TUNAS tumbuh dari Benih…tapi BENIH itu bukan Tunas….

Leluhur kita lah yang mewarnai 3/4 muka bumi di antaranya India,membawa Palsafah “Dharma”…kemudian mendasari tumbuh nya 3 Agama besar di sana..

Simak ini :

● Sañjaya
● Śāriputra
● Dharmapāla
● Suvarṇakeśa
● Maudgalyāyana
● Svārnadvpi Dharmākirti

Nama nama di atas dalah Putra terbaik Nusantara,Indonesia maju terdahulu yang mewarnai India..dan Tokoh terakhir adalah “Dapunta Hyang”…mewarnai Nusantara…

Tentang Sañjaya…

Dalam kitab Bhāgavata Purāṇa 9.12.13-14 :Sañjaya,Putra Raṇañjaya/Kṛtañjaya,Ia akan dilahirkan di masa depan dan menjadi Raja,Dia akan memiliki seorang putra bernama Śākya

Mahābhārata Vana Parva, Bab 265, Ayat 10 : Sañjaya,Seorang pangeran di negara bernama Sauvra,Pangeran Sañjaya inilah yang membawa bendera dan berjalan di depan Jayadratha,dalam perjalanannya ke Pāñcālī

Ter tulis oleh Nagarjuna dalam Maha-prajnaparamita-sastra :

Old tradition: According to various sources, Sañjaya, Śāriputra’s and Maudgalyāyana’s preceptor, is none other than Sañjayī Vairaṭīputra (Mahāvastu III), Sañjaya Belaṭṭhiputta in Pāli, one of the six well-known heretic masters,The agnostic doctrines which he professed (cf. Dīgha I) connect him closely with the Amarāvikkhepika, crafty sophists who,in debate, ‘thrash about like eels’(Dīgha I) Śāriputra and Maudgalyāyana soon surpassed their teacher and the latter entrusted some of his disciples to them

Mahāprajñāpāramitāśāstra (bab XVI) Dalam tradisi lama,Sañjaya disajikan dalam cahaya yang tidak menguntungkan,sebagai bidat dalam tradisi yang lebih baru,di buku ini…Sañjaya muncul sebagai pelopor Buddha

Tradisi terkini,Sañjaya,guru Śāriputra dan Maudgalyāyana,tidak memiliki kesamaan dengan bidat dengan nama yang sama,Dia bukan milik klan Vairāṭi, tetapi milik keluarga kaya Kauṇḍinya,jauh dari pengakuan pandangan agnostik,ia mempersiapkan jalan untuk agama Buddha dengan mengkhotbahkan kehidupan religius,Ahiṃsā,Brahmacarya dan Nirvāṇa

Dalam kitab yang sama menceritakan :
Sañjaya adalah nama guru Śāriputra /Upatiṣya dan Maudgalyāyana/Kiu liu t’o
guru mereka,bernama Chan-cho-ye(Sañjaya),Saya melihat bahwa raja Kin-ti (Suvarṇabhūmi)/Svarnadvipa baru saja meninggal

Jadi jelas Chan cho ye(Sañjaya)adalah Putra Nusantara dan Śāriputra adalah murid “Dharmapāla” nama tokoh Dharmapāla ini kemudian menjadi pimpinan di Universitas “Nalanda” India,Cabang dari Pusat nya Universitas “Dharma Phala” di Svarnadvipa

Universitas Dharma Phala,berlokasi di Svarnadvipa/Sumatra tepat nya di area “Matahari Tanpa Bayang” Situs Muara Takus,sesuai catatan I-Tshing,Peziarah/Pelajar Tiongkok diantara nya :

●Fa-Huan 337 – 422 M
●Sung-Yun 518 – 521 M
●Hieun-Tsang 602 – 664 M
●Hui-Ning 664 – 667 M
●I-Tshing 671 – 695 M

Para Peziarah Tiongkok yang mengunjungi Nusantara maju terdahulu untuk “Belajar” bukan sebagai “Misionaris”,Mereka inilah yg mencatat dan menjadi bukti bahwa Palsafah “Dharma” Nusantara… mendasari tumbuh nya 3 Agama besar di India..

Pada masa “Dapunta Hyang” Palsafah Dharma kembali di gaungkan di bumi Nusantara,membawa para Rshi menaiki kapal besar dari “Dharma Phala” svarnadvipa ke jawa,di sini sudah tersebar cabang tempat belajar Dharma,di antaranya “Vhwana Saka Phala”,Borobudur

Terekam pada relief nya kapal besar bernama “Phancalang” asal dari literasi kata ” Pāñcālī ” juga literasi kata “Māhêçakyā yg berarti bangsa Çakya yg Agung

Çakya/Śākya adalah Saka/Soko bangsa besar yang menandai kebesaran nya dengan tahun “Saka” di seluruh prasasti …dan thn tertulis di prasasti TIDAK di hitung mulai thn 78 Masehi

Penghitungan tahun Saka awal di mulai thn 78 M inilah yang menjadikan sejarah maju leluhur nusantara sebelum thn itu menjadi HILANG …

Palsafah “Dharma” pada era kerajaan Nusantara di selamatkan “Majapahit” ke Bali, “Pajajaran” melarang memungut pajak di sini,…Bali menyimpan sempurna “Dharma”…dan Bali bukan India

“Dharmic” Nusantara,The initial Philosophy of “Monotheism” / Hyang Widhi Tunggal / Sang Hyang Widhi Wasa / Acintya (All-In-One God)

….”Acintya”/Atintya ,…”Dia yang tidak bisa dibayangkan”…,Yang tak terpikirkan,…Yang tak terbayangkan…. dan “Acintya” bukan…”Kṛṣṇa” India….

Palsafah “Dharma” terekam di seluruh budaya asli Nusantara,di era pra ORBA negara mewajib kan memilih alternatif pilihan salah satu dari 2 Agama India menjadi “Agama resmi” anutan

Jadi…Terbukti seluruh ajaran asli Nusantara juga situs situ nya… tidak berdasar pada salah satu dari dua Agama India…

Tapi Palsafah yg terekam di seluruh ajaran asli Nusantara juga tergambar di seluruh situs Nusantara lah yang mendasari tumbuh nya 3 Agama besar di sana..

TUNAS tumbuh dari Benih…tapi BENIH itu bukan Tunas….dan benih itu bernama “Dharma”…. Palsafah Asli Leluhur bangsa Nusantara…Leluhur kita itu bernama Çakya/Śākya/Soko/Saka….

*) Link terkait: https://sabdadewi.wordpress.com/2020/01/13/klarifikasi-catatan-sejarah-borobudur/

KITALAH YANG MEWARNAI INDIA

INDONËSIARYĀ
By :Santo Saba Piliang
WA 0813 2132 9787
(Tidak Telpon)
santosaba234@gmail.com

https://web.facebook.com/santo.saba.7

Rahayu 3x….

❤ ❤ ❤

***