Kosmologi Jawa

Mar marti, Kakang Kawah, Adi Ari-Ari, Getih Puser, kadang Ingsun Papat Kalimo Pancer, Ayo Podo…

Pamuji rahayu ❤ ,

Semakin lama belajar ajaran-ajaran leluhur Jawa, kita akan semakin terkagum-kagum pada para nenek moyang. Ilmu yang mereka ajarkan telah memperkaya pemahaman peradaban spiritual manusia.

Dari segi kebijaksanaan, ngelmu batin dan olah rasa para nenek moyang kita dulu bisa diandalkan. Salah satu ajaran Jawa yang membahas tentang adanya Pendamping Spiritual manusia adalah SEDULUR PAPAT LIMO PANCER. Pancer adalah tonggak hidup manusia yaitu dirinya sendiri. Diri kita dikelilingi oleh empat makhluk gaib yang tidak kasat mata (metafisik). Mereka adalah saudara yang setia menemani hidup kita, mulai dilahirkan di dunia hingga kita nanti meninggal dunia menuju alam kelanggengan.

Orang Jawa bersifat pasrah, sumeleh, sumarah, ikhlas dan mengandalkan rasa pangrasa, tidak kebingungan dengan mistik, namun berhasil menyederhanakan ajaran-ajaran jagat semesta dengan terminologi dan kalimat-kalimat sederhana dan mudah dimengerti.

Kita menyebut Penjaga Manusia Halus ini dengan istilah Sedulur Papat atau Four Sibling. Konsep “sedulur papat” ini oleh orang Jawa melalui sebuah Observasi/ Pengamatan/ Niteni.

Inilah Sedulur Papat Manusia :

images (53)

Mulai saat janin tumbuh di perut ibu, janin dilindungi di dalam Garbha/ Rahim oleh ketuban, selanjutnya adalah ari-ari, darah dan pusar.

-Air Ketuban adalah yang pertama kali keluar saat ibu melahirkan, kita menyebutnya menyebutnya ‘Saudara Tua’. Saudara ini melindungi jasad fisik dari bahaya. Maka ia adalah Sang Pelindung Fisik.

-Selanjutnya yang lebih muda adalah Ari-Ari atau plasenta. Pembungkus janin dalam rahim. Ia melingkupi tindakan janin dalam rahim yang kemudian mengantarkan kita ke tujuan. Maka ia adalah Sang Pengantar.

-Saudara kita selanjutnya adalah Darah. ia membantu janin kecil untuk tumbuh berkembang menjadi bayi lengkap, darah bisa disebut nyawa bagi janin. Maka, darah dapat kita katakan Sang Pembantu Setia.

-Saudara gaib kita terakhir adalah Pusar. pusar secara biologis adalah tali yang menghubungkan perut bayi dalam rahim dan ari-ari. Pusar mendistribusikan makanan yang dikonsumsi ibu ke bayi. Pusar dengan demikian Mendistribusikan Wahyu ‘Ibu Manusia’ kepada diri kita.

Keempat saudara gaib inilah sesungguhnya Penjaga Manusia. Yang berada di kanan-kiri, depan-belakang kita. Maka, tidak salah bila kita menyapa dan bersahabat akrab dengan mereka.

1) KAKANG KAWAH : Saudara tua kawah, ia keluar dari gua garba ibu sebelum kita, tempatnya d Timur warnanya Putih.

2) ADI ARI-ARI : Adik ri-ari, ia keluar dari gua garba ibu setelah kita, tempatnya di Barat warnanya Kuning.

3) GETIH : atau Darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di Selatan warnanya Merah.

4) PUSER : Pusar yang dipotong sesudah kelahiran kita, tempatnya di Utara warnanya Hitam.

Darah Putih, artinya Belas-Kasih.
Pusar, yang Membuat kekuatan.
Ari-ari (placenta) yang Menjaga sukma.
Darah Merah, yang Melawan kondisi berbahaya.

images (46)

Pancer itu diibaratkan diri sendiri, posisi pancer berada ditengah, diapit oleh dua saudara tua (kakang mbarep, kakang kawah) dan dua saudara muda (adi ari-ari dan adi wuragil). Ngelmu sedulur papat lima pancer ini lahir dari konsep penyadaran akan awal mula manusia diciptakan dan tujuan akhir hidup manusia (Sangkan Paraning Dumadi).

“Sedulur Papat” ini yang sering disebut “Kakang Pembarep/Kakang Kawah, Adi Ari-ari/Adi Wuragil”. Pemahaman mengenai Empat saudara (kanda) dan satu musuh (kala/ ego) yang menemani pribadi sesorang sepanjang perjalanan hidupnya adalah refleksi dari Metamofosis kekuatan Gusti yang datang pada peristiwa kelahiran manusia.

Untuk lebih mengenal, mendekatkan diri atau supaya lebih intim dengan mereka, semua ’Sedulur’ tadi bisa diruwat, dirawat dan dihormati dengan cara diselamati dengan ‘memetri’ atau ‘bancaan’ 🙂 .

https://sabdadewi.wordpress.com/memetri-weton/

Mereka semua dianggap ‘Pamomong’ atau penjaga manusia. biasanya penyebutan untuk mereka dan sekalian untuk unsur-unsur alam semesta disebut dengan “sedulurku sing lahir bareng sedino, sing ora lahir bareng sedino, sing kerawatan lan sing ora kerawatan”. Artinya : “saudaraku yang lahir bersamaan sehari denganku (air ketuban, ari-ari, darah kelahiran, tali plasenta, dan ruh/jiwa), saudara yang tidak lahir bersamaan (unsur alam semesta ), yang terawat maupun yang tidak terawat”.

Begitu bayi dilahirkan semua itu akan dianggap tidak berfungsi lagi dan tak ada sangkut pautnya dalam kehidupan dan yang demikian ini merupakan pandangan Materialistik padahal begitu besar maknanya dan pengertiannya bila dilihat dari sudut Metafisik. Saudara kita itulah yang menjaga kita dalam kehidupan ini, yang kembali ke anasir Bumi, Air, Udara dan Api hanyalah ke empat jasadnya, namun dari segi spiritualnya masih menyertai kehidupan.

foto-foto-luar-angkasa-terbaru

Pengertian asalnya adalah penyelarasan antara jagad kecil Manusia (Mikrokosmos) dengan jagad besar Alam Semesta (Makrokosmos). Saudara yang empat yang ada di jagad besar itu adalah Empat Penjuru yang ada yaitu Timur, Selatan, Barat dan Utara. Ditambah saudara pancer yaitu Tengah dimana diri manusia itu berada.

Sedangkan empat saudara yang berkaitan dengan jagad kecil (manusia) adalah apa-apa yang mengiringi kelahirannya. Mereka itu adalah kakang kawah (air ketuban), adi ari-ari (plasenta), getih (darah) dan puser (tali plasenta). Sedangkan yang kelima pancernya adalah diri manusianya itu sendiri.

Keempatnya dianggap sebagai Sedulur Karib hidup manusia. Bila kita paham bahwa perjalanan hidup untuk bertemu dengan Tuhan hakikatnya adalah perjalanan menuju “ke dalam” bukan “ke luar” menuju “diri sejati” dan menemukan Sang Aku Sejati atau Sejatine Ingsun.

Untuk menemukan Sang Aku Sejati (limo pancer) itulah kita ditemani oleh ‘Empat Saudara Gaib’ (sedulur papat) yang bisa kita anggap seperti Bodyguard Pribadi kita sendiri 😉 .

Dimanakah mereka sekarang?…

Mereka sekarang sedang mengawasi kita. Dengan membatin menyebut mereka, kita bisa menjadikan mereka sedulur paling akrab bila paham bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka.

Bagaimana tidak setia, bila kemanapun kita berada disitu keempatnya berada. Bila kita berjalan, mereka terbang. Bila jasad kita tidur, mereka akan tetap melek ngobrol dengan ruh kita. Maka, saat bangun tidur di siang hari pikiran kita akan merasa fresh sebab ruh kita akan kembali menjejerkan diri kita dengan keberadaannya.

Tata caranya?… Silahkan memejamkan mata atau dengan mata terbuka dan cukup di batin saja, matikan seluruh aktivitas listrik di otak kiri dan kanan dan hidupkan sang ‘Sejatine Ingsun’ yang ada di dalam diri kita. Ya, hanya diri sendirilah yang mampu untuk berkomunikasi dengan para sedulur gaib nan setia ini.

Berikut beberapa contoh mantra yang biasa di aplikasikan :

download (11)

❤ Mantra 1

Marmarti Kakang Kawah Adi Ari-Ari Getih puser,
kadangingsun papat kalimo pancer
kadangingsun kang katon lan kang ora katon
kadaningsun kang kerawatan lan kang ora kerawatan
sarta kadangingsun kang metu saka ing margaino
lan kang ora metu saka ing margaino
miwah kadangingsun kang metu bebarengan sadina kabeh
bapanta ana ing ngarep, ibunta ana ing mburi
Ayo podo….

