Dewi Dewi

 ❤ Dalam Sastra Indrani, disebutkan Dewa-Dewi yang hadir di tubuh wanita dari ujung rambut hingga ujung kaki❤

bali32

Dewi Madana Atmika letaknya di Kepala

Menandakan bahwa Dewi ini sangatlah utama. Madana dalam kamus bahasa Jawa Kuno berarti cinta atau Dewi Cinta. Atmika dalam bahasa Jawa Kuno disebut juga Atmaka yang berarti memiliki sifat dasar, mengambil bentuk dari, penjelmaan dari. Dewi Madana Atmika merupakan simbol Cinta Kasih.

Hadirnya Dewi Madana Atmika di kepala wanita, diharapkan agar wanita selalu merawat hidup di dharma dengan penuh Cinta kasih sayang.

Dewi Lomawati letaknya di Rambut

Secara etimologis kata Loma dalam bahasa Jawa Kuno memiliki arti rambut pada tubuh manusia dan hewan. Arti kedua kata Loma dalam bahasa Sanskerta adalah bermurah hati, dermawan. Sesuai dengan arti kata Loma pada bahasa Sanskerta, wanita hendaknya memiliki sifat murah hati dan dermawan. Dalam Sanskerta, Lomasa merupakan pelayan Dewi Durga. Orang yang memiliki nama Lomasa juga berarti seorang ahli filsafat agung dan pencerita puranas. Ber-stana-nya Dewi Lomawati pada rambut seorang wanita memiliki kaitan antara arti kata Loma dan penempatannya pada rambut. Rambut merupakan salah satu mahkota bagi kaum hawa. Kesehatan dan keindahan rambut membuat seorang wanita akan tampil percaya diri. Seorang wanita layaknya mempertahankan rambutnya tanpa mewarnai dan mengubah apa yang sudah teranugrahkan. Wanita akan terlihat anggun dengan rambut panjangnya. Sesuai dengan arti nama-nama dalam Sanskerta Dewi Lomawati yang berarti ahli filsafat, wanita santunnya paham tentang bagaimana etos kerja dan filsafat hidup.

Dewi Wistarawati letaknya di Ubun-ubun

Bersifat unggul dan pandai. Kata Wistara dalam bahasa Sanskerta berarti pandai. Dalam Jawa Kuno, Wistara memiliki arti luas, panjangnya, dapat juga berarti mengetahui dengan pasti. Berdasarkan pengertian kata Wistara di atas dapat disimpulkan bahwa dewi yang ber-stana pada ubun-ubun memiliki makna kepandaian atau pengetahuan yang luas. Hal ini tentu perlu dicermati dan diingat kembali bahwa kodrat wanita adalah sebagai ibu. Pendidikan formal dan informal merupakan sarana bagi wanita agar tidak selalu menjadi objek pembodohan. Kecantikan wanita saat ini tidak hanya berdasarkan fisik semata, tetapi juga memiliki kepandaian dan kecerdasan. Kepandaian seseorang tentu memengaruhi bagaimana cara bicara dan etika berbicara kepada setiap orang. Hal ini menunjang dan memengaruhi dalam pergaulan sehari-hari dalam memosisikan diri.

bali38

Dewi Candra Kirana letaknya di Wajah

Dalam cerita Panji Semirang, Dewi Candra Kirana diceritakan sebagai Putri Kerajaan Daha. Candra dalam bahasa Jawa Kuno berarti bulan, sedangkan Kirana berarti sinar. Diharapkan wanita bagaikan sinar rembulan yang lembut dan menenangkan. Wajah merupakan hal pertama yang menjadi fokus ketika seseorang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Kesan lembut dan menyejukkan tentu membuat banyak orang akan simpati pada setiap wanita yang wajahnya bersinar mendamaikan.

Dewi Kumarika letaknya di kedua Mata

Kumara atau Kumari dalam bahasa Jawa Kuno berarti anak kecil, anak laki-laki, muda. Wanita harus memiliki pandangan untuk melindungi keluarga dari segala bahaya. Sebagaimana mestinya seorang Ibu yang melindungi anaknya dengan kelembutannya dari segala yang mengancam.

Dewi Sasingkini letaknya di Pipi

Sasi dalam bahasa Jawa Kuno berarti bulan, seperti yang diharapkan, yaitu wajah akan menyerupai sinar bulan. Bagian pipi merupakan bagian yang paling sensitif. Pandailah kita merawatnya.

