Poro sederek lan sedulur yang saya kasihi, baik yang ada di pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi dan pulau-pulau lainnya, maupun yang berada di luar Indonesia yang memiliki gunung berapi yang masih dan selalu aktive.

Sepertinya kabut hitam seolah enggan beranjak dari Bumi ibu pertiwi, Nusantara yang terkenal dengan gemah ripah loh jinawi ini ternyata juga selalu berselimut bencana dan air mata…

Melihat tayangan pemberitaan gunung berapi di berbagai media massa yang bertubi-tubi yang hanya mengabarkan sisi ‘derita’nya saja, kiranya perlu kita pertanyakan ‘kejanggalan’ pemberitaan yang tidak berimbang ini, di mana tak ada satu stasiun televisipun di Indonesia yang meliput ‘semburan’ meletusnya gunung berapi (?)…

Jaya… Jaya… Wijayanti…

Tidak ada salahnya jika kita belajar pada negara yang tidak memiliki gunung berapi, kita perlu memiliki ‘teleskop’ untuk mendokumentasikan letusannya dari jarak jauh, seperti halnya acara program televisi luar negri yaitu ‘Discovery Chanel’ atau ‘Discovery Geography’.

Merupakan suatu ‘Anugrah’ bahwa kepulauan kita di dominasi gunung berapi yang terbentuk akibat zoba subduksi antar lempeng geografisnya.

images (47)

Mengapa harus ada Gunung Berapi?

Di atas bumi terdapat puluhan bahkan ratusan gunung berapi, berada di segala penjuru bumi ini, 150 di antaranya berada di Indonesia, ada yang terdapat di daratan dan ada pula yang jauh di dasar lautan. Gunung berapi ini terbentuk ketika bumi menjadi dingin secara bertahap dan muncullah lipatan–lipatan yang membentuk struktur gunung berapi. Bayangkan saja jika gunung berapi itu tidak ada mungkin sejak 3,5 milyar tahun lalu ketika bumi mulai mendingin ia berusaha mengeluarkan gas untuk menjaga temperaturnya. Bila tidak dikeluarkan secepatnya bumi ini akan meledak dengan dahsyat karena ada tekanan gas yang terus–menerus dan dalam jumlah besar di tubuhnya.

Itu hanya salah satu dari keutamaan gunung berapi, keutamaan lainnya gunung berapi merupakan pasak raksasa dari bumi yang akar dari gunung berapi tersebut 10–15 kali lipat dari ketinggianya. Gunung juga berfungsi sebagai pasak untuk meminimalkan guncangan litosfer ketika bergerak.

Dan meletusnya gunung berapi juga membawa segi positif bagi sebagian orang bahkan untuk seluruh bumi. Bencana geologis lainnya, seperti gempa bumi dan tsunami. merupakan proses Planet Bumi mencari keseimbangan baru untuk mempertahankan tekanan dan temperaturnya. Tujuan penting proses ini adalah untuk melindungi miliaran manusia dari kepunahan.

Adapun fungsi – fungsi dari gunung berapi secara keseluruhan antara adalah sebagai berikut :

– Bertindak sebagai stabilizer, yaitu menjaga keseimbangan suhu antara permukaan dan perut bumi.

– Merawat lapisan atmosfernya dalam jangka panjang, yaitu gunung berapi dapat Mendinginkan (langit) atmosfer bumi dari kenaikan temperatur atmosfer bumi akibat peningkatan suhu matahari.

– Bertindak sebagai jangkar atau rem gerakan lempeng bumi, yaitu menjaga pergerakan lempeng bumi agar tidak bergerak terlalu besar, karena jika lempeng bumi bergerak tanpa adannya pembatas atau penghambat, maka permukaan bumi akan hancur, dan manusia akan punah seketika.

– Penyubur makhluk tanah dan Bertindak sebagai tandon air di Planet Bumi, yaitu bahwa material-material yang dikeluarkan oleh gunung berapi mengandung unsur hara yang sangat tinggi dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang sangat panjang.

– Membentuk rona baru di Planet Bumi, yaitu dengan meletusnya gunung berapi dapat memberikan penyegaran atau perubahan baru pada bentuk permukaan bumi.

– Mendatangkan Hujan Orografis atau hujan Naik Pegunungan.

– Bisa dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi.

– Sebagai Objek Wisata.

