Kerajaan Medang (Mataram Kuno) adalah kerajaan penakluk nusantara jilid II, tahap kedua, setelah Kerajaan Sriwijaya, tahap pertama, jilid I dan kemudian menyusul si bontot Kerajaan Majapahit, tahap ketiga, Jilid III. 

Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi, Nusantara telah berhasil menyemai peradabannya di seluruh kawasan Asia Tenggara, antara lain: Semenanjung Malaya, Tumasik (Singapore), Siam (Thailand), Kamboja, Khmer (Vietnam) dan Filipina, hingga ke Madagaskar (Afrika). Masa pemerintahan kerajaan Sriwijaya berperan dalam membuka jalur perdagangan untuk China dan India, sementara kerajaan Medang (Mataram) dan Majapahit memegang peranan penting dalam menoreh perjalanan peradaban, hingga ‘Nusantara’ dikenal tidak hanya sekelumit dalam negri melainkan hingga ke lintas Manca.

Menariknya, sejarah juga mencatat hubungan perkawinan antara kerabat kerajaan Jawa dengan kerajaan Vietnam, bahkan konon untuk membangun candi Angkor, bangsa Khmer membutuhkan tenaga-tenaga ahli yang didatangkan dari Jawa.

Bangsa Khmer memerdekakan diri pada tahun 802 Masehi, Pangeran Khmer Jayavarman II, yang dilahirkan dan dibesarkan di istana kerajaan Jawa pada masa Dinasti Sailendra, menyatakan bahwa wilayah yang didiami oleh bangsa Khmer, lepas dari Jawa. Dan kemudian mendirikan kerajaan baru, yaitu Kerajaan Angkor.

unduhan (1) Selanjutnya adalah penemuan prasasti di Philipina yang di sebut sebagai Piagam Laguna. Prasasti Laguna ini adalah dokumen sejarah tertulis yang dikenal paling awal ditemukan di Philipina, sebelum negaranya di jajah Spanyol. Berupa lempengan plat tembaga tipis berukuran kurang dari 20 × 30 cm (8 × 12 inci) bentuk tulisan timbul asli pahatan, dengan tulisan huruf jawa kuno dengan campuran bahasa Jawa dan Melayu.

unduhan (2) Swasti. aka waratita 822 Waisakha masa di(ng) Jyotia. Caturthi Krinapaksa Somawāra sana tatkala Dayang Angkatan lawan dengan nya sānak barngaran si Bukah anak da dang Hwan Namwaran di bari waradāna wi shuddhapattra ulih sang pamegat senāpati di Tundun barja(di) dang Hwan Nāyaka tuhan Pailah Jayadewa.

Di krama dang Hwan Namwaran dengan dang kayastha shuddha nu di parlappas hutang da walenda Kati 1 Suwarna 8 di hadapan dang Huwan Nayaka tuhan Puliran Kasumuran. dang Hwan Nayaka tuhan Pailah barjadi ganashakti. Dang Hwan Nayaka tuhan Binwangan barjadi bishruta tathapi sadana sanak kapawaris ulih sang pamegat dewata [ba]rjadi sang pamegat Medang dari bhaktinda diparhulun sang pamegat.

Ya makanya sadanya anak cucu dang Hwan Namwaran shuddha ya kapawaris dihutang da dang Hwan Namwaran di sang pamegat Dewata. Ini gerang syat syapanta ha pashkat ding ari kamudyan ada gerang urang barujara welung lappas hutang da dang Hwa…”

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut:

“Swasti. Tahun Saka 822, bulan Waisakha, menurut penanggalan. Hari keempat setelah bulan mati, Senin. Di saat ini, Dayang Angkatan, dan saudaranya yang bernama si Bukah, anak-anak dari Sang Tuan Namwaran, diberikan sebuah dokumen pengampunan penuh dari Sang Pemegang Pimpinan di Tundun (Tondo sekarang), diwakili oleh Sang Tuan Nayaka dari Pailah (Pila sekarang), Jayadewa. 

Atas perintahnya, secara tertulis, Sang Tuan Namwaran telah dimaafkan sepenuhnya dan dibebaskan dari hutang-hutangnya sebanyak satu Katî dan delapan Suwarna di hadapan Sang Tuan Puliran Kasumuran di bawah petunjuk dari Sang Tuan Nayaka di Pailah. Oleh karena kesetiaannya dalam berbakti, Sang Tuan (Yang Terhormat) yang termasyhur dari Binwangan mengakui semua kerabat Namwaran yang masih hidup, yang telah diklaim oleh Sang Penguasa Dewata, yang diwakili oleh Sang Penguasa Medang.

Ya, oleh sebab itu seluruh anak cucu Sang Tuan Namwaran sudah dimaafkan dari segala hutang Sang Tuan Namwaran kepada Sang penguasa Dewata. (Pernyataan) ini, dengan demikian, menjelaskan kepada siapa pun setelahnya, bahwa jika di masa depan ada orang yang mengatakan belum bebas hutangnya Sang Tuan …”

Pusat kerajaan Medang
 
unduhan (3)

Bhumi Mataram adalah sebutan lama untuk Yogyakarta dan sekitarnya. Di daerah inilah untuk pertama kalinya istana Kerajaan Medang diperkirakan berdiri (Rajya Medang i Bhumi Mataram). Prasasti Mantyasih tahun 907 atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya.

Urutan silsilah raja-raja pendiri dan penguasa kerajaan Medang bisa dilihat di ‘wikipedia’ sumber link yang terpercaya berikut ini🙂

http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Medang

images (11)

Periode Medang berlangsung dari abad ke-7 hingga abad ke-10. Dengan berakhirnya masa kerajaan Medang (Mataram) di Jawa Tengah, maka kerajaan beralih ke Jawa timur pada awal abad ke-11 dengan nama Majapahit hingga abad ke-15.

***