Tunjung Biru

Tersanjung dalam Tunjung

download (3)

Tumbuh  di lumpur dengan batang dan daun terendam air, tumbuhan ini memekarkan bunganya di udara. Itulah Teratai atau Tunjung yang dianggap mewakili gambaran entitas yang bersemi di Bhur Loka (alam bawah), tumbuh di Bwah Loka (alam tengah) dan menghasilkan bungan nan indah di Swah Loka (alam atas). Bagi beberapa kalangan, tumbuhan ini dipandang mengoneksikan ‘Tri Loka’ sebagai satu kesatuan tempat hidup yang memberikan pesan, bahwasanya kemuliaan dalam bentuk bunga mekar melar nan cantik yang mencuat ke udara hanyalah bentuk ejawantah sebuah pertumbuhan yang berproses di lumpur yang kotor dan batangnya yang dari waktu ke waktu selalu terendam dalam dinginnya air. Apa yang dipertontonkan sebagai keindahan dalam bentuk bunga yang dapat dikagumi, dipuja-puji dan dinikmati banyak makhluk, hanyalah sari-sari lumpur kotor yang berproses bersama air dan sinar matahari selama bermasa-masa.

Tumbuhan unik ini juga memberi manusia sebuah pelajaran, bahwa secara umum orang-orang biasa meletakkan perhatiannya pada hasil akhir. Orang-orang bisa dengan mudah dan cepat mengagumi keindahan bunga tunjung yang demikian indahnya menyembul di air perairan. Dengan pesona warna-warni ia segera menyihir hati manusia dari jaman ke jaman. Banyak orang mengagumi bunga lotus, tetapi hanya sedikit yang mau mengerti, bahwa untuk menghasilkan bunga secantik itu dibutuhkan proses panjang dan terutama ia yang cantik itu (bunga tunjung) tidaklah diturunkan dari sorga, melainkan kecantikan itu asal mulanya dari lumpuran becek, jauh dari dasar air telaga.

Lantas bunga tunjung banyak dijadikan sebagai persembahan kepada dewa-dewa, ia digunakan sebagai sarana di dalam upacara pemurnian diri. Barangkali upacara bicara tentang symbol yang sarat makna, tetapi lebih sederhana dari itu kita bisa membaca sebuah upacara persembahan sebagai bentuk teater tentang dunia pengharapan. Melalui persembahan bunga tunjung, para penyembah meletakkan harapannya untuk mampu memiliki kemahiran mengelolah diri dalam hidup ini sehingga kelak dapat berbuah atau berbunga seperti tunjung itu. Boleh saja kehidupan ini susah dan “becek” terkesan kotor menjijikkan, namun semua itu bukanlah manusia, sebab manusia hanyalah sebiji “benih” yang bersemi di lumpur kehidupan yang nampak keras, jorok, kotor dan dingin. karena itu, bagi manusia bijak ia tidak mengidentikkan diri dengan kekacauan hidup itu sendiri, tetapi ia memandang kekacauan, dingin dan kotor itu sebagai media yang mengolah dirinya untuk tumbuh menjadi pribadi mulia.

images (43)

Para pemuja kesempurnaan, para pengabdi pendamba kemuliaan memotivasi dirinya untuk mampu memiliki kapasitas seperti bungan tumbuhan teratai, bahwa proses kehidupan akan mendewasakan dan mematangkan dirinya, hingga kelak berhasil mewujudkan dirinya sebagai pribadi mulia, insan yang memiliki kekaryaan yang dibutuhkan dunia, bahkan keharuman kemulyaannya tersebar hingga memenuhi ruang sorgawi. Itulah bunga indah mewangi yang dihasilkan oleh pejuang-pejuang kehidupan yang dengan sadar dan penuh semangat mau berproses, karena mereka tahu, benih yang ada pada dirinya adalah benih unggul, benih itu berasal dari Tuhan itu sendiri.

Pemuliaan bunga tunjung, bukanlah semata-semata suatu semarak aktifitas mental yang diperuntukkan menjangkau alam esoteric yang gaib, karena sesungguhnya gaib itu adalah kenyataan itu sendiri dan kenyataan ini sebenarnya hanya suatu yang gaib (maya). Di atas semua itu, bunga tunjung berbicara tentang kasih itu sendiri, di mana usaha-usaha keras penuh penderitaan (dalam lumpur dan air) tidak perlu dipamer-pamerkan pada khalayak umum, pengalaman getir seperti itu tidaklah perlu dibagi bersama, tetapi manakala sesuatu kemuliaan, keharuman mulai bersemi dan terus berbiak mekar, itulah saatnya dibagikan kepada berbagai pihak. Berbagai keindahan, kebahagiaan dan pertunjukkan kemuliaan, adalah makanan mental yang vital. Demikianlah, tunjung menyembunyikan akarnya di dalam lumpur hitam, supaya orang tidak jijik dan sakit hati melihatnya, tetapi ia mempertontonkan bunga keindahannya, karena dengan itu orang-orang yang memandangnya merasa gembira dan semangat. Jadi, persembahkanlah bunga tunjung kepada kehidupan, persembahkan keindahan, keharuman dan kemuliaan kepada sesame makhluk dan dunia.

 Mitologi Bunga Tunjung Biru

images (41)

Sebenarnya teratai telah lama dianggap suci oleh banyak agama di dunia, seperti di India dan Mesir, dalam sebuah monumen di lembah Nil, juga pada gulungan papirus tunggal terdapat lukisan bunga lotus ini terdapat ditempat yang terhormat. Demikian pula ditemukan pada pilar bangunan ibukota Mesir, pada takhta dan bahkan pada hiasan kepala Raja, sehingga teratai muncul dimana-mana.

