Pamuji rahayu dumateng sederek ingkang minulo,

Mengikuti perkembangan sosial, politik, budaya, militer, alam dan agama yang ada di Indonesia selama kurun waktu 2017, berikut saya rangkumkan tulisan beserta opini saya:

1) Kunjungan bersejarah Raja Arab Saudi di Indonesia sejak 46 tahun

Kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, Raja Arab Saudi Boyong 1500 Orang, termasuk dalam rombongan ada 10 menteri dan 25 pangeran Arab.

Di balik heboh dan gempita kedatangan mereka, sebenarnya Arab Saudi memiliki misi utama, yaitu:

Arab Saudi ingin mengurangi ketergantungan yang sangat tinggi terhadap minyak.

Disusul kemudian Arab Saudi tidak lagi menggunakan kalender Hijriyah.

*(untuk artikel ‘Benarkah kalender Hijriyah tidak akan berumur lebih dari 1500 tahun?’… akan saya tulis tahun depan.)

https://news.idntimes.com/indonesia/rosa-folia/ini-alasan-utama-dari-kunjungan-raja-arab-saudi-ke-indonesia

2) Aliran Kepercayaan yang Kini Bisa Masuk Kolom Agama KTP

Sidang gugatan atas Pasal 61 ayat 1 dan ayat 2 UU Administrasi Kependudukan ini memang tak secara spesifik membahas definisi dari aliran kepercayaan. Meski demikian, Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) pernah menyebut bahwa penghayat kepercayaan di Indonesia berjumlah sekitar 12 juta orang.

Salah satu penghayat kepercayaan yang hadir di persidangan MK pernah menyatakan, aliran kepercayaan sudah ada jauh sebelum Republik Indonesia merdeka. Padahal di kepercayaan mereka, ada tugas yang harus dituntaskan. Namun mereka mereka merasa didiskriminasi karena tak bisa mencantumkan kepercayaannya.

“Kita punya tugas dari leluhur untuk menjaga sebagai paku bumi Nusantara, bagi kami istilahnya begitu (…) Kami ada jauh sebelum negara kesatuan republik ini ada dan kami betul-betul ingin menitipkan suara hati anak-anak negeri ini,” ujar Dewi Kanti, penghayat Sunda Wiwitan dalam sidang pada 2 Februari 2017 lalu.

https://news.detik.com/berita/d-3717005/tentang-aliran-kepercayaan-yang-kini-bisa-masuk-kolom-agama-ktp

Ini sesuai dengan janji Sabdo Palon, Sabdo Palon netepi janji, bahwa Ia akan mendirikan agama Budi ~ajaran yang berbudi pekerti luhur~ kembali di Nusantara.

*(Saya akan menulis tentang Sabdo Palon di lain waktu).

3) Aksi damai Pemerintah Indonesia untuk mengatasi krisis Rohingyan di Myanmar

Beberapa waktu lalu kedutaan besar Myanmar di Indonesia di geruduk massa, mereka memprotes dan mengecam tokoh pemimpin Ang San Suu Kyi.

Apa tidak salah sasaran ya?… kalau mau membantu ya bantulah demi kemanusiaan, tidak perlu ikut memperkeruh keadaan dengan statement politik dengan mengecam peraih Nobel perdamaian Ang San Suu Kyi.

Menurut saya:

Pemerintah Indonesia melalui menteri luar negeri-nya ibu Retno Marsudi, sudah mengambil sikap yang tepat untuk membantu mengatasi konflik kemanusiaan ini, yaitu tetap sopan, santun serta tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka terlalu jauh.

http://news.liputan6.com/read/3080648/5-aksi-indonesia-bantu-atasi-krisis-rohingya-di-myanmar

4) Hizbut Tahrir Indonesia resmi dibekukan Pemerintah

Sepak terjang organisasi masa yang selama ini terkenal radikal dan berseberangan dengan pemerintah dan negara akhirnya resmi dibekukan.

