Oleh: Bapak Pandi Nayuhan

ASLI BUDAYA JAWA

Berbicaralah secara jujur apa adanya tidak plin plan untuk sebagai modal awal menuju kesempunaan hidup

Kini banyak orang jawa anti pati tentang kawruh jawa namun tanpa di sadari mereka masih melaksanakan adat dan budaya tersebut, tanpa terasa tindakan demikian inilah dinamakan tidak sejalan dan selaras dalam laku (kebo bingung)

Dalam kawruh adat budaya jawa memang identik dengan selamatan tumpengan dan sesajian, pengertian elmu adat budaya seperti ini jelas-jelas tidak di miliki oleh elmu kawruh yang datangnya dari manca mana pun alias cuma ada di bumi nusantara kita

Sastra bacaan sesandian yang ada dalam suatu acara di wujudkan dalam bentuk aneka ragam sasajian hidangan.

KAWRUH DAN NGELMU

Kawruh atau ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengertian tentang suatu soal yang kita dapat karena tahu. Tahu berarti:

– indra perangsang telah mencerap

– berkesan di hati, otak dan pikiran.

– mengerti akan kesan yang telah tercerap.

Indra perangsang kita bisa mengalami atau menerima dengan:

Melihat, mendengar, mencium, meraba dan merasa

Mengerti adalah peristiwa pikiran, tetapi pangkal pengertian bisa merupakan daya kodrat manusia yaitu:

– memgerti karena memikir (pamikir)

– mengerti karena merasa (panggraita)

Daya kegaiban Gusti, yaitu: mengerti karena terbuka hati (tinarbuka)

Kawruh jawa memang rumit dan sulit beda dengan kawruh-kawruh lain yang datangnya dari manca, yang dengan membaca saja sudah masuk surga.

Ngong aywa salah surup,

Kono ana sajatine urub,

Yeku urub pangarep uriping budi,

Kadya kartika katonton.

Yeku wenganing kalbu,

Kabukane kang wengku winengku,

Wewengkone wis kawengku neng sireki,

Nging sira uga kawengku,

Mring kang pindha kartika byor.

DASAR ELMU MISTIK (MAGIG) JAWA

Setelah serangkaian pengertian Ayat Oyote Elmu Sejati telah di mengerti dan di kawruhi atau di kuasai dg benar dan cermat kini saatnya, kita harus mengetahui dan menguasahi istilah” yang ada dalam diri pribadi kita dg tujuan nantinya kita bisa mengoperasikannya di kemudian hari.

Sejak datangnya kawruh manca di negri kita nusantara ini, pengetahuan tentang hal yang tersebut di atas sedikit demi sedikit di geser dan di ganti oleh kawruh” yang datangnya dari manca, lambat laun bangsa kita semakin kehilangan jati diri adat istiadatnya sendiri.

Memang kini masih banyak yang menggelar upacara penyambutan bayi lahir ini namun semua tlah berganti istilah dan namanya oleh kawruh” yang datangnya dari manca hal hasil kini masyarakat kita semakin kehilangan roh jati dirinya.

Hal-hal yang terpenting di dalam upacara itu kini tleah hilang misal sesajian dan yang lainnya. Sesajian atau puji puja mantra yang seharusnya di peruntukkan kepada si bayi malah kini di ganti di peruntukkan kepada orang manca. Padahal hal puja mantra ygan dilantunkan di peruntukkan kepada si gaib jabang bayi. Di bawah ini saya berikan contoh 9 macam istilah yang kesemuannya ini termasuk tlah menjadi gajb pendamping si bayi hingga dewasa.

  1. Kutilapas (klethek): kedadeane saka bungkus bayi di dalam kandungan.
  2. Celeng Demalung: kedadeane saka kawah.
  3. Asu Ajag: kedadeane saka ari-ari.
  4. Kala Srenggi (banteng): kedadeane saka getih.
  5. Kala Murti (kebo) kedadeane saka puser
  6. Kala Randing (menjangan) kedadeane saka ilu
  7. Kala Welakas (kidang) kedadeane saka kunir
  8. Tikus Jinada: kedadeane saka coplokane ari-ari
  9. Taliwangke: kedadeane saka ususe ari-ari.

Demikian monggo silakan semuannya di kawruhi dan di operasikannya

Apakah anda kini sudah ngaweruhinya..?

LAHAR LAHIRE JAGAT LUHUR

Cuma hanya sekedar mendengar atau pun telah memahami nya, sudah sangat lah sering tak asing lagi bagi kalangan panekun dunia spiritual warisan budaya leluhur Nusantara khususnya Jawa, tentang pengertian kalimat jagat Gedhe sejatine yo jagat cilik atau sebaliknya.

Jagat Gedhe (alam Gumelar) semua ada dalam diri jagat cilik (diri manusia) jagat Gumelar memberikan isyarat pralampita atau perlambang di luar jagat cilik, dan adanya kejadian di luar jagat cilik sebetulnya adalah kejadian yang ada di dalam jagat cilik itu sendiri (diri manusia)

Bayi atau Begawan Manik Sidhi telah bertapa di dalam perut gunung (bumi) dalam kurun waktu tertentu demi kesempurnaan hidupnya sampai dengan mendapatkan wangsit untuk hidup dalam elmu kasampurnan jati beliau akan turun oncat dari gua pertapaan yang di tandai hawa suhu panas ruangan pertapaan yang amat sangat dan barulah beliau jengkar dengan iringan jerit tangis ibu Pertiwi

Sasmita elmu kasampurnan dulur papat Kalima pancer telah tampak di depan mata.

Alam memberikan teka-teki

Saya tulis menggunakan bahasa sastra Jawa

Wewarah wor lan warih waleh-waleh labeting laku daya dinayan dedalane durangkara Angkara Gung kinepung gunung salumbung kasirat sarine Sekar Turi sanalika ajur ajer dadi jejering jagat

Bungkusku kang Aneng godhong-godhong

Kakang kawahku kang Aneng gunung-gunung

Adi ari-ariku kang Aneng samodra-samodra

Puser ku kang Aneng alam gaib.

HATI-HATI

Berhati-hatilah kita dalam hal bertindak, karena tindakan kita akan membuahkan hasil yang kita panen turun-tumurun kepada anak cucu.

Praktisi elmu jawa sangatlah paham tentang hal ini,

Sampai saat ini belum kita temukan praktisi kerohanian asli jawa yang bertindak radikal atau anarkis dalam segala hal karena di dalam kerohanian jawa mengenal beberapa hal sbb:

  1. Sir: sapandurat
  2. Geter: miturut kawontenan
  3. Anggeter: satus pandurat
  4. Tirta pambuka: sakpandurat
  5. Tirta dwilaksana: sak pandurat
  6. Tirta trikarana: sak pandurat
  7. Tirta winadi: 3 pandurat
  8. Medaling tirta prawata: 5 pandurat
  9. Kempaling tirta kekalih: sak pandurat
  10. Sinamadan ing tirta gesang: sak pandurat
  11. Jumeneng tirta manunggal: sak pandurat
  12. Mekaring tirta manunggal: 7 ari
  13. Awujud nala: 21 ari
  14. Awujud jejantung: sak candra
  15. Adamel bayu: dwi candra
  16. Adamel mustaka: tri candra
  17. Adamel jangga: catur candra
  18. Adamel badan lan gembung: panca candra
  19. Adamel asta lan suku: satwa candra
  20. Bolongane wewados: sapta candra
  21. Mekaring sarira: sangang candra
  22. Kridhaning janma alit: 10 ari
  23. Kridhaning budhi: tri ari
  24. Kridhaning pancadriya: se ari
  25. Kridhaning kanthi muwun: panca swara.

Demikianlah proses wiji bibit bebakalan janma manungsa jawa

MALEBENG PURI GUPITA

Bangsa yang bingung gunda gulana masyarakat terombang ambing kebutuhan pokok hidup, pemimpin bingung mengatasi hal-hal sepele yang membahayakan negara.

