Mantra Feminin

Mantra Gāyatrī

images1Mantra Gāyatrī adalah mantra yang sangat populer dan menjadi favorit lintas ras, gender dan agama. Siapapun dan dari mana pun latar belakang keagamaan, bisa dan boleh mengamalkan mantra Gāyatrī. Nama sesungguhnya dari mantra ini adalah Sāwitrī, namun karena terdapat didalam Rêgweda :3:62:10 dalam wirama (chanda) Gāyatrī, maka lebih popular disebut dengan nama wirama-nya.

Mantra ini sesungguhnya berisi pemujaan kepada Tuhan dari sisi feminine-Nya. Sebagai Ibu Tuhan, Bunda Tuhan, Mahādewi, kekuatan dahsyat, sumber segala kekuatan yang tiada tergambarkan. Yang lembut, momong, mengasuh, menjaga, membesarkan, menumbuhkan, menopang, menyuapi, memberikan kasih sayang kepada seluruh keberadaan yang ada didalam dan diluar semesta raya.

Dengan memuja Sang Sāwitrī, Bunda Tuhan, maka kesadaran kita sebagai manusia diharapkan akan tertopang dan ditumbuhkan. Pun demikian, dengan mantra ini maka segala kebutuhan duniawi akan tercukupi. Dan dengan mantra ini, bolehlah kalau kita mengatakan :

“Mintalah kepada Ibumu yang ada di Swarga Loka, niscaya Dia akan mendengarkanmu”🙂 …

imagesOm Bhuur Bhuvah Svah
Tat Savitur Varennyam
Bhargo Devasya Dhiimahi
Dhiyoyonah Pracodayaat

Ya Tuhan Pencipta Tiga Loka Ini
Engkaulah Sumber Segala Cahaya
Pancarkanlah Pada Budhi Nurani Ini
SinarMu Yang Maha Suci

“ITU yang bercahaya dengan lembut (Sāwitrī) patut untuk disembah,
Penuh kesemarakan, bersinar, kepada-Nya kami bermeditasi,
Bimbinglah kesadaran kami.”

***

PRAJNA PARAMITA HRDAYA

 

images (3)

Prajna Paramita Hrdaya Sutra merupakan salah satu Sutra yang terkenal dalam umat Buddha Mahayana. Terjemahan Sutra ini dalam bahasa Indonesia dikenal nama Sutra Hati atau Shin Cing (Mandarin). Untuk memahami Sutra ini, sebaiknya di baca dengan hikmat agar dapat lebih dipahami.

Yang Maha Suci Sang Avalokitasvara sedang membina Samadhi Kebijaksanaan Sejati untuk mencapai pantai seberang (nirvana). Dalam pengamatan bathinNya, Beliau melihat dengan jelas, bahwa lima kelompok kegemaran (Panca-Skhanda) itu sebenarnya adalah kosong (Sunyata). Dengan pencapaian meditasiNya ini, maka Sang Avalokitesvara telah terbebas dari segala sumber sengsara dan derita.

O, Sariputra, wujud (rupa) tidak bedanya dengan kosong (sunyata), dan kosong (sunyata) juga tidak berbeda dengan wujud (rupa). Maka wujud pada hakekatnya adalah kosong dan kosong adalah wujud. Demikian pula halnya dengan perasaan, pikiran, keinginan, dan kesadaran.

Sariputra, kekosongan dari semua benda tidak terlahirkan, tidak termusnahkan, tidak ternoda, tidak bersih, tidak bertambah, ataupun tidak berkurang.

download (2)

Oleh sebab itu,dengan kekosongan maka tiada berwujud,tiada perasaan, pikiran, keinginan, dan kesadaran; tiada mata, telinga, hidung, lidah, tubuh dan pikiran; tiada wujud, suara, bau, rasa, sentuhan dan gambaran pikiran ; tiada alam penglihatan sampailah tiada alam kekuatan pikiran dan kesadaran (delapan belas alam pengenal)

Tiada ‘timbul awal kebodohan’ (avijja) maupun tiada ‘timbul akhir kebodohan’; hingga usia dan kematian, tiada ‘timbul akhir usia tua dan kematian’. Tiada ‘timbul derita (Dukha)’, lautan derita (samudaya), pelenyapan derita(Nirodha), dan jalan kebenaran (Marga) ; tiada ‘timbul kebijaksanaan’, maupun tiada ‘timbul yang dicapai’.