Dewi Citrawati letaknya di Alis

Dalam pewayangan Dewi Citrawati diceritakan sebagai titisan Dewi Sri. Dewi Citrawati salah seorang contoh wanita yang banyak menggunakan pertimbangan pikiran daripada perasaannya. Sepatutnya diseimbangkan.

Dewi Sruti Kanti letaknya di Kuping

Secara etimologis kata Sruti Kanti terdiri atas kata Sruti dalam bahasa Jawa Kuno berarti apa yang didengar, ilmu pengetahuan yang disampaikan secara lisan, Kanti dalam bahasa Jawa Kuno dapat berarti teman dan juga dapat berarti kecantikan atau keindahan. Sesuai dengan pengertian Sruti Kanti diharapkan seorang perempuan memiliki kemampuan dalam memfilterisasi segala pembicaraan yang didengar. Mendengar pembicaraan tentang orang lain atau yang lebih dikenal dengan gosip sebaiknya tidak dilakukan. Bergosip akan melahirkan pikiran negatif terhadap orang lain dan dapat memengaruhi emosi. Tingkat emosi seseorang akan berpengaruh pada tingkat stres yang akan mempercepat proses penuaan.

bali25

Dewi Rekha Wati letaknya di Rahang

Kata Rekha dalam bahasa Jawa kuno berarti garis, gambar, rupa, bentuk, penjelmaan dari Dewi Parwati – saktinya Dewa Siwa.

Kata Rekha dalam Sanskerta berarti garis, lapisan.

Dewi Rekha Wati memberikan cerminan kepada setiap wanita bahwa dalam kehidupannya hendaknya memiliki tujuan dan cita-cita yang mulia.

Dewi Wimba Darini letaknya di ujung Hidung

Kata Vimba dalam Sanskerta berarti titik terang, sinar yang hangat dari matahari. Dalam kamus Jawa kuno, Wimba berarti cakra, khususnya perputaran matahari atau bulan.

Sesuai dengan fungsi hidung sebagai alat pernapasan manusia, arti kata Wimba yang berarti cakra atau perputaran mengambarkan keluar masuknya napas dari hidung. Manusia tidak akan mampu hidup tanpa adanya oksigen (udara). Oleh karena itu, wanita diharapkan juga dengan penuh kasih menjaga kelestarian alam yang merupakan salah satu cara agar udara tetap sehat.

Dewi Susumya letaknya di Bibir

Dalam Sanskerta, Susumna berarti yang ramah; sesama. Sesuai dengan posisinya letaknya di bibir, seorang wanita akan terlihat sempurna jika mampu mengendalikan apa yang keluar dari ucapan atau perkataannya.

Tidak mencela, menghina, menghujat, serta berkata-kata kasar tentu memberikan kesan yang indah dan baik.

Dewi Maniwimala letaknya di Gigi

Secara etimologis kata Maniwimala terbentuk dari kata mani dan wimala. Mani berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti permata, manikam, mutiara, kristal, sedangkan kata wimala berarti tidak ternoda, murni, bersih. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Dewi Maniwimala merupakan dewi yang memiliki kesucian yang murni yang tidak ternoda. Dewi Maniwimala ber-stana pada gigi wanita memiliki makna bahwa seorang wanita yang cantik harus bisa merawat kesehatan organ-organ tubuhnya termasuk giginya. Bagaimana wanita yang cantik memiliki gigi yang bersih layaknya mutiara yang bersinar. Senyuman wanita akan tampak lebih indah ketika menampakkan giginya yang putih dan bersih.

bali5

Dewi Saraswati letaknya di Lidah

Dewi Saraswati menurut kepercayaan Hindu adalah dewinya ilmu pengetahuan. Dewi Saraswati merupakan sakti Dewa Brahma yang disebut juga sebagai dewa pengetahuan dan kebijaksanaan. Saraswati berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti dewi kefasihan berbicara dan sebagai ilmu pengetahuan.

Sesuai dengan letaknya di lidah, simbol Dewi Saraswati menjadi sangat tepat, tanpa adanya lidah pada mulut tidak akan tercipta suatu bunyi atau suara. Wanita hendaknya memiliki tutur kata yang lembut layaknya dewi. Perkataan yang keluar hendaknya memiliki manfaat bagi orang yang mendengarnya. Seorang wanita yang memiliki kecerdasan dalam berbicara layak disebut cantik. Kemuliaan dari seorang wanita bersumber pada apa yang diucapkan. Dalam Kakawin Nitisastra dijelaskan bagaimana bahasa atau tutur kata membuat orang menemukan kebahagiaan, kematian, kesusahan, dan sahabat.