Saya hanya ingin mencari ketentraman hidup dengan damai melepaskan hiruk pikuk duniawi yang tidak pasti, ku kembali ke pangkuhan adat yang damai dan tentram tak ku hiraukan carut-marut dunia yang penuh kepalsuan.

Kaya dene wayangane rembulan ing wanci purnama sidhi kang katon aneng sajroning banyu menep kang wening, mangkana mungguh pepindhan kang nggampangake pangertene wong akeh tumrap anggone sukma sejati sasana aneng telenging ati kang suci utawa batine para kawula sawiji-wiji kang ora kalawan ngalap panggonan, amarga sukma sejati kuwi pepadhang cahyaning pangeran pepindhane kaya dhene sunaring srengenge kang tinampan ing rembulan, temahan rembulan nuli katon cahyane sumunar lan bisa nyilakake pepethenging wengi kang anglimputi saisine bawana utawa batine kawula sawiji-wiji.

WARISAN BUDAYA BUKAN LELUCON

Cucu keturunan Rsi Agung Kediri beribadah selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke lainnya. Cuaca langit sedang terang, hawa sedikit panas menambah semangat ketika perjalanan Kediri menuju situs Candi Badut kota Malang dimana hyang Rsi Dewasingha menghabiskan waktunya dengan bertapa.

Candi Badut terletak di dusun Badut, Desa Widoro masuk kawasan perumahan Tidar dari Kampus Unmer lebih kurang 3 km.

Begitu memasuki area situs candi Badut hawa aura mistis bercampur politis terasa menjadi satu kesatuan membentuk aura kabut pedut sangat tebal menyelimuti membentuk dinding kabut sangat tebal. Ku berkeliling mengitari area candi, kucari dimana letak kunci pintu tirai aura penutup itu berada, oooh!! Jawabku lirih, rupanya disini kau menyembunyikannya heemmm, ku mulai duduk mempersiapkan beraneka sandi sesaji yang telah dipersiapkan dari rumah atas perintah hyang Rsi.

Badut dalam istilah bhs jawa adalah Lelucon apakah situs warisan budaya yang adiluhung ini sebuah lelucon…? Ataukah lawakan politik..? Heeemmm

Setelah aura tirai kabut penutup telah terbuka!!

Munculah suara menyeruak di keheningan cipta, anak cucuku!! Janganlah kau lupakan/tinggalkan leluhur bumi pertiwimu yang e membesarkanmu, yang telah memberikan asupan energi kehidupannmu, kau hisap udaranya, kau hisap airnya dan kau hisap sari pati bumi pertiwi ini namun anak cucuku tlah melupakannya, wahai anak cucuku kau akan mengalami berbagai kutukan, berbagai macam jenis bencana yang menyengasarakan hidupmu.

Yen ta ing titi wanci bakal ana kedadean kang datan kena tinambak ing daya kekuataning janma, mung merga kahanan jagad gumelar katutup swasana kang ambebayani. Kang saka iku mula hiyang Sasangka jati arsa paring siraman marang kahanan kabeh murih aywa kongsi kadaluwarsa kang lumantar SRI BATHARA JAGAD tinarbuka medal Pustaka Wedha Sasangka iki kabeh.

Berhati hatilah bencana akan semakin menjadi jadi berupa apa saja nuwun Rahayu Mulyaning Jagad.

SOMA BAWUK

Rembulan, sutengsu, candra, sasi, wulan semua itu adalah dasa nama dari SOMA. Dalam pengertian elmu filosofi edukasi jawa soma atau rembulan ini adalah cahaya penerang pada waktu malam hari, cahayanya sangat lembut dan dingin, hampir semua elmu Kaluhuran memakai lambang rembulan atau dengan kata lain Soma.

Sedangkan Bawuk dalam elmu filosofi jawa mempunyai dasa nama berbagai macam seperti halnya si soma tadi, dasanama Bawuk: Turuk, yoni, vagina, atau kelamuan wanita kita jangan merasah risih atau berprasangka negatif semua ini adalah pembelajaran bahasa sastra yang ada.

Kalau kita teliti dan mengerti tentang filosofi elmu sastra jawa bahwa bahasa tersebut adalah bahasa pengertian tentang elmu Sangkan Paraning dumadi.

Banyak elmuan kita tidak mengerti tentang arti dan makna sastra yang terkandung di dalam pengertian bahasa sastra, banyak karya sastra bangsa kita diberangus di larang dikarenakan para elmuan bangsa kita otaknya tercemari virus-virus negatif dari bangsa manca. Bawuk atau yoni dan lingga ini juga adalah bahasa sastra filosofi edukasi elmu sangkan paraning dumadi seperti halnya elmu Soma Bawuk

Apabila kita ingin mempelajari elmu kasampurnan kita tidak memungkiri harus mempelajari juga tentang elmu soma bawuk ini walaupun dengan bahasa yang berbeda-beda

Monggo silakan mempelajari elmu Soma Bawuk menurut versinya sendiri-sendiri nuwun Rahayu!!!

KIDUNG SAKTI

Salah satu warisan budaya nenek moyang kita berupa Kidung puja sastra memiliki daya supranatural tinggi, cuma dengan melantunkan tembang kidung-kidung tertentu warisan budaya nenek moyang, kita bisa merasakan aliran energi supranatural yg ada di suatu daerah yang mempunyai daya supraturan dan bahkan bisa membangkitan energi supranatural alam.

Berbagai macam jenis kidung dg sensasi energi pembangkit daya gaib alam gumelar sesuai dengan isi dari puja sastra yang terkandung di dalamnya

Kidung puja sastra bisa untuk menetralisir orang yang sedang kerasukan mahkluk halus atau Nundhung Setan atau bukan cuma nundhung namun sebaliknya mengundang para dhedhemit Pedhanyangan atau bahkan Ratuning Dhedhemit, dengan mengundang ratu atau rajanya dhedhemit maka kita dengan mudah menetralisir tempat rumah yang angker atau sangar dan bahkan orang yang kerasukan tadi akan pulih dg sendirinya kita tidak mengusirnya.

Kidung puja sastra jawa ini sangat luar biasa energi supranaturalnya monggo silakan di coba

Ana kidung sun angidung bale anyar,

Tanpa galar asepi,

Ninis samun samar,

Patining wuluh kembang,

Siwur buruk tanpa kancing,

Kayu trisula,

Gagarannya calimprit.

Sumur bandung sisirah talaga muncar,

Tibeng jaja ajail,

Dhindhing endhas parah, ulur-ulur liweran,

Tatambang jaringing maling,

Dhadhal dhadhanya,

Gagulung ing gagapit.

Monggo silakan di coba Rahayu Sagung Dumadi!!!

AJI-AJI CUCI OTAK

Beberapa hari terakhir head line semua media elektronik atau medsos di dunia di hebohkan bencana guncangan gempa bumi dan di susul guncangan Bom bertebaran yang waktunya hampir bersamaan di seluruh penjuru dunia, dengan dalih perjuangan di jalan Tuhan dg tekhnik mencuci otak manusia supaya menuruti kehendak atau kemauan si penyuruh. Ini akibat cuci otak

Elmu brainwash (cuci otak) ini sangat mudah untuk di pelajari siapa saja, dan ada banyak ragam dan jenisnya elmu cuci otak ini.

Bangsa atau masyarakat tercinta kita ini telah lama mengalami hal elmu cuci otak secara halus dan tanpa di sadarinya hingga lupa akan jati diri sendiri dan nenek moyang yang telah mewariskan berbagai hal penting. Justru malah nenek moyangnya sendirilah di anggap bodoh dan terbelakang.

Di dalam kawruh elmu jawa ada dan di kenal elmu ini namun tujuannya adalah supaya diri kita sendiri ini menjadi bersih atau suwung (kosong) dan supaya kita bisa mendekatkan diri kepada Tuhan YME, karena mendekatkan diri kepada Tuhan itu dibutuhkan diri yang kosong atau suwung dan bersih dari segala hal.

