Salah satu ilmu rahasia para Dewata mengenai kehidupan adalah Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwatingdiyu.

Sastra Jendra adalah ilmu mengenai raja agung binatara (raja yang besar kekuasaannya layaknya dewata). Hayuningrat artinya kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan dunia. Pangruwating adalah pembebasan atau pelepasan, artinya memuliakan atau mengubah watak dari buruk atau menjadi baik atau elok. Diyu artinya raksasa atau keburukan.

Raja disini maknanya bukan harfiah raja, melainkan sifat yang harus dimiliki seorang manusia sehingga mampu menguasai hawa nafsu dan pancaindranya dari kejahatan. Seorang raja harus mampu menolak atau mengubah keburukan menjadi kebaikan atau kebajikan. sifat memimpin dengan amanah dan mau berkorban demi kepentingan rakyat, nusa, bangsa dan negara. Oleh karenanya Sastra Jendra dimaknai sebagai ajaran kebijaksanaan dan kebajikan yang harus dimiliki manusia untuk mengubah watak keburukan, kejahatan, atau angkara murka mencapai kemuliaan. 

Gambaran dari ilmu Sastra Jendra ini adalah mampu mengubah raksasa menjadi manusia ksatria. Dalam dunia pewayangan, raksasa digambarkan sebagai makhluk yang tidak sesempurna manusia ksatria. Melalui ilmu ini maka simbol sifat-sifat keburukan raksasa yang masih dimiliki manusia akan diubahnya menjadi sifat-sifat manusia yang berbudi pekerti luhur dan mulia. Karena melalui sifat manusia ini kesempurnaan akal budi dan daya keruhanian makhluk ciptaan Tuhan diwujudkan.

” Hanya ingin mengkritik tidak selamanya raksasa itu BURUK, apalagi diperlihatkan bertaring dan sebagainya… padahal ada yang kinyis kinyis kinclong tur wicaksono ”😉 …

images (18)

Dan kisah raksasa-reksasi kali ini akan kita kisahkan kembali dalam bentuk ‘Wayang Wong’🙂 ….

Raksasa Bernama Bagaspati

Prabu Salya yang rela mati demi janjinya kepada Resi Bagaspati

Waktu kecil Prabu salya itu bernama Narasoma. Dia adalah putra mahkota kerajaan. Ketika telah remaja maka ayahnya hendak mengangkat dia menjadi raja. Namun dia merasa tidak mampu, karena belum memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk menjadi raja. Di samping itu dia anak manja, yang sangat sayang dengan ibunya. Karena itulah, ketika dia ditanya, pasangan yang diinginkan, dia berkata bahwa dia ingin memiliki istri mirip ibunya. Karena kata-katanya seperti itu maka muncullah salah paham, dikira Sang Narasoma itu ingin mempersunting ibunya sendiri, juga dia dianggap menentang kehendak ayahnya untuk menjadikannya seorang raja. Karena itulah dia diusir dari kerajaannya.

unduhan (3)

Akhirnya dia terlunta-lunta, pergi dari kerajaan, sampai pada akhirnya tiba di tengah hutan yang lebat sekali. Karena tanpa tujuan, maka dia menembus hutan yang angker itu. Di tengah hutan, tiba-tiba dia melihat pedepokan yang asri, di mana di depan pedepokan itu dia lihat seorang gadis cantik mirip sekali dengan ibunya. Namun sekejap saja anak gadis itu hilang dari pandangnnya. Maka masuklah Narasoma ke padepokan itu dan melihat seorang Raksasa dengan muka merah menyala bertanya “Apa yang engkau cari di sini anak muda ?”.

Gadis yang tadi itu adalah anak dari Resi Bagaspati sang raksasa. Dia mengintip dari jendela dan terkesiap, inilah pemuda pujaan yang sering dia lihat dalam mimpi. Berkali-kali dia ceritakan hal itu kepada ayahnya, namun ayahnya selalu berkata, sabarlah … jika dia adalah jodohmu, tentu kamu akan bertemu dengan pemuda pujaanmu itu. Dan kini, pemuda itu ada dihadapannya. Dengan hati berbunga-bunga dia mencuri dengar pembicaraan antara sang pemuda dan ayahnya. Seraya berdoa dan berharap agar ayahnya dapat menerima narasoma di padepokannya.

images (32)

Resi Bagaspati yang sakti mandraguna tentu sudah tahu dengan jalan nasib seperti ini, maka diterimalah sang narasoma sebagai muridnya di padepokan itu. Diajarkan segala ilmu tentang sastra, pemerintahan dan kanuragan kepada sang murid tersayang. Dan Dewi Setyawati dengan setia dan berbunga-bunga melayani segala keperluan ayahnya dan juga pemuda pujaannya. Walaupun hatinya berbunga-bunga, namun Dewi Setiawati tetap menjaga perilaku dihadapan ayah dan pemuda pujaannya itu.