– Selain mengandung unsur hara yang berlimpah, material yang dimuntahkan oleh gunung berapi juga mengandung zat seperti balerang, batuan permata dan batuan granit.

images (53)

Meletusnya gunung berapi dengan berbagai dampak positivenya, juga harus kita waspadai dampak negativenya, selain bisa menimbulkan korban nyawa juga kerugian material, juga yang ditimbulkan oleh asapnya yang mengandung partikel kaca dsb yang sangat berbahaya jika terhirup oleh makhluk hidup, untuk itu perlu adanya kesigapan dan kesiapan baik lahir, batin maupun spiritual dalam menghadapi ‘Bencana’ yang beruntun ini…

Sebagai negara yang rawan ‘Anugrah’ selama ini kita belumlah punya sosialisasi kesadaran yang maximal untuk menyambut dan bersahabat dengannya, sehingga bantuan atau relokasi dari pemerintah terkesan hanya spotanitas dan ala kadarnya saja. Untuk itu diperlukan strategi jangka panjang untuk kedepannya, seperti pendirian tempat penampungan sementara bagi para pengungsi dari sekitar wilayah gunung, yang dilengkapi dengan MCK dan sarana kesehatan dsb. Juga disediakan pula tempat penitipan untuk hewan ternak, Dan bagunan tsb tak perlu dipugar karena akan bisa dipergunakan untuk yang lainnya, hingga siklus gunung berapi akan datang menyapa kembali…

images (54)

Maximalkan fungsi BMKG

Pemerintah dalam hal ini juga harus menyediakan dana khusus bencana untuk pemulihan dan recoveri pasca bencana, juga anggaran khusus untuk perlindungan situs-situs bersejarah.

Badan Meteorology, Klimatology dan Geofisika haruslah berfungsi secara maximal, bersama dengan pemerintah dan masyarakat bisa berkonsolidasi tentang perubahan iklim dan cuaca, misalnya jika diketahui akan adanya tanda-tanda gunung berapi akan meletus, maka dihimbau agar warga yang tinggal dekat area pegunungan tidak menanam tanaman atau beraktifitas di perkebunan karena dipastikan akan merugi, sia-sia dan gagal panen. Sebaliknya bersiap-siap ungsikan diri dan peternakan untuk sementara waktu. hingga prosesnya lahar panas berganti dengan lahar dingin.

Waspadai juga longsornya, tunggu hingga benar-benar wilayah itu siap untuk bisa di huni lagi. Dan tanah akan kembali menjadi lebih subur lagi dari semula serta udara menjadi lebih sehat lagi untuk kehidupan semua makhluk hidup.

Inilah yang di maksut dengan kekayaan sumber ‘Hayati’ yang tidak akan ada habisnya, karena alam selalu beregenerasi seperti halnya sel-sel dalam tubuh, sehingga akan selalu menjadi muda kembali menjadi Re-juvenation atau… Re-jewelry😉 …

Perlu juga kita terima kenyataan, bahwa kita (semestinya) bisa menjadi bangsa jutawan atau milyarder, karena gunung berapi juga ‘memuntahkan’ berbagai batu yang sangat langka dan paling di buru di dunia, seperti batu apung untuk kesehatan kulit, batu mulia hingga batu permata, kristal, granit, hingga zamrud… itulah mengapa sebutan Nusantara adalah Negeri Zamrud Khatulistiwa!… Negeri elok, damai, indah, permai, makmur dan sentosa.

Jika Indonesia punya 150 gunung berapi, dan beberapa di antaranya aktive dengan siklus yang bisa dikategorikan ‘sangat rawan’ dan jika satu gunung sekali meletus berpotensi memuntahkan 70 juta ton kubik ‘permata’… Betapa kaya rayanya bangsa ini, sekali letusannya bisalah untuk menghidupi seluruh bangsa hingga turun temurun nggak habis-habis, dan sisanya juga masih bisa untuk membayar ‘hutang warisan’… (akibat salah pengelolahan sumber daya alam dan manusianya pada waktu dulu).

Memang tidak secara langsung muntahan api itu menjadi batu, tetapi lewat proses dari perut buminya hingga ia keluar ke udara yang bertahap dari lava panas hingga lahar dingin.

Darimanakah Asalnya Batu Permata?

images (46)

Seperti namanya, permata adalah sejenis batu yang terdiri dari karbon pekat. Ia terbentuk jauh di dalam bumi yang mengalami tekanan kuat menyebabkan atom-atom karbon membentuk kristal. Batu berbentuk kristal itu terkeluar ke permukaan bumi akibat letusan gunung berapi dan ia bisa ditemui di dalam batu-batu gunung berapi yang dikenali sebagai ‘kimberlite’ dan ‘lamproite’. Batu permata disifatkan oleh masyarakat dunia sebagai sangat berharga karena ia adalah batu yang paling keras di bumi ini.

Batu permata mempunyai kilauan dan cahaya yang cantik. Apabila scientis menyadari kegunaan cahaya barulah mereka mengetahui bahwa batu permata mempunyai kilauan dan cahaya yang terang. Kelajuan cahaya dalam batu permata ialah 186,000 sesaat tetapi ia akan bergerak perlahan kira-kira 80,000 batu sesaat apabila melalui rintangan. Cahaya batu permata bisa terbias dan terpantul serta terpecah menghasilkan warna-warna pelangi, yang menyebabkan ia berkilauan. Bagaimanapun kilauan batu permata sebenarnya bergantung kepada cara ia dipotong atau dicanai.

