Melanjutkan artikel tentang perhitungan kalender, berikut saya rangkumkan dan lengkapi juga perkalenderan yang saat ini banyak di gunakan oleh umat manusia di seluruh dunia yang masih menjadi acuan, baik tentang seluk beluk peradabannya maupun adat istiadat budayanya🙂 …

Secara umum ada tiga jenis kalender yang dipakai umat manusia. Pertama, kalender solar (syamsiyah, berdasarkan matahari), yang satu tahunnya adalah lamanya bumi mengelilingi matahari: 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik atau 365,2422 hari. Kedua, kalender lunar (qamariyah, berdasarkan bulan), yang satu tahunnya adalah dua belas kali lamanya bulan mengelilingi bumi: 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik (29,5306 hari = 1 bulan) dikalikan dua belas, menjadi 354 hari 8 jam 48 menit 34 detik atau 354,3672 hari. Ketiga, kalender lunisolar, yaitu kalender lunar yang disesuaikan dengan matahari. Oleh karena kalender lunar dalam setahun 11 hari lebih cepat dari kalender solar, maka kalender lunisolar memiliki bulan interkalasi (bulan tambahan, bulan ke-13) setiap tiga tahun, agar kembali sesuai dengan perjalanan matahari.

Kalender Masehi, Iran dan Jepang merupakan kalender solar, sedangkan kalender Hijriyah, Jawa islam (pada jaman Sultan Agung), serta Sunda merupakan kalender lunar. Adapun contoh kalender lunisolar adalah kalender Imlek, Saka, Buddha dan Yahudi. Semua kalender tidak ada yang sempurna, sebab jumlah hari dalam setahun tidak bulat. Untuk memperkecil kesalahan, harus ada tahun-tahun tertentu menurut perjanjian yang dibuat sehari lebih panjang (tahun kabisat atau leap year). Pada kalender solar pergantian hari berlangsung tengah malam (midnight) dan awal setiap bulan (tanggal satu) tidak tergantung pada posisi bulan. Adapun pada kalender lunar dan lunisolar pergantian hari terjadi ketika matahari terbenam (sunset) dan awal setiap bulan adalah saat konjungsi (Imlek, Saka, dan Buddha) atau saat munculnya Hilal (Hijriyah, Jawa Islam, dan Yahudi).

Kalender Romawi

images (6)

Kalender Masehi pada hakikatnya adalah kalender Romawi yang bermula sejak pendirian kota Roma, tujuh setengah abad sebelum Nabi Isa al-Masih a.s. dilahirkan. Ketika Romulus dan Remus mendirikan kota Roma tahun 753 SM menurut hitungan kita sekarang, mereka membuat kalender lunisolar. Awal tahun adalah awal musim semi, dan tahun pembangunan Roma ditetapkan sebagai tahun 1 AUC (ab urbi condita= “sejak kota dibangun”)

Nama-nama bulan adalah Martius (Mars, dewa perang), Aprilus (Aprilia, dewi cinta), Maius (Maya, dewi kesuburan), Junis (Juno, istri dewa Jupiter), Quintilis (bulan ke-5), Sextilis (bulan ke-6), September (bulan ke-7), October (bulan ke-8), November (bulan ke-9), December (bulan ke-10), Januari (Janus, dewa penjaga gerbang langit), dan Februari (Februalia, dewi kesucian). Masing-masing bulan 30 hari, kecuali Februari sebagai bulan terakhir hanya 24 atau 25 hari, sehingga jumlah setahun 354 atau 355 hari. Agar tahun baru tanggal 1 Martius tetap jatuh pada awal musim semi, setiap tiga tahun disisipkan bulan interkalasi, Mercedonius, setelah Februari.

images (3)

Pada tahun 708 AUC (tahun 46 SM, kata kita sekarang), kalender lunisolar Romawi berubah menjadi kalender solar yang ditiru dari bangsa Mesir. Masyarakat Mesir purba menyembah dewa matahari dan kehidupan mereka sangat tergantung pada pasang dan surut Sungai Nil, sehingga mereka sejak tahun 4236 SM membuat kalender solar untuk menandai musim banjir, musim tanam dan musim panen. Penguasa Romawi saat itu, Julius Caesar, bobogohan dengan Cleopatra ratu Mesir. Untuk mengambil hati kekasihnya, Julius Caesar mengubah kalendernya menjadi kalender solar. Aneh tapi nyata: kalender berubah gara-gara cinta! (^_^).