Dewi Gomayi letaknya di Tengkuk

Kata Gomayi berasal dari urat kata Godalam dalam Sanskerta berarti sapi jantan, sinar halilintar, bulan, matahari.

Dewi Gomayi mengacu kepada sakti Dewa Siwa yang tidak lain adalah Dewi Uma atau Dewi Durga dalam wujud lainnya.

Kendaraan Dewa Siwa dan Dewi Uma adalah seekor sapi jantan yang bernama Nandini yang sangat setia mengantar ke mana pun keduanya bepergian.

Wanita dicerminkan sebagai pembuka jalan dan pengarah jalan bagi pasangannya ke arah yang benar.

Dewi Manonmana letaknya di Leher

Kata Manon sebutan yang ditujukan kepada Tuhan, biasanya tertulis dalam karya sastra Hyang Manon yang berarti Tuhan yang Maha Tahu. Kata manon berasal dari bentuk kata dasar ton yang mendapatkan prefik maN- (nasal) sehingga menjadi manon. Dalam kamus Jawa kuno manon berarti melihat, memandang, sedangkan kata mana berarti kebanggaan, kepercayaan diri, keberanian, tidak menghiraukan kesulitan-kesulitan atau tidak pantang menyerah.

Wanita hendaknya tegar, fokus pada kehidupan Dharma dengan penuh Cinta kasih sayang.

Dewi Kamini Letaknya di Payudara

Dalam bahasa Jawi kuno, Kamini berarti; Wanita yang penuh kasih sayang.

Daya tarik seorang wanita salah satunya ada pada payudaranya. Ia layaknya Dwi/Dwa Astami atau ‘Dua purnama yang indah’. Ketika anak-anak tumbuh menjadi seorang gadis remaja, ‘Payodhara’ atau buah dadanya muncul. Payudara wanita bagaikan permata dan bangunan yang suci. Ia merupakan perwujudan dari karakter ‘Kedewian’, seperti:

Paramesti; Berdiri paling depan. Lejar; Membuat bahagia dan tentram. Yogya; Patut dan pantas. Anindya; Sempurna dan tak bersalah.

Selain fungsinya sebagai Agrapana; sumber hidup yang utama, yaitu ASI dan kasih sayang, payudara juga memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia. Ia merupakan salah satu karakteristik seks sekunder dan memegang peranan penting dalam daya tarik seksual yang agung nan indah, karena pesona dan daya tarik payudara yang terpancar oleh wanita itu sendiri, sebagai pemilik ragawi suci nan sempurna.

bali4

Dewi Tūla Wahini letaknya di kedua Bahu

Kata Tula dalam Sanskerta berarti seimbang, juga mengacu pada lambang zodiak libra. Sedangkan kata vahini memiliki arti angkatan perang, kekuatan badan. Sifat Dewi Tula Wahini dilihat dari etimologis memiliki arti bahwa seorang wanita penuh kasih harus kuat dalam segala hal, mampu bertanggung jawab terhadap segala sesuatu. Sebuah anggapan bahwa wanita merupakan makhluk lemah dan harus dilindungi harus dibuang jauh-jauh dari benak wanita itu sendiri. Wanita masa kini harus memiliki pemikiran yang maju dan meyakini bahwa diri mereka mampu mengerjakan semua hal.

Dewi Dhārmika letaknya di kedua Lengan

Dharmika dalam bahasa Jawa kuno berarti adil, baik, saleh, berbudi. Dewi Dharmika ber-stana pada lengan wanita. Sehubungan dengan itu, diharapkan seorang wanita memiliki kecakapan yang baik dalam melakukan pekerjaan yang dikerjakan.

Sebagai wanita walaupun tidak dianugerahi kekuatan fisik seperti pria, mereka juga harus mampu menghidupi dirinya sendiri dan anak-anaknya kelak.

Dewi Manggala letaknya di kedua belah pergelangan Tangan

Kata Manggala dalam Jawa Kuno berarti, kebahagiaan, kemakmuran. Pergelangan tangan wanita merupakan sumber kemakmuran dan kebahagiaan. Selain tangan fungsi pergelangan tangan sangat penting dalam organ tubuh manusia. Pergelangan tangan membuat fungsi tangan dan jemari menjadi optimal saat mengambil sesuatu atau pekerjaan.