Bunyian kalimat kidung doa atau pujian yang berulang-ulang dan dengan keyakinan tinggi itulah sebuah afirmasi. Afirmasi apabila di tanamkan terus menerus sejak mulai kecil hingga dewasa seseorang akan lupa akan jati dirinya. Dengan membaca tulisan atau membaca afirmasi ini seseorang akan terbuka kembali ingatan akan jati dirinya.

Sebuah kidung jawa atau afirmasi ini bisa membantu anda untuk menjadi kosong atau suwung dan bersih dari kotoran-koran yang sudah ada pada diri sendiri selama bertahun-tahun supaya lebih mudah untuk me dekatkan diri kepada Tuhan dan tidak merugikan orang lain.

Tan samar pamoring sukma,

Sinuk maya winahya ing ngasepi,

Sinimpen telenging kalbu,

Pambukaning warana,

Tarlen saking liyep layaping ngaluyup,

Pindha pesating supena, sumusuping rasa jati.

Terbuka dan menjadi teranglah semua kini

Rahayu mulyaning jagad

NGELMU JAWA

Banyak sudah saat ini padepokan-padepokan ngelmu jawa, namun tidak semua label padepokan ngelmu jawa isi elmunya juga jawa bahkan isinya adalah elmumanca yang ndopleng nama besar dan ke ampuhan elmu jawa.

Maka dari itu saya nulis elmu jawa yg murni jawa tidak oplosan, barang apa pun yang di oplos itu tidak enak alias memabukan atau membuat kepala pusing dijalan bisa nabrak orang dan celaka.

E e e sejati sireku mung abadan yitma, lamun sireku arsa malebeng hing turaning driya hing kono sireku satuhune datan pirsa.

Mung sira wajib amirsa mring mami kang jatine hingsun panuntunira malebeng hing jatine warana.

Hingsun laju andherek ing karsaning Sang Resi suci. Hingsun tinuntun jati anuju malebeng hing purining cahya wungu.

Hing jroning cahya wungu hingsun pirsa rasaning cahya lan dayaning karsa jati. Satuhu cahya kang resik lan resep ing pangarsaning rasa.

Sasampunya hingsun kagiring terus malebeng hing cahya ijem nem.

Sedaya awujud timur lan kenya mung tansah suci pindha karananing priyangga. Amung yekti manunggal hing rasaningsun

Kang Wekasan hingsun sowan ing cahya gumebyar awujud cahyaning Hiyang Eka Jati. Hingsun satuhu lenggah aneng cahya jingga mudha. Pindha lathining Sri Bathara Jagad kang lagya aris angandhika paring sesilih prana. Amung satuhu hingsun kadiya wus datan makarya, awit mung sarwi anglenggana lir tumindhak hingsun….

Gedhege pancen bolong nginceng yo oleh nanging awas klilipen nuwun.

MIJILE SATRYA NUNGGAL JAGAT

ingsun amiwiti Kanti anyebut asmane Sang Gesang Sejati

Hingsun nitahake, Tuhan memerintahkan seluruh isi alam bumi Geni banyu dan angin tuk menyambut lahirnya Satrya Nunggal Jagat berbusana Lemana Kuning keemasan.

Jerit Isak tangis ibu bumi tak kuasa membendung derasnya air mata bercucuran, mendung berarak bersuka ria sorak-sorai suara angin menghela napas, Sang Naga sesekali menjulurkan kilatan lidah apinya menambah semarak pesta kelahiran Satrya Nunggal Jagat, suara Sang Merak terkekeh sambil memamerkan warna indah bulu-bulunya di hadapan Sang Raja penguasa hutan mengaum, Hyang Agung tergopoh-gopoh menuruni lembah bukit nan terjal ke arah Utara melintasi desa-desa nan indah. sastra Indonesia indah di rasa

Tan bisa rinasa jroning Nala ana hingsun klawan Sira, ratu adil kang ngadili mring jagading pribadi.

Kamajaya tumurun dadi raja, raja kang tanpa kawula, ngawulani sekabehing dadi raja, nggugat uriping Sasmita mbedah Samodra Laya, nugel gunung kemukus kukusing dupa gandaning arum pangaran Teja Kencana mudun, nithis marang Satya sudra ngobahake sigaraning nyawa hiya rasa Rara Ajeng Prameswari Dewi Ratih Pusakaning Atma Ngesthi Tunggal Kardi.

Hayu hayu jaya jaya Wijaya

Rahayu mulyaning jagat

DOA BAHASA JAWA

Ingsun amiwiti kanti anyebut asmane Sang Gesang Sejati, Gusti kang akarya jagat sak lumahing bumi lan sak kureping langit kang Maha tresna welas lan asih.

Terjemahaan:

Saya memulai segala sesuatu hal dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha segala Hidup yang menciptakan seisi alam jagat raya dari yang mulai di dasar bumi sampai ygan ada di angkasa.

Kalimat ucapan doa bahasa jawa di atas adalah kalimat yang selalu akan saya gunakan dalam melaksanakan kegiatan apapun misal: mau makan, minun, mandi dll nya selalu saya gunakan baik itu ucapan secara lesan atau pun dalam batin karna saya adalah keturunan anak leluhur jawa yang mewarisi elmu jawanya.

Elmu jawa ini akan saya tekuni sampai akhir hayatku, karena saya memegang teguh amanat dari leluhurku. Janganlah kau usik diriku..! Ku takan mengusik dirimu yang juga memegang teguh amanat leluhurmu yg dari manca sana. Aku bukan keturunan manca namun aku adalah keturunan asli kerajaan Agung Kediri dan Majapahit.

Urip ira pinter samu barang kardi, saking ibu rama, ing batin saking Gusti, mulane wajib sinembah.

Ingkang dingin rama ibu kaping kalih, marang mara tuwa, lanang wadon kang kaping tri, ya marang sadulur tuwa.

Nadyan silih bapa biyung kaki nini, sadulur myang sanak, kalamun muruk tan becik, nora pantes yen den nutta.

Demikian pitutur luhur tembang maskumambang

Hayu hayu jaya jaya wijaya

Rahayu mulyaning jagat.

MENGASAH KETAJAMAN SPIRITUAL

Semua telah tersusun dengan rapi jauh-jauh hari ketika ada waktu luang dengan mengisi program spiritual menambah ketajaman atau pengasahan batin spiritual atau Lelana laladan sepi keluar rumah ngingsep sepuhing hawa disaat keadaan situsi politik negara sedang hangat, juga banyak musibah bencana melanda negri.

Saya berserta rombangan hari Sabtu Kliwon tgl 26 Nop 2016 start jam 15.00 wib dari Kediri meluncur ketimur laut kaki gunung Lawu tidak jauh dari tempat wisata bendungan Sarangan masuk kewilayah Kab. Magetan Jatim tepatnya di Candi Sadon atau candi Reog warga sekitar menyebutnya.

Hujan rintik-rintik tidak begitu deras mengiringi perjalananku mulai berangkat sampai di tempat tujuan sudah menunjukkan pukul 20.00 wib hawa khas di kaki pegunungan lawu yg sejuk menyambutku sangat nyaman di tempat tersebut.

Ketika melihat dan mengamati secara seksama arca dan artefak an berserakan di bawah saya bettanya kepada warga disekitar tentang keberadaan candi tersebut. Warga mengatakan bahwa dulu tempat ini masih wutuh, kerusakan ini terjadi di sekitaran th1966 di rusak oleh sekelompok anak muda dari golongan ormas tertentu.

Artefak Candi Sadon ada kemiripan dengan hampir seluruh peninggalan di Kediri khususnya Situs Semen

Demikian ringkasan ini sejarah akan membuktikan akan kebenarannya walaupun tlah di rusak oleh bangsa kita sendiri

ALAM AKAN MEMBERI KABAR

Nenek moyang kita bangsa nusantara ini khususnya Jawa selalu gemar lelaku mendekatkan diri atau menyatu dengan alam guna mendapatkan kabar apa yng akan bakal terjadi di muka bumi sebelum elmu tehnologi seperti sekarang ini ada.