Karena tiada yang dicapai, maka Bodhisattva mengandalkan Kebijaksanaan Sejati untuk mencapai pantai seberang; oleh sebab itu hati nuraninya telah terbebaskan dari segala kemelekatan dan halangan.

Karena tidak ada lagi kemelekatan dan halangan, maka tidak ada rasa takut dan khawatir, dan dapat terbebas dari ilusi dan keterperdayaan, dengan demikian dapat mencapai Kesempurnaan Sejati.

Para Budha di masa lampau, sekarang, dan yang akan datang membina pada Kebijaksanaan Sejati untuk mencapai Kesadaran Sejati Tertinggi.

Maka kita mengetahui bahwa Maha Prajna Paramita adalah Mantra suci Agung, Mantra unggul dan Mantra yang tiada taranya; Yang benar dan tepat untuk menghapuskan semua derita.

Karena beliau mengucapkan Mantra Prajna Paramita yang berbunyi :

“Gate Gate Paragate Parasamgate Bodhisvaha”

( Prajna Paramita Hrdaya Sutra )

***

28 thoughts on “Mantra Feminin”

  1. Ngwäng said:

    Sering mendengar perintah Mantram Gayatri ini mbakyu Devi,
    sesuai penuturan sedulur PHDI memang Mantram untuk Ketentraman Jiwa,
    tapi bisa juga untuk mengusir kekuatan Kegelapan.

    Wilujeng sore mbakyu Devi…🙂

    • Wilujeng enjang @ Paman Ngwäng,

      Maturnuwun apresiasinipun, sajak`e kok remen tenan, keraos gayeng, ayem lan tentrem, semono ugi monggo dipun grahapi🙂 …

      Nuwunsewu, PHDI meniko grup nopo nggih?🙂 …

  2. Salam mbakyu,kang ngawang,poro sedulur semua@
    segala sesuatunya diciptakan berpasangan,.namun selalu ada pertengahan diantara keduanya.adapun pertengahan itu terdapat dititik 49,99% dengan 50,01% ke arah ke- ..
    Begitu juga dengan Maha pengasih dan Maha penyayang,yg mana sifatNya lebih ke arah ke feminim(unsur bunda/ibu)..
    Atas dasar itulah tiap2 manusia mesti mengenali “rasa gayatri mantra” ini..

  3. Ohya,.mantra gayatri ini dituju kpd istrinya Syiva yah mbakyu,,Parvati/Uma..
    Skedar tambahan,.
    Manifest Syifa(dikhususkan utk Indonesia) yg paling dominan adalah penguasa lautan,yakni Al’Khaidir(nabi Khaidir),.adapun shaktiNya adalah ibu Pertiwi,atau kanjeng Ratu Kidul…
    Kanjeng Ratu Kidul itu bukan jin/siluman seperti yg di gambar2/di film2.itu keliru menafsirkanya..
    Rahayu..

    • Sugeng enjang @ Mas Nur,

      Inggih leres, sifat feminin meniko energi ingkang langkung linuwih🙂 …

      Maturnuwun infonya, senang sekali jika bisa mengakses pengetahuan tentang dunia Dewa-Dewi dari pinisepuh ahlinya dua alam. memang ada yang mengatakan Kanjeng Roro Kidul adalah simbol ‘kekuasaan’… itulah mengapa raja-raja Jawa senang beritual dan bermeditasi dengannya🙂 …

  4. Ngwäng said:

    Kahanan biasa mawon seperti biasa mbakyu Devi….😀

    PHDI itu Persatuan Hindhu Dharma Indonesia.

    • Sugeng dalu @ Ngwäng,

      Oh nggih maturnuwun, lha kulo niki yen midhangetaken kados lagu dangdut ingkang klasik tur sedep, sajak`e merdu ngoten, senadian mangertos meniko mantra Dewi saking tlatah Ngindia😉 … he he he…

      Salam mantram,

      Dewi

    • Enggih mbakyu Devi,

      Tentang laku kehidupan, tidak ada salahnya mencari dan memakai istilah dari luar, tapi seiring waktu kita berusaha mencari literatur asli Jawa, seperti Mantram Gayatri, kita ambil Hakekatnya saja, bahwa Tuhan dalam bentuk CAHAYA DIATAS CAHAYA (arab: Nur), dan Sukma kita juga berbentuk CAHAYA, cahaya sangat terang tapi tidak menyilaukan.