Terjemahan :
Marmarti (saudara lelaki dan perempuan yang gaib), selaput kakakku, adikku tali ari-ari, saudaraku di pusar, empat saudara dan satu saudaraku di tengah, saudaraku yang gaib dan saudaraku yang tak terawat, saudaraku yang dilahirkan dari kemaluan ibu dan saudara-saudaraku yang tidak dilahirkan dari kemaluan ibu, saudara-saudaraku yang dilahirkan bersamaan pada hari yang sama, bapak asuhku yang ada di depan, ibu asuhku yang ada di belakang, marilah kita…

Mantra ini menyebut kata ‘marmarti’ (saudara gaib) sebagai kata pembuka ketika mulai membacakan mantra. Setelah penyebutan kata marmarti, kemudian disebut semua perlambang gaib (dunia halus): kakang kawah, adi ari-ari, saudara yang terlihat yang tak terlihat (Sedulur Katon lan Ora Katon), saudara yang lahir dari kemaluan ibu, bapa dan ibu. Semua yang disebut ini dipercaya dapat membantu seseorang untuk berkonsentrasi sebelum ia melafalkan permintaannya kepada Tuhan. Dikatakan bahwa mantra ini baru bisa memiliki pengaruh spiritual ketika dibaca kapan saja ketika seorang mau makan, mandi, hendak tidur, berangkat kerja dan lain-lain.

images (44)

❤ Mantra 2

Mar-marti, Kakang Kawah, Adi Ari-­Ari
getih, otot, puserku
sing metu soko margo ino lan sing ora metu soko margo ino
sing metu bareng sedino
Nini among, Kaki among sing ngemongi jiwo raganingsun
mban-mbanono aku rinten klawan ndalu
tak opahi kembang wangi.

Terjemahan :
Marmarti (saudara laki-laki dan perempuan gaib) kakang kawah, adi ari­ari, darah, otot, pusarku,
mereka yang dilahirkan dari kemaluan ibu dan mereka yang dilahirkan bukan dari kemaluan ibu,
mereka yang dilahirkan bersamaan pada hari yang sama,
Ibu Asuh, bapak asuh yang merawat jiwa ragaku,
lindungi aku sepanjang siang dan malam,
kuserahkan padamu kembang wangi…

Ini sama dengan mantra 1. Simbol-­simbol dan kata-kata yang digunakan untuk menyebut nama-nama itu masih sama, tapi cara untuk memanfaatkan mantra ini yang berbeda. Ia juga dibaca kapan saja sebagaimana halnya mantra 1, konon mantra ini akan semakin ampuh/ mandhi, jika menjalankan suatu praktik asketik (puasa), yakni dengan melakukan puasa mutih selama 7 hari.

download (10)

❤ Mantra 3
Ibu bumi, Bapo Kuwasa Ibu wengi, Bapa rina
Kakangku mbarep adiku wuragil
Dinten pitu pekenan gangsal
kulo nyuwun ngapura kula nyuwun….

Terjemahan :
Ibuku, bumi, ayahku, langit, Ibuku, malam, ayahku siang,
Saudara tertuaku, saudara termudaku tujuh hari dan lima hari
(Ya Tuhan) ampuni aku,
ku mohon agar Kau beri aku…

Adalah mantra ini yang digunakan untuk meminta rezeki. Nama yang disebut pertama kali adalah Ibu dan Bapa. Ibu dan Bapa (orang tua) adalah yang bertanggung jawab dalam menyediakan sandang dan pangan bagi anak-anaknya. Lantas mantra itu menyebut sinonim bapak dan ibu dengan istilah Ibu Wengi (Ibu Malam) dan Bapa Rina (Bapa Siang). Dua kekuatan spiritual lainnya yang disebut adalah Kakang Mbarep (saudara sulung) dan Adi Wuragil (adik bungsu). Setelah itu, pada salah satu hari dari hari-hari yang tujuh (masehi) dan lima hari Jawa, mulailah orang itu berdoa. Setelah kemudian dia ungkapkan hajat kebutuhannya. Mantra ini dipercaya dapat memberi kekuatan spiritual jika dibaca setiap tengah malam di halaman rumah. biasanya dibarengi dengan berpuasa mutih tiga atau tujuh hari.

download (12)

❤ Mantra 4
Bapa kuwasa, ibu pratiwi kulo nyuwun sih pitulungan
sedulurku kang tuwa, kang ana wetan putih rupane,
kedadeane getih putih
sedulurku kang ana kidul, abang rupane
kedadeane getih ari-ari
sedulurku kang ana kulon, kuning rupane
kedadeane getih placenta
sedulurku kang ana lor, ireng rupane
kedadeane puser
kulo nyuwun derajat lan rejeki ingkang agung…

Terjemahan :
Terjemahan :
Bapak langit, Ibu bumi, aku mohon pertolongan dirimu,
Saudaraku yang tua yang ada timur putih rupanya,
kejadiannya dari air ketuban
Saudaraku di Selatan, merah rupanya,
kejadiannya dari darah merah
Saudaraku yang ada di barat, kuning rupanya,
kejadiannya dari placenta
Saudaraku yang ada di utara, hitam rupanya
kejadiannya dari tali pusar
tolong beri aku kedudukan dan rezeki yang besar…

Selain sandang dan pangan (rezeki), bagi yang ingin mementingkan dan menghajatkan kedudukan yang terhormat. mantra ini dibaca misalnya, ketika mendapatkan promosi untuk jabatan yang lebih tinggi. Keberuntungan atau kekuasaan yang besar juga adalah isi permintaan yang dimohonkan kepada Tuhan. selanjutnya mantra itu menyebut secara beraturan saudara yang empat beserta warnanya dan empat arah mata angin. Setelah berkonsentrasi diungkapkan apa yang menjadi hajat berupa jabatan yang tinggi dan peruntungan yang besar. mantra ini bisa di baca setiap malam disertai puasa hingga permintaan itu dikabulkan.

Ayu Hayu Rahayu

***

Advertisements

44 thoughts on “Kosmologi Jawa”

  1. Salam mbakyu Dewi…

    Tak bisa dipungkiri, bahwa hal tentang sedulur papat lima pancer sudah mutlak sunatulloh, atau sebuah keniscayaan…
    Konsep ini tidak bisa dibantah, karena memang sudah di simbolkan oleh Tuhan yang Maga Esa, lewat utusan2Nya..
    *Nabi Muhammad adalah pancer, sahabatnya berjumlah 4..
    *Shri khrisna adalah pancer, pandawa berjumlah 4 (nakula+sahadewa kembar, jadi 1)
    *biksu tong adalah pancer, muridnya 4(3 orang+1, kudanya)

    Jadi itu mamang sebuah keniscayaan yang memang sudah berada dalam diri setiap manusia…

    Nah PR besarnya untuk setiap manusia adalah, bagaimana mengenal diri sendiri (tentu akan mengenal sedulur papat kelimo pancer ini)..??

    Rahayu, Rahayu…

    • Wilujeng enjang mas Nur 🙂 ,

      Maturnuwun pencerahannya, apapun disiplin yang di anut, betapa ilmu warisan ajaran nusantara ini telah memperkaya dan menginspirasikan pemahaman peradaban spiritual manusia.

      Sugeng enggal warsa Romawi 2016, mugi sedoyo samsarapurnabawa kalis ing sambikolo lan rahayu samya pinanggih ❤ .

      • Salam Mbakyu@ benar sekali Mbakyu.. Boleh dibilang, ilmu warisan ajaran nusantara ini memang sudah ditaman oleh Tuhan Yang Maha Esa, di tanah ini… Jadi nggak bisa di ganggu-gugat keberadaannya.
        Hal ini disimbolkan dalam pagelaran wayang.. Apapun corak dan disiplin agama lain yang masuk, tetap saja ada “Semar” dengan versinya sendiri.. Yang pasti sesuai dengan pakem dan tema pagelaran wayang tersebut…

        Rahayu…

        Reply :

        Nggak bisa di ganggu-gugat kayak di pengadilan aja :mrgreen:

      • Selamat tahun baru mbakyu, dan sedulur semua…

    • Salam super mas Nur,

      Nuwunsewu para kadang sedoyo (baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat), kulo badhe urun rembug mawon…

      Ketika Hindu masuk Nusantara sedulur papat di ibaratakan seperti karakter : Visnu, Isvara, Brahma, Mahadewa dan Shiva sebagai pancernya.

      Ketika Islam penetrasi, konsep sedulur papat di ibaratkan seperti empat nafsu baik dan buruk yang menyertai manusia ke dunia, seperti : Aluamah, Supiyah, Amarah dan Mutmaimah.

      Kalau versi Hindu kejawen menamainya : Ango Patih, Maragio Patih, Banus Patih, Banus Patih Ragio dan pancernya Lagoh Prano.

      Pendeknya semua bisa menamainya sesuai selera beserta arti dan filsafatnya, kita bahkan bisa menciptakan sebutan untuk mereka menurut versi kita sendiri.