Pesona Aquamarine si Batu untuk Gaya Hidup

CatherineZetaJonesGoldenGlobes-210x300

Salah satu batu mulia yang menjadi kesayangan dan koleksi bintang film pemenang Oscar sebagai peran pembantu wanita terbaik 2002 dalam film ‘Chicago’, Nyimas Catherine Zeta Jones adalah batu ‘Aquamarine’…

Aquamarine memiliki ciri khas berwarna biru muda langit atau biru kehijauan seperti laut ini merupakan batu mulia favorit dari desainer perhiasan dunia dikarenakan sifatnya yang dapat memancarkan spektrum cahaya yang penuh dan berkilau dibandingkan batu mulia lainnya.

Pemakaian bebatuan mulia selain bertujuan untuk mempercantik atau mempermanis penampilan gaya busana dan berdandan, juga memiliki manfaat kesehatan. Karena efek warna dan pencahayaan, Aquamarine selalu cocok dengan warna kulit maupun warna mata apapun yang bisa dipakai oleh orang berbagai bangsa dan negara. Diyakini pula nilai auranya sebagai penenang atau ketentraman.

Batu mulia ini termasuk favorit para desainer perhiasan dikarenakan kefleksibelannya untuk dilakukan teknik cutting dalam bentuk apapun sehingga memancing kreatifitas. Pada lima tahun terakhir, Aquamarine sudah mulai menyaingi berlian putih lantaran sering dikenakan di dalam rancangan cincin pertunangan dan cincin pernikahan bagi pengantin modern.

jhgvyh

Namun begitu, keunggulan bebatuan-bebatuan tersebut tidak hanya untuk para wanita tetapi ia juga bersifat ‘unisex’, seperti halnya parfum, bukan hanya kalangan dari gender yang spesifik. sehingga banyak juga kaum pria yang menggunakan batu permata sebagai perhiasan khusus pria seperti cincin dsb.

Tetap Eling Lan Waspada

Dalam keadaan susah dan bencana, adakalanya masih saja ada orang yang tega mengambil kesempatan, masyarakat dibuat seakan tak berdaya, kecerdasan bangsa dimiskinkan oleh segelintir orang-orang yang ‘serakah’… seperti baru-baru ini ada saja ‘parpol’ yang mencoba mengail suara dengan kedatangan mereka di lokasi bencana seakan-akan bak Dewa penolong. hingga ‘agama’pun dijadikan issu untuk merekrut dan menguras kantong para korban dan dermawan bagi yang ingin ‘Selamat’ supaya berdoa menggunakan bahasa dan cara mereka.

“Tidakkah pernah kita sadari bahwa Tuhan itu maha universal”…

Tak ada gunanya juga menyalahkan ataupun mengkambing hitamkan yang lainnya atas segala ‘Anugrah’ yang menerpa bangsa ini jika kita mampu ‘mengelolah’ dan ‘memanage’ sumber daya alam ini.

Melihat fakta-fakta yang ada di depan mata, Maka perlu adanya upaya menjadikan masyarakat ‘Melek’ pengetahuan bencana. kita seharusnya melakukan ‘De-mistifikasi’ atau menghilangkan unsur mistik dan mitosnya, sebaliknya, bukan berarti meniadakan unsur spiritualnya. hal tersebut juga seirama dengan rasionalisasi yang sudahlah ada dalam jiwa-jiwa bangsa ini sejak dulu kala.

Logikanya, umat manusia yang ‘diciptakan dan dimukimkan’ di tempat yang rentan bencana, maka sudah dilengkapi perangkat canggih (wiji spiritual) yang mampu memandu menjalani hidup di tempat penuh bencana itu.

Dan kita sebagai anak bangsa, sekalipun di pisahkan oleh lautan, harus tetap bersatu, memperlihatkan kebersamaan yang solid sebagai warga Nusantara dan Dunia, semoga rasa senasib sependeritaan dimanapun berada, bisa menimbulkan solidaritas bagi sesamanya.

Semoga kita bisa cerdas dan tidak mudah menjadi bangsa yang apatis sekalipun kita terlahir dan hidup di daerah yang rawan ‘Bencana sekaligus Anugrah’ ini, sebaliknya kita harus bisa optimis dalam memandang dan menyikapi gejolak alam yang terus dan terus akan selalu ‘membangun’ peradaban bumi🙂 …

Rahayu… Rahayu… Rahayu…

images (50)

Rahayu Sagung Paratitah

***