Setelah lama belajar di padepokan, di sore yang cerah, Rsi Bagaspati yang berwajah raksasa namun terkenal baik hati dan ber”darah putih” itu dan narasoma anak raja dengan wajahnya yang tampan tampak bercakap-cakap dengan akrab. Di pewayangan konon ada 3 orang yang memiliki darah putih, artinya orang yang sangat setia dan baik hati yaitu Rsi Bagaspati, Subali (Ramayana) dan Sang Yudistira.

images (27)

Rsi Bagaspati bertanya kapan saatnya kembali ke kerajaan untuk melaksanakan tugas utama seorang putra mahkota yaitu melaksanakan tugas mengelola kerajaan dengan baik. Namun Narasoma terlihat enggan dengan topik pembicaraan itu, dan pada akhirnya berkata, bahwa dia belum merasa memiliki kesaktian yang cukup untuk memerintah kerajaan yang begitu besar. Lalu Rsi Bagaspati berkata akan menurunkan Aji Chandra Birawa yang amat sakti sehingga yang memiliki ajian tersebut, tidak dapat terbunuh oleh senjata apapun.

Dengan gembira Narasoma menyambut baik tawaran Rsi Bagaspati. Rsi Bagaspati memberi syarat agar Narasoma mau menjaga Dewi Setyawati, anak perempuan satu-satunya yang ia sangat sayangi. Karena memang pada dasarnya Narasoma sudah jatuh cinta dengan Dewi Setyawati maka dia segera mengiyakannya. Lalu dipanggillah Dewi Setyawati oleh Rsi Bagaspati, dan mengutarakan maksudnya agar Dewi Satyawati mau dinikahkan dengan Narasoma. Gayung bersambut, bunga-bunga cinta kedua insan ini, seperti mendapat jalan untuk segera mekar bersemi.

images (23)

Syarat berikutnya yang dilontarkan oleh Rsi Bagaspati adalah Ajian Chandra Birawa harus diserahkan lagi kepada orang berdarah putih, apabila Narasoma menemukannya. Mendengar akan diturunkannya ajian Chandra Birawa, maka meledaklah tangis Dewi Setyawati, karena dia mengetahui apabila ayahnya menurunkan Ajian tersebut kepada seseorang, maka saat itulah ajal akan menjemputnya.

Narasoma yang tidak mengetahui informasi tentang hal ini, sangat terkejut, dan segera memeluk kaki Sang Rsi agar mengurungkan niat untuk menurunkan ilmu yang mahadahsyat tersebut. Narasoma berkata bahwa dia ingin menghapus keinginan untuk menjadi raja, apabila itu harus ditukar dengan nyawa guru yang sangat dia hormati. Namun tekad Rsi Bagaspati sudah bulat, bahwa dia ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menyerahkan ajian tersebut ke Narasoma.

*) Pause- break, istirahat rumiyen… mari kita saksikan intermezzo :

Dagelan Jogelo ~ Jorono

images (4)

Jorono : Salam Sem Pak Te Les kang!

Jogelo : Salam kok sem-pak?? opo ora ono salam liyane?

Jorono : Ojo nesu dhisek to, sempak teles kuwi artine : Salam Kompak Anti Males… (karo mamerke untune sing gedhine sak pecok-pecok:mrgreen: )

Kang, tahun 2014 iki pestane piala dunia, sampeyan njago sopo?

Jogelo : Koyok`e Brazil eneh, iblis merah (Iggris) yo apik, tapi bocah nakal (Italy) yo luwih gesit, tapi kangselir (German) yo ora iso disepele`ake. lek garuda (PSSI) ket biyen yo ngono kae…. (karo motone koco-koco, jawane ben ketok nelongso tapi malah mlirak-mlirik koyo Gareng:mrgreen: )

Jorono : Yen aku jagoku ayam.

Jogelo : Kowe iki pitakonmu piye to?!… takon jago dunia kok malah di jawab awam eh ayam…

Jarono : lha sampeyan iki piye?… haket biyen, sing jenenge jago kuwi yo ayam.

Jogelo : Oh iyo… yo… jebul aku sing salah, yen ngono tak bede`i iso po ra kowe njawab :

Iki onok penampakan ikan berkepala lele…

1545621_698179326882222_1635872638_n

kuwi asli opo rekayasa??