      Sumangga kita mempererat gandengan tangan kita, sayuk rukun adalah Jiwa Nusantara…

      Namaste… _/\_

  5. Gayatri mantra memiliki banyak versi. Versi di atas adalah salah satunya yang populer.

    Versi lain yang merupakan favorit simbah dinyanyikan oleh Deva Parmal, musisi cewek dari jerman. Berikut salah satu konsernya. Namun untuk video klip, mbah suka yang versi 2 jam.

    • Sugeng enjang @ Wagerrr,

      Maturnuwun kiriman video konsernya mbah, saya juga sudah menyempatkan melihat versi video klipnya, nuansa musik yang berbeda membuatnya semakin unik dan merdu, dan pemandangan hutan yang alami, dengan alur cerita alam yang dramatik cantik sekali, seperti ada aura ‘Bidadari’ nya…. dimana ketika kita mendengarkan atau melihatnya terasa di bawa/ terbawa ke alam lainnya🙂 …

      Terima kasih kepada mantra Gayatri yang universal dengan berbagai versinya, musik ini selain bisa untuk kita nikmati secara visual juga bagus untuk bermeditasi🙂 …

      Salam nuansa,

      Dewi

    • Mantra of Avalokiteshvara, Om Mani Padme Hum, Prajna-paramita Hrdaya

  6. Salam Jeng Dewi, Simbah Wager, Kang Nur, Kang Ngwäng

    Pernah dengar dari anjuran bang Leo R
    Tapi gak bisa baca lidah jadi ketekuk
    He…he…he
    Maklum anak singkong
    Namun sungguh menyejukan jiwa

    Rahayu

    • Lidah ketekuk piye to kang??…

      Mosok lali to? lha kae lak yo bosone awak`e dewe… he he he…

      Pertama kali saya dengar lagu ini, musiknya memang asyik walau kalimatnya sangat asing di telinga, lambat laun ketika di dengarkan suaranya kok sepertinya ada beberapa kata yang ‘pernah’ saya dengar… lalu ikuti naluri atau instink saja… ………. lhaaaa rak tenan to, ini dia si jali-jali :

      Arya, Gambhiram, Panca, Rupan, Paramita, Hrdaya, Sunyata, Sariputra, Sabda, Gandha, Rasa, Ati, Sarva, Kranta, Vidya, Citta, Dhatuh, Dharmah, Anut, Vedana, Aparipurna, Jihwa, Dukha, Samudaya, Marga, Samaya, Kaya, Tri, Mantrah, Maha, Marana, Nistha, Nirvana, dll.

      Apakah kata2 itu asing di telinga kita?… ternyata tidak, karena kata2 di atas adalah bahasa sanskrit, bahasa induk Nusawantara jaman duluuuuu kala, tapi masih lestari sampai sekarang, kita sudahlah akrab menggunakannya sehari2, ini adalah bahasa Hyang Moyang kita yang adiluhung dan memiliki daya🙂 …

    • Copas @ Cahyo, JDD and All,

      Monggo yen kerso, ini ada PR menghafal lagu mantra bahasa sanskrit, tak terkecuali saya juga, kita belajar sama-sama yuk, biar lidah tidak kaku lan keluh😉 …

      SANSKRIT :

      (Atha prajnaparamita hrdaya sutram namah sarvajnaya)

      Arya-avalokitesvara bodhisattva gambhiram prajnaparamita caryam caramano, Vyavalokite sma panca-skandha asatta sca, svabhava sunyam pasyati sma, Iha sariputra rupam sunyam sunyataiva rupam, Rupan na vrtta sunyata sunyataya na vrtta sa rupam,

      Yad rupam sa sunyata ya sunyata sa rupam,
      Ivam iva vedana-samjna-samskara-vijnanam.

      Iha sariputra sarva-dharmah sunyata-laksana, Anutpanna aniruddha, amala avimala, anuna aparipurnah. Tasmat sariputra sunyatayam na rupam na vedana na samjna na samskarah na vijnanam.

      Na caksuh-srotra-ghrana-jihva-kaya-amanamsa na rupam-sabda-gandha-rasa-sprastavya-dharmah. Na caksur-dhatur yavat na manovijnana-dhatuh na-avidya na-avidya-ksayo yavat na jaramarana na jara-marana-ksayo. Na duhkha-samudaya-nirodha-marga.