Lelaku lelana laladan sepi menghisap energi-energi alam semesta entah itu energi matahari, bulan bintang angin, atau air lautan dll semua ini bisa sangat bermanfaat apabila si pelaku spiritual tadi sudah bisa sambung rasa.

Sambung rasa atau selaras dengan alam bumi jawa tentunya harus sama gelombang energi elektromagnetik kita dg si alam bumi jawa yang sudah di pasang dan di rancang oleh leluhur tanah jawa.

Bangun esuk meh rahina, jumedhul Hyang Surya mingip, ning tanceping cakrawala, sumunar cahya nelahi, nrabas mega ing langit, Sri kawuryan yen dinulu, indhenging jagat raya, sirna prabawaning ratri, byar padhang sumilak trawaca.

Kang wus waspada ing patrap, mangayut ayat winasis, wasana wos ing jiwanggo, melok tanpo aling-aling, wenganing rasa tumlawung, keksi saliring jaman, angelangut tanpa tepi, yeku aran tapa tapaking Hyang Suksma.

KIDUNGING HIYANG BAGAS PURUWA

Sayekti hingsun kang tansah angidung arerepen rumpakaning raras ruri,

Sepi samun sinamad swaraning sonya gumuruh gendraning gara-gara,

Gegaraning gesang ginarba garbaning guru yekti yen yayi yitma yitmaning yayah, wasis winarah wewarahing warih wus winisudha kawruh wedha wedharaning wong sabawana wus kaungkap wadining wahyu kawuryan winerdi werdining winadi satuhu sasat sarasa sarining swara yeku yekti yayasaning hiyang yayah yama

HOOOOOOOOOOOONG

HOO OOOH YAAA seperti inilah ke indahan dan keampuhan serta daya magis sastra jawa yang di tidak bisa dibandingan dengan sastra-sastra bahasa bangsa lainnya.

Maka dari itu sastra bahasa jawa selalu mendapatkan tekanan dan intimidasi terus menerus dari bangsa kita sendiri yang di titipi ediologi bangsa lain dengan maksud supaya bangsa kita menjadi bodoh, dan supaya mudah dibodohi namun kini sedikit demi sedikit generasi muda penerus bangsa sudah mulai sibuk mencari jati dirinya.

TERTUKARNYA ADAT DAN BUDAYA

Adat budaya kearifan lokal nusantara penuh dengan komposisi eksotika tampilan keindahan dari olahan busana, gerak, swara dan musik yang sangat khas dan sempurna dibelahan bumi ini.

Sejak tahun 1400 an Perlahan-lahan adat dan budaya yg penuh eksotika khas yang sangat indah itu disodori atau disisipi atau bahkan didaerah tertentu di nusantara ini sudah berganti budaya dari manca yang kurang indah dan kurang cocok dengan alam yang sangat teduh serta subur ini, ironisnya dengan bangganya daerah tersebut mengagung-agungkannya bak pahlawan kesiyangan.

Kita bisa melihat, menelaah, merasakan serta membedakannya apabila budaya tersebut dari daerah yang tandus kering serta panas, dengan adat budaya dari daerah yang sangat dingin, coba kita bayangkan setidaknya alam atau iklim adat itu pasti terbawa kedalam budaya tersebut.

Coba bandingkan dengan bumi kita yang subur iklim yang seimbang, sudah barang tentu adat kita lebih sempurna.

Saya ambil contoh acara ritual NYADRAN orang sekitar menyebutnya ritual dg seni gerak seni swara, dan seni musik mengelilingi api suci ini di gelar di Kayangan Api Bojonegoro.

Upacara ritual tinggalan para leluhur jaman Majapahit, Kayangan Api (api suci tak kunjung padam sampai kini) ini adalah tempat empu Supadriya (Supo) membuat atau menempa sebuah Keris Naga Sosro Sabuk Intan yang sangat handal dan ampuh pada jaman Majapahit.

Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah adat bangsa ini mari bersatu membangun Negri jayalah nusantaraku.

Pangkur:

Uripe sepisan rusak,

Nora mulur nalare ting saluwir,

Kadi ta guwa kang sirung,

Sinerang ing maruta,

Gumarenggeng anggereng,

Anggung gumrunggung,

Pindha padhane si mudha,

Prandene paksa kumaki.

Kikisane mung sapala, palayune ngendelken yayah wibi,

Bangkit tur bangsaning luhur,

Lha iya ingkang rama,

Balik sira sarawungan bae durung,

Mrinh atining tata krama,

Nggon anggone agama suci.

SETAN BUKAN MANUSIA

Manusia adalah bukan setan dan setan bukanlah manusia kalimat seperti ini haruslah kita cermati dg seksama, banyak manusia dengan tingkat pendidikan tinggi dan dengan tingkat kerasionalan pendidikan yang selalu mengedepankan elmu ilmiah namun mereka juga terjebak dengan kalimat seperti ini.

Sering kita mengikuti diskusi sejarah atau yang lainnya yang berhubungan dengan metafisik mereka-mereka selalu menolak dg alasan tidak rasional atau nyata, padahal dia mereka sering mengatakan mahluk halus itu dengan sebutan Setan yang tidak rasional dan tidak ilmiah

Manusia pembunuh koruptor penipu dll. Apakah ada setan mencekik manusia, membunuh manusia..? Semua itu di lakukan oleh manusia itu sendiri jadi bukanlah setan

Di tanah jawa setan tidaklah ada yang ada hanyalah mahklul halus, setan adalah kalimat mahkluk piaraan bangsa manca yang dilepas oleh mereka-mereka di bumi Nusantara kita ini demi politik ekspansinya.

Ana kidung rumeksa ing wengi,

Teguh hayu luputa ing lara,

Luputa bilahi kabeh,

Jim setan datan purun,

Paneluhan tan ana wani,

Miwah.penggawe ala,

Gunane wong luput,

Geni pan temahan tirta,

Maling adoh tan wani perak ing mami,

Guna duduk pan sirna.

Dan mahkluk yang namanya setan itu yg bagaimana to saya.kok gak ngerti.?. Monggo silakanLELEMBUT MAHKLUK HALUS

Semua makhluk yang hidup di dunia tanpa terkecuali walau pun dhemit bangsa halus atau pun wong samar sekali pun membutuhkan makan dan minum.

Kerohanian elmu kawruh jawa sangatlah memperhatikan akan hal ini, namun banyak juga orang jawa atau pelaku spiritual-apabila di tanya oleh seseorang kenapa anda membawa sesajen seperti itu apakah anda memberi makan bangsa halus, jin setan dan sebagainya seseorang itu akan berkelit kadang jawabannya mengalihkan perhatian sedemikian rupa karna takut di cap yang macam-macam oleh teman atau tetangganya he he he kalau saya yang di tanya oleh siapa pun tentang ini hemmm hanya tersenyum aja dan akan saya jawab dengan singkat dan jelas dan dengan keberanian bertanggung jawab, saya kasih makan bangsa halus dhemit jin dll karna semua adalah mahkluk hidup jawabku singkat.

Manusia jaman sekarang ini semakin congkak sombong dan pelit, kenapa saya katakan pelit mau amal aja kalau ada pengumuman dari Toa supaya teman tetangganya tahu, memberi makan bangsa halus juga ibarat amal walau tak di ketahui banyak orang.

Elmu kawruh kerohanian jawa sangatlah memperhatikan hal seperti ini, memang sangat beda dg elmu kawruh-kawruh lainnya yang datangnya dari luar ygan melarang amal model seperti amal kawruh luhur jawa.