Tahun 708 AUC itu ditetapkan oleh Julius Caesar menjadi tahun 1 Julian. Oleh karena merupakan tahun transisi dari sistem lunar ke sistem solar, tahun itu ditambah 90 hari: 67 hari diletakkan antara November dan December, dan 23 hari sesudah Februari. Jadi tahun 1 Julian berjumlah 445 hari, dan sering dijuluki annus confusionis (“tahun campur-aduk”).

Kaisar Romawi berikutnya, Octavianus Augustus, ingin juga mengabadikan namanya dalam kalender. Namanya, Augustus, dipakai mengganti nama bulan Sextilis. Untunglah kaisar-kaisar selanjutnya tidak memiliki keinginan serupa, sehingga nama-nama bulan tidak lagi mengalami perubahan.

download (10)

Di negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin, penyebaran kalender Gregorian dilakukan oleh negara-negara Eropa yang menjajahnya. Di Indonesia sampai awal abad ke-20 kalender Hijriyah masih dipakai oleh raja-raja Nusantara. Bahkan raja Karangasem yang beragama Hindu, Ratu Agung Ngurah, dalam surat-suratnya kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang beragama Nasrani, Otto van Rees, pada tahun 1894 masih menggunakan tarikh 1313 Hijriyah.

Kalender Gregorian secara resmi dipakai di seluruh Indonesia mulai tahun 1910 dengan berlakunya Wet op het Nederlandsch Onderdaanschap, hukum yang menyeragamkan seluruh rakyat Hindia Belanda. Maka tercapailah niat Octavianus Augustus yang ingin namanya abadi. Nama Kaisar Romawi ini senantiasa diucapkan ratusan juta orang Indonesia setiap tahun, tatkala masyarakat kita merayakan hari proklamasi kemerdekaan😀 .

Kalender Saka

images (10)

Adalah sebuah kalender yang berasal dari India. Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi.

Sebuah tahun Saka dibagi menjadi dua belas bulan. Berikut nama bulan-bulan tersebut:

No Penanggalan Jawa Awal Akhir
1 Srawanamasa Juli Agustus
2 Bhadrawadamasa Agustus September
3 Asujimasa September Oktober
4 Kartikamasa Oktober November
5 Margasiramasa November Desember
6 Posyamasa Desember Januari
7 Maghamasa Januari Februari
8 Phalgunamasa Februari Maret
9 Cetramasa Maret April
10 Wesakhamasa April Mei
11 Jyesthamasa Mei Juni
12 Asadhamasa Juni Juli

Di India satu tahun dibagi menjadi enam musim, atau dengan kata lain setiap musim berlangsung dua bulan. Berikut nama-nama musimnya :

  1. Warsa, musim hujan bertepatan dengan Srawana dan Bhadrawada.
  2. Sarat, musim rontok, dan seterusnya.
  3. Hemanta, musim dingin
  4. Sisira, musim sejuk kabut
  5. Basanta, musim semi
  6. Grisma, musim panas

images (11)

  1. Kalender Saka berawal pada tahun 78 Masehi dan juga disebut sebagai penanggalan Saliwahan (Sâlivâhana). Kala itu Saliwahana yang adalah seorang raja ternama dari India bagian selatan, mengalahkan kaum Saka. Tetapi sumber lain menyebutkan bahwa mereka dikalahkan oleh Wikramaditya (Vikramâditya). Wikramaditya adalah seorang musuh atau saingan Saliwahana, beliau berasal dari India bagian utara.
  2. Mengenai kaum Saka ada yang menyebut bahwa mereka termasuk sukabangsa turuki atau Tatar. Namun ada pula yang menyebut bahwa mereka termasuk kaum Arya dari suku Scythia. Sumber lain lagi menyebut bahwa mereka sebenarnya orang Yunani (dalam bahasa sansekerta disebut Yavana yang berkuasa di Baktria (sekarang Afganistan).

images (20)

Sebelum masuknya agama Islam, para sukubangsa di Nusantara bagian barat yang terkena pengaruh agama Hindu, menggunakan kalender Saka. Namun kalender Saka yang dipergunakan dimodifikasi oleh beberapa sukubangsa, terutama suku Jawa dan Bali. Di Jawa dan Bali kalender Saka ditambahi dengan cara penanggalan lokal. Setelah agama Islam masuk, di Mataram, oleh Sultan Agung diperkenalkan kalender Jawa Islam yang merupakan perpaduan antara kalender Islam dan kalender Saka. Di Bali kalender Saka yang telah ditambahi dengan unsur-unsur lokal dipakai sampai sekarang, begitu pula di beberapa daerah di Jawa, seperti di Tengger yang banyak penganut agama Hindu.