      Marmarti, kakang kawah, adi ari-ari, puser adalah nama asli atau babonnya. Suatu kehormatan dan kebanggan bagi saya bisa melestarikannya 🙂 …

      Salam katrisnan,

      Dewi

      • Supeerr sekalii, Mbakyu.. Nggeh, maksudnya sudah di simbolkan seperti itu…
        Dalam novel Super Indigo, kan ada Mbakyu.. Ketika Aradhea bertemu dengan kembarannya yg berjumlah 4 orang, yang wajahnya semua mirip..
        Memang pada tahapan awal ilmu ini, akan bertemu dahulu dengan sedulur tersebut, baru bertemu dengan pancernya..

        Yah, ajaran leluhur negeri ini memang babonnya, mbakyu…

        Salam katrisnan..

  2. Wong Gunung said:

    Rahayu
    Yth mbak Dewi dan Para Sedulur

    Selamat Tahun Baru 2016, Semoga ditahun ini kita semua diberikan berkat kesehatan, kedamaian, kesuksesan dalam setiap usaha oleh Gusti Pangeran ingkang pengasih. Amiiiiinnnn……

  3. Wong Gunung said:

    Rahayu

    Ternyata para Leluhur kita Luar Biasa ….menggabungkan energi manusia dgn energi Alam Semesta (Mikrokosmos dan Makrokosmos).
    Mengetahui dan menghormati dunia real dan kasat mata, yg kasat mata ternyata Nyata.
    Empat Penjuru Lautan adalah Saudara.
    Sudah selayaknya ajaran para leluhur kita Lestarikan bersama.
    Ajaran Leluhur = Ajaran Luhur
    yg mengajarkan Kasih, Toleransi, Harmoni, Mengenal Diri…..

    Rahayu…

    • Maturnuwun mas Wong Gunung,

      Semoga jagat alam semesta mendengar dan meresonasikan doa-doa kita dan Gusti ingkang kinasih mengabulkan harapan-harapan kita 🙂 …

      Salam sedulur papat ❤

  4. Selamat malam dan Salam jumpa untuk Neng Dewi dan salam kenal pada Para Sesepuh !

    Sehubungan dengan pengalaman yang saya alami yang belum dapat saya mengerti dan belum dapat saya pecahkan maka sesuai dengan saran Neng Dewi supaya berkonsultasi dengan para Sesepuh untuk mendapatkan Pencerahan, maka pada halaman blog ini menurut saya merupakan halaman yang cocok dan sesuai dengan pembahasan kita nanti.

    Adapun pengalaman saya adalah saya berada di tempat lain dan bukan tempat pada dunia nyata atau bukan pada tempat tersebut yang sebelumnya saya kira merupakan tempat tersebut yang sudah mengalami perubahan karena sudah bertahun-tahun saya tidak ke tempat tersebut. Perubahannya adalah ada jalan Raya baru yang merupakan dua jalur atau jalan kembar dan gang-gang dengan nama baru bukan nama tempat yang nyata, jalan raya dan gang-gang itu sebenarnya tidak ada.

    Saya mulai dari awal cerita…
    Saya biasa jalan kaki pagi hari jika hari libur minimal jam, dan pada waktu itu libur kerja hari senen menuju tempat lingkungan perumahan yang sudah bertahun-tahun tidak saya kunjungi untuk jalan kaki pagi jaraknya lebih kurang 2,5 km dari tempat saya. Pada pagi hari jam 5 saya berangkat jalan menuju tempat tujuan menyusuri kompleks perumahan dan setelah sampai ditempat dari jalan raya menuju gang yang disebelah kanannya ada rumah mewah. Jalan raya ini dan gang asli dan nyata, pada jalan raya ini saya jarang lwwat.

    Untuk jelasnya posisi lokasi dua jalan raya berbentuk huruf T terbalik, yang garis bawah arahnya timur – barat dan garis yang ke atas arah selatan – utara. Saya berjalan ke utara dari garis perigaan, setelah melewati beberapa gang kemudian saya masuk ke gang belok kanan yaitu arah timur dan disebelah kanan saya ada rumah mewah. jarak gang itu lebih kurang 100 meter dan setelah saya sampai di persilangan jalan ada jalan raya lagi (jalan kembar) dan saya berfikir wah ada jalan raya baru, jalan siksak (masuk ke gang keliuar gang) saja sambil lihat suasana lingkungan baru.

    sambung di bawah !!!

  5. Sambungan dari atas !!!

    Saya menyusuri jalan raya baru serah lalu lintas ( jalan palsu) jalan melengung ke kanan dan suasana sama dengan jalan raya yang asli agak sepi belum jam 6 pagi, catatan jalan asli dan palsu saya ketahui setelah tiga minggu dari kejadian, dan kejadian ini merupakan pengalaman setahun yang lalu.

    Setelah berjalan beberapa lama kemudian ada gang dan saya berbelok kearah kiri masuk gang, suasana sepi dan tenang keadaan bersih jalan lebar tidak ada sampah bahkan daunpun saya tidak melihat adanya daun yang berguguran di tanah, tidak ada mobil yang diparkir dipingir jalan. Saya berjalan santai menikmati segarnya udara pagi dan setelah dekat dengan jalan raya (asli) ada pos penjaga yang ada dua Satpam yang tidur bersandar satu disisi timur satu di sisi barat pos di emperan depan pos, saya berfikir masih pagi Satpam tertidur pagi mungkin tadi malam kerja keras alias tidak tidur.

    Setelah keluar gang saya berjalan ke arah Utara melawan arah lalu lintas (jalan asli) setelah beberapa lama ada gang lagi tanpa penjaga saya nasuk gang belok ke kanan menuju jalan raya yang sebelah timur, jaraknya sekitar 200 meter sampai 300 meter, gang ini tanpa penjaga, saya berjalan serah dengan lalu lintasm keadan tempat diantara jalan merupakan tanaman rumput dan cuma sedikit bunga yang ditanam bergerombol, pohonnya tidak ditanam rapi tapi merupakan tumbuh alami (liar tidak diatur) seperti pada jalan raya yang satunya yang ditananmi pohon rapi berjajar dan penuh dengan bunga-bunga (taman). Saya berfikir jalan baru mungkin memang dibiarkan toh jalurnya tidak seperti jalur jalan raya yang lama yang lebih padat lalulintasnya.

    Setelah beberapa lama ada gang saya belok kiri masuk gang setelah agak jauh kelihatan ada 2 Satpam berpakaian biru donker sebagai mana seragam Satpam Malam seperti seragam satpam di gang yang lain, dan gang itu bersih dan rapi. jalan gang itu dekat post Satpam dipagar setinggi sekitar 4 meter menyerupai terali besi yang biasanya ada di penjara diameter pagar besi masing-masing sama dan besarnya sebesar Jempol orang dewasa, dan bercat hijau matang (hijau militer). Posisi pos disebelah selatan jalan menghadap utara dan pintu keluar cukup untuk ukuran orang besimpangan. Pintu terbuka 1 Satpam berada di pos dan satunya keluar pos dan bejalan menuju keluar pintu pagar jalan dan saya dibelakang Satpam mengikuti keluar, Satpam belok kiri menata potongan-potongan kayu untuk merapikan dan beberapa langkah kemudian saya jan belok kanan mengikuti jalan raya (asli) melawan arus, Setelah beberapa lama jalan mulai ramai dan saya berfikir sudah jam enam lebih kendaraan mulai padat dan bising dan saya berharap supaya cepat ada gang lagi. Setelah ada gang Saya belok kanan dan masuk gang suasana tenang dan lingkungan bersih.

    Saya berjalan santai menuju jalan raya berikutnya (palsu)etelah beberapa lama kelihatan gang dan saya belok kiri mengikuti jalan raya (palsu) suasana tenang saya berjalan santai. Setelah beberapa lama berjalan jalan mulai ramai dan saya berfikir sudah jam 6 lebih orang berangkat kerja dan mengantarkan anak-anaknya sekolah banyak jalan jadi ramai di jalan depan ada rumput alang-alang di tepi jalan yang menghalangi jalan dan saya menoleh kebelakang untuk melihat lalulintas karena jalan terhalang juntaian rumput alang-alang karena saya harus agak ke arang kanan jalan (agak ke tengah). Saya melihat ketenangan rumah-rumah dan kampung disebrang jalan raya (palsu) dan saya ingat ketenangan yang berada diperkampungan Pulau Bali. Saya berjalan searah jalan raya dan berharap ada gang lagi karena jalan raya lalulintasnya ramai.

    Di depan ada gang dan saya belok ke kiri masuk gang, suasana tenang kembalii di gang ini tidak ada Satpam. Setelah beberapa lama kelihatan jalan raya (asli) dan setelah sampai saya belok kanan berjalan ditepi melawan arus lalulintas. Saya mengikuti jalan keadaan jalan tidak begitu ramai dan tidak berapa lama saya ketemu gang dan saya belok kekanan, gang ini tanpa penjaga suasana gang tenang seperti gang-gang sebelumnya. Saya berjalan santai sambil menikmati suasana menuju jalan raya berikutnya (gang palsu).