      Na jnanam, na praptir na abhi-samaya Tasmat apraptitvad bodhisattva prajnaparamitam asritya vibarata citta-avaranah citta-avarana-nashitvad atrasto

      Viparyasa-ati-kranta nistha-nirvana.

      Tri-adhva-vyavasthitah sarva-buddhah prajnaparamitam asritya-anut-tara samyaksambodhi abhisambuddhah. Tasmat jnatavyam prajnaparamita maha-mantra mahavidya-mantra anuttara-mantra asama-samani mantrah,

      Sarva-duhkha-prasamanah, satyam amithyatvat. Prajnaparamita mukha mantrah.

      Tadyatha :

      GATE GATE PARAGATE PARASAMGATE BODHI SVAHA

      Terjemahan :

      (Inilah Inti Prajnaparamita-sutra. Aku bersujud ke hadapan Beliau Yang Maha-Tahu).

      Ketika Arya-Avalokitesvara Bodhisattva sedang merenungkan Prajna Paramita yang sangat dalam itu, melihat tembus bahwa lima kelompok kegemaran adalah kosong, maka mengakhiri semua penderitaan dan kesusahan.

      Oh, Sariputra! Wujud tidaklah berbeda dengan kosong, Kosong tidaklah berbeda dari Wujud.

      Wujud sendiri adalah kosong, kosong sendiri adalah Wujud. Begitu juga perasaan, pengertian, perwujudan, dan kesadaran.

      Oh, Sariputra! semua Dharma hakekatnya kosong.

      Tidak ada dilahirkan, tidak ada kematian, tidak bernoda, tidak murni, tidak bertambah begitu juga berkurang.

      Karena itu, Sariputra, di dalam Kosong tidak ada Wujud, perasaan, pengertian, perwujudan, kesadaran; tiada mata, tiada telinga, tiada hidung, tiada lidah, tiada jasmani atau rohani; tiada penglihatan, tiada pendengaran, tiada pembauan, tiada cita rasa, tiada sentuhan, tiada dharma; tiada alam pandangan juga tiada alam kesadaran. Tiada kegelapan rohani atau akhir kegelapan rohani, tiada usia tua dan kematian atau akhir dari usia tua dan kematian.

      Tiada derita, tiada asal mula derita, tiada akhir derita, tiada jalan itu; tiada kebijaksanaan, tiada pencapaian. Sesungguhnya, tiada sesuatu yang dicapai, Sang Bodhisattva dengan keheningan pikiran berlandaskan kepercayaan penuh pada Prajna-Paramita.

      Sebab telah tiada rintangan, maka tiada ketakutan, khayalan ilusi telah berakhir, akhirnya Nirvana.

      Semua Hyang Buddha pada waktu dahulu, sekarang, dan mendatang, mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi berlandaskan kepercayaan penuh pada Prajna Paramita.

      Karena itu, sudah jelas Prajna Paramita merupakan Maha Mantra Spirituil, Maha Mantra Cemerlang, Mantra Yang Teragung, Mantra Tanpa Bandingan yang dapat melenyapkan semua penderitaan;

      adalah sungguh-sungguh benar. Dari sebab itu, Mantra Prajna Paramita diucapkan.

      Mengulanginya seperti ini:

      GATE GATE PARAGATE PARASAMGATE BODHI SVAHA !

  7. Setyo Hajar Dewantoro said:

    Rahayu Mbak…di Jawa Kuna, mantra atau japanya melampaui pemilahan gender, he, he, he

    Mantra Dasarnya merefleksikan Getar Murni Semesta: HOOONG

    Semesta yang selalu terbaharui ditandai oleh sebuah getar dan dengung, tidak maskuilin maupun feminin..

    • Maturnuwun info lan pencerahanipun pak Setyo, ini juga pertama kalinya saya mendengar istilah Hooong🙂 …

    • Setyo Hajar Dewantoro said:

      Hooong…perlu dicermati..di masa Sriwijaya dan Majapahit….yang dominan sdh bukan budaya Nusantara lagi..tapi budaya India.