Dhemit juga mempunyai raja atau pun ratu dibawah ini saya cuplik ratu-ratuning dhedemit

Genawati ing siluman, Kemandhang wringin putih, si Karebeg Pajajaran, Sapu regel ing Betawi, Warusuli Waringin, ingkang aneng Gunung Agung, Kalekah Ngawang-awang, Parlapa Ardi Merapi, Ni Taluki ingkang aneng ing Tunjung Bang.

Pelaku spiritual haruslah mengerti tentang hal ini nuwun

RUMAH ANGKER PENUH MISTERI

Tanah jawa dikenal angker dan penuh misteri di dalamnya, sejak jaman nenek moyang kita sudah sering crita tentang hal keangkeran bumi jawa gung liwang liwung jalma mara jalma mati.

Dari sekian crita atau tayangan-tayangan di media you tube atau televisi sering kita jumpai hal-hal seperti rumah, kantor, sekolahan atau tempat yg lainnya tentang rumah berhantu berbagai macam jenisnya. Sudah barang tentu tempat tersebut mengundang banyak ketakutan masyarakat.

Namun kita tidak usah takut dan risau apabila kita menjumpai hal seperti ini, kita harus ngerti tata cara dan trap susila atau unggah-ungguh tata krama dalam istilah jawa.

Tanah pekarangan atau rumah yang angker dan berpenghuni makhluk halus yang sangat ganas pun mudah kita ajak kompromi untuk hidup berdampingan dengan manusia tanpa mengusirnya.

Kini rumah angker tersebut sudah menjadi milik teman saya Ki Yudho Jatmiko dengan harga yang sangat murah tentunya, sudah banyak orang telah memiliki tempat ini namun dalam kurun waktu 3 bulan rumah tersebut ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.

Kini rumah tersebut menjadi dingin dan tidak lagi ada gangguan” atau penampakan berkat tatanan adat jawa yang santun walau dengan makhluk halus kita bertetangga dan bisa bersinergi.

Maka dari itu kita wajib untuk mengetahui atau mengenal mahkluk halus atau danyang sing mbaureksa daerah tertentu ada contoh tembang/kidung ratuning dedhemit:

Sidakare ing pacitan

Keduwang si klenthing mungil,

Endrayaksa ing magetan,

Prangmuka surabanggi,

Ing panggung si abur-abur,

Sapu jagad ing jipang,

Madiun kalasekti,

Pan si korep lelembut ing panaraga.

Demikianlah contoh ratuning lelembut. Nuwun

Memayu hayuning bawana

Rahayu mulyaning jagad

Pandi Nayuhan

ELMU NUNDHUNG SETAN

Indonesia negara yang berada di garis khatulistiwa dengan dua musim iklim, tanah yang subur makmur gemah ripah loh jinawi konon bahkan kekayaan alam dunia yang 60 persen adalah berada di bumi nusantara kita ini.

Bangsa manca selalu mengincar kekayaan alam bumi nusantara kita dengan berbagai macam cara

Bumi nusantara kita jawa khususnnya sejak jaman dulu sudah di kenal dengan sebutan bumi jalma mara jalma mati atau tanah yang gawat maliwat liwat yang di huni oleh berbagai jenis mahkluk halus yang asli lokal dan mahkluk halus dari manca negara.

Di sini saya akan berbagi pengalaman elmu kesaktian NUNDHUNG SETAN bagaimanakah caranya?

Pertama kita terlebih dahulu harus bisa memilah dan mengetahui jenis mahkluk halus contoh mahkluk halus jenis asli lokal nusantara (jawa) antara lain: gandarwa, pocongan, peri, sundel bolong dll semua ini adalah mahkluk halus asli penghuni tanah jawa atau lokal dan tidak wujudnya gegirisi namun tidak berbahaya.

Yang kedua adalah mahkluk halus dari manca negara yang sengaja di lepaskan oleh orang-orang pendatang untuk mengganggu dan menggoda serta membujuk rayu penduduk tanah jawa.

Jin dan setan inilah jenis.mahkluk halus yang datangnya dari manca negara.

Setalah anda mengetahui jenis-jenis mahkluk halus tadi sekarang anda saya transfer energi pembuka cakra elmu NUNDHUNG SETAN mulailah atur pernapasan anda dengan duduk bersila narik napas panjang dan lepaskan perlahan-lahan dan seiring anda melepaskan napas anda dengan sangat lembut ucapkanlah kalimat HOOOOOOOOOOONG sekarang tanpa anda sadari cakra anda untuk elmu Nundhung Setan sudah ada pada diri anda. Dengan kemampuan spiritual jawa tingkat tinggi anda sudah mampu menundung Setan.

Sekarang anda banyaklah belajar bahasa sastra karna semua elmu itu adalah menggunakan bahasa sastra Jin dan Setan itu adalah elmu bahasa sastra dari manca negara, slamat. berpikir dan mencoba elmu Nundhung Setan dari saya tadi, nuwun RAHAYU!!!

SYAIR PENJEMPUT MAUT

Berjuta bintang dilangit cahyanya berkedip memberi tanda datanganya suatu kematian

Merdu suara irama nada lagu pujian penanda kematian bersahutan

Langit mendung iringan hujan menambah kesedihan lagu kematian

Aroma wewangian bertabur kembang kematian menambah haru swasana duka

Terus berkumandang tembang pengiring kematian semakin meluas tak tentu arah

Tembang syair penjemput maut terus berkumandang tanda datangnya nyawa melayang

Bayang-bayang swara sang danyang tlah datang nangih janji yg berhutang

Rahayu Sagung dumadi!!!

ELMU SALWA BUDHI

Tataran atau tinggkatan elmu spiritual jawa yang paling gawat apabila sudah menginjak di tatanan kebatinan (salwa budhi)

Praktisi spiritual kawruh elmu jawa apabila sudah menginjak di tingkatan fase ini haruslah berhati-hati dan harus selalu dekat dengan guru spiritual panuntunnya karena di fase inilah akan muncul bahasa-bahasa sastra batin atau bahasa sastra gaib kadang ada juga bahasa suara tanpa wujud (bisikan) yang memerlukan pemikiran dan pemecahan kedalam bahasa sastra yang wantah atau cetha (jelas)

Tidak semua guru atau panuntun spiritual mengerti bahasa sastra filosofi edukasi sastra alam gaib, maka dari itu rajinlah belajar bahasa sastra.

Contoh

Filosofi edukasi bahasa sastra jawa

Si penggung nora nglegawa,

Sangsayarda denira cacariwis,

Ngandhar-andhar angandhukur,

Kandhane nora kaprah,

Saya elok alangkah lokanganipun,

Si wasis waskitha ngalah,

Ngalingi marang su pengging.

Mangkana ngelmu kang nyata,

Sanyatane mung weh reseping ati,

Bungah ingaranan cubluk,

Sukeng tyas yen denina,

Nora kaya si punggung anggung gumrunggung,

Ugungan sadina-dina,

Aja mangkana wong urip.

Belajarlah bahasa sastra dg sabar dan berhati-hati masuk alam limunan adalah sangat gawat, apabila salah menafsirkannya bisa masuk ke alam yg gegirisi. Nuwun

WIT OYOT AYATE ELMU

Ngelmu Kasampunan Jati (Jati Diri) haruslah tahu dan ngerti asal usul atau cikal bakal kang bakali dirinya sendiri, mulai dari nenek moyangnya sendiri (leluhur) sampai dengan dumadi kelahirannya sendiri, jadi bukan leluhur orang lain atau diri orang lain itulah yg dinamakan Kesejatian (awake dhewe).

Memang banyak penawaran-penawaran elmu yang datangnya dari luar manca negara dengan iming-iming segala macam di kehidupan yang akan datang bahkan dalam promosinya dosanya kelak akan di tebus oleh Sang pemimpin umatnya asal mau ikut dgnya atau setiap hari mau menyebutkan namanya bisa masuk surga qi qi qi…, hemmmm.

Elmu jati diri adalah elmu yang tidak kepengaruh siapa pun yang datangnya dari manapun.

