Tak diragukan lagi, Indonesia memang gudangnya wisata kuliner. Setiap daerah memiliki kuliner khas masing-masing. Salah satunya, masakan rendang dari Padang yang pernah dinobatkan menjadi masakan paling enak di dunia.

Penelitian Bapak Denys Lombard, dalam bukunya yang berjudul ‘Nusa Jawa : Silang Budaya’ mengatakan bahwa banyak makanan Indonesia berasal dari Negeri Tiongkok (China). Beberapa diantaranya sering kita temui hampir di seluruh penjuru Nusantara.
images (40)

Berikut 6 makanan yang ada di Indonesia berkat etnis Tionghoa :

1. Bakso merupakan kuliner asal Tiongkok yang merajalela di Indonesia. Bahkan, bakso disebut sebagai makanan semua kalangan. Bakso terbuat dari adonan tepung berisi daging sapi atau telur yang nikmat disantap saat musim dingin. Meskipun berasal dari Tiongkok, para pembuat bakso biasanya menambahkan beberapa rempah-rempah khas Nusantara. Rasanya pun semakin nikmat, cocok dengan lidah masyarakat Indonesia.

2. Soto adalah masakan Tiongkok berjuluk Caudo. Masakan ini pertama kali populer di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Di tiap daerah di Indonesia, soto memiliki nama berbeda. Misalnya: Coto di Makassar, Tauto di Pekalongan, dan Sauto di beberapa daerah timur Indonesia.

3. Banyak masyarakat menganggap nasi goreng berasal dari Indonesia. Begitu juga warga asing. Namun ternyata, nasi goreng juga berasal dari Tiongkok. Makanan ini sudah ada sejak 4000 SM. Konon, bangsa Tiongkok kala itu tidak menyukai nasi yang sudah dingin. Sehingga nasi itu digoreng agar dapat dihidangkan kembali. Nasi goreng sendiri tersebar ke Asia Tenggara lewat orang Tiongkok yang datang untuk berdagang.

images (41) 4. Siomay, dalam bahasa mandarin, makanan ini disebut shaomai. Dalam resep masakan Cina, siomai adalah daging babi cincang yang dibungkus kulit tipis terbuat dari tepung terigu. Siomai dibuat berbentuk silinder. Di atasnya diberi hiasan seperti telur kepiting, parutan wortel, atau kacang polong. Setelah dimatangkan dengan cara dikukus, siomai dimakan dengan cuka atau kecap asin.

5. Mie Ayam ternyata berasal dari Fujian dan Guandong, daerah pelabuhan Tiongkok Selatan. Budaya Cina peranakan terkenal dengan budaya menikmati hidup. Bagi mereka, kerja habis-habisan harus diganti dengan makan enak dan hidup nyaman. Dari filosofi makan enak itu lahirlah mie ayam. Mie ayam juga merupakan makanan semua kalangan. Dari dijual gerobakan, warung kecil, hingga restoran-restoran mewah.

6. Dikutip dari wikipedia, pengamat kuliner tradisional Tiongkok Budi San menjelaskan, bubur ayam sudah ada sejak era Kaisar Shih Huang Ti pada 238 SM. Pada zaman itu, bubur ayam merupakan makanan alternatif bagi rakyat dan prajurit Tiongkok agar tak mati kelaparan karena kekurangan bahan pangan saat kemarau panjang. Bubur ayam pertama kali dibuat di Indonesia oleh seorang niagawan Tiongkok.

download (10)

Nuwunsewu Pak Denys, maaf kalau pendapat njenengan ada beberapa di antaranya saya kritisi…

Saya setuju saja jika : Capjay, Bakpao, Bakso, Mie berasal dari daratan Tiongkok, tapi jika makanan yang berasal dari beras seperti Nasi Goreng juga makanan berkuah seperti Soto di klaim berasal dari Tiongkok saya tidak sependapat.

  1. Pertama belum ada literatur resmi terkait masuknya makanan-makanan tersebut.

2. Kedua merujuk pada keadaan geografis lempeng tanah vulkanis, Jawa-Nusantara merupakan pusat pertanian tua atau purba, bagaimana bisa cara kita memasak nasi atau bahkan menggorengnya justru di ajari oleh budaya yang lebih muda mengenal beras/nasi? apa tidak terbalik ya?

Kalau memang peradaban ‘nasi goreng’ di kenalkan oleh para pedagang yang datang ke bumi Indonesia, maka lebih duluan mana peradaban yang mengenalkan cara memasak/ mengelolah nasi (baik baru atau yang sudah kemarin) kepada mereka, yang jauh sebelum ada era perdagangan Nusantara justru penetrasi lewat misi ‘Klangenan’ ke beberapa negara lewat kapal mutakhirnya?!

3. Ketiga hanya karena pelafalan kata Caudo karena orang Tiongkok ‘Cedal’ tidak bisa serta merta kata Soto berasal dari Caudo, bisa jadi sebaliknya? Soto mau yang berkuah bening atau keruh (bersantan) menggunakan banyak rempah. Masakah China terkenal minim rempah (kalau herbal iya, itupun hanya untuk masakan tertentu). Nah, kalau hanya berupa kuah tapi minim rempah maka itu di sebut hanya ‘Sop’, walaupun Soto juga merupakan kategori makanan berkuah atau sup/sop.

Khusus untuk Tauto itu singkatan dari Taucho + Soto, kalau yang ini benar ada peleburan ‘Dwi Budaya’ yang memadukan bumbu Taucho khas China dan kuah Soto khas Nusantara yang kaya akan rempah.

images (46)

Kebetulan saya pernah mencicipinya, kuliner asli Pekalongan ini penampilannya sepintas seperti ‘Rawon’ warnanya hitam kemerahan, karena ada bumbu ‘kluwek’nya juga, menggunakan daging sapi, dilengkapi dengan mie bihun dan taburan daun bawang yang melimpah, rasanya gurih, agak sedikit masam/kecut (dari bumbu taucho) tapi segar.

Saya lebih menyukai “Terinspirasi dari” daripada “Berasal dari”. Dalam hal ini, Tiongkok lah yang menurut saya justru terinspirasi sop ala Nusantara pada waktu itu, dan ketika para saudagar itu pulang/ mudik ke negrinya mereka menamakannya ‘Caudo’ karena cedal mengucapkan lafal ‘S’ di awal dan ‘T’ (soTo) di tengah huruf konsonan.

*) Kalau memang Caudo berasal dari Tiongkok, orang Nusantara tidak akan kesulitan mengucapkan kata Caudo, seperti halnya Cap Jay, Bakpao, Shaomay kalimatnya hingga sekarang masih asli dari sananya dan tetap lestari.

4. Keempat Bubur yang sekali lagi dari bahan ‘Beras’… bagaimana dengan bubur merah/ jenang abang? Apakah tidak sekalian saja di teliti, itu bubur dalam peradaban kuliner Nusantara sudahlah tua sekali, mungkin judulnya ‘Bubur (tradisi) Leluhur’.

Jadi kurang tepat kalau bubur ayam di katakan pertama kali dibuat di Indonesia oleh seorang niagawan Tiongkok. karena sebelum ada istilah ‘bubur ayam’ made in China masuk, bangsa kita sudah mengenal olahan bubur yang terbuat dari bahan beras, bisa di katakan olahannya bervariasi dengan beraneka ragam rasa dan jenisnya, mulai dari yang manis hingga gurih dan pedas🙂 …

images (42)

***