Pamuji rahayu kagem poro pinisepuh lan sederek sedoyo,

Melanjutkan artikel ‘Napak Tilas Jejak Peradaban Medang’, kini tiba saatnya kita membahas ‘Peradaban Pra Medang’ nya, yaitu Medang Kamulan🙂 …

Pada dasarnya, peradaban pada jaman dahulu banyak terdapat disepanjang sungai dan muara (kuala), ditempat-tempat yang terdapat sumber air, seperti danau, situ, sumur, seke (mata air).

Hampir semua awal peradaban didunia dimulai disungai-sungai. Di Mesir dimulai dengan peradaban disepanjang sungai Nil, di India peradabanya dimulai disepanjang sungai Gangga, di Brazil peradaban dimulai disepanjang sungai Amazon, di Cina peradaban dimulai disepanjang sungai Hoangho, di Irak peradaban dimulai disepanjang sungai Efrat. maka Jawa peradabanya dimulai disepanjang lembah sungai Trinil atau Bengawan.

Jika kita mencoba meng-googling tentang Medang kamulan, maka hanya akan kita temui keterangan bahwa Medang kamulan adalah kerajaan mitologi yang ada hubungannya dengan legenda Ajisaka. dan lalu semua situs akan mengikuti/ mituruti pitutur mbah google ^_^…

Namun sebenarnya peradaban Medang Kamulan itu memang ada dan bukan suatu mitos atau mitologi. Medang Kamulan sendiri berasal dari kata ‘Mdhang’ atau singkatan dari ‘Madya Ng’ atau ‘Jaman Pertengahan’, dan Kamulan yang berarti ‘Pertama’. * Jaman kamulyan inilah yang oleh orang Barat dan Yunani dikatakan sebagai negri ‘Atlantis’.

* Mohon bisa dikoreksi jika salah.

Peradabannya lebih maju dan canggih jauh sebelum Jawa bersistemkan kerajaan, Hal ini bisa kita telusuri dari peninggalan-peninggalan jaman sebelum era Pra-Medang, antara lain :

1) Satu-satunya kalender di dunia yang menggabungkan jagad makro cosmis dan mikro cosmis dengan menganut sistem falsafah pancer dan panunggalan hanya dapat kita temukan pada kalender Jawa.

images (18)

Sejarah telah mencatat, geliat penerapan astronomi di kepulauan Nusantara telah ada sejak dahulu kala. Penanggalan kalender Jawa, penentuan musim hujan, kemarau, panen, dan ritual kepercayaan lain yang menggunakan peredaran gerak benda langit sebagai acuan. Bahkan mereka pun mahir menggunakan rasi-rasi bintang sebagai penunjuk arah.

2) Misteri candi Borobudur yang menurut ilmuwan Barat di bangun pada abad ke 7, kenyataannya masih meragukan kebenarannya, dimana mereka menolak uji coba emisi karbon untuk mengetahui usia yang sebenarnya pada batu candi ini. Bahkan ‘Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa’ seluruh dunia sampai saat ini belum ada yang berani melaksanakan tantangan ini.

images (13)

Candi Borobudur dikelilingi danau purba dan merupakan instrument monumen falsafah panunggalan terlengkap dan terbesar di dunia. Bisa jadi ia dibangun ketika manusia Jawa  belum mengenal aksara tulisan, mengingat tidak di temukan tanda prasasti di sekitarnya.

3) UNESCO memandang keris memiliki nilai luar biasa sebagai karya agung ciptaan manusia. Selain berakar dalam tradisi budaya dan sejarah masyarakat Indonesia, keris juga masih berperan sebagai jati diri bangsa, sumber inspirasi budaya, dan masih berperan sosial di masyarakat.

images (15)

Proses pembuatan keris peradaban Jawa secara simbolik identik dengan konsep persatuan “bapa akasa-ibu pertiwi”. Bahan besi diperoleh dari perut Bumi (Ibu Pertiwi) dan bahan pamor adalah meteor jatuh dari angkasa (bapa akasa). Keduanya kemudian disatukan menjadi senjata keris.

4) Wayang sudah ada sejak zaman animisme, berasal dari ritual kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia disekitar tahun 1500 SM. wayang terus mengikuti perjalanan sejarah bangsa sampai pada masuk nya agama Hindu di Indonesia sekitar abad ke-6 lalu penetrasi agama islam pada abad ke-16.

Periodisasi perkembangan budaya wayang juga merupakan bahasan yang menarik. Bermula zaman kuna ketika nenek moyang bangsa Indonesia masih menganut animisme dan dinamisme. Dalam alam kepercayaan animisme dan dinamisme ini diyakini roh orang yang sudah meninggal masih tetap hidup, dan semua benda itu bernyawa serta memiliki kekuatan Roh-roh itu bisa bersemayam di kayu-kayu besar, batu, sungai, gunung dan lain-lain. Paduan dari animisme dan dinamisme ini menempatkan roh nenek moyang yang dulunya berkuasa, tetap mempunyai kuasa. Mereka terus dipuja dan dimintai pertolongan.

images (17)

Untuk memuja roh nenek moyang, selain melakukan ritual tertentu mereka mewujudkannya dalam bentuk gambar dan patung Roh nenek moyang yang dipuja ini disebut ‘hyang’ atau ‘dahyang’. Orang bisa berhubungan dengan para hyang ini untuk minta pertolongan dan perlindungan, melalui seorang medium yang disebut ‘syaman’. Ritual pemujaan nenek moyang, hyang dan syaman inilah yang merupakan asal mula pertunjukan wayang. Hyang menjadi Wayang, ritual kepercayaan itu menjadi jalannya pentas dan syaman menjadi dalang. Sedangkan ceritanya adalah petualangan dan pengalaman nenek moyang. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa asli yang hingga sekarang masih digunakan. 

5) Adanya penemuan kerangka manusia di dekat lembah sungai Trinil-Solo yang diperkirakan berusia 1,6 jt tahun silam, mengindikasikan bahwa Jawa merupakan manusia tertua di bumi ini.

Sangiran Early Man SiteSitus Sangiran Situs terkenal seantero dunia yang mengungkapkan misteri kehidupan sejarah manusia.

Produk-produk budaya era Medang Kamulan yang kemudian dideteksi Prof Brandes sebagai unsur budaya asli Jawa, diantaranya: sistim pemerintahan yang teratur, wayang, batik, ilmu perbintangan, mata uang, gamelan, cor logam, pertanian beririgasi, metrum, pelayaran. Piktograf (relief) di candi-candi tersirat mirip gambar adegan pada wayang beber, yang mengisyaratkan bahwa setiap relief di candi-candi dibuat berdasarkan cerita lisan yang berupa metrum/ tembang rohani.

https://sabdadewi.wordpress.com/2013/05/06/warisan-mahakarya-nusantara-untuk-dunia/

Peradaban Medang Kamulan sesungguhnya yang asli Jawa dan belum terkontaminasi peradaban Asia Daratan. Namun masanya sudah amat sangat kuno sehingga sulit dijejaki kembali. Hal inilah yang menjadikan banyak para ahli mampunya hanya merujuk ke masa (Kerajaan) Medang yang identik dengan Mataram Hindu, sebagaimana pendapat umum yang berlaku sampai saat ini.

***