Elmu jati diri adalah mempelajari dirinya sendiri yang penuh dengan ayat-ayat yang telah di ikut sertakan sejak lahir ke alam dunia oleh Tuhan Yang Maha Esa

Contoh ayat di bawah ini.

Nalika bapa lan biyung isih jejaka ibu isih kenya, kula manggon ing angen-angen.

Nalika bapa pinanggih biyung kang sepisan, kula manggon ing telenging manah.

Nalika biyung pinanggih bapa kaping sepisan, kula manggon aning harda nipun,

bapa sampun paring asma sukma purba, sedaya kala wau winastanan sukma jati.

Nalika biyung ngladosi bapa, kula asma sukma wisesa.

Nalika wonten goro-goro, kula kethut ilene tirta kamandanu dhumawah ing telenging jagat biyung. Wiji manjing ing jagating biyung sinebat Nukat gaib (wiji samar).

Demikianlah sepenggal elmu jati diri wit ayat oyoting elmu Kesejatian

ELMU KADHIRI

Hanya orang-orang yang sudah tersadar dari lamunan, hanya orang-orang yang tlah bangkit dari keriduran, hanya orang-orang terpilih dan terpecahkan kesadaran pikirannya dari afirmasi hipnotis-hipnotis elmu kawruh yang datangnya dari luar diri pribadinya yang bisa menghantarkan kesuksesan dalam meraih elmu Kadhiri.

Mari kita kembali menjadi hidup mandiri sebagai titah pribadi, elmu kawruh yang datangnya dari orang lain (manca) yang sudah menempel melekat mengikat menjerat jiwa dan raga marilah kita larung (hanyutkan) dan di saksikan bumi dan langit

Adanya buwana alit (jagat kecil) dan buwana agung (jagat gedhe) sudah kawedar di dalam crita sastra nyata yang kita rasakan setiap hari sastranya para prajanata Bumi Jawa.

Naik turunya rasa mingkar mingkure angkara sudah terjadi secara nyata setiap hari, apa tidak terasa..? Ataukah memang tidak di rasakan..? Ku cuma bisa mengusap dada dan membasuh kotoran-kotoran raga kang penuh dengan kesalahan serta alpa, semua adalah rekayasa dalam kesalahan pribadi kita.

Tansamar pamore raga ananing jiwa kang kagubet kajiret rasa anananing rasa kang kagubet sukma..! Kapan raga bisa katata lan kareksa…? Yen isih kagawa kang samar.., yen isih nguja piranti lan gaibing cipta…!!

Hayu hayu rahayu..!!!

DAYA SUPRANATURAL MEDITASI JAWA (SEMEDI)

Kalimat semedi atau meditasi sering kita dengar dan pada jaman saat ini kalimat dan tindakan tersebut sudah bukan rahasia lagi alias umum, namun dari kesemuanya itu masih anut grubug atau ikut-ikutan belum menjadi suatu pekunan suatu keilmuan dalam fungsi daya kegunaan.

Meditasi tidak sekedar duduk bersila mengheningkan cipta, bawa bunga, kemenyan, dupa atau hioswa dan sebagainya.

Prakrisi yoga semedi atau meditasi harus mengetahui daya kekuatan setiap saat atau waktu yang mempengaruhi jiwa dan pikiran praktisi. Tempat papan serta waktu bisa mempengaruhi daya kekuatan supranatural yg di dapat (diakses)

Penekun spiritual jawa harus mengerti waktu yang tepat apabila akan melaksanakan semedi

Semedi adalah penyelarasan keadaan rohani dan jiwa raga kita dengan alam semesta.

Tata cara semedi dibawah ini adalah tata cara elmu kawruh jawa, dan apabila siapa saja yg menggunakannya haruslah selaras dengan elmu jawa itu sendiri dan hati-hatilah apabila anda masih kecampuran elmu kawruh manca, anda akan kena ranjau di dalam elmu ini

WAKTU MEMPENGARUHI DAYA KEKUATAN SEMEDI

Semedi adalah elmu kawruh budaya warisan leluhur Jawa yg telah ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu untuk manusia jawa atau bangsa nusantara kita bisa terkoneksi terhubung dengan energi magnetik alam atau bahkan Tuhan Sang pencipta alam semesta.

Sering sudah saya posting tentang ini dan memang sudah sangat lama rekan-rekan baru sudah mencari katanya tak menemukannya, dengan dorongan dari rekan-rekan baru yang menghubungi saya baik yang melalui saluran telepon atau pun inbox, dengan senang hati serta sabar tuk berbagi pengetahuan sesama anak turunnya leluhur nusantara semua usulan rekan-rekan sangat saya pertinbangkan.

Elmu kawruh jawa memang kini lagi banyak di cari dan di gandrungi oleh segala lapisan masyarakat ibarat pelatah kaya tukule jamur ing mangsa katiga malu-malu tapi mau demikianlah kawruh jawa kini, banyak yang takut secara terbuka tuk mengakui elmu jawa ini, namun secara sembunyi-sembunyi mereka mencari dan mempelajarinya, gak usah kawatir pada saatnya nanti semua pasti terbuka dengan terang dan gamblang mana ajaran yang bisa tembus ke sang pencipta dan mana ajaran yang cuma katanya dan katanya.

Dengan semedi seseorang bisa membuktikan dengan sendiri mana ajaran yang baik dan mana piwulang yang hanya di bibir dan tidak merasuk kedalam batin jiwa dan raga

Daya kekuatan untuk semedi

Pukul 6-7 malam memiliki daya kekuatan penghilangkan segala macam godaan yang berwujud apa saja

Pukul 7-8 malam memiliki daya kekuatan menata semua rasa dan angan-angan supaya hati dan pikiran bisa tentram dan bening

Monggo silakan yang mau nambahi tentang jni

Hayu hayu jaya jaya wijaya

Rahayu mulyaning jagat

KAWEDHAR SASTRA JENDRA

Tanah Jawa jaman dulu hingga kini penuh dengan misteri mitos atau gugon tuhon, mulai jaman kerajaan sampai penjajahan.

Walau sekarang kulit luar orang jawa malu-malu mengatakan atau banyak yang sudah tidak mengakui lagi tentang budaya reruwatan sukerta namun di balik itu semua masih ada yang menggunakannya.

Reruwatan adalah prosesi ritualan pembersihan suatu tempat atau badan diri seseorang dari hal-hal buruk atau negatif yang berlebihan. Namun sering saya menyaksikan prosesi reruwatan itu tidak pada jalur semestinya, kenapa saya katakan demikian? Reruwatan adalah awal kali wedar carakan Jawa atau lahirnya Prabu Batharakala, yang membuat saya tertawa dalam hati acara reruwatan itu doanya menggunakan bahasa manca negara yang nota bene bukan carakan jawa, apakah acara ini semua bisa sampai ketempat yg di tujuh….? Jawabku dalam hati!

Hemmm

Reruwatan adalah wedaran sastra jendra hayuning rat pangruwating diyu pertanyaan saya adalah sastra dari manca tadi apa bisa atau apa sambung ya dengan carakan jawa…?

Singgah-singgah kala singgah,

Pan suminggah durga kala sumingkir,

Singa ama singa wulu,

Singa suku singa sirah

Singa tenggak lawan kala singa buntut,

Padha sira suminggaha,

Muliha mring asalneki.

Monggo silakan berbagi disini tentang reruwatan

Rahayu sagung dumadi

GANDRUNG ASMARA

Ajaran piwulangan kitab suci kehidupan tanah Jawa telah tertulis Dan terukir di dinding-dinding candi yang tak lekang oleh suhu perubahan panas hujan serta angin, walau kitab-kitab yg berbahan kulit serta daun lontar telah di curi di bawa lari oleh para penjajah atau di rusak manusia yang ingin merubah menyelewengkan serta mengganti isi kitab-kitab tanah Jawa dengan huruf orang-orang pendatang dan di kemudian hari akan di kembali ke tanah Jawa dg simbol merk dagang bangsa pengganti namun tak kalah cerdiknya para leluhur tanah Jawa menyimpannya dengan sandi istilah “sirna ilang kertaning bumi” semua peninggalan leluhur bak hilang musnah di telan bumi. Pada saat nya nanti akan muncul lagi kepermukaan apa bila para leluhur telah menghendakinya. Kini semua sabda para leluhur telah terbukti sedikit demi sedikit peninggalan para leluhur telah muncul kepermukaan dan di temukan oleh anak cucunya.