Kalender Tinghoa

images (13)

Imlek (yang artinya kalender bulan) atau Kalender Tionghoa adalah kalender ‘lunisolar’ yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari.

Kalender Tionghoa hingga sekarang masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghoa dan memilih hari yang paling menguntungkan untuk perkawinan atau pembukaan usaha. Kalender Tionghoa dikenal juga dengan sebutan lain seperti “Kalender Agrikultur” “Kalender Yin (karena berhubungan dengan aspek bulan), “Kalender Lama” setelah “Kalender Baru” yaitu Kalender Masehi, diadopsi sebagai kalender resmi.

Kalender ini mulai dikembangkan pada milenium ke-3 SM, konon ditemukan oleh penguasa legendaris pertama, Huáng Dì, yang memerintah antara tahun 2698 SM-2599 SM, Kalender yang lebih lengkap ditetapkan pada tahun 841 SM dengan menambahkan penerapan bulan ganda dan bulan pertama setiap tahun dimulai dekat dengan titik balik Matahari pada musim dingin. Dimana Kedua belas binatang yang melambangkan kedua belas Cabang Bumi adalah, sesuai urutannya:

images (14)

Ia memiliki aturan yang sedikit berbeda dengan kalender umum, seperti: perhitungan bulan adalah rotasi bulan pada bumi. Berarti hari pertama setiap bulan dimulai pada tengah malam hari bulan muda astronomi. (Catatan, “hari” dalam Kalender Tionghoa dimulai dari pukul 23:00 dan bukan pukul 00:00 tengah malam). Satu tahun ada 12 bulan, tetapi setiap 2 atau 3 tahun sekali terdapat bulan ganda (rùnyuè, 19 tahun 7 kali). Berselang satu kali jiéqì (musim) tahun Matahari Cina adalah setara dengan satu pemulaan Matahari ke dalam tanda zodiak tropis. Matahari selalu melewati titik balik Matahari musim dingin selama bulan 11.

No Penanggalan Tionghoa Lama Hari
1 Cia Gwee 30
2 Ji Gwee 29
3 Sa Gwee 30
4 Si Gwee 30
5 Go Gwee 29
6 Lak Gwee 30
7 Cit Gwee 29
8 Pe Gwee 29
9 Kauw Gwee 30
10 Cap Gwee 29
11 Cap It Gwee 29
12 Cap Ji Gwee 30
13 Lun …. Gwee (30)
Total 354/(384)

Keterangan : Tanda miring dan kurung merupakan tahun kabisat dalam kalender Tionghoa yang berjumlah 7 buah yaitu 3,6,8,11,14,17 dan 19.

Kalender Hijriah

Adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam untuk menandai terjadinya peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M.

Menurut mereka, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW (ditemani Abu Bakar) dari Mekah ke Madinah adalah sesuai dengan firman ALLAH SWT:

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At Taubah(9):36).

images (9)

Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Tidak seperti penetapan kalender Romawi yang menggunakan sistem matahari, Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya.

Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 – 30 hari. Berikut nama-nama bulannya :

1. Muharram, artinya, yang diharamkan atau menjadi pantangan. Di bulan Muharram, dilarang untuk berperang.

2. Shafar, artinya, kosong. Di bulan ini, lelaki Arab pergi untuk merantau atau berperang.

3. Rabi’ul Awal, artinya masa kembalinya kaum lelaki yang merantau (shafar).

4. Rabi’ul Akhir, artinya akhir masa menetapnya kaum lelaki.

5. Jumadil Awal, artinya awal kekeringan. Maksudnya, mulai terjadi musim kering.

6. Jumadil Akhir, artinya akhir kekeringan. Dengan demikian, musim kering berakhir.

7. Rajab, artinya mulia. Jaman dulu, bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini.

8. Sya’ban, artinya berkelompok. Biasanya bangsa Arab berkelompok mencari nafkah.

9. Ramadhan, artinya sangat panas. Bulan yg memanggang (membakar) dosa, karena di bulan ini kaum Mukmin diharuskan berpuasa/shaum sebulan penuh.

