Pamuji rahayu para kadang ingkang kula trisnani ❤ ,

Sailendra adalah wangsa atau dinasti Kerajaan Mataram Kuno, kerajaan yang berada di daerah Kedu Jawa Tengah ini berkuasa sejak tahun 752 M.

Di era pemerintahan Rakai Panangkaran, Wangsa Sailendra yang beragama Budha aliran Mahayana dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu aliran Siwa bahu-membahu bekerja sama memerintah kerajaan Medang.

Daftar Raja-Raja Sailendra :

Bhanu (752-775)
Wisnu (775-782)
Indra (782-812)
Samaratungga (812-833)
Pramodhawardhani (833-856)
Balaputradewa (833-850)

Kehidupan politik, sosial, ekonomi dan budaya kerajaan Mataram dinasti Sailendra telah teratur, hal ini bisa dilihat dari pembuatan candi yang menggunakan tenaga rakyat secara bergotong royong, dari segi budaya Kerajaan dinasti Sailendra juga banyak meninggalkan bangunan-bangunan megah dan bernilai.

Selain itu dalam segi spiritual, mereka juga mewariskan ajaran-ajaran moral untuk kebaikan generasi bangsa ini 🙂 …

PRINSIP RAJA DINASTI SAILENDRA

40 Pelajaran Moral Bagi Seorang Penguasa

1.Raja yang memimpin negara adalah seorang manusia, rakyat itu juga manusia. Sesama manusia harus memiliki rasa kemanusiaan.

Oleh karena itu jangan sewenang-wenang terhadap rakyat negaramu.

2.Mengatur negara harus memakai tata tertib yang baik.

3.Raja harus memiliki karakter ksatria. Kuat tubuhnya, kuat pikirannya, kuat batinnya dan tidak gamapang mengeluh.

4.Raja itu tidak harus usianya tua, tidak harus lelaki, muda juga bisa menjadi raja, wanita juga bisa menjadi raja. Raja yang sesungguhnya tidak takut kepada rakyatnya, malah di cintai rakyatnya.

5.Membahas urusan negara itu harus memakai pikiran yang jernih, jangan menuruti hawa nafsu.

sailendra

6.Senjata raja itu hanya satu, yaitu kepercayaan dari rakyatnya. Ketika semua rakyat percaya terhadap rajanya, pasti mereka akan patuh apapun yang di perintah oleh pemimpinnya.

7.Raja yang perilakunya tercela akan di musnahkan oleh waktu. Raja yang paling beruntung adalah yang meninggalkan kemakmuran untuk negaranya dan untuk perbuatan baik.

8.Yang mengangkat perampok menjadi pemimpin, mereka itu termasuk juga anggota kawanan penjahat.

9.Hobi raja tidak boleh bertentangan dengan undang-undang.

10.Negara bukan sarana untuk berpesta pora raja dan keluarganya, negara itu sarana untukmembuat semua rakyat di negara tersebut sejahtera.

11.Raja yang bisanya cuman kawin dan menuruti hawa nafsunya, Itu bukan raja manusia, itu sama dengan raja monyet di hutan.

12.Raja harus mau mengorbankan jiwa raganya untuk kepentingan rakyatnya, itulah yang disebut raja yang mulia.

13.Raja yang hobinya berbicara omong kosong akan kehilangan kewibawaannya.

14.Sesungguhnya usia raga manusia itu ada batasnya, begitu pula usia kekuasaan raja ada batasnya. Raja yang bijaksana mengerti kapan harus turun tahta.

15.Raja harus memiliki anak untuk meneruskan pemerintahan, itu jika kerajaan didirikan oleh keluarga raja. Namun jika kerajaan didirikan oleh banyak pihak atau beberapa golongan, dalam memilih raja harus menggunakan musyawarah dan kesepakatan seluruh golongan yang ikut mendirikan negara itu.

16.Perhatikanlah, rakyat akan sengsara ketika kebutuhan sandang pangan di serahkan kepada manusia yang serakah. sandang pangan harus di kelola manusia yang memiliki sifat kasih sayang sesama manusia.

17.Sumber air minum, saluran air, jalan antar desa, hutan, tanaman pangan harus diatur berdasar aturan negara. Karena itu kepentingan rakyat satu negara.

sailendra4

18.Permaisuri raja harus belajar sistem pemerintahan, supaya tidak menjadi hiasan semata. Permaisuri harus bisa membantu suaminya ketika membutuhkan pertimbangan untuk memutuskan persoalan rakyat yang lemah.

19.Anak raja tidak boleh bergaul dengan perampok, karena sifat jahat dan kejam itu menular. Ketika anak raja memiliki sifat jahat dan kejam, nanti setelah dewasa akan menyebabkan pertumpahan darah di kalangan pewaris tahta.