      Untuk memulihkan negeri ini.perlu kembali ke masa yg lebih kuna….perlu melacak budaya original nusantara yg pancernya di kawasan kendeng selatan…

    • Maturnuwun, senang sekali mendengar masih ada yang sudi menggali dan mau nguri-nguri budaya Jawa kuna. mungkin bisa di babarkan Hooong itu seperti apa dan bagaimana🙂 …

  8. Setyo Hajar Dewantoro said:

    MANGENING HONG

    Mangening, atau meditasi Jawa Kuna, adalah tindakan penyadaran. Ia bisa dilakukan kapanpun, dimanapun, tanpa terikat bentuk atau posisi raga. Esensinya adalah menjernihkan diri dan hidup, melalui keterhubungan dengan rasa sayekti dan Guru Sejati, melalui pencermatan hambegan, dan pengucapan HONG yang membawa kesadaran akan sumber getar murni di dalam diri.

    Dengan Mangening Hong, untuk sampai pada kejumbuhan dengan Gusti dan keterhubungan dengan Guru Sejati, tak perlu ritual tertentu, apalagi yang sampai menyiksa diri.

    Hidup dijalani wajar, santai, tapi penuh kesadaran dan intensitas dalam mengucapkan HONG dan mencermati getar di dalam pusat hati.

    ( Cuplikan dari buku Mangening, karya P.B. Susetyo dan S.H. Dewantoro. Info: 082126398355 atau https://www.tokopedia.com/hongmall/mangening-ancient-art-of-jawa-meditation )

    Tertawa Dalam Derita

    Dulu..ketika ada peristiwa sumber derita…entah jatuhnya karier, konflik rumah tangga, dan semacamnya…..saya langsung galau dan sibuk konsultasi dg para sesepuh utk temukan solusi.

    Kini….jika derita itu datang….saya akan mencari orang..yang bisa diajak tertawa bersama..dan mentertawakan diri sendiri yg kadang masih bisa terpengaruh oleh derita. Mentertawakan diri sendiri itu benar2 menyenangkan!

    Soal solusinya? Kini tak perlu banyak rembugan dg sesepuh..karena solusi otomatis muncul dalam kesadaran saya.

    Inilah salah satu buah Mangening Hong….

    Ayo tertawa aja bro & sis….ndak perlu galaw….

    Ha…ha…ha…ha…ha

  9. Gate gate para gate parasam gate bodhi swaha
    Lepas lepas lepaslah sudah kesadaran ini menuju pantai seberang
    Life is just life, with or without humanbeings who always bother to value life on their own tastes
    Dalam IBU JENDRA tertulis : “Dzat Kang Tanpa Kumpulan Kahanane Ora Ana, Ya Ingsun Sejatine Ora Ana Apa-Apa”
    Kesempurnaan Dzat di semesta ada dalam bentuk manusia, Bumi Geni Angin Banyu Nur Rahsa Roh Akal Budi.
    Hanya dalam diri manusialah terbentuk berbagai macam konsep dan pemikiran, dalam diri manusialah tercipta dualisme : baik buruk, maskulin feminim, suka duka, kagum jijik, jalu wadon, bahagia sengsara, adab biadab.
    Tanpa ada Dzat yang berkumpul, tanpa ada manusia, tidak akan muncul nilai2, tiada konsep dualisme. Tiada I, ME & MINE.
    Karena DIRI ini terbentuk oleh banyak elemen, momen & kondisi, yang juga tergantung oleh banyak hal.
    Menyadari hal ini bahwa tiada DIRI yang kekal manusia akan bisa mencapai penerangan sempurnanya.
    Ya Ingsun Sejatine Ora Ana Apa-Apa
    Gate gate para gate parasam gate bodhi swaha

  10. Mbak Dewi bertanya kepada saya tentang doa atau mantra feminim dalam budaya Jawa
    Memang dalam budaya Jawa tidak dikenal mantra maskulin/feminim namun penyatuan dengan alam semesta.
    Namun bila yang dimaksud adalah ujub doa yang ditujukan kepada sosok Supernatural yang bersifat feminim ada banyak doa dalam khasanah budaya jawa.
    Sebagai contoh di bawah ini petikan doa kepada Dewi Sri, yang juga memiliki makna penyatuan dengan alam semesta, dalam hal ini memayu hayuning bebrayan :

    mugi pinaringana Hyang Widhi
    sandang lawan pangan ika
    teka brekat kuwat ta mangko
    nun agawe dana lila
    sakahe wong aneng donya
    yel maun sira jejaluk
    sedaya dan ani ika