Tiga alasan pemerintah membubarkan HTI :

-Pertama, sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

-Kedua, kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

-Ketiga, aktifitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

Dengan agenda terselubung dibalik agama, misi utama mereka adalah mengganti ideologi negara, yaitu Pancasila menjadi sistem Khilafah.

Semoga nanti akan segera di bubarkan, berikut menyusul organisasi-organisasi radikal yang lainnya.

http://nasional.kompas.com/read/2017/07/19/10180761/hti-resmi-dibubarkan-pemerintah

5) Hanya 78 Menit, Kopassus-Kostrad Serbu dan Selamatkan Sandera dari KKB di Papua

Hanya dalam 78 menit, satu tim Pasukan Parako Kopassus dan Kostrad berhasil menyerbu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Jumat (17/11/2017).

Dilansir dari TribunJabar.co.id, sebanyak 13 Pasukan Kopassus menyerbu dan membuat KKB kocar-kacir.

Pasukan Kopassus berhasil menyelamatkan 347 sandera yang ditawan oleh KKB.

Dalam aksi bertajuk Operasi Raid dan Perebutan Cepat Area Kimberley Papua ini, pasukan Kopassus diback-up oleh anggota Yonif-715/Raider dan Tontaipur Kostrad.

Bravo!… Saya yakin, saya, kita dan dunia internasional bangga memuji TNI, dimana dalam proses pembebasan sandera tersebut, tidak ada satu korban jiwapun yang melayang.

Ini seperti yang pernah saya tulis di artikel ‘Nurani Hentikan kekerasan’, bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan permasalahan.

https://sabdadewi.wordpress.com/2013/04/17/nurani-hentikan-kekerasan/

6) Geliat Gunung Agung di Bali

Berbagai macam bencana serta status Awas gunung-gunung berapi yang menggeliat di Indonesia, mau tak mau, siap atau tidak siap, telah menjadikan kita ‘melek’ serta bersahabat dengan bencana.

Mulai dari gunung Agung hingga bencana banjir dan longsor di Pacitan serta gempa bumi di laut Jawa… Alam sedang membangun dan akan tetap terus membangun…

Saya teringat panggraita mendiang Ki Sondong Mandali:

 Logikanya, umat manusia yang ‘diciptakan dan dimukimkan’ di tempat yang rentan bencana, maka sudah dilengkapi perangkat canggih (wiji spiritual) yang mampu memandu menjalani hidup di tempat penuh bencana itu.

Jadi memang seharusnya kita men-Demistikasikan berbagai macam bencana di sekitar kita…  terlepas dari mistis, sejarah dan legenda yang menyertainya.

Ini seperti yang sudah pernah saya tulis beberapa tahun silam :

https://sabdadewi.wordpress.com/2014/02/21/manfaat-gunung-berapi/

7) Dukungan Pemerintah RI untuk Ibu Kota Jerusalem

Indonesia secara tegas menolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Sikap Indonesia tidak berubah terkait Palestina, hal ini tentunya tidak terlepas dari isi Pembukaan UUD 1945.

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”.

Dan pembukaan UUD 1945 alinea 4, “…. Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial..”.

Sikap Indonesia Terhadap Palestina adalah Amanah Pembukaan UUD 1945

Hmmm… Baiklah, saya tidak mendukung juga tidak mengecam, pemerintah RI tentunya juga mempunyai pertimbangan tersendiri atas kebijakan sikap politik ini. Tapi menurut saya Yahudi atau Israel adalah negara yang berdaulat, kurang tepat jika polemik ibukota Jerusalem ‘diberikan’ kepada Palestina, tentunya ini sangat jauh berbeda dengan Yahudi yang sudah lama atau ribuan tahun menghuni kawasan Jerusalem, sebagai kawasan yang disucikan-dipercaya sebagai tempat lahirnya tiga agama Abrahamik, yaitu : Yahudi, Kristen dan Islam.