Seorang penari Bali mempertunjukkan kelentikan jari jemari dan gerakan tangannya dalam tarian menandakan peran pergelangan tangan sangatlah krusial dalam seni pertunjukan tari. Segala upaya dan usaha yang dilakukan melalui tangan seorang perempuan akan melahirkan kebahagiaan bagi dirinya sendiri dan orang lain

Dewi Kumuda letaknya di Jari-jemari tangan

Secara etimologis kata kumuda berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti bunga tunjung putih (bahasa latinya nymphaea sculenta). Jari-jemari seorang wanita layaknya bagaikan kelopak bunga tunjung yang memiliki nilai kemuliaan yang tinggi. Filosofinya yaitu, akarnya hidup di tanah, batangnya hidup di air, dan bunganya berada di udara.

Kaitan dengan Dewi Kumuda yang berada pada jari jemari seorang wanita adalah apa pun pekerjaan yang diambil, baik mulia maupun kasar, seorang wanita tetap memancarkan kemuliaannya.

bali23

Dewi Sadhya Wahini di kedua Telapak Tangan

Nama Sadhya dalam Sanskerta berarti pemenuhan, kesempurnaan. Dalam kamus Jawa kuno, Sadhya berarti dilaksanakan, dipenuhi, tujuan, maksud, mempunyai tujuan, berhasrat. Wahini dalam Sanskerta merupakan kekuatan badan, angkatan perang.

Dewi Sādhya Wahini mencerminkan seorang wanita yang memiliki sifat giat dan rajin bekerja. Segala sesuatu yang dikerjakan dapat dipenuhi dan diselesaikan dengan baik. Itu berarti bahwa menjadi sebuah kewajiban bagi seorang wanita memiliki sifat dan perilaku layaknya Dewi Sādhya Wahini, baik wanita yang sudah berumah tangga maupun wanita remaja.

Dewi Uma Wati letaknya di Hati

Dewi Uma merupakan sakti Dewa Siwa yang memiliki paras cantik. Dewi Uma juga memiliki sebutan lain dalam kondisi berbeda. Saat Uma marah ia memiliki sebutan Bhatari Durga dengan sosok yang menyeramkan layaknya raksasa. Kecantikan seorang wanita berdasarkan inner beauty terletak pada hati dan kasihnya. Wanita yang memiliki hati yang lembut dan baik hati pada saat itulah dia diandaikan seperti Dewi Uma yang cantik. Bilamana wanita yang memiliki hati yang keras dan temperamental, ia bagaikan Dewi Durga dengan sosok menyerupai raksasa.

Dewi Kresna terletak di Empedu

Secara etimologis kata Kresna sebagai perwujudan Dewa Wisnu memiliki simbol warna hitam dalam tataran pembagian Dewata Nawa Sanga. Warna hitam merupakam dasar warna empedu manusia. Fungsi empedu dalam tubuh manusia ialah sebagai filterisasi racun-racun dalam tubuh.

Dalam falsafah Bali, empedu disebut juga nyali. Seseorang yang tidak memiliki nyali dikatakan sebagai orang yang penakut. Kaitannya dengan Dewi Kresna letaknya di empedu diharapkan seorang wanita memiliki keberanian dalam menghadapi segala hal di dunia. Selain itu, dari fungsi kesehatan, bagaimana seorang wanita mampu menjaga agar empedu tetap berfungsi baik dan benar dengan menjaga pola makan dengan baik.

Dewi Pundarika letaknya di Pusar

Dalam Sanskerta Pundarika berarti menyerupai bunga teratai. Pada pusar dalam ajaran prana kundalini dikenal adanya cakra pusar. Cakra pusar sangat penting dalam mempertahankan vitalitas seseorang karena pada cakra pusar ini sendiri dihasilkan jenis prana sintesis. Cakra pusar juga mengendalikan dan memberikan energi kepada usus besar dan usus kecil. Kebersihan cakra ini sangat perlu dalam hubungan keluarga dan rasa kepuasan. Cakra pusar yang kotor atau tersumbat menyebabkan seseorang tidak pernah merasa puas terhadap apa yang dimilikinya.

Seorang wanita tentu harus memiliki sifat pengendalian diri yang kuat, terutama mengatur kesejahteraan hidup dan keluarganya.

bali28

Dewi Jala Wasini letaknya di Perut

Kata jala dalam Jawa Kuno berarti air dan Wasini dikenal dengan kata wasi atau dalam bahasa Sanskerta dikenal dengan kata wasin artinya mempunyai kemauan, kekuasaan, mempunyai wibawa, menguasai, menguasai diri sendiri; pertapa yang nafsunya ditundukkan.

