Oleh : Lesung Pipi3t

Beberapa hari yang lalu seorang teman diskusi di Blog menghubungi saya untuk menceritakan Vision-nya yang diperolehnya lewat sebuah mimpi.

Berikut percakapan kami :

⭐ LP : Lesung Pipi3t

⭐ D : Dewi

LP: Hallo mbakyu, apa kabar?… Saweg nopo?…

D: Kabar baik mas Lespi3t, niki lagi santai baca-baca beranda

LP: Rame banget nggih mbakyu?

D: Iya beranda macem-macem beritanya…

LP: Pemiu nggih?

D: Iya terutama… he he he…

LP: Mbakyu, sudah dapat berita wahyu keprabon?…

D: Enggak, nopo niku? Pilpres? Pakde lagi kan?

LP: Iya .. he he he…

D: Mas Lespi3t tahu dari mana wahyu keprabon turun?

LP: Belum turun Mbakyu, sedikit lagi, pada malam ke 12 atau ke 13.

D: Njenengan dapat kabar berita ini dari mana?…

LP: Emmm, gimana ya ngomongnya. Mbakyu, ini cuman pandangan saya saja lho, ya belum tentu benar.

D: Oh ok, no problem.

LP: Gini mbakyu, saya ini bingung apa hal kaya gini kudu diceritakan, disekitarku ga ada yg bisa aku ajak share hal kaya gini, biasanya bisa di sharingkan di blog Simbah… Aku udah share tapi komennya hilang, trus coba di akigendeng… hilang juga…

➡ Blog Simbah: http://dongengbudaya.wordpress.com/

➡ Blog Aki gedeng: https://akigendengbanget.wordpress.com/

D: Coba njenengan nanti komentar di blog saya, kayak apa sih?… Masak nanti hilang juga?…

LP: Aku cuma share tentang waktu babat alas yang sedang terjadi Mbakyu, sudah setengah lebih, dan hal ini dipermudah dengan pilpres ini, benar-benar aral besar pohon akar besar dikumpulkan dalam satu kelompok.

Dan malam ke 12 dan ke 13 disuruh mantheng melihat dengan mata sendiri cahaya turun, entah nanti jatuh kesiapa ya itu keputusan mutlak Sang Hyang Widhi. Apapun itu ya itu yang terbaik.

Insight terahir yang didapat adalah bunga mawar sama kodok dewasa.

Mawar merah : Dumadine jalmi manungsa

Proses terlahirnya manusia kedunia fana

Kodok : berhubungan sama ruh manusia

Kalo dari searching dari pelbagai sumber makna dari katak itu…

Sifat ampibi dan muncul serta hilang menjadikan katak sebagai salah satu mahkluk utama dalam ide penciptaan dan kebangkitan. Katak juga melambangkan puncak evolusi manusia yang diperkuat oleh cerita rakyat mengenai katak yang menjelma menjadi manusia

Jadi pemberian mawar merah itu dan dilihatinnya kodok yang setengah tubuhnya lagi berendam dikolam dan tidak owah walaupun udah diusir itu berhubungan.

LP: Mbakyu???

D: Iya saya menyimak…

LP: Maaf ya mbakyu kalo ceritanya terkesan gimana gitu.

D: Tidak apa-apa dengan Cerita, enjoy saja,  Waskita atau tidak, kita hanya sharing apa yang ada dalam kepala kita …

Saya sedianya juga mau posting artikel tentang pilpres tapi saya kemas dalam bentuk cerita wayang. Nah, nanti komentar dan panggraita njenengan bisa di masukkan di situ.

LP: Lawan Pakdhe sudah ngga mau maju nyapres mbakyu, cuma maju karena mencegah poros ketiga muncul.

D: Nggak mau gimana? Kan nanti bisa kena denda dari KPU kalo mundur, kecuali ada surat keterangan dokter bahwa yang bersangkutan memang sakit.