Iya Dudu wujud lan gambaraning jalma lan Dudu asma lan rupaning Maha, nanging lahir batin tekan jroning rasa hiya ana kang sejatine ora ana ananing.

Kembang-kembang wus Katon kuncup hawa adem sumribit angine ati lemah-lemah teles ketiban udan.

Hayu hayu jaya jaya Wijaya
Rahayu mulyaning jagat

PENANTIAN JODOH IDAMAN

Memiliki pasangan hidup Seiya sekata sehidup dan semati sampai kakek nenek memang menjadi dambaan setiap insan, namun semua itu tidaklah muda seperti mengucapkan kata-kata, banyak pemuda perjaka gagah nan tampan dan di tunjang segi materi dan pekerjaan yang cukup mapan tidak kurang satu apapun dan sebaliknya wanita juga demikian namun tetapi jodoh pendamping hidup idaman belum di dapatkan, kadang justru salah memilih menyesal di tengah perjalanan. Hari demi hari kehidupan selalu berselimut mendung dengan rintikkan hujan gerimis berselimut kabut tanpa belaian kehangatan pasangan

Warisan budaya kidung Jawa memiliki solusi saluran energi transformasi tentang perjalanan kisah asmara yang pedih dan pilu ini menjadi energi sumber pembangkit elmu yang berdaya guna dan bahkan semua kesedihan tadi memiliki energi daya pikat asmara yang dahsyat untuk lawan jenis dengan olah rasa energi kidung.

Gegarane wong akrami, Dudu Bondo dudu rupa, amung ati pawitane, luput pisan kena pisan, Yen gampang tan luwih gampang, Yen angel angel kalangkung, tan kena tinumbas arta.

Pambayuning Samodra Tresna asihe Tresna ora Wates ombone samodra, alus kaya dene angin nembus perkara lan atose pikir

BAHASA UNTUK MEMIKAT WANITA

Nusantara Indonesia beragam budaya penuh eksotika yang selalu menjunjung tinggi eman sipasi.

Wanita jawa selalu dipuja atau di sanjung bak bidadari oleh para laki-laki jawa, wanita jawa selalu mendapatkan kasih sayang dan penghormatan, atau sanjungan keindahan yang luar biasa.

Sekarang banyak wanita yang bingung dan dg bodohnya mereka malah meperjuangan kawruh manca yang cenderung membelenggu wanita justruh dibelanya mati-matian.

Wujud pengharga cinta kasih wanita jawa pada masa dulu, para lelaki selalu memujanya dengan bahasa-bahasa sastra yang sangat indah. Para putra bangsawan jawa selalu pandai membuat bahasa pujaan terhadap wanita yang dicintainnya.

Bahasa-bahasa sastra geguritan yang bernuansa asmara yang mengandung aliran energi pamikat dilantunkannya setiap kali bertemu di taman kaputren.

Yayi…..!!

Coba delengen sigra..!

Wayangane rembulan ing wanci purnama sidhi…

Kang katon aneng sajroning banyu menep kang wening yen sinawang pasatriyan sira

Kadya bledig jantraning sang bayu kang datan kadulu…

Menyang ngendhi bakal kapilayu, solah bawa kang prasaja…

Nora bisa kawaca ising driyo…kabeh sinandi ing telenging ati brangtaku….

Sinengker ing jagad tresnamu kang kebak wadi…

Dhuh tresna…!!!

Ing ngendi bakal dak regem jatiningsih…

Senadyan ta blegermu sumingit rungsit..

ENERGI ASMARA

Siklus kahanan alam selalu bergerak menurut kehendaknya namun tanpa di sadari aura siklus ini di serap dan di rasa oleh setiap insan penghuni jagat raya.

Elmu kawruh kabudayan jawa ribuan tahun silam tlah mengenal hal ini dengan cermat, para leluhur kita dulu menandai ini semua dg pergantian wuku.

Kini saatnya tiba pada wuku Warigalit, Dewanya Bethara Asmara dan sudah bisa di pastikan aura yang beredar di bumi dan angkasa ini kepengaruh oleh energi asmara dan tanpa di sadari semua ini terserap oleh manusia melalui pernapasannya dan pada akhirnya tergeraklah suatu hasrat asmara tadi.

Asmara cinta kasih memang sangatlah nikmat dan indah, namun di dalam nikmat dan indah itu ada terselip energi peperangan yang sangat dasyat… He he he hemmm…

Ing tengahing samodra ati tuwuh kembang sekar panca warna ganda arum, sawijine sekar jagat kembange urip sesandingane ati jumeneng Sang Maha purwa jati.

Sawangen sun kanti jroning dada apa kang dirasa sejatine pada, raga ati ningsun tekane rempela, apa krasa jero iki, apa perih rasaning ati.., aja nyawang nganggo mata merga isih bisa mulasara…, lara lan kuciwa sawangen sun kanthi mereme netra, ananing werna lan werni dadi saka karsaningsun kang nyata

Kitab Ramayana

ASMARA GAMA

Perjalanan mahkluk hidup khususnya manusia bak mata rantai kehidupan yang tak terputus terus sambung menyambung membentuk suatu lingkaran mata rantai kehidupan. Kita ambil contoh: manusia lahir dari benih sperma tirtakamandanu atau Tirta perwita sari sedangkan benih keduanya tadi berasal dari manusia laki-laki dan perempuan yg telah makan dan menyerap sari-sari tumbuhan dll dan di olah menjadi energi pembangkit gairah hidup nafsu ke inginan yang mengalami proses hidup.

Ke hidupan adalah suatu proses manusia sejak lahir keluar dari rahim si ibu di katakan bayi kemudian dan seterusnya melalui proses berkeliaran 6 dan seterusnya sejak bayi menjadi bocah, lare, remaja, diwasa, tua, sepuh, thuyuk-thuyuk dan pada saatnya akan kembali kepada Sang pencipta (mati).

Tulisan ini lanjutan post edisi sebelumnya yang menceritakan tentang asmara yg telah melalui proses dan tibalah saatnya kedua insan ini mabok di Landa asmara melaksanakan tugas alami meneruskan keturunan. Elmu sastra Jawa mengajarkan kepada anak-anak tata Krama dalam hal spiritual asmaragama melalui tulisan yg terbungkus bahasa yg sangat halus jadi walau pun orang dewasa sekalipun tak akan ngerti maksud dan tujuan sastra elmu Sangkan Paraning Dumadi, contoh sekelumit sastra Jawa yg sering di bawakan oleh anak-anak namun mereka tidak mengerti maksud dan tujuannya.

Lir Ilir lir Ilir tandure wus sumilir tak ijo royo-royo tak Senggigi Temanten anyar

Bocah angon bocah angon penekna blimbing Kuwi lunyu-lunyu penekna kanggo mbasuh dadatira

Dadatira dadatira kumitir bedahing pinggir dondomana njlumatana kanggo seba mengko sore

Mumpung Padang rembulane mumpung jembar kalangane Yo surak’ o surak’ hore.

SEJUTA KISAH RUMAH TANGGA

Harus sabar dan telaten di jaman sekarang ini apabila ingin menekuni elmu kawruh Jawa tulen, tantangan demi tantangan lelaku Brata cobaan dan gangguan yang datangnya bukan dari bangsa mahkluk halus yg sering di sebutkan banyak orang, tantangan dan gangguan praktisi penekun elmu kawruh Jawa adalah orang-orang yang ada di sekeliling terdekat praktisi itu sendiri misalnya: keluarga atau pun tetangga yang otaknya telah tercemar oleh aliran elmu-elmu yg datangnya dari manca negara.