Sesuai dengan letak Dewi Jala Wasini di perut, seorang wanita layaknya mampu mengendalikan emosi dan nafsu keinginannya dalam segala hal. Tidak seperti perut seorang laki-laki, perut wanita menyimpan kehidupan selama sembilan bulan bayi berada dalam kandungan ibu. Perilaku ibu hamil dalam keseharianya kelak akan memengaruhi perilaku bayi itu sendiri.

Dewi Marnamayi letaknya di Punggung

Kata Marnamayi berasal dari urat kata marna dan maya. Marna berasal dari kata parna setelah mendapatkan prefik (N-) (nasal) menjadi marna. Parna dalam bahasa Bali berarti terka, menerka, sedangkan maya berarti samar, maya.

Dewi Marnamayi mencerminkan seorang wanita harus pandai menerka dan memperhitungkan segala sesuatu yang akan terjadi.

Sesuai dengan letaknya di punggung yang dalam arti sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuan di belakangnya.

Stephen Knapp dalam bukunya Proof of Vedic Culture’s Global Existence dalam menelusuri jejak penyebaran Veda di Italy kata Marna merupakan Dewi penguasa hujan yang dipuja di Gaza. Dewi Marnamayi menggambarkan sosok seorang wanita yang diharapkan senantiasa welas asih, memberikan tanpa pamrih.

Menyehatkan penghidupan dalam segala kondisi. Marna juga mengacu pada penyebutan kata Maruna atau Varuna yang merupakan dewa lautan atau samudra.

Dewi Lowati letaknya di Pinggang

Daerah pinggang mempunyai fungsi yang sangat penting pada tubuh wanita. Membuat tubuh berdiri tegak, pergerakan, dan melindungi beberapa organ penting.

Wanita hendaknya mampu fokus merawat hal hal yang utama di dalam hidupnya.

Dewi Sronika letaknya di Bokong

Dalam Sanskerta, Sroni berarti pantat atau bokong. Bokong adalah tempat menyimpan lemak dan energi pada saat saat tertentu.

Hendaknya wanita mampu hidup hemat dan pandai menabung untuk kesejahteraan hidupnya dan keluarganya.

bali30

Dewi Arnawi letaknya di Kandung Kemih

Arnawa atau Arnawi dalam bentuk feminimnya dalam Sanskerta berarti laut, matahari, udara, arus, banjir ombak atau gelombang.

Wanita diharapkan mampu menempatkan dirinya dimanapun berpegang desa kala patra.

Dewi Ambika dan Dewi Ambalika letaknya di pundak kawawadonan (rahim) di kanan dan kiri.

Dewi Ambika dan Ambalika dalam Sanskerta berarti seorang ibu, peka dan penuh welas asih.

Sebagai seorang wanita mereka akan menjadi perempuan yang sempurna ketika memiliki seorang buah hati atau keturunan.

Diibaratkan Korawa dan Pandawa yang lahir dari rahim Ambika dan Ambalika tentu mempunyai makna rwa bhineda. Baik atau buruk sifat yang dilahirkan oleh rahim wanita tidak akan memengaruhi kemuliaan seorang wanita itu sendiri.

Dewi Padma Wamini letaknya di dekat kemaluan wanita

Dewi Padma Wamini terdiri atas dua kata, yaitu Padma dan Wamini.

Padma dalam Sanskerta berarti bunga Padma. Bunga padma dikatakan muncul dari pusar Dewa Wisnu yang mendukung Brahma dan mewakili ciptaannya.

Wamini atau Wamana dalam Sanskerta berarti kecil. Warna merah bunga tunjung merupakan cerminan dari kelamin wanita yang masih suci atau gadis.

Sebagai seorang wanita terutama bagi gadis, menjaga kesucian kegadisannya merupakan hal yang penting. Wanita harus mampu membentengi dirinya dengan kegiatan yang positif dan keteguhan dharma.

Dewi Rasa Suksmika terdapat di dalam Kawawadonan atau Vagina

Kata Rasa dalam Jawa kuno berarti inti sari dari sesuatu, isi atau esensi, substansi makna, pokok isi, arti.

Suksmika berasal dari kata Suksma dan ika, suksma dalam Sanskerta terklasifikasi dalam golongan kata maskulinum berarti tipis, sulit dipisahkan. Pada bagian tengah vagina wanita dikenal adanya bagian selaput dara, biasanya hal ini yang menandakan apabila seorang wanita masih gadis atau sudah tidak gadis lagi. Bagian ini merupakan bagian yang bentuknya sangat tipis sama halnya dengan uraian pengertian nama Dewi Rasa Suksmika. Hal ini tentunya dapat dikatakan bahwa kegadisan seorang wanita merupakan sebuah inti sari dari kecantikan itu sendiri.