20.Putra mahkota harus belajar kepada guru-guru yang ahli, supaya memiliki bekal untuk memimpin negara ketika nanti menjadi Raja.

21.Adanya istana khusus wanita merupakan tanda wanita dihormati oleh lelaki dalam suatu negara.

22.Pakaian raja itu tidak harus terbuat dari emas, yang penting pantas di pandang mata dan tidak memalukan rakyat dan negaranya.

23.Raja yang sakit itu tanda negaranya sakit. Raja harus sehat, supaya bisa memimpin pemerintahan.

24.Ketika raja meninggal, harus di pilih raja baru menurut undang-undang yang ada di kerajaan, tidak boleh memakai aturan sendiri atau kesepakatan.

25.Duduk menjadi raja itu anugerah dari penguasa langit, maka jangan di sia siakan. Raja harus meneladani sifat sifat penguasa langit yaiu adil dan kasih sayang terhadap pengikutnya.

Raja yang memiliki sifat penguasa langit itu disebut penjelmaan Dewa.

26.Raja harus tegas tidak boleh plin plan. Ketika memutuskan suatu persoalan harus menggunakan perhitungan. Semua ada resikonya, apa yang telah diputuskan harus siap bertanggung jawab.

27.Raja harus berani menumpas kejahatan, supaya negara menjadi damai. Semua yang membuat rusuh keadaan, membuat rusak negara harus di basmi atau di penjara. Itu ciri negara yang adil dan aman.

28.Raja harus bisa menjaga wibawa negara, jangan sampai membuat malu dirinya sendiri dan rakyat seluruh negaranya. kalau bisa malah menunjukkan keindahan negaranya, supaya orang luar negri mau datang mngunjungi kerajaan kita. Itu tanda negara yang aman dan damai.

29.Perang tidak bisa di hindari. Perang hukumnya wajib ketika batas negara dirampas oleh musuh. Perang itu wajib jika negara akan di jajah negara luar, semua rakyat lelaki yang kuat membawa pedang harus ikut turun ke medan tempur.

sailendra1

30.Jangan sampai lupa dengan persaudaraan, ketika negara di luar negeri rakyatnya kelaparan.Kita harus ikut membantu walaupun hanya beras satu kapal. Itu bisa merekatkan persaudaraan antara rakyat yang berlainan negara.

31.Entah kapan, wabah penyakit pasti menyerang negara kita. Maka negara harus memiliki tabib tabib yang ahli masalah penyakit. Kalau belum ada, harus mengundang tabib dari luar agarmendidik generasi baru calon tabib kerajaan. Itu persoalan yang penting untuk menjaga keslamatan negara.

32.Minimal sepuluh ribu prajurit harus dimiliki negara untuk menjaga istana, supaya pemerintah bisa berjalan aman, tidak takut akan gangguan.

33.Ketika kita tidak mengerti urusan yang dihadapi negara, harus bertanya kepada guru ahli. Supaya jelas dan tidak bingung menghadapi keadaan negara.

34.Pilihan agama itu kesenangan masing-masing manusia, raja tidak boleh memaksa rakyatnya mengikuti agamanya. Yang lebih penting adalah raja harus bisa menjaga ketentraman dan kerukunan semua agama yang ada di wilayahnya.

35.Agama itu bukan urusan negara, tetapi urusan rakyat. Namun ketika rakyat bertengkar gara-gara urusan agama dan membuat keadaan tidak damai, negara harus ikut mengatur, bagaimana cara agar semua agama bisa rukun, supaya keadaan bisa aman dan damai.

36.Persoalan kesenian harus di upayakan negara, supaya rakyat bisa terhibur dan bisa menikmati hidup dengan gembira. Ketika rakyat bahagia, semua kekacauan akan sirna.

37.Cara menjajah negara luar, tidak harus membunuh semua manusianya. Cukuplah di lumpuhkan jiwa pemimpinnya dan jiwa manusia mudanya.

38.Pertapaan itu harus ada, walaupun hanya satu di seluruh negara. Karena pertapa itu dibutuhkan nasehatnya untuk raja dan rakyatnya dalam persoalan ketentraman jiwa.

39.Cara memperbaiki moral masyarakat dalam negri yang telah rusak, pertapa harus meninggalkan tapanya, brahmana harus meninggalkan padepokannya, biksu harus keluar dari vihara.

Para rohaniawan harus mengajar rakyat di wilayahnya, memperbaiki perilaku buruk menjadi perilaku yang baik.

40.Nak, ketika negaramu sudah jaya dan ingin di kenang, kamu harus membuat prasasti atau candi yang 1000 tahun tidak musnah, supaya bisa menjadi tanda anak cucuk di masa depan.

sailendra11

***

Advertisements