    mudah-mudahan diberi oleh Tuhan
    sandang serta pangan
    yang membawa berkah dan kekuatan
    akan saya gunakan untuk berderma dengan ikhlas
    semua orang yang ada di dunia
    jika engkau meminta
    memetiklah semuanya

    mantra kepada Dewi Sri ini mengingatkan manusia bahwa hidupnya sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup & berhasil tanpa bantuan sesamanya. Dalam menanam padi harus mengingat pihak2 yang telah memberi kontribusi dalam keberhasilannya.
    dan setelah berhasil juga tak boleh melupakan pihak2 tersebut.
    semua keberhasilan bukan hasil jerih payah sendiri oleh karenanya tidak boleh dinikmati sendiri, harus mau berbagi, merelakan untuk berderma.

    mungkin demikian sedikit pemahaman saya yang mungkin kurang pas dengan maksud dari Doa/Mantra Feminim dalam Budaya Jawa, semua karena kekurangan saya

  11. Mungkin pengistilahan yang pas dari komentar saya di atas adalah doa dalam bentuk DEVOSI.
    Devosi kepada sosok adikodrati feminim dalam Budaya Jawa kebanyakan kepada Dewi Sri dan Ibu Pertiwi.
    Kupasan yang lengkap sudah ditulis oleh Mas sabdalangit dalam thread LORO BLONYO.
    Sedang dalam Gereja Katholik juga dikenal banyak ritus devosi, yang paling dihormati adalah Devosi kepada Dewi Maria, dalam bentuk Doa Rosario.
    Doa Rosario adalah devosi kepada Dewi Maria dengan merenungkan peristiwa kehidupan Dewi Maria bersama Yesus yang terbagi dalam Peristiwa Bahagia, peristiwa Sedih & Peristiwa mulia
    Dalam Doa Rosario didaraskan Doa Salam Maria lewat manik2 tasbih Rosario
    berikut Doa salam maria dalam Bahasa Jawa :

    Sembah Bekti

    sembah bekti kawula Dewi Maria, kekasihing Allah,
    Pangeran nunggil ing sampeyan dalem,
    sami-sami wanita Sang Dewi pinuji piyambak,
    pinjui ugi wohing salira dalem : Sri yesus.
    Dewi Maria ibuning Allah, kawula tiyang dosa sami nyuwun pangestu dalem,
    samangke tuwin mbenjing dumugining pejah,
    Amin

    ditambahi :
    Dewi Maria ingkang pinurba mulus tanpa ciri,
    mugi kersaa damel murnining badan kawula,
    tuwin sucining sukma kawula

    Dalam budaya orang Katholik Jawa, Dewi Maria mendapat tempat yang sangat dihormati, mungkin ini ada hubungannya dengan budaya agraris orang Jawa yang memandang keilahian dari sisi feminim seperti devosi kepada Dewi Sri & Ibu Pertiwi diatas.
    Di pulau Jawa ini ada banyak Goa Maria dan tempat2 yang dikhususkan bagi penghormatan atau devosi kepada Dewi Maria.

  12. Ibu pertiwi
    Paring boga lan sandhang
    Kang murakabi
    Peparing rejeki
    Manungsa kang bekti
    Ibu Periwi
    Ibu Periwi
    Kang adil luhuring budi
    Ayo sungkem mring
    Ibu Periwi

    tembang Ibu Pertiwi

    • Maturnuwun sanget wedarannya mas Tomy,

      Life is just life, with or without humanbeings who always bother to value life on their own tastes🙂 …

      Senang sekali mendengarnya, mau maskulin atau feminin yang terpenting dalam ajaran Jawa adalah bagaimana kita bisa menyatu dengan Alam Semesta.

      Sembah sungkem kagem Ibu Pertiwi, harum semerbak memenuhi ruangan ini dengan wedaran-wedaran yang aduhai…

      Gate gate para gate parasamgate bodhi swaha
      Lepas lepas lepaslah sudah menuju pantai seberang

      ❤❤❤

  13. Baru tahu ada mantra feminin segala.
    Artinya mantra khusus untuk wanita ya?
    Berarti cocok bangen untuk mbah nih.
    xi…xi…xi….

    • Iya simbah, mantra ini cocok bagi siapa saja yang menyukai energi feminin untuk menemukan kedamaian dan ketenangan jiwa, baik pria maupun wanita, tua atau muda, apalagi buat embah-embah😉 ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s