Duh Gusti… Tumut nandang duhkito,

Telah berpulang ke haribaanNYA, bapak Totok Joko Winarto atau Ki Sondong Mandali (KSM), pada pukul 15.21.37 hari Rabu Pon, tanggal 21 Oktober 2015.

ksmedit1

Masyarakat pencinta budaya Jawa merasa kehilangan, pengetahuan beliau luas, catatannya rapi autentik. Beliau menulis buku ‘Bawarasa Kawruh Kejawen’, ‘Falsafah Ngelmu Urip’ dan ‘Menelisik Ideologi Panunggalan Jawa’, serta tulisan ‘Gerakan Renaissance Jawa’. Dan beliau juga bersedia meluangkan waktunya untuk mengasuh rubrik-rubrik tersebut di blog pendopo sekar ini.

Sebagai seorang pemudi yang masih belajar nguri-nguri budaya Jawa, saya sangat berterima kasih atas inspirasi dan pencerahan-pencerahan beliau. Banyak pemikiran-pemikiran beliau yang membuat para akademis kagum dan tertegun, seperti : panggraita ‘poncoworo’ yang amat strategis dalam kehidupan berbudaya Jawa, jaringan keekonomian, komunikasi rakyat, filosofi, dan sistem bilangan ‘desimal’ dalam penanggalan yang meliputi ‘Candra Sangkala’.

Banyak panggraita-panggraita KSM yang perlu penelitian lebih lanjut, karena hakekatnya berasas nalar akademis. Sungguh suatu kebanggaan dan kehormatan bisa dibimbing langsung oleh beliau.

https://sabdadewi.wordpress.com/2013/06/21/bawarasa-kawruh-kejawen/

https://sabdadewi.wordpress.com/2013/05/08/falsafah-ngelmu-urip/

https://sabdadewi.wordpress.com/2014/01/14/menelisik-ideologi-panunggalan-jawa/

https://sabdadewi.wordpress.com/2012/09/07/gerakan-renaissance-jawa/

Berita duka ini saya terima sore ini dengan rasa sedih, karena…

Sekitar dua minggu an yang lalu saya sempat telepon KSM, beliau menjawab :

“Niki tesih ten rumah sakit mbak, kontrol gula darah, mangke kulo nulis ten blog nggih”.

Seperti biasanya suara beliau terdengar renyah, selalu bersemangat dan sumringah ketika berdiskusi tentang budaya dan spiritual Jawa.

Mendengar kondisi dan keadaan beliau, seminggu sesudahnya sayapun mengirimi beliau 3 kotak teh herbal untuk penyakit gula darahnya/ Diabetes.

Tetapi beberapa hari yang lalu, siangnya saya telpon tidak di angkat-angkat, saya hanya ingin menanyakan apakah teh herbalnya sudah nyampai? (biasanya 4 hari sudah nyampai dengan pos tercatat).

Sorenya saya mendapat sms, isinya kurang lebih begini :

“Maaf mbak Dewi, saat ini saya masih menunggui bapak saya di rumah sakit yang sedang terbaring, berjuang melawan derita penyakitnya, komplikasi gula darah, paru-paru dan liver.”….

Saya pikir itu KSM yang menulis, saya kira itu KSM menunggui bapak beliau, lalu sayapun menjawab :

“Oh nggih Ki, mugi sedanten ing kahanan saget becik lan rahayu”…

Ternyata itu mungkin salah satu anak beliau yang sedang menunggui beliau di RS dan menulis sms untuk saya.

Besoknya ketika saya buka fb, ada salah satu putri KSM, mbak ‘Wening Tyas’ yang posting photo dan tulisan di wall fb :

“KSM terbaring di RS dan di doain bersama, Yang Terbaik Bagimu”…

Saya (di fb sabdadewi) juga sempet berkomentar : “Semoga lekas sembuh ki”.

Tapi yang saya rasakan akhir-akhir ini saya memang tak enak/ hati terasa tidak enak, batin saya seperti ada beban yang berat tapi tidak tahu karena apa, terasa-rasa sedih juga teringat melihat photo KSM terbaring di RS di kerumuni orang-orang yang sedang berdoa seperti tahlilan (tangan menengada ke atas).

Lalu kemarin selasa malam saya spontan saja kok pingin buka kartu tarot wayang, saya ingin mengetahui bagaimana keadaan KSM dan semoga lekas berkiprah kembali di jagad kebudayaan Jawa. Saya buka kartunya warna kuning, gambar LEMBU NANDINI, yang artinya ‘A Journey’ atau ‘Sebuah Perjalanan’…..

RSCN4901edit2

(Artinya : Pengaruh; kemauan pribadi difokuskan sebagai jalan yang membawa suatu perubahan ke tingkat yang lebih baik).

*Note : Kartu Kuning- Unsur Api

Api adalah upah dari kegiatan, permulaan suatu hal. Api memberi panas dan energi. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tindakan, olahraga, peperangan, argumen, seks, motivasi diri, semangat dan ilham. Api memperlihatkan kekuatan perjuangan, ekspresi kebebasan, dan tantangan pertemuan. Api berhubungan dengan suatu kekuatan tingkat spiritual.

Terbersit ingin mempostingkan gambar ‘Lembu Nandini’ di kolom komentar di wall fb putri beliau, tapi tidak saya lakukan, saya ragu-ragu… terlebih saya belum kenal, takutnya tidak sopan atau tidak patut, kesannya tidak etis saja.

Pada saat itu saya masih berpikiran positif, mungkin KSM masih dalam suatu proses perjalanan penyembuhan… tapi ….. tetapi rupanya Ia berkehandak lain.

Inggih saya sempat menangis, sekilas teringat KSM 3-4 hari yang lalu, itu jauh sebelum saya membuka kartu untuk beliau.

Kini saya masih bersedih, tapi tidak meneteskan air mata, entahlah mungkin karena saya sudah menangisi beliau 3-4 hari silam?

Sugeng tindak KSM…

Selamat jalan Ki… Njenengan adalah seorang Ksatria Jawa… hingga alampun mengisyaratkan perjalanan Njenengan yang suci dan sakral ini.

*(Lembu Nandini : kendaraan suci para Dewa)

Sembah sungkem saya untuk Njenengan,

Rahayu rahayu rahayu…

***