Dewi Ratih dan Dewa Kusuma Yudha merupakan perwujudan dari cinta kasih atau Smara letaknya di cakra seks pada tubuh wanita.

Kedua Dewa dan Dewi ini disimbolkan sebagai inti ajaran asmara yang terletak pada kenikmatan bercinta yang dilakukan oleh pasangan suami istri. Kakawin Smara Tantra menjelaskan bagaimana seorang wanita merawat kecantikannya hingga tidak terkecuali kemaluaannya. Melakukan hubungan memadu kasih selain memiliki fungsi untuk mendapatkan keturunan, hubungan bercinta merupakan salah satu yoga yang utama dalam ajaran Kama Tantra.

bali26

Dewi Ratanggini terdapat letaknya di kedua Paha

Ratanggini berasal dari dua kata, yaitu Rat dan Anggini. Rat dalam Jawa kuno berarti dunia, dunia yang kelihatan dan dihuni manusia, makhluk.

Hal ini mencerminkan bahwa dunia dalam pangkuan seorang wanita.

Istilah Ibu Pertiwi sering digunakan sebagai tempat di mana kita berpijak ini.

Wanita hendaknya mampu merawat & menempatkan dirinya bagaikan Ibu Pertiwi.

Dewi Woksamahija letaknya di kedua betis. Woksamahija terdiri atas dua kata, yaitu Woksa dan Mahija. Kata Woksa atau Moksa (p,b,m,w. merupakan satu letak artikulasi bilabial) dalam Sanskerta berarti keselamatan, tujuan akhir, nama lain Gunung Meru. Kata Mahija bersifat maskulinum berarti putra bumi dan nama lain planet Mars.

Wanita diharapkan mampu menjaga dirinya dan kehidupannya, merawat keselamatannya.

Dewi Śrī Kusuma letaknya di tulang Selangka

Śrī dalam Sanskerta bersifat feminim berarti pancaran yang menyebar, kemakmuran, kemuliaan, kesejahteraan, kuasa, keagungan. Kata Kusuma berarti seperti bunga, sekuntum bunga.

Wanita layaknya Dewi Śrī Kusuma memberikan dengan bijaksana kemakmuran bagi siapa pun yang dekat dengannya.

Dewi Amrota Manggala letaknya di kedua Kaki

Amrta dalam Sanskerta bersifat feminin berarti di luar kematian (abadi). Manggala dalam kamus Jawa Kuno berarti kebahagiaan, kemakmuran. Keberadaan seorang wanita bagaikan air pada musim semi dan menjadi api pada musim dingin yang memberikan kehidupan. Sesuai dengan letaknya di kedua kaki, setiap langkah seorang wanita di mana pun berada dan dalam kondisi apa pun seorang wanita mampu memberikan kehidupan terutama kepada anak-anaknya kelak.

Dewi Sinharini letaknya di Jeriji kaki

Dalam Sanskerta kata Sinha berarti seorang yang kuat, singa, pahlawan, pemimpin. Jeriji kaki menjadi pusat perhatian ketika seorang wanita memakai sepatu atau high heels. Kebersihan jeriji patut menjadi perhatian setiap wanita. Wanita yang memiliki jeriji kaki yang sehat dan bersih menandakan bahwa wanita ini memiliki sifat teliti dan perhatian terhadap hal-hal kecil. Sesuai dengan makna kata Sinha mengacu pada sifat kepahlawanan dan kepemimpinan.

Wanita harus mampu memimpin keluarga terutama menjadi seorang ibu harus menjadi panutan bagi anak-anak.

Dewi Siti Sundari letaknya di telapak kedua kaki

Secara etimologis arti nama Siti Sundari terdiri atas kata Siti dan Sundari. Dalam bahasa Jawa kuno siti atau ksiti berarti bumi, tanah, negeri. Sundari dalam bahasa Jawa Kuno berarti wanita cantik hati, perwatakan baik budi, setia, sabar, dan berbakti pada diri dan dunianya.

Wanita layaknya selalu berjalan pada kesetiaan, di mana ada wanita di sanalah simbol kesetiaan.

bali31

❤❤❤

(*Keterangan lukisan-lukisan di atas, antara lain karya: Yth Bapak Basuki Abdullah, Don Antonio Blanco, Le Mayeur, W.G Hofker)

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s