang sama, tetapi dengan titik pusat. . . . . Pada tahap ketiga itu intinya berubah menjadi diameter. . . . . Ketika garis diameter dilintasi satu vertikal, itu menjadi salib biasa. . . .

Mitologi Numerologi Kuno :

Nomor satu = Absolute

Nomor Dua = Polaritas

Nomor Tiga = Hubungan

Memahami The Ultimate Teori Unifikasi, kita mungkin menyadari bahwa:

Realitas lebih alami adalah realitas dengan kecepatan cahaya atau realitas cahaya, sedangkan realitas fisik kami dalam waktu-ruang ini kontinum hanya merupakan realitas nyata, yang bersifat sementara.

Mutlak adalah di luar realitas cahaya, di mana waktu berhenti – sehingga pola berhenti menjadi siklik, periodik atau tergantung waktu, dan menyusut ruang, maka keterpisahan berhenti ada.

Ruang-waktu dan seluruh Cosmos menjadi Singularity. Tidak ada hal seperti “objektivitas”. Seluruh alam semesta adalah kita sebagai apa adanya itu, hanya apa adanya diri kita. Waktu-Ruang dan seluruh alam semesta seperti yang kita rasakan itu, tidak memiliki realitas objektif independen dari kami.

Ini adalah ilusi kita bersama. (Maya). Setiap “Aku” adalah sama “I”, yang merupakan Cosmic “Aku”.

Satu-satunya perbedaan adalah pola Subyek diselenggarakan sebagai titik acuan untuk mengalami pola lainnya.

Karena Subjek – Objek polarisasi, pola subjek mengidentifikasi dirinya sebagai “aku”, memiliki kesan yang terpisah dari sisa dari Cosmos, itu adalah ilusi.

The Absolute, Tak Terbatas KeesaanNYA, adalah (Tuhan) Semesta Alam.

images (34)***

The Ultimate Teori Unifikasi (UUT) dilambangkan oleh sebuah salib dalam lingkaran. Pada tahap kesadaran kita kita tidak melihat lingkaran. Hal ini hanya dapat dicapai melalui pengalaman mistis yang dikenal sebagai “AT-ONE-MENT” (menyatu dengan seluruh Cosmos).

Namun, tanpa salib lingkaran melambangkan polaritas dalam diri kita. Garis vertikal melambangkan Roh kita – Materi atau Pikiran – Tubuh polaritas Esoterik dalam “Aku” Kesadaran. Garis horizontal melambangkan Subyek kami – Obyek polaritas tanpa Exoteric.

Realitas terdiri dari pola Subjek, yang mengalami pola lain yang beresonansi itu sebagai Objek. Mereka pada dasarnya di-dipisahkan. Tanpa Subjek, tidak akan ada Obyek dan sebaliknya.

Subjek yang berbeda akan mengalami yang berbeda Object. Kami berpikir bahwa dunia fisik kita adalah dunia obyektif, hanya karena pola indra fisik kita semua sama.

Selain fisik, karena perbedaan ita dalam asuhan, pengalaman hidup dan sistem kepercayaan, kita jarang memiliki memori yang sama dan pola pikir. Oleh karena itu masing-masing dari kita memandang kehidupan secara berbeda. Setiap orang dari kita adalah unik dalam mempersepsikan realitas subyektif kita sendiri.

Dunia subjektif dibangun dari tayangan subyektif, adalah realitas dalam setiap orang sebagai subjek unik (Esoteric). Dunia obyektif adalah dunia umum di luar kita berbagi (Exoteric).

Untuk selengkapnya bisa di klik link ini :

http://www.bpramana.org/metascience/UUT.pdf

Hukum Polarisasi adalah Hukum Freewill, yang ilahi di alam. Untuk mengambil polaritas yang berlawanan atau untuk beresonansi dengan pola pikir tertentu berolah Freewill. Yang penting adalah pengalaman.

***

Advertisements