10. Syawwal, artinya kebahagiaan.

11. Zulqaidah, artinya waktu istirahat bagi kaum lelaki Arab.

12. Zulhijjah, artinya yang menuaikan haji.

Sistem penanggalannya serta perhitungan Hilalnya sebagai berikut :

images (21)

Bulan, atau tepatnya peredaran bulan mengelilingi bumi, sejak lama sudah dikaitkan dengan kalender Islam, terutama untuk menandakan pergantian bulan. Karena seperti halnya kalender Yahudi, kalender Islam adalah Qamariyah (Lunar) yang berpatokan pada orbit bulan mengelilingi bumi. Hanya saja sedikit beda dalam penetapan awal bulan antara kalender Yahudi dengan kalender Islam. Kalender Yahudi sudah dimodifikasi agar awal bulan jatuh pada fase ‘bulan baru’ (new moon), fase di mana bulan sama sekali tidak terlihat dilangit! Ini dimaksudkan agar awal bulan dapat dikalkulasikan dengan tepat secara matematis. Sedangkan dalam kalender Islam, awal bulan harus ditandai dengan terjadinya hilal (bulan sabit) pertama. Ini yang menjadi sering kontradiksi dalam penentuan awal bulan Islam, sehingga awal bulan Islam di berbagai tempat di bumi ini menjadi tidak seragam.

images (40)

Kenapa tidak seragam? karena masing-masing mempunyai kriteria tertentu dalam menentukan kapan terjadinya hilal untuk pertama kali. Ada yang menetapkan hilal harus terlihat secara fisik di langit, ada yang menetapkan jikalau bulan sudah terlihat berapa derajad di atas matahari pada saat terbenam, ada yang menentukan kalau piringan bulan sudah terlihat nol koma nol nol sekian persen (tentu saja menentukan kriteria yang satu ini harus menggunakan komputer!) maka dianggap hilal sudah terlihat, dll. Belum lagi kondisi fisik di Bumi jikalau kita ingin melihat hilal di langit. Biasanya hilal pertama terlihat dekat dengan horizon di sebelah barat, kalau di kota biasanya tertutup gedung-gedung tinggi, belum lagi jikalau cuaca mendung berawan menambah sulitnya menemukah hilal di langit. Belum lagi faktor sinar matahari yang terang ikut mempersulit penampakan hilal pertama di langit. Ingat untuk menentukan apakah keesokan harinya sudah bulan baru atau belum, maka hilal yang terjadi harus sebelum matahari terbenam, jikalau hilal terjadi pada sesudah matahari terbenam, maka bulan baru akan dimulai lusanya.

images (30)

Ya, ini hanya sekedar gambaran untuk menentukan awal bulan dalam kalender Islam. Satu hal yang tidak boleh dilanggar dalam penentuan lamanya satu bulan qomariyah, yaitu satu bulan qomariyah tidak boleh kurang dari 29 hari dan tidak boleh lebih dari 30 hari, Jadi satu bulan qomariyah harus antara 29 atau 30 hari.

Kalender Jawa

karena pemahaman isinya yang luas dan lengkap, maka Sistem Kalender Jawa saya alokasikan di ruang tersendiri :) …

images (35)

https://sabdadewi.wordpress.com/2013/12/27/sistem-kalender-jawa/

Kalender Maya

Merupakan sistem kalender yang disusun oleh sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Maya. Penyebarannya meliputi wilayah Mexico hingga seluruh daratan Amerika. Kalender ini diciptakan sekitar tahun 747-353 SM. Setidak ada 20 macam jenis kalender Maya. Suku Maya menjadikan kalendernya sebagai acuan dan ukuran dalam menentukan hampir setiap kejadian yang mereka alami. Mereka juga memandang kalendernya sebagai bentuk visual terhadap perjalanan waktu yang menggambarkan bagaimana kehidupan itu berlangsung, seperti mencatat pergerakan matahari, bulan, planet-planet yang terlihat, masa panen, dan bahkan siklus kehidupan serangga.

download (7)

Pada tahun 2012 silam, dunia di hebohkan isu kiamat yang dipicu berakhirnya kalender Bangsa Maya yang akan jatuh 21 Desember 2012. bahkan di kalangan keturunan Maya pun ada yang mempercayainya, sampai-sampai mereka melakukan ritual menyambut “kiamat” dan menyiapkan peti mati yang diisi barang kenangan…