    Bersambung ke bawah !!!

  6. Sambungan dari atas ke-2 !!!

    Setelah sampai di jalan raya (palsu) saya berjalan mengikuti jalan raya searah arus lalu – lintas berjalan agak lama tapi tidak ketemu gang dan arah jalan melengkung ke arah kanan dengan tajam dan saya berfikir sudah jauh, jalan ini sejajar dengan jalan lama. Saya tetap berjalan dan lalulintas tidak begitu ramai kemudian didepan sebelah kiri rupanya ada tannah kapling kosong yang belum dibangun. Setelah sampai ditanah kosong saya melihat ke kiri dan jalan raya disebelah kelihatan jaraknya lebih dekat. Saya berfikir apa saya tidak keliru itu kan jalan sebelah barat ini jarak terdekat dengan jalan sebelah barat yang ada sungainya di tengah jalan kembar (sebelah barat jalan T terbalik ada jalan lagi asli), saya tadi masuk ke sebelah timur jalan baru. Pikiran saya seperti ada yang mengacak. Kalau itu jalan yang ada sungainya nanti terus saja lebih dekat dengan tempat saya.

    Kemudian ada rumah lagi berjajar dan ada tanah kosong lagi sekitar 2 kapling tanah dan jalan raya sebelah kiri kelihatan lagi jaraknya semakin dekat. ada rumah lagi dan berikutnya ada tanah kosong yang luas dan ada gang menuju jalan raya yang disebelah kiri di antara tanah lapang yang luas ditengahnya adalah jalan menuju jalan raya (asli), jalan raya sdisebelah kiri seperti ada sungainya dan saya berfikir lewat jalan raya itu saja lebih dekat lurus tidak usah belok-belok menuju tempat saya jam sudah siang tapi mendung putih tipis dari tadi matahari tidak kelihatan. Setelah sampai di gang saya belok kiri menikmati suasana yang pemandangan yang luas dan di gang itu cuma ada satu rumah.

    Setelah samapai di jalan raya (asli) mata dan fikiran saya tertuju ke arah tengah yaitu taman yang tadinya seperi ada sungai tapi ternyata tidak ada sungainya, dan saya melihat ke arah seberang jalan dan sekitarnya lho ini bukan jalan yang ada sungainya ini kan jalan menuju ke kantor pos (jalan T terbalik pada posisi). Saya tadi kan masuk ke arah timur ke kanan ya tadi jalan raya baru. Saya berjalan agak lama sambil melihat tanah kosong yang tadi ternyata tidak ada rumah padat dan saya menoleh ke belakang tidak ada lapangan luas hanya rumah menghadap ke arah jalan raya (jalan balik ke arah pulang). Saya masih penasaran mungkin didepan ada tanah yangg kosong tadi pas saya di jalan raya seberang kelihatan jalan ini. Tanah kosong tidak saya temukan dan saya mengingat-ingat dari bertahun tahun yang lalu sekitar sini sudah padat dan saya pun jarang lewat jalan raya ini dan memang padat rumah dari berahun tahun yang lalu. Saya kembali ini jaraknya kurang lebih 1,5 km dari awal saya masuk gang di gang rumah mewah, dan beda kompleks perumahan.

    Saya tetap berjalan santai tidak begitu memikirkan karena saya menganggap memang di sebelah sana ada jalan raya baru dan saya berkesimpulan sekarang arah menuju ke utara ada 3 jalan raya yang sebelumnya ada 2 jalan raya, dan yang baru jaraknya terlalu dekat menurut saya karena jaraknya antara 100 meter sampai 200 meter bahkan yang terdekat tidak sampai 100 meter.

    Saya tidak begitu memikirkan sampai 3 minggu pas istirahat kerja karena semua tugas saya sudah selesai saya ingat jalan raya yang baru, saya ingin melihat sampai dimana jalan raya yang baru itu dibangun, dan saya melihat lewat peta google ternyata peta jalan itu tidak ada, saya menjadi penasaran masak tidak ada di peta google aneh google tentu dalam setahun mesti beberapa kali diperbaruhi petanya.

    Dari rasa penasaran itu saya mengulang perjalanan pagi hari ke tempat yang sama masuk lewat gang yang ada rumah mewahnya. Ternyata jalan raya garu itu tidak ada dan hanya lingkungan perumahan yang gang-gangnya simpang siur tidak beratuaran beda dengan yang saya alami 3 minggu yang lalu, ternyata jalan raya yang saya kira baru itu tidak ada dan bukan merupakan alam nyata disini. Saya teliti gang yang menyju jalan raya ke arah kiri gangnya lebih sempit dan posnya diluar pintu portal beda dengan yang saya alami gangnya lebar dan bersih. gang yang ada terali besi seperti penjara dan ber cat hijau tua (hijau militer) tidak saya temukan pada tiap gang. Tiap gang dan jalan raya yang saya kira jalan raya baru ternyata tidak ada, dan beda jauh dengan yang saya alami 3 minggu yang lalu. Suasana rumah kendaraan mobil, motor, pakaian bentuk orangnya tidak berbeda dengan kehidupan di alam nyata ini maka saya tidak curiga dan tidak merasa di tempat lain, seandainya tahu saya di tempat lain tentu akansaya rekam dan saya potret alam itu karena saya pada waktu itu bawa Hp.

    Kini sudah setahun dan saya ingat kembali dan maslah ini belum saya temukan jawabannya. Saya di dimensi lain atau teleportasi atau apalah saya belum mengerti apa yang saya alami. Saya membaca banyak brosing di internet mulai dari dimensi ghaib, teleportasi, fisika kuantum, lubang cangcing, black hole dan ada jiga kisah-kisah pengalaman orang lain yang mirip dengan pengalaman saya, tapi saya belum menemukan jawaban yang pasti. Dengan cara konsultasi dan bertukar pikiran ini saya berharap dapat menemukan jawaban yang pasti dan kalau tuhan memberikan ilmu pada kita insyaalloh tuhan maha pencipta memberikan ilmu dan pengetahuan kepada kita.

    Pengetahuan dan ilmu yang pernah saya pelajari belum dapat mengungkap kebenaran yang saya alami. Pendeteksian secara langsung yaitu di tempat dengan asumsi mungkin ada pintu portal masuk ke dimensi lain atau mungkin semacam pintu menuju tempat lain tidak membuahkan hasil, jarak jauh pun tidak membuahkan hasil yaitu tidak menunjukkan tanda-tanda adanya sesuatu yang mungkin dapat saya ungkap. Maka dengan jalan ini mohon Para Sesepuh dan Para Waskita bermurah hati untuk dapatnya kita mengungkap kebenaran yang saya alami, dan kebenaran rahasia alam ciptaan Alloh yang penuh rahasia untuk kebaiakan dan kemajuan keilmuan.

    Sekian dan Terimakasih banyak !!!

  7. Salam kenal Sdr Moch Nachli….

    Cerita menarik daan misteri daan belum ada jawaban pasti dalam teori sain …

    Cerita diatas hampir mirip dengan cerita anak saya sendiri dan rekan /sahabat yang pernah bercerita kepada saya…

    Anak saya kehilangan waktu….15 menit…
    Dalam perjalanan pulang kerja dan rutin, biasanya selalu 45 menit, pulang melewati jalan raya biasanya ,lurus belok kiri dan kanan, lewat tikungaan bundaran besar lalu bundaraan kecil lalu lurus dan menuju jalan pulang…

    Anak saya kaget karena tidak merasa melewati bundaran besar , tahu tahu sudah masuk bundaran kecil…
    Ketika sampai rumah dia melihat arloji dan ternyata dia sampai rumahmemerlukan waktu 30 menit artinya lebih cepat 15 menit….

    Kata seorang teman , anak saya seperti masuk dalam celah ruang dan keluar melalui celah didepan nya…..entah kalau di depan tidak ada celah keluar , bisa nyasar ketempat lain dan mungkinbisa sangat jauh…

    • Cerit lain…

      2 rekan kerja (misal saja nama A dan B ), janji ke tempat pelanggan di luar kota, kira menuju tempat itu memerlukan waktu 1 jam…

      Teman A berangkat lebih dulu dan sudah biasa teman ini suka ngebut kalau naik motor…
      Teman B masih di warung menghabiskan kopi dan ada perlu lain…mempersilakan si A jalan dulu..

      Teman A kaget ketika sampai di rumah tujuan , ternyata teman B sudah berbincang diruang tamu dengan tuan rumah dan sudah sampai 30 menit lalu…

      Ketika saya tanya ke teman B , bagaimana caranya bisa secepat itu ??..dia hanya bilang mencari celah ruang di jalan lalu masuk…tapi harus hati hati karena celah ruang itu tidak selalu ada dan tidak selalu tetap tempatnya kalau ada….