Tuhan dalam aspek Ibu ilahi sering digambarkan sebagai yang duduk atau berdiri diatas teratai besar, symbol kemurnian dan kebijaksanaan. Tanaman ini misterius dan sakral telah dimuliakan selama berabad-abad sebagai symbol alam semesta. Hiranya Garbha, “telur” (atau rahim) emas yang muncul sering disebut Lotus Surgawi. Dewa juga digambarkan mengapung tertidur di perairan primordial, membentang di bunga teratai yang mekar.

Kelopak bunga teratai menunjukkan perluasan jiwa. Sedangkan kemampuan tumbuhan ini tumbuh dari lumpur dan menghasilkan keindahan melambangkan tekad janji spiritual. dalam ikonografi Hindu, Dewa sering digambarkan dengan bunga lotus sebagai tenpat duduk mereka. Juga perlu dicatat, bahwa sebagian besar Budha, Cina, Hindu, Jepang dan dalam sistem religi Asia lainnya sering digambarkan sebagai duduk diatas bunga lotus. Menurut legenda, Budha Gautama lahir dengan kemampuan untuk berjalan dan di mana-mana ia melangkah, bunga teratai mekar.

images (44)

Warna bunga tunjung atau teratai atau lotus atau ratna seringkali ditemukan dalam enam warna yang berbeda: putih, kuning, merah, biru, ungu, dan merah muda.

Tunjung Putih

Diartikan kemurnian pikiran dan ketenangan dari sifat manusia, serta kesempurnaan spiritual.

Tunjung Kuning

Di ibaratkan seperti Dewa Mahadewa, wataknya jujur, bersemangat, perasaannya tajam, bijaksana, taat, patuh, bening dan teliti. Konon Tunjung kuning ini di anugerahkan kepada para pertapa serta sangat istimewah untuk tanda kebesaran kerajaan apabila ada penobatan raja, seperti penyerahan mahkota yang terbuat dari emas kepada para prabu. ia juga dipercaya sebagai bunga penjaga istana kahyangan.

Tunjung Merah

Melambangkan kasih tanpa pamrih, gairah, kasih sayang, dan kebaikan. Bunga lotus yang sepenuhnya mekar melambangkan kebesaran dan kemurahan hati. Hal ini juga terkait dengan Avalokitesvara, yang merupakan Bodhisattva dalam ajaran Buddha, sedangkan dalam ajaran Hindu kuno di India disebut dengan Avatara Kalki. Dalam cerita Sun Go Kong kita juga pernah mengenalnya, Dewi Kwan Im Po Sat.

Tunjung Merah Muda

Dipercaya sebagai tempat tertinggi dan suci, dan sangat dihormati. Ini juga merupakan alasan, bahwa semua Dewa menurut kepercayaan Hindu dan juga Buddha sendiri duduk di atas lotus merah muda. Lotus merah muda melambangkan keadaan pikiran seseorang, yang merupakan tahap di mana ia telah pencerahan tertinggi.

Tunjung Biru

Diartikan pengetahuan. melambangkan kendali seseorang atas pikiran dan semangat dan melepaskan aspirasi materialistis dalam hidup serta mencapai kesempurnaan jiwa. Bunga lotus biru tidak sepenuhnya benar­ benar terbuka. Keadaan ini diartikan bahwa seseorang tidak boleh berhenti untuk belajar dalam mencapai kebijaksanaan dalam hidup.

Tunjung Ungu

Menandakan mistis dan merupakan bagian esoterik ajaran Buddha terkait 8 jalan dalam Buddhis. Bunga lotus juga melahirkan simbolisme dalam berbagai budaya. Keindahan bunga lotus menginspirasi pada karya seni, puisi, arsitektur, dan desain. Lotus tumbuh keluar dari air berlumpur, tidak terpengaruh dan tak tersentuh oleh kotoran, sehingga dianggap yang tertinggi di antara semua bunga.

Wayang Tunjung Biru

TUNJUNG BIRU

Dalam cerita pewayangan, DEWI TUNJUNGBIRU adalah salah seorang dari tujuh Bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari : Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Wilutama, Dewi Warsiki dan Dewi Tunjungbiru sendiri.

Karena kecerdasannya dan sifatnya yang murah hati, setia dan penyabar, Dewi Tunjungbiru pernah diperintahkan oleh Sanghyang Manikmaya/Batara Guru untuk turun ke marcapada, menjelma/menitis sebagai putri Bathara Kandikota (turun ke-empat dari Sanghyang Darmajaka). Dalam penitisannya itu ia menikah dengan Prabu Arya/Aya, raja negara Duryapura. Dari perkawinan tersebut, Dewi Tunjungbiru mempunyai seorang putra yang diberi nama, Dasarata. Putranya ini kelak menikah dengan Dewi Kusalya, pewaris tahta negara Ayodya, dan menurunkan Ramawijaya Bersama keenam bidadari upacara Suralaya lainnya.

Bersama keenam bidadari upacara Suralaya lainnya, Dewi Tunjungbiru pernah ditugaskan Bathara Indra turun ke marapada, untuk membangunkan tapa Arjuna di Goa Mintaraga, di lereng Gunung Indrakila bergelar Bagawan Ciptaning. Namun tidak berhasil membangunkan kekhusukan tapa Begawan Ciptaning.

Putri Tunjung Biru

Di tanah air ada berbagai versi baik cerita, legenda dan sejarah yang mengisahkan putri Tunjung Biru, antara lain sosok yang dihubungkan dengan “Putri Blambangan yang hilang” dan “Nyi Roro Kidul”, termasuk juga sosok putri tunjung biru yang berikut ini :

download (4)

Adalah kerajaan Wengker yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Timur, Wengker berasal dari