Berawal dari tulisan-tulisan yang secara rutin muncul seminggu sekali, PM Susbandono mengulik berbagai macam pemikiran. Buku ini menyajikan bunga rampai pemikiran di bidang kepemimpinan yang merambah berbagai sisi kehidupan. Kepemimpinan, dalam pemikiran praktisi sumberdaya manusia ini, terlibat secara intim dengan dunia keseharian: tentang bagaimana menanggapi soal pendidikan, rencana hidup, pencarian jati diri, persoalan politik, dan lain sebagainya. Dituliskan dengan gaya ringan dan kadang jenaka, banyak inspirasi ada di sini. Teori-teori kepemimpinan melebur dengan racikan yang pas, tanpa menggurui, logis, cerdas, dan membumi.

Kita akan menemukan banyak ide kreatif soal kepemimpinan di sini sebagai bekal renungan terhadap diri sendiri. Buku ini sangat cocok bagi para pemimpin, calon pemimpin, atau bahkan bagi penikmat buku manajemen tanpa harus mengerutkan dahi dan tanpa kehilangan esensi.

Ini adalah buku kumpulan esai inspiratif yang disusun oleh Bapak PM Susbandono setelah “Anjing Hachiko” yang terbit bulan November 2011. buku kedua yangmemuat tidak kurang dari 30 kisah inspiratif ini menambah khasanah kearifan, pertama-tama bagi penulisnya, dan berikutnya bagi kita semua yang membacanya.

pm

Selain luas luas topiknya, Pak Sus juga kaya akan rasa, ada yang penuh semangat, tetapi juga ada yang penuh kecewa, dan melankolis.

Untuk tulisan yang memberi semangat, misalnya ‘Googley’… kita yang biasanya tidka suka dengan hari senin mendapatkan suntikan motivasi untuk bisa mengulangi simpton ini, antara lain Pak Sus mengutip pernyataan mendiang Steve Jobs “Love what you do, do what you love”.

Tulisan lain yang terasa aktual adalah ‘Kekuasaan’, lebih jauh Pak Sus juga menegaskan bahwa kekuasaan, posisi, jabatan, pangkat yang banyak diburu orang, sejatinya bukan sesuatu yang membuat orang ‘kepenak’ – atau nyaman. Ia memikul tanggung jawab besar dalam menjalankan amanah yang dipikul di pundaknya. Tak heran tokoh pergerakan Kasman Singodimedjo menyebut ‘memimpin itu menderita’ – leiden is lijden.

Dari soal kekuasaan dan kepemimpinan, Pak Sus juga mengarahkan pandangannya pada fenomena sosial, seperti menyangkut kehidupan pemulung. Tulisan lain yang menarik untuk di simak adalah tentang bagaimana meniti kehidupan dan meraih sukses.

45961-profesor_mbilung_god

mBilung

Profesor dan mBilung adalah 2 tokoh yang secara kasat mata tidak berhubungan. Lokasi, profesi atau waktu mereka tak terkait satu sama lain. Dunianya berbeda, alamnya lain, diungkap dalam kisah yang tak punya relevansi. Profesor adalah seorang guru besar di suatu lembaga pendidikan tinggi, sementara mBilung tokoh wayang yang tak popular. mBilung hanya seornag punakawan, atau pembantu, atau batur, yang dalam masyarakat Indonesia, mempunyai status sosial yang tak diperhitungkan.

Namun, kedua tokoh ini bersama-sama telah menjadi benang merah, mereka menjadi panutan yang ingin mengajak kita belajar kepemimpinan yang tak sama dengan teori managemen yang kita pelajari di bangku kuliah atau dunia usaha. mBilung dan Profesor mempunyai ciri-ciri tersendiri bagaimana kepemimpinan harus dihayati.

images (24)

Oleh : PM. Susbandono

***