Jorono : Oalah Gusti paringono Honda Jazzz… wong bodoh kok dipelihara…. hayoo mesti wae kuwi ndase lele, wong kuwi jenenge iwak lele, woooo!!…..

Jogelo : Lha saiki kowe sing genti nesu, mergo guyonanku ora level. Kuwi jenenge ora iso dijak guyon…

Wis wis, iki ono omyangan sing super serius… tahun iki negorone dhewe yo arep duwe gawe PEMILU, musim kampanye, akeh wong sing nyapresss… (karo muncrat ababe)

Mongko persaingan dadi calon ‘Pesinden Republik Indonesia’ eh persiden iki sengit tenan, yen ora kuat iso ngebak`i koran edisi bab wong edan (!)

Jorono : Presiden kang!… ckakakakaaakk….

Jogelo : Huusshh!!… iyo yo…

images (33)

Ngene lho, miturut penelitian
Dijupuk songko wiwinciri’ku karo wong edan2
Agan2 lan sista2 sing sabendino turut ratan
Klambi compang camping rusuh uelek koyo kowe
Kadang malah ora nganggo klambi blas lan ora duwe isin koyo sing moco iki
Biasane ndleming dewe karo tembok sinambi sedakep karo murep
Yoiku sing diarani WONG GENDANG/SUTREZ

Sakjane umpomo iso mikir sejernih iler sapi
Kuwi ngono sejatine pengen waras koyo biyen
Wong edan iku ora ngerti kepriye carane dadi normal
Mulane isone mung wira wiri turut ratan sinambi omong2 dewe
Golek dalan piye amrih ora loro pikir lan iso nglakoni carane adus

Hla miturut Kitab Primbon BantalJamur
Wong edan iku, roh’e wis setengah mlebu nang alam liyo
Moto batin’e wis ketutup dening fatamorgana owah songko alam dunyone
Mangkane iku ngguyu2 dewe tanpo konco
Koyo sing mbok lakoni saiki
(sing protes tak sawat jemblem?):mrgreen:

Seje maneh karo WONG GEMBLUNG
Wong gemblung iku pancen unik
Tapi sakjane iso nglipur
Senajan rupane persis luwak
Contone cukup aku ae
Lek kowe garangan,, gkgkgk
Kadang yo nglantur koyo wong nglindur

Mulakno kuwi ngger…
Lek ono wong edan liwat
Ojo mbok sentak kon ngaleh
Utowo mbok bandem krikil
Pisan2 kek’ono sego utowo ngombe ben ayem atine
Ngono2 o biyen tau waras lan nulung uwong
Mesti di dongakne kowe senajan wong edan iku njur ngaleh karo ndleming
Utowo mbok salami yo oleh

Jogelo : Tekan semene wis paham??!…

Jorono : Paham kang, jian ngesakke tenan…

Jogelo : Yo wis, iki mendunge peteng arep udan, Aku arep njajal ngitung bintang nang langit, mumpung musim banjir jeee…

Jorono : !@#$%^&*!… (karo mlongo)

Batine Jorono : Oalah jian gendang-sutrez… mendung peteng kok arep ngitung bintang ??!

Jiahahaha!!…  icon-2 ….

Lanjuuuutttt….

Dengan rasa bersedih, akhirnya Narasoma mau menerima Ajian Chandra Birawa tersebut, dan berjanji akan menjaga Dewi Setyawati dan juga akan melepas Ajian Chandra Birawa ini, jika suatu saat dia menemukan orang yang ber-darah putih juga. Akhirnya Rsi Bagaspati meninggal, lalu kedua insan yang saling jatuh cinta itu, kembali ke kerajaan untuk segera diangkat menjadi raja dan permaisuri.

Kedua insan tersebut, saling mencintai dan tidak pernah saling menyakiti. Kerajaan Mandaraka menjadi besar ketika dipimpin oleh Narasoma yang juga disebut Prabu Salya. Sampai akhirnya perang Bharata Yudha dimulai … Prabu Salya menemukan Ksatriya ber darah putih yaitu Yudistira … dan saat itulah perpisahaan kedua insan yang saling mencintai itu harus terjadi … Dewi Setyawati kembali harus kehilangan orang yang dia cintai😦 …

images (5)

Tapi ternyata Prabu Salya atau Sutasoma tidak mati😀 … karena dia punya banyak kesaktian lain… dan Dewi Setyawati tak perlu kehilangan sosok yang dia cintai itu… dan tak perlu pula kejadian sejarah berulang PERANG.. atau BHARATA YUDHA itu… itu hanyalah sejarah…

images (21)

***