      • Salam …

        Masih ada cerita lain tapi dengan contoh cerita diatas saya rasa cukup..

        Jadi menurut saya…anak saya masuk dalam celah ruang tanpa sengaja dan tanpa disadari ..

        Cerita yang ke 2 …adalah dengan cara lain…
        Mungkin teman B ini adalah lelaku atau olah ilmu kanuragan dll . karena menurut pengakuan teman B , dia ini anak raja kecil Bugis dan ibunya orang jawa….dia memang dungdeng di masa mudanya…rambut gondrong , pakaian nyeleneh dll ,,,sekarag dia berpenampilan seperti orang biasa,…

        Semoga hal diatas bisa menambah wawasan atau menambah kebingunga Sdr Nachli karena sampai saat inipun saya belum menemukan jawaban dan teorinya…karena teman B selalu diam tidak menjawab ….

        Nuwun

    • Salam kenal juga untuk sdr js
      Terimakasih anda memeberikan cerita yang ada kesamaan dengan apa yang pernah saya alami dan menambah pengetahuan saya hal mengenai celah ruang seperti yang anda ceritakan. hal ini membuat saya teringat dengan cerita orang-orang yang mampu memanfaatkan ruang dan waktu dengan ilmu tertentu menuju ke tempat lain yang jauh, kabarnya dijaman sekarang ini masih ada orang yang bepergian ke tempat jauh dengan menggunakan ilmu yang dicapai. Ilmu itu kabarnya lebih tinggi dari ilmu untuk berjalan diatas air dan diatas ilmu penguasaan benda-benda yaitu dapat membalik kekuatan benda-benta yang keras menjadi lunak dan yang lunak menjadi keras mungkin sekarang dikatakan avatar, atau kemampuan orang-orang yang dapat menggunakan celah ruang dan waktu kemampuannya diatas kemampuan avatar.

      Saya benar-benar berharap dapat memecahkan hal yang belum dapat saya mengerti ini dan bantuan wawasan dan cerira-cerita dari para komentator dan para Sesepuh nantinya dapat saya simpulkan, dapat saya mengerti dan dapat saya pecahkan. Sekali lagi terimakasih banyak untuk sdr js.
      .

  8. Salam hormat kepada warga Ibi Sabda…

    Bolehlah cerita nambahi sedikit tentang cerita diatas ,
    Saya menamakan cerita ini keadaan situasi celah ruang atau waktu tidak jelas..belum bisa menjawab sampai saat ini…

    Ini cerita nyata,,,tapi mohon maaf bila tidak nyata alias ngibul atau halusinasi semata…

    Saya punya teman , dia sedang sakit , sakit biasa (mungkin) karena gejalanya seperti sakit biasa…

    Suatu malam dia mimpi yang seperti nyata , dia dijemput paksa 2 orang ..di interogasi dalam suatu ruangan..entah soal apa , dia tidak cerita…dan akhirnya teman ini dipersilakan keluar atau keluar sendiri dengan marah….

    Ketika bangun , dan mencoba jalan , dia jatuh , lalu bangun dan sempoyongan jatuh lagi akhirnya dia duduk di atas kasur sebentar…
    Tidak lama kemudian ada sinar bulat besar warna putih terang dan sinar ini mengurung dirinya dan tidak terasa dia seperti berjalan sendiri , menuju kamar mandi , dan mandi seperti biasa , ganti baju dll…eeh lupa ,teman ini juga keramas dan rambutnya cukup panjang…

    Kerja berangkat ke kantor naik motor , perjalanan cukup dekat , 4 km , ditempuh kira kira 20 menit ….
    Sedikit sempoyongan ketika ambil motor dan ketika mulai starter motor dia tidak ingat dan tahu tahu sudah ada di tempat parkir kantor…dia tersadar ketika ada orang parkir menyapa , tumben kok siang ??,,,teman ini tidak menjawab karena bingung dan lebih aneh , rambutnya masih basah dan dia tidak merasa kalau berjalan dan melewati rute biasanya dan biasanya rambut itu pasti mengering bila sudah sampai kantor karena tertiup angin atau udara cukup kering/panas…

    Itulah sedikit cerita yang juga belum bisa dijawab sebabnya…saya ikutan komentar Pak JS saja …ada celah ruaang terbuka , masuk dan berjalan taanpa sadar atau diperjalankan oleh entah siapa ?

    Salam

    • Terimakasih untuk kang Ono dan salam kenal.
      walau cerita kepastiannya tidak jelas ngibul atau halusinasi tidak mengapa, dapt juga saya jadikan koreksi dan pembanding.

  9. Salam Mbakyu Sabdadewi, kang Moch Nachli, Kang Js, kang Ini, dan sedulur semua.

    Cerita yang sangat menarik, Kang Nachli. Serupa dengan ceritaku. Sampai bingung, mengapa hal itu bisa terjadi?

    Ini ceritanya :

    Sekitar setahun yang lalu, aku bersama istriku sedang silaturahmi ke rumah seorang sahabat, di daerah Gombong Kebumen.

    “Pulangnya lewat jalur selatan yuk,” pintaku pada istri, saat mengemas tas berisi oleh-oleh.
    “Terserah kamu,” jawab istriku.
    “Oke…”
    Kitapun sepakat lewat jalur selatan, walaupun biasanya lewat jalur pantura.

    Saat kita melewati perbatasan wilayah Garut, tanganku seakan ada yang menggerakkan untuk berbelok ke kanan, ke arah Sumedang. Padahal aku tahu, bila aku mengambil jalan ke kiri, pasti akan bertemu jalan Nagrek.
    Tetapi tidak. Aku mengikuti saja alur perjalanan yang seakan digerakkan oleh sesuatu itu.
    Dan lagi istriku tidak komentar apapun, hanya menikmati keindahan jalan pegunungan yang meliuk-liuk.

    Sejenak perjalanan terhenti. Rintik air yang turun semakin deras, meminta kita mengenakan jas hujan.
    “Biarlah lewat Sumedang. Kalau nyasar yah masih di jawa barat.” Batinku berbisik, lalu melanjutkan perjalanan.

    Beberapa waktu kemudian, sekitar satu setengah jam perjalanan, kita sampai di pertigaan jalan kecil. Aku bingung karena belum pernah menemui jalan dan pertigaan tersebut. (Kebetulan aku pernah beberapa kali lewat daerah Sumedang, tapi untuk kali ini terasa sangat asing)

    Aku bertanya pada seorang tukang ojek yang sedang mangkal. Mereka mengarahkan, agar aku melewati jalan kecil di pertigaan tersebut. Katanya jalan itu lebih cepat ke arah utara dan barat.

    Akhirnya aku mengikuti saran tukang ojek itu. (Tukang ojek? Masa salah?)

    Jalan kecil yang kulewati itu adalah jalan gunung yang jarang sekali ada rumah penduduk. Hanya ada pohon-pohon besar yang menutupi jalan(mungkin seperti jalan alas roban tahun 70an) dengan tebing dan jurang landai di kanan-kiri jalan. Ditambah hujan yang sangat deras, menambah sengsara dan bahagia bercampur menjadi satu. Saat itu adalah jam satu siang, namun terlihat seperti waktu maghrib karena mendung pekat dan lebatnya hutan.

    Dalam perjalanan itu aku sungguh merasa aneh. Karena jalan itu adalah jalan kecil dengan lebar tak lebih dari satu mobil, juga beraspal sangat halus seperti sirkuit moto Gp. Mulus tak ada lubang yang membahayakan kendaraan yang lewat. Dan yang lebih aneh lagi, di jalan itu tidak ada satupun kendaraan yang lewat kecuali kita. Dua orang dengan satu sepeda motor.

    Jalan itu menanjak curam. Naik dan terus naik. Sampai kita berada di area yang paling tinggi.

    Sinar teramat terang yang lebih menyilaukan daripada terangnya sinar matahari datang secara tiba-tiba.
    “Duuuaarrrrr..!!” tak sampai satu detik, petir sangat kencangpun mengiringi.

    Kecepatan motor langsung aku kurangi saat itu juga. Aku takut terjadi apa-apa. Apalagi kita cuma berdua, aku dan istriku.
    Dan ketika karet bundar motor hanya melaju sekitar 20 km/jam, aku melihat sebuah plang yang diletakkan tinggi. Seperti sangkar burung jaman dahulu.
    Plang itu berada di kiri jalan. Berwarna coklat bertuliskan ; “Makam keramat Gunung Lingga.”

    Aku menarik nafas dalam dan panjang. “Ohh… Kalau mau manggil jangan kayak gini dong ceritanya. Inimah nyengsarain orang namanya,” celetuk batinku. “Besok ada waktu luang gue datengin lohh…”

    Kita terus mengikuti jalan itu. Pemandangan gunung yang sama persis seperti saat kita naik. Hanya saja lebih banyak jalan menurun. Tetapi belokkan ke kanan, ke kiri dan pemandangan sekitar nyaris serupa dengan saat kita naik.