Praktisi penekun elmu kawruh Jawa apabila telah berumah tangga haruslah memahami tentang hal ini, apabila dalam hal lelaku timpang sendirian alias tidak bersama-sama dg pendamping hidup suami istri. Elmu kawruh Jawa adalah wujud keseimbangan energi lingga dan Yoni yg memiliki arus energi yang sangat besar dan khas satu sama lain tak terpisahkan membentuk kesatuan hidup ibarat bumi dan langit (tumbuh oleh tutup bhs. Jawa)

Sejuta kisah rumah tangga akan muncul di rasakan oleh praktisi penekun elmu Jawa apabila dalam lelaku dalam kesendirian tidak berdua dalam satu keselarasan baik yang laki-laki ataupun wanitanya ketimpangan inilah awal dari celah godaan dan gangguan akan datang silih berganti menghampiri praktisi karena dampak efek samping khas energi carakan Jawa yang berjumlah 20 dalam satu kesempurnaan hidup yang di mulai dari peperangan energi kesaktian demi kelangsungan hidup yang lebih sempurna turun temurun dalam bingkai welas asih (cinta kasih)

Asmaradana:

Alus kadya dene angin, nembus jiwa jroning dada, rasa kidung Asmarane, Nora kena di udara, Tresna mung bisa di rasa, ana jroning jurang pulung, ati njero nganti jiwa.

RAHASIA AJI KATENTREMAN

Katentreman keharmonisan suatu rumah tangga adalah dambaan semua kalangan keluarga.

Kidung bernuansa asmara bahasa jawa yang memiliki energi penghantar hipnosis (pelet) dengan tata bahasa yang sangat halus tanpa disadari adalah mengalirkan energi supranatural tinggkat tinggi bisa mempengaruhi hati dan jiwa lawan jenis tanpa disadarinya.

Lantunan-lantunan kidung asmara yang bertubi-tubi dan berulang itulah yang membuat jatuh hati si lawan jenis bagai dunia hanya miliknya berdua.

Demikian petikan kidung asmara katentreman

Gegaraning wong akrami, dudu banda dudu rupa, amung ati pawitane,

Luput pisan kena pisan,

Yen gampang tan luwih gampang,

Yen angel angel kalangkung,

Tan kena tinumbas artha.

Samirana wekasing tata pasuryaning gilar-gilar

Cemlorot teja kencana jumbuh saka solah bawa kang wicaksana dhawuhing pangadilan asmara wening.

Wening satuhu jroning kalbu tan bisa ucul saka bombonging ati…

Rep sirep rasa nglewung kalayung nalika kataman aji serat jiwa bagusing ati…

Lathi tan bisa ngucap ing janji amarga ra kuwasa nyawang kahanan iki..

Wewayangan kang tansah angeridu ati saiki wus sirna setapak iki…

Satemene ana ngendhi dumununge mulya kaya-kaya wus ora krasa, apa merga cuwaning ati,..

Hayu hayu Rahayu!!!

TEMBANG KINANTI UNTUK MENGUSIR SEGALA MACAM PENYAKIT

Elmu jawa jaman dulu sampai sekarang juga mengalami perkembangan tentang hal ini. Didalam elmu jawa ada sejenis mantra-mantra untuk menolak bala atau menolak datangnya suatu penyakit medis atau pun non medis. Seperti contoh dibawa ini adalah mantra sirep anak yang rewel kena suatu penyakit, karena daya magis mantra ini bisa menembus keorgan saraf manusia yang terdalam, kita bisa mencega dan mengobati sendiri tanpa obat kimia an mantra warisan leluhur.

Tembang kidung kinanti dibawah untuk mencegah atau me gusir suatu penyakit yang akan datang kepada diri dan keluarga kita. Silakan dicoba

Winacaa puji iku,

Setane lumayu nggendring,

Sarap sawane sumimpang,

Kala-kalane sumingkir,

Cacing racak padha mendhak,

Kremi kruma padha mati.

Ana kinjeng tangis mabur,

Mencok aneng sela ardi,

Myarsa tangise si jabang,

Sigra prapta amareki,

Arsa nyuwuk kang lelara,

Ngalingi sarwi jampeni.

TOMBO TEKA LORO LUNGO

Kesibukan manusia di jaman seperti sekarang akan pemenuhan kebutuhan hajat hidupnya tak menghiraukan akan kesehatan badannya sendiri.

Hari-hari di lalui dg selalu memeras keringat menguras energi tubuh demi pemenuhan kebutuhan kelangsungan hidup diri beserta keluarganya.

Terkurasnya energi tubuh manusia akan mudah terserang suatu penyakit, untuk itu dibutuhkan suplemen penambah energi yang telah terkuras habis dalam melaksanakan aktifitas pekerjaan.

Elmu KANDHAPAT adalah elmu jawa dulur papat lima pancer menjadi solusi untuk mengatasi seseorang yg kurang energi supaya badan kembali menjadi bugar, ada juga elmu ramuan-ramuan tradisional yg berupa jamu ekstrat tanpa fermentasi kimia atau dikenal dg jamu udekkan jawa.

Ada juga jamu jawa yg tanpa ekstrat atau herbal, jamu yg berupa tembang seperti dibawah ini hanya berupa tembang namun auranya bisa untuk pengobatan. Contoh:

Slendhang jarit batik parang,

Kanggo nggendhong ngindhit rinjing,

Budhal lungo menyang sawah,

Golek uba rampe jampi,

Kunir putih lan kunci,

Temu lawak godhong suruh,

Tombo wong loro panas,

Watuk pilek darah tinggi,

Panjang umur seger waras jiwa raga.

SELAMAT TAHUN BARU 2018

HAMUNGKASI PURNANING WARSA

Hangruwat jiwa kelawan raga winahyo ing lekasing batos suci kinanthi lumintiring nugraha jatining sedya. Hanetepi dhawuhing Gusti Kang Akarya Jagat mugya sedaya tansah pinaringan sih pangaksoma Rahayu widada basuki kalis ing bebaya lan sambikala jumbuhing panyuwun sumeleh kanthi lega-leganing manah.

Hamemayu purnaning warsa 2017, nyuwun gunging samodra pangaksoma lair trusing batos sedaya lepat mugya sageta lebur dening pangastuti ing warsa enggal punika,

Hayu hayu jaya jaya wijaya

Rahayu mulyaning jagat

PENYATUAN DUA ALAM

Mengawali tahun 2018 dengan gelar ritual penyatuan dua alam.

1 Januari 2018 di awali pada hari Senin legi, Wuku: Medangkungan, padewan: Betara Basuki, Manuk: Pelung, Kayu: Pelasa, Gedonge ana ndhuwur, dengan ubarampe sesajian seperti gambar photo di atas

Tahun Baru masehi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelum, kali ini tahun baru bersamaan dengan bulan sangat bulat penuh atau dengan istilah lain Purnama sidhi, bertepatan pula deng anmakna arti hari Senin/soma yang artinya rembulan, sedangkan pasaran hari jatuh pada legi memiliki pengertian lawung bawera (luas)

Memang banyak pelaku spiritual melaksanakan upacara ritual lelaku elmu pada saat bulan purnama, namun kesemuanya tadi tidak banyak yg mengetahui dan mengerti bahwa ritualan di saat bulan purnama tersebut adalah simbol dari pada ajaran leluhur tanah jawa yang telah lama tahun ada.

Tak terasa sabda pangucap Sang Pamong bumi jawa ini telah berlaku dan berjalan merambat perlahan merubah tatanan seperti yang di inginkan.

Hanya anak cucu keturunan yang setia kelak akan mendapatkan kemuliaan dan katententreman hidup di tanah jawa yang gemah ripah loh jinawi ini.

Hayu hayu jaya jaya wijaya

Rahayu mulyaning jagat

***

Advertisements