Beragam bantahan dan penjelasan telah diberikan, masih saja ada orang yang bertanya: benarkah dunia akan mengalami kehancuran atau kiamat pada 2012 ?

images (10)edit1

Leonzo Barreno, ahli Maya dari Saskatchewan, Kanada mengatakan, konsep ‘kiamat’ adalah interpretasi salah dari kalender hitung panjang. Dosen University of Regina itu menambahkan, tetua Bangsa Maya memberitahunya, 21 Desember tahun ini hanya bermakna sederhana : Pergantian kalender baru !

Sebagai contoh, untuk hari pertama berdasarkan sistem Perhitungan Panjang akan ditulis 0.0.0.0.1 dan pada hari ke-19 akan menjadi 0.0.0.0.19. Karena basis perhitungannya didasarkan pada angka 20, maka penulisan hari yang ke-20 menjadi 0.0.0.1.0. Untuk setahun perhitungan akan ditulis 0.0.1.0.0 dan 20 tahun menjadi 0.1.0.0.0, sedangkan untuk kisaran waktu 400 tahun akan ditulis menjadi 1.0.0.0.0 dan inilah lama 1 siklus.

Kalender Qibti

Kalender ini adalah kalender bangsa Mesir kuno, yang saat ini masih digunakan tetapi secara rahasia oleh para supranaturalis/ paranormal. Kalender ini punya banyak fungsi, yaitu untuk mengetahui kapan seseorang wafat, lahir, sembuh, dsb. Contohnya : Jika orang Pisces atau HUT yang sakit mulai hari Sabtu bulan Kahik maka pertanda akan wafat. Dan memang ilmu falak dalam kitab ini berlandaskan juga kepada kalender ini dan kalender Rum atau Romawi.

images (13)

Perhitungan tahun dan awal tahun

Awal tahun dimulai tanggal 12 September yang terdekat. Dan tahunnya adalah tahun masehi -283. Misal tahun 2008. Maka 2008-283=1725. Jadi tahun 2008 M adalah tahun 1725 Qibti, yg mana awal tahun 1725 dimulai dari 12 September 2008.

Jumlah bulannya 13 :

Yaitu : Tutin, Babah, Hatur, Kahik, Tubah, Amsyir, Burmahat, Burmadah, Basnas, Buknah, Abib, Misri, Ayam Nasa’. Dari Tutin ke Misri masing-masing jumlah harinya 30 hari. Dan Ayam Nasa’ lamanya 5 atau 6 hari. Enam hari untuk tahun kabisat. Nama hari adalah Ahad sampai Sabtu (7 hari).

Kalender Mesolitikum

Arkeolog percaya telah menemukan kalender lunar tertua di dunia di Aberdeenshire, Skotlandia, Inggris. Penggalian di lapangan di Crathes Castle menemukan serangkaian 12 lubang yang dibuat untuk meniru fase bulan. Sebuah tim yang dipimpin oleh Universitas Birmingham menunjukkan monumen kuno itu diciptakan oleh manusia sekitar 10.000 tahun yang lalu. Para ahli yang melakukan analisa mengatakan lubang tersebut mungkin berisi tiang kayu. Kalender Mesolitikum seperti ini berusia ribuan tahun lebih tua dari monumen pengukur waktu yang dibuat peradaban Mesopotamia.

130715092046_scotland_ancient_calendar_304x171_bbc_nocredit

Koreski penyimpangan musim

Penyelarasan lubang juga sejalan dengan matahari terbit sehingga manusia dapat mengetahui ‘koreksi astronomi’ untuk mengikuti perjalanan waktu dan perubahan musim.

“Bukti menunjukkan bahwa masyarakat pemburu-pengumpul di Skotlandia memiliki kebutuhan untuk melacak pergerakan waktu, untuk mengoreksi penyimpangan musim di tahun lunar, dan ini terjadi hampir 5.000 tahun sebelum kalender formal pertama yang dikenal.”

Ini menggambarkan langkah penting menuju konsep perkembangan waktu secara formal. Ini juga penting bagi sejarah itu sendiri, penemuan ini juga menunjukan bukti kuat bahwa ada kehidupan manusia di zaman Mesolitikum di daerah Skotlandia.

***