Ngelmu Kang Nyata
(Spiritualitas yang nyata).

Mangkono ngelmu kang nyata,
Saknyatane karya têntrêming ati,
Sirna kang watak kumingsun,
Gawe sugênging sasama,
Hamêmayu rahayuning jagad agung,
Linambaran sih lan trêsna,
Trêsna sagunging dumadi.

(Begitulah spiritualitas yang nyata,
Sesungguhnya mampu membuat tentramnya hati,
Sirna watak keakuan,
Menciptakan kehidupan bagi sesama,
Ikut menjaga keselamatan alam semesta,
Dilambari dengan kasih dan cinta,
Cinta kepada seluruh makhluk tanpa kecuali.)

Spiritualitas yang nyata (baca : benar) memiliki beberapa ciri sebagai berikut ;

1. Karya têntrêming ati (menumbuhkan ketentraman dalam hati).

Pengajaran spiritual yang benar setidaknya mampu menumbuhkan ketenteraman dalam hati. Baik hati yang tengah melakoni laku spiritual tersebut, maupun hati orang lain yang hidup disekelilingnya. Manakala sebuah pengajaran spiritual tidak mampu menumbuhkan ketentraman dalam hati, dan malah menciptakan banyak hati yang dipenuhi gelegak bara kecurigaan, permusuhan dan kebencian, sehingga karenanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang-orang disekitarnya, maka patutlah dipertanyakan pengajaran spiritual semacam itu.

2. Sirna kang watak kumingsun (Sirna watak keakuan).

Pengajaran spiritual yang benar setidaknya mampu meredakan panasnya keakuan. Baik keakuan dari diri sendiri maupun keakuan golongan. Manakala pengajaran spiritual tidak mampu meredakan panasnya keakuan, dan malah semakin mempertebal sehingga menciptakan banyak manusia yang menganggap diri dan golongannya paling benar sendiri, paling suci sendiri, paling sempurna sendiri dan paling segala-galanya sendiri, maka patutlah dipertanyakan pengajaran spiritual semacam itu.

3. Gawe sugênging sasama (Memberikan kehidupan kepada sesama).

Pengajaran spiritual yang benar setidaknya mampu memelihara kehidupan bagi sesama manusia dan makhluk lain. Sebisa mungkin menghindari penghilangan nyawa. Berupaya untuk menghargai hidup dan kehidupan. Manakala pengajaran spiritual malah mendorong penghilangan nyawa sesama manusia dan makhluk lain, tidak memiliki penghargaan kepada hidup dan kehidupan, maka patutlah dipertanyakan pengajaran spiritual semacam itu.

4. Hamêmayu rahayuning jagad agung (Ikut menciptakan keselamatan bagi dunia).

Pengajaran spiritual yang benar setidaknya mampu mendorong terjadinya perdamaian atas segala bangsa, menyokong keselamatan seluruh makhluk, menghormati hak-hak mereka, memperindah dunia dan mendorong terjadinya persaudaraan semesta, dengan linambaran sih lan trêsna (dilambari oleh cinta dan kasih), yaitu trêsna sagunging dumadi (cinta kasih yang dilimpahkan kepada seluruh makhluk tanpa terkecuali). Tiada tempat bagi diskriminasi apapun, apalagi diskriminasi agama. Manakala sebuah pengajaran spiritual malah menciptakan tajamnya perbedaan, pengkotak-kotakkan, pecah-belah, mendorong bertumbuhnya sekat-sekat permusuhan, dan memandang bahwa persaudaraan atas segala bangsa merupakan buah keburukan dan kesesatan, maka patutlah dipertanyakan pengajaran spiritual semacam itu.

 

Rahayu Sagung Dumadi.

24/09/2016
Damar Shashangka.

❤❤❤