    Seperti tidak sadar atas waktu dan tempat. Pukul 16.30 kita sampai di jalan kabupaten, di daerah subang (yang banyak hutan jati di kanan-kiri jalan).

    • Empat bulan kemudian, aku mendatangi makam keramat Gunung Lingga. Ternyata untuk menuju ke sana hanya ada satu jalan besar. Yakni “Jalan 11 april.” Jalan itupun dapat dilalui oleh bus dan truk pasir.

      Di sana ada tiga plang ukuran besar (bukan plang ukuran kecil dan tinggi seperti yang kulihat). Plang besar itu menunjukkan ke kanan jalan. Ketiganya bertuliskan ; “Makam keramat prabu Tejamalela.” tidak ada satupun yang bertuliskan “Makam keramat Gunung Lingga.”

      Setelah bermalam di Makam itu, aku menyempatkan waktu, mencari jalan yang pernah kulalui.
      Aku bertanya sama banyak orang di sana. Tetapi tidak ada satupun warga di sana yang tahu jalan dan plang kecil itu.

      Aku hanya bisa menarik kesimpulan dari catatan ini. Pelajaran buatku secara pribadi :
      1. Bahwa yang namanya alam diluar alam kita(manusia) itu memang benar-benar ada.
      2. Alam gaib itu bisa berbenturan langsung dengan alam manusia.
      3. Dalam setiap perjalanan, diri kita sudah ada yang mengatur.

      Saat sampai di rumah, aku menceritakan semuanya pada istriku, dan dia tidak percaya. Dia ingin menyaksikan langsung dengan mata kepalanya sendiri.

      “Oke…”

      Akhirnya tiga bulan yang lalu, kita menyusuri jalur selatan seperti yang pernah kita lalui.
      Dan ketika sampai di Makam Tejamalela, puncak gunung Lingga, Sumedang. Kita tidak pernah menemukan jalan yang pertama itu.

      #Catatan ini dibuat hanya untuk hiburan semata. Bagi sahabat yang ingin menyaksikannya langsung, silahkan datangi sendiri, Makam Keramat eyang prabu Tejamalela di Gunung Lingga, Kabupaten Sumedang.

    • Salam Kang Nur…..

      Cerita yang menarik dan juga misteri…

      Setuju dengan pernyataan dan kesaksian bahwa

      1.Alam diluar alam kita(manusia) itu memang benar-benar ada.
      2. Alam gaib itu bisa berbenturan langsung dengan alam manusia.
      3. Dalam setiap perjalanan, diri kita sudah ada yang mengatur…

      Salam misteri

    • Salam untuk Kang Nurkahuripan terimakasih anda membantu saya bercerita apa yang pernah anda alami hal itu dapat membuka pemikiran aya lebih luas untuk memahami ciptaan Tuhan Semesta Alam. Alam ghaib dapat berbenturan dengan alam manusia hal itu juga saya yakin terjadi, nah disinilah sebenarnya termasuk rahasia yang harus ditemukan juga. Saya juga berkeyakinan kalau masalah celah ruang dan

  10. Saya juga berkeyakinan kalau masalah celah ruang dan waktu dan masalah alam ghaib dapat diungkap rahasianya dan dapat ditemukan secara ilmiah !!!

  11. Asiikkk,
    Sahabat senior saya, Kang Nurkahuripan dan Kang Nachli turun gunung. Diskusipun menjadi enak untuk disimak.
    salam

    Reply:

    Asiiikk simbah juga turun gunung 😀 …

  12. Salam ketemu di blognya Neng Dewi, untuk Mbah Wage dan untuk semuanya.

    Sekarang pembicaraan Kita tingkatkan pada keadaan alam Kita yaitu mengenai gravitasi, tekanan udara, oksigen yang kita hirup, tumbuh – tumbuhan yang sama dan bentuk manusia dan kendaraannya model jaman yang sama dengan yang ada pada alam dunia Kita hidup ini. Disinilah Saya semakin tidak mengerti, pada alam ghaib didimensi lain kok sama andai tidak sama tentu saya akan mengalami suatu hal lain misalnya Gravitasi jika tidak sama tentu saya akan merasakan hal yang berbeda, dan ataom-ataom yang berada pada alam ghaib itu tentunya sama, jika tidak sama tentu badan fisik akan mengalami suatu hal yang lain.

    Waktu itu Saya berjalan santai menikmati udara pagi hari tidak menyangka, andai saya tahu kalau waktu itu berada di alam ghaib tentu akan saya rekam gambarnya dan akan saya photo pakai HP. Matahari tidak kelihatan karena pada waktu itu mendung putih, disinilah sayangnya saya tidak dapat melihat mataharinya, dan juga tidak melihat ada orang yang bicara karena pada sibuk berangkat kerja di pagi hari, bahasanya tidak saya ketahui karena saya tidak melihat ada orang bicara dan saya juga tidak bicara dengan orang karena suasana pagi masih sepi dan pada sibuk. Jalan raya itu tidak ada saluran air di pinggir jalan yang biasa pada alam kita selalu ada saluran air di pinggir jalan atau di tengan antara dua jalan. keadaan di perumahan maupun dijalan kembar bersih saya tidak melihat sampah atau daun yang berguguran di atas tanah.

    Kalau pergi ke alam ghaib dengan cara meraga sukma masih dapat dikatakan wajar karena yang masuk ke alam ghaib sebagian dari manusia itu yaitu tubuh astralnya saja atau tubuh energi sedangkan raganya tetap dirumah.

    Batasan itulah dan pintu masuk itu yang Kita cari, saya yakin ilmu Fisika jaman sekarang sudah dekat dengan rahasia ini sehingga nantinya dapat di teliti secara ilmiah dan generasi mendatang dapat pergi rekreasi ke alam sana.

    Disinilah mungkin ada Sesepuh yang dapat memberikan masukan pada saya atau siapa saja Anda saya ucapkan banyak-banyak terimakasih !!!

  13. Saya memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pengalaman saya pada waktu itu, mengenai beberapa perbedaan dan persamaan dengan alam kita ini.

    Perbedaan yang nyata :

    1. Semua rumah dipinggir jalan raya tidak ada yang menghadap ke arah jalan raya. Pada umumnya di dunia kita ini menghadap ke jalan raya.
    2. Tidak ada kabel listrik dan tilpon seperti di alam nyata kita, entah kabelnya dari mana, di dalam rumah ada lampu.
    3. Tidak ada selokan di pinggir jalan perumahan maupun di jalan raya ( Jalan Kembar )
    4 Tidak ada lampu kota maupun lampu diluar rumah di perumahan.
    5.Tidak ada sampah maupun bak sampah ataupun gerobak dan tidak ada truk sampah. Di jalan raya dan dilingkungan perumahan tidak satupun saya lihat sampah.
    6. Tidak ada rontokan daun dibawah pohon dan tidak ada daun yang menguning ataupun kering diatas pohon, tidak adaranting yang kering, semua subur termasuk rerumputan tidak ada yang menguning dan tidak ada daun yang kering. Lingkungan benar-benar bersih.
    7. Tidak ketemu serangga dan hewan tidak ada jejaknya.
    8. Tidak melihat warna yang menyolok.
    9. Tidak ada antene TV di rrumah-rumah, tidak ada antene para bola termasuk tidak ada antene pemancar tower, tidak ada satupun antene.
    10. tidak ada jejak genangan air, di tanah maupun di jalan aspal.
    11. Tidak ada pedagang kaki lima dipinggir jalan.
    12. Tidak ada reklame dimanapun yang saya lalui,
    13. Tidak ditanami pepohonan di antara dua jalan kembar itu, pohon tumbuh jarang karena tiak ditanami, rerumputan hijau subur.

    Persamaan yang nyata :

    1. Bentuk fisik sama
    2. Mobil dan motor sama keadaannya dan model yang ada di dunia nyata ini.
    3. Model baju dan celana tidak berbeda, ada baju batik.
    4. Awan sama ada awan putih pada masuk ke gang itu waktu itu pagi kurang lebih jam 06:00 sampai jam 07:20 WIB. Keadaan waktu itu sama dengan keadaan di dunia nyata mendung berawan putih tebal. Disini saya tidak dapat membedakan apakah mataharinya sama atau tiak saya tidak tahu.
    5. Pohon sama dengan keadaan yang ada di alam kita, ada mangga gadung, mangga manalagi, jambu air dll.
    6. Rerumputan sama ada rumput alang-alang dan rumput lainnya sama.
    7. Jam kesibukan sama, ada yang berangkat kerja dan ada yang mengantarkan anak-anaknya berangkat ke sekolah. Pada hari itu hari senin, saya tidak ada jadwal pekerjaan yaitu libur. Hobi jalan pagi minimal kalau jalan selama 2 jam dengan jalan rilek, jarang kurang dari 2 jam. Perkiraan kecepatan sekitar 3,5 km per jam.