Sebagai orang Jawa, saya atau kita tentunya juga tidak asing lagi dengan bangsa Yahudi, mengingat hubungan Jawa-Yahudi telah terjalin jauh sebelum agama-agama baru atau negara-negara yang baru lahir. Jadi mau dipolitisasi bagaimanapun juga, Yahudi lebih tua atau menempati kawasan tersebut terlebih dahulu, jika dibandingkan dengan bangsa Filistine, dan ini adalah fakta sejarah.

Maka berikanlah hak oleh/untuk yang patut diberi hak, tanpa memandang ras, suku dan agama.

8) Remisi Ahok dan Kinerja Gabener-Wagabener DKI

Ahok atau Ken Ahok 😉 … sekalipun sekarang hidup di balik terali besi… (dipenjara atas kasus penistaan agama yang sama sekali tidak ia lakukan)… sepertinya masih tetap hangat dibicarakan.

Lebih tepatnya ia dan beberapa aset bangsa ini hanya (menjadi) korban konspirasi politik, epic ceritanya seperti yang pernah saya postingkan beberapa waktu lalu:

https://sabdadewi.wordpress.com/2017/06/10/mereview-sastra-jendra-6/

Oh ya, kemarin tanggal 13 Desember 2017, Ahok hadir dalam mimpi saya…

Perasaan waktu itu saya melihat beliau dikelilingi para pejabat atau para petinggi negara, wajahnya terlihat ceria dan bercahaya, Ahok bersalaman atau melayani jabatan tangan-jabatan tangan.

*Posisi saya hanya sebagai orang yang melihat saja, tidak bertemu atau bersalaman atau berbincang dengan Ahok.

Sekilas saya juga melihat Nyonya Ahok atau ibu Veronica Tan yang tak jauh dari Ahok, beliau berkebaya putih, rambutnya pendek di biarkan lepas seleher, banyak tersenyum merekah meladeni ucapan-ucapan selamat dari orang-orang sekelilingnya…

Satu yang saya ingat, dengan jelas dalam mimpi terdengar Ahok berkata… kurang ingat, tetapi poinnya atau intinya kurang lebih seperti ini:

“Baiklah kalau (situasi) ini bagus untuk saya, kalau memang dipersiapkan untuk saya kedepannya ternyata”… ucap Ahok dengan sumringah…

Saya tidak tahu artinya apa, tapi mudah-mudahan bagus, mengingat orang-orang yang mengelilinginya berpakaian jas safari hitam, mudah-mudahan artinya langgeng.

Dan juga mimpi pada tanggal 13 Desember itu hari Rabu Pahing, menurut hitungan Jawa: Rabu itu 7 dan Pahing itu 9, jadi jumlahnya 16. Jika di jabarkan, maka urutannya sbb: Turu-Ngipi-Pendeta-Ratu menjadi Dino-Sasi-Tahun-Windu… Jadi artinya ‘Ratu atau Windu’.

Ratu atau Windu… jadi ‘kemungkinan’  Ken Ahok selama sewindu atau 8 tahun kedepan, masih akan menjadi perbincangan yang hangat atau di jagokan kuat sebagai kandidat RI 2 atau bahkan RI 1 ?? …

9) Capres abadi Prabowo Subianto

Dan pada tanggal 28 Desember 2017, hari kamis Pahing, saya bermimpi lagi, saya melihat sosok pak Prabowo, sepertinya masih belia/ muda usianya, yang saya lihat beliau masih memakai pakaian seragam tapi ‘Tidak’ memakai ‘Baret’, dia seperti sendirian, berdiri templak templok tembok atau dekat tiang di suatu halaman, tidak ada yang menemani atau tidak ada temannya…

Topi atau baret, jika tidak salah adalah lambang dari ‘Kehormatan’, bisa juga artinya sebuah ‘Pemikiran’.

Saya tidak tahu apa artinya mimpi saya, mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya…

Rahayu 3x ❤ … 🙂

***