Oh ya, lawan Petahana itu kalau di gambarkan sebagai sosok wayang lebih tepatnya sebagai sosok apa ya?…

LP: Kumbakarna mbakyu

D: Saya dari kemarin searching cerita wayang tapi kok belum ada yang sreg, Dus saya harus konsultasi pada njenengan dulu sepertinya 😉 …

LP: Iya mbakyu bahkan kalo yang lebih ekstrim pandangannya ya sebagai Adipati Karna, Sebelum maju menyalonkan lho mbakyu. Tokoh yang akan maju itu kan hanya dari dua ‘partai besar tapi Gurem’. Makanya Dia milih maju.

Coba perhatikan dia sengaja bertingkah konyol terus menerus, Buka baju, joget, marah-marah, salaman pake sapu tangan dsb. Cara-cara kampanyenya ga kuasa nolak, cara2 kampanyenya semua dari partai itu dan yang ngatur Bapak Sengkuni Indonesia. Kemarin saja video call langsung dari negara Ngemirat dengan junjungan mereka, si dia malah pergi begitu saja pas pidato, macam nggak niat.

D: Tapi kalo Kumbakarna kok gitu ya? Sosok Kumbakarna ngga ngece, stress dan frustasi gitu 🙄 …

LP: Melihat si Dia sekarang harus melihat sejarah kebelakangnya Mbakyu, setelah geger paska lengsernya sang Diktaktor dia kabur (disembunyikan) ke negara Trans-Emirat, tapi Dia menolak menjadi warga negara situ.

D: Kira-kira siapa yang menyembunyikan?… Bukankah Indonesia malah ingin Dia di adili?

LP: Kalo ngga kabur mungkin sudah tinggal nama Mbakyu, setelah si rejim ‘Baru’ lengser terus situasi tenang, dia dijemput, yang memprakarsai menjemputnya ibu Dewi Kunti dan Eyang Bapak Bangsa, tokoh agamis sekaligus Bapak Plurarisme Indonesia.

Makanya mau bagaimanapun juga Dia itu hutang budi pada mereka. Mungkin ini salah satu caranya membalas budi… Mengumpulkan kelompok-kelompok yang nggak pro Falsafah Nusantara… Radikal-Radikal inikan produk elit global Mbakyu.

D: Tapi waktu itu yang ngangkat Bapak Bangsa kan idenya Sengkuni?

LP: Setelah jadi, Bapak Bangsa nggak mau ngikutin Sengkuni, jalan sendiri makane dilengserin lagi sama Sengkuni.

Makane Bapak Bangsa bilang, pilih siapapun yang penting tidak ada Sengkuni-nya.

Nah balik lagi ke si-Dia, menurut mbakyu Dia balas budi ke Ibu Kunti nggak?

Dia mirip Kuda Troya

D: Jadi di sini Dia jadi Kuda Troya-nya?…

LP: Iya kuda Troya, dia mengorbankan dirinya untuk negaranya atau bisa juga karena Balas Budi.

Masih ingat pernyataan Dia pada tahun 2009 mbakyu? Dia hanyalah wayang di Partai, Dalangnya itu adiknya. Bahkan orang kaya Ki Sabda (dari Blog sabdalangit) menggambarkannya sebagai seorang Satriya.

D: Saya kok nggak percaya, nggak sepenuhnya percaya.

LP: Klo mengingat tragedi ‘sembilan-lapan’ saya juga ngga percaya mbakyu

Saya penasaran hari-hari kedepan mbakyu apa yang bakal terjadi

D: Pengadilannya harus di buka dulu, Petahana pasti akan mengusutnya… I hope so…

LP: Semoga mbakyu

Mbakyu, kalo sosok Wayang Duryudana gimana mbakyu? Disatu sisi dia dianggap buruk, tapi dalam kelompoknya ada beberapa suku yg mengganggapnya raja yg baik dan dermawan.

Ini pertarungan agama sama spiritual mbakyu. Jika sesuai jangka, maka agama (tanpa spiritual) akan digilas remuk redam sama Sabdapalon.

D: Oh ya ya, maturnuwun, sosok Duryudana ini agak mirip untuk menggambarkan sosoknya, adiknya atau dalangnya ternyata Dursasana, dan mereka keponakan Sengkuni 🙂

Tapi gugurnya Duryadana oleh Bima atau Werkudara. Nah, kira-kira Bima ini sosok siapa ya?…

LP: Hehehe… saya jadi baca-baca lagi sifat Bima mbakyu

D: Bukankah dia salah satu suami Drupadi?… Pandawa Lima… Semua anak Dewi Kunti?…

LP: Kepleset sih mbakyu… Hehehe…

Menurutku tidak muncul dalam waktu dekat ini

D: Iya keseleo lidah Dewi Kunti nya 😆

LP: 2024 nanti mbakyu

D: Benar, tidak muncul dalam waktu dekat ini, yang penting sign-nya yang mengalahkannya ada di pihak atau anak (buahe) Dewi Kunti 😀 …

LP: Sosok baru, Sosok sama sekali baru tapi mungkin masih di sembunyikan Dewi Kunti…

D: Jadi posisi sang Petahana aman nih?

LP: Aman-aman saja mbakyu, Petahana mah adem ayem.

D: Iya beliau sosok innocent, tulus, teduh dan rakyat mencintai nya

LP: Aku cerita mimpiku tentang beliau, tapi ini cuma mimpi ya…

D: Monggo, silahkan…

LP: Sekitar th 2017an Pakdhe datang ke mimpi, meminjam sesuatu kesaya, (kalo bendanya ga usah disebut yah).

Dialognya kira-kira begini, beliau datang terus mau pinjem benda yang ada pada saya :

Saya pinjem dulu buat nyelesein pekerjaan, lagian yang punya masih ngambil S3 masih lama lulusnya, Sambil seyum-senyum khas beliau…

Trus aku nanya, Bapak itu sebenernya siapa? Satriya Piningit bukan?

Jawabnya : Saya cuma abdi keraton, yang diberi Dawuh.

Gitu mbakyu

D: And then…

LP: Cuma gitu aja mbakyu mimpiku

Saya juga heran wong saya ga lagi ngambil S3

Maksud S3 itu apa ya kira-kira?

D: Pertanda beliau/ sukmanya, mungkin meminjam sesuatu dari apa yang sukma njenengan miliki? 😀 …

Siapa tahu njenengan nanti bisa melanjutkan sampai ke S3 kuliah nya…

LP: Wah kayaknya ngga deh mbakyu, berat

D: Bendanya itu keris apa jimat? …

LP: Pusaka mbakyu

D: Iya itu kan masih lama lulusnya, kata Pakdhe dalam mimpi njenengan 😀 …

LP: Saya juga nggak tau ko pusaka itu tiba-tiba ada, cuma kukasih aja dalam buntelan

D: Mungkin pusaka Semar?… Samar/ gaib

LP: Klo bentuknya sih aku nggak begitu ngeh mbakyu, kayane buat rubuhin pohon besar yg akare kuat. Kan masih dalam tahap babat alas buat pondasi Nusantara Jaya.

D: Untuk merobohkan pohon, bentuk pusaka nya kira-kira apa bulat, lonjong, gergaji, golok?…

LP: Ini pohonnya maksudnya bukan bentuk pohon secara fisik mbakyu, bisa jadi sebuah pemahaman atau manusia…

D: Oh inggih…

Baiklah mas Lespi3t, saya akan jadikan cerita njenengan sebagai artikel di Blog nggih, saya harus ijin terlebih dahulu sama njenengan

LP: Inggih Mbakyu

D: Semoga nanti nggak hilang lagi di sapu Tsunami maya 😛

LP: Ya nggak to Mbakyu… Hehehehe…

Rahayu ❤ …

***