    Keadaan pikiran pada waktu itu tidak ada beban dan tidak ada masalah, jadi dapat berjalan rilek dan menikmati udara pagi dan memandangi pepohonan hijau dengan mengenang-ngenang kebesaran Tuhan semesta alam atau selalu berdzikir

  14. salam hangat Mbakyu Dewi, kang Moch. Nachli, Simbah Wager dan peseduluran semua.

    Kang Moch. Nachli @
    Kalau menurut aku, itu mungkin bukan alam Maya, alam Jin, atau alam halus lainnya. Tapi itu tetap alam manusia di dunia ini, Kang. Hanya saja (kapan dan di mana) nya, tidak bisa dipastikan.

    Dalam batasan tertentu, seseorang pasti akan dapat karunia dari Tuhan, berupa visual melihat masa lalu dan masa depan. Hal tersebut digambarkan dengan Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW.
    Isra adalah melihat masa lalu. makanya Beliau banyak bertemu dengan nabi-nabi masa sebelumnya.
    dan Mi’raj adalah melihat masa depan. makanya Beliau bersabda masa depan itu begini dan begitu.
    Hanya saja, Seorang Beliau melihat masa lalu dan masa depan dalam jarak yang sangat jauh (dari kehidupan dimulai sampai kehidupan berakhir).
    Nah, seorang manusia juga mengalami Isra Mi’raj. Namun terbatas waktunya. misal seminggu ke depan, satu bulan, tahun, sampai kayak Sri Jayabaya yang bisa melihat ratusan tahun sesudahnya.

    Adapun cerita kang Moch. Nachli di atas, mngkin bisa juga perjalanan Astral seperti halnya Mi’raj.

    Rahayu…

    • Terimakasih untuk Kang Nur Kahuripan untuk pendapatnya. itu merupakan detil sambungan dari cerita saya di atas, saya benar benar jalan pagi hari, kalau merupakan perjalanan astral bagi saya tidak mungkin tapi nyata jalan-jalan pagi. Bisa juga terjadi seperti penjelasan Kang Nur Kahuripan. Samapai sekarang saya belum dapat memastikan saya jalan-jalan di mana. Pakaian seragam SATPAM sama, tulisan pada gang hurufnya sama, mobil & motor modelnya sama yang ada sekarang.

      Saya juga berfikir mirip penjelasan Kang Nur Kahuripan, mungkin yang saya alami itu saya menembus ke tempat lain tapi dimana saya tidak tahu. Tidak ada rumah yang menghadap ke jalan raya tidak ada ointu rumah maupun gerbang yang menghadap ke jalan raya ini merupakan ciri khas di kota mana saya belum tahu, jalan mulus beraspal tidak satupun saya temukan lobang jalan yang aspalnya rusak.

      Posisi yang sebenarnya jalan raya itu menembus banyak rumah di perumahan yang jalannya simpang siur. gang pertama saya masuk asli tapi gang-gang yang lain bukan yang asli, gang itu lebih lebar dari yang asli. Pertama saya masuk selain berfikir dibangunnya rumah mewah di gang itu dipojok tempat jalan raya yang asli juga ingat adanya sekolan dan sekolahan itu tidak ada pada posisinya yang ada jalan raya kembar membentang ke arah utara selatan dua jalur ditengahnya rerumputan dan jarang pepohonan tidak ditanami penghijauan kota, tidak ada penghijauan di pinggir jalan raya yaitu tidak ada pohon yang berjajar seperti di Surabaya.

      Saya belok kiri berjalan ke utara sesuai tujuan dan berfikir sekolahannya mungkin dipindah ke utara, tapi sampai saya keluar dari jalan raya itu belok kiri lewat gang yang bukan gang asli sekolahan tidak saya temukan. pada gang tidak ada pohon dipinggir jalan semua pohon didalam pagar rumah Sebenarnya sekolahan itu tetap ada sampai sekarang. Masuk dan keluar gang berkali-kali itulah pada waktu itu membuat saya berfikir bahwa gang-gang dan jalan raya itu benar-benar ada dan merupakan jalan baru karena saya lama tidak ke tempat itu jadi pas membangun jalan itu saya itu tahu, begitulah saya berfikir sat itu.

      Untuk Neng Dewi Terimakasih banyak saya diberi kesempatan untuk berkomentar karena saya sendiri belum tuntas untuk memecahkan apa yang terjadi dan yang saya alami pada waktu itu.

      Untuk Mbah Wage jika punya pendapat mohon di kasih komentar dan juga semua pengunjung di blog ini boleh kasih komentar dan memberikan pencerahan kepada saya yang masih belum tuntas apa yang pernah saya alami.

      • Salam Kang Moch Nachli @

        Secara garis besar, aku paham detail pengalaman yang njenengan ceritakan. Yang namanya mikraj itu keberadaan diri kita tidaklah berubah, kang. Seperti halnya pemuda-pemuda Ashabul Kahfi. Tempat lainlah yang berubah. Dan itu bukanlah perjalanan astral, seperti halnya berkunjung ke alam jin dan alam halus lainnya. Jadi kemungkinan itu adalah mikraj sekitar 30 sampai 40 tahun ke depan (kemungkinan yaa Kang).

        Salam Mbakyu@
        Mbakyu…, Aku sudah punya ide (bahkan outline) untuk menulis novel tentang hal ini lho.. kok bisa pas yaa… Hehehe…

        Salam…

      • Monggo pak Nachli, mboten menopo, monggo di sekeco’aken, kulo nderek nyimak 🙂 …

        @ Mas Nur, conggratulation for your next novel… Bravo! ❤ …

      • Untuk Neng Dewi….terimakasih memberikan tempat untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan teman-teman walau dalam jalur maya untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan saya, mudah mudahan juga dapat menambah wawasan danpengetahuan para pembaca dan para komentator di blog Sabda Dewi ini.

    • Salam untuk Kang Nurkahuripan…….wah boleh juga nih pengetahuan dan ulasannya Kang Nur Kahuripan, kini saya sudah dapat melihat titik terang apa yang saya alami. Saya mulai dapat menggabungkan kesimpulan dari komentar Anda juga komentar, Kang Js, dan Kang Ono…..Salam jumpa Untuk Kang Js, dan Kang Ono.

      Saya ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Anda semuanya, untuk kali ini cukup disini karena saya belum dapat suatu hal yang perlu kita bicarakan. Saya masih belum merasa tuntas dan Saya tidak akan berhenti sebelum yang Saya cari benar-benar saya temukan !!! Mudah mudahan dapat menambah Ilmu & Pengetahuan Kita semua, dan mudah-mudahan Tuhan Semesta Alam memberikan Ilmu & Pengetahuan kepada Kita yang berguna untuk kebaikan hudup Manusia, semua mahluk-Nya, dan Semesta Alam demi keharmonisan, kaselarasan Hudup, dan Semesta Alam.

    • Untuk Kang Kahuripan….ada yang perlu dikoreksi mengenai arti dan kejadian Isra’ dan Mikraj

      nurkahuripan
      said: September 20, 2017 at 3:05 pm

      ” Isra adalah melihat masa lalu. makanya Beliau banyak bertemu dengan nabi-nabi masa sebelumnya.
      dan Mi’raj adalah melihat masa depan. makanya Beliau bersabda masa depan itu begini dan begitu.
      Hanya saja, Seorang Beliau melihat masa lalu dan masa depan dalam jarak yang sangat jauh (dari kehidupan dimulai sampai kehidupan berakhir). ”

      Mohon dibandingkan Kebenarannya dengan kata dibawah ini :

      ” Kata Isra’ berasal dari bahasa arab, artinya berjalan malam. Menurut istilah , Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa atau disebut Baitul Maqdis di Palestina.
      Mi’raj dari bahasa arab berarti naik ke atas. Menurut istilah Mi’raj berarti naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju ke Al Arsy menghadap Allah SWT.”

      diambil dari :

      http://nifznouta.blogspot.co.id/2014/08/pengertian-isra-miraj.html

      Untuk perjalanan isra’ dan Mikraj Nabi Muchammad SAW saya yakin beliau Nabi Muchammad melakukan perjalanan lengkap dengan tubuh fisik. Saya mengalami hal yang saya ceritakan di atas merupakan pengalaman yang sangat berharga tentang keyakinan saya pada perjalanan Nabi Muchammad SAW bukan rohaniah saja atau bukan tubuh astralnya saja yang mengalami perjalanan Isra’ dan Mikraj. Pengalaman saya dapat memberikan kepastian untuk keyakinan saya karena pengalaman itu merupakan pengalaman yang luar biasa.

      Mengenai perjalan Isra’ Mikraj Nabi Muchammad SAW. Dalam melakukan perjalan ini di kalangan ulama ada yang meyakini lengkap dengan tubuh fisiknya, dan ada yang meyakini perjalana Ruhaniah tanpa tubuh fisik dan diperdebatkan.

      • Salam Kang Moch. Nachli @ Isro mi’raj secara kaidah bahasa memang berarti berjalan pada malam hari, Kang. Dan memang dari awal komentar saya juga bilang kalau Isro mi’raj itu lengkap dengan tubuh fisik.
        Namun, apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tidaklah pernah untuk dirinya sendiri (bahkan dalam hal hadiah seperti Isro mi’raj) . Hal tersebut berlaku sebagai pelajaran / peristiwa bagi umatnya.

        Jujur, Kang. Saya tidak pernah belajar di pesantren ataupun berguru pada seorang Mursyid. Jadi saya tidak mengerti tentang pengertian-pengertian. Saya pun tidak pernah mengalami Isro mi’raj. Tapi saya hanya coba merasakan dan merenungi apa-apa yang ditanyakan kepada saya. Dan apa yang saya maksud dalam komentar di atas hanyalah apa yang saya rasakan dari cerita kang Moch. Nachli.
        Sekiranya hal tersebut tidak selaras atau berbenturan dengan pendapat Kakang, saya mohon diacuhkan.

        Mungkin Kakang bisa mendalami surat Al’Qadr, atau mengamalkan surat tersebut. Insya Allah kakang akan sependapat dengan apa yang saya maksud.

        Terimakasih.

      • Salam untuk Kang Nurkahyripan.
        Saya mengerti persoalan Kang Nurkahuripan akan tetapi peristiwa Isro’ Mikroj merupakan sejarah Nabi Muchammad dan tepatnya Nabi Umat Islam yang kebenarannya sudah diakui oleh Umat Islam, maka untuk hal kebenaran seharusnya berdasarkan kebenaran yang hakiki supaya tidak terjadi penyimpangan atau kesesatan. Saya nilai Kang Nurkaripan menanggapi dengan persepsi merurut pengalaman dan apa yang perna dipelajari,sehingga berbeda.

        Ada lagi Kang hal mengenai Sri Aji Jayabaya, kalau menurut apa yang saya temukan mengenai melihat masa depan Sri Aji Jayabaya sebenarnya menggunakan ” Ilmu Weruh Sakdurunge Winarah ” atau tahu sebelum terjadi, hal ini saya ketahui dari ” Bait Terakhir Ramalan Jayabaya ” dan saya bikin artikel dibawah ini linknya :

        https://trisulaweda939.blogspot.co.id/2013/07/senjata-trisula-weda-ke-4_4.html

        Beda pendapat atau beda persepsi tidak ada jeleknya justru dari perbedaan itu dapat melihat dari sudut pandang orang lain, hal ini wajar saja dan dapat menambah pengetahuan.

        Maaf untuk Kang Nurkahuripan jika ada kata-kata yang kurang baik !!!

  15. salam sejahtera semua

    saya sudah tidak bisa membuka blog ki wager DONGBUD?
    mengapa demikian?

    saya juga punya cerita yang aneh menurut saya,
    tentang kakang kawah adi ari ari memang hal yang banyak diperbincangkan di dunia obrolan dunia nyata..
    saat itu saya diberi satu amalan oleh yang diangap suheng oleh saya,
    assalamualikum
    waalaikumsallam
    assalamualaikum ya ana FULAN bin FULAN
    assalamualaikum sohib khudratun khudratun walkhodar
    assalamualikum yaruhi prabu siliwangi….

    saat saya tanya sama suheng
    maksud wiritan itu apa?
    mengapa harus ada nama siliwangi..?
    BACA SAJA SELAMA 7 HARI…gituh katanya..ya saya akhirnya baca saja deh
    hari ke3
    saya berbaring dalam lelah setelah dzikir itu, MENDENGAR kok seluruh tubuh saya berbunyi YA ALLAH ALLAH YA ALLAH ALLAH??
    hari ke7
    sepertinya begitu lelah…
    antara sadar dan tidak saya bermimpi? atau entahlah sepertinya sadar…

    seperti melihat layar tancap
    sepertimelihat suatu kaca besar sebatas mata..
    nampak dari jauh….
    ada sebuah gunung es
    badai begitu sangat besar..ngahiung…percikan es tersapu badai itu kekanan kekiri
    lalu saya lihat sepertinya ada seseorang di ujung puncak gunung itu
    saya dekati..mata semakin mendekat
    lalu nampaklah sosok manusia itu
    ia sedang duduk bersila/semedhi, ada satu tongkat sebelahkanan menancap kokoh
    saya perhatikan….dan perhatikan
    oooo…DEWA SHIWA?
    yah dewa shiwa sedang semedi sambil menutup mata
    walau angin es begitu besar dan sepertinya berputar kesana kemari
    dewa shiwa tetap anteng dalam tapanya?
    saya jauhi dia
    semakin jauh sehingga hanya nampak gunung itu..
    penasaran saya dekati lagi..
    memang benar..itu DEWA SHIWA…
    ya sudah ,kemudian saya menjauh …namun tetap penampakan gunung itu
    lalu dari sebelah kanan pandangan muncul sebuah tulisan seperti umbul umbul
    saya baca tulisannya INI ALAM SEBELAH KIRI JAELANI..
    yah itula isi tulisan itu
    saya perhatikan tulisan sambil mikir…alam sebelah kiri jaelani???
    kemudian
    gelap…seperti alam berubah…
    lalu muncullah CAHAYA…
    namun saya kaget setengah mati..
    diri saya keluar dari badan yang sedang terbaring
    saya melihat diri saya keluar dari tubuh
    turun dari kasur…..
    yah dia/diri saya turun kebawah
    ..kemudian saya seperti ada yang memanggil..
    saat memperhatikan diri yang keluar dari badan
    saya dipaksa menengok kedepan lagi…
    ujug buneng..olalala
    saya kaget dan terpana..melihat satu sosok setengah badan
    seperti manusia tapi bukan manusia
    semua berwarna putih..seluruh tubuhnya
    tanpa panca indra dan tidak memiliki rambut..seperti ROBOT
    di sekitar mata ada CELAH SEPERTI NINJA…
    lalu dia seperti menyuruh saya mengikuti apa yang dia inginkan…
    celah MATANYA MENYALA PUTIH…
    dan sayapun kemudian mengikuti serta mengucapkan memakai hati
    TABBAROKALLADZI BIYADIHIL MULKU WAHUWA ALLA KULLI SYAIIN KHODIR..
    MAHASUCI ALLAH TUHAN SERU SEKALIAN ALAM
    SELURUH KERAJAAN ADA DALAM GENGGAMAN TANGANNYA
    DAN DIA MAHA MENGUASAI SEGALA SESUATU…
    terus dan terus mengucapkan itu, sambil menatap CELAH MATANYA YANG MENYALA PUTIH…
    lalu pesssss
    hilang…….

    salam sejahtera
    cuma berbagi pengalaman
    barang x ada sepuh yang sudi membabar kejadian itu….

    setelah itu…saya kesuheng saya ceritakana kejadian itu
    dia bilang mengapa tidak diteruskan
    saya cuma bisa senyum
    diapun senyum

    dewi,js,wager,nurkahuripan
    salam sejahtera

    • Salam Kang Maung @

      Dalam tangga spiritual dan seseorang yang meniti di atasnya. Adalah sebuah keniscayaan seseorang itu akan masuk ke alam api (maksudnya alam jin dan alam astral).
      Adapun apa-apa yang Kang Maung alami adalah benar adanya. Namun sesemua yang dilihat itu adalah merupakan satu simbol, atau simbolisme yang punya maksud tertentu.
      Misal : kenapa harus Siliwangi? Maksudnya bukan Sri Baduga secara terang-terangan. Tapi simbolisme tentang silih (keturunan) dan wangi (harum). Jadi disini maksudnya adalah keturunan yang terjaga.
      Lalu, Dewa Syiwa. Maksudnya adalah gelombang otak / keheningan yang kang maung jalani adalah seperti halnya dewa Syiwa.
      Gunung es juga demikian, adalah sebuah kondisi yang baik yang dijalani oleh njenengan.
      Terus bertemu boneka gading, itu adalah ruh terdalam dari kang maung (pranama), Danyang lainnya juga demikian.

      Monggo dilanjut pelajarannya kang…
      Sama seperti barang yang kita punya, khodam juga demikian. Semoga nilai manfaat (tuah) lebih berarti daripada nilai kualitas dan kuantitas (kesaktian)

      Rahayu…

    • Pamuji rahayu @ kang Maung,

      Blog DB juga tidak bisa saya kunjungi dan sudah saya khabarkan ke mbah Wage, katanya simbah nanti akan mengecheck lagi blog nya, untuk sementara simbah menginginkan rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia persilatan padhepokan abal-abal 🙂 …

  16. Salam Rahayu sedoyo sederek…..

  17. sugeng enjing
    sugeng siang
    sugeng sonten
    sugeng dalu

    sekawan Agung suminaring nyawijiningti.
    sinaring Djawinggil sinatriya Nyiji.
    nyawijing sinatriyaning kahanan.
    sekawan kang kedhah di weling.

    insun mireng..
    yo wis ndang diwelingaken, lan dilapahaken.
    ” jejer e ukara ana wujud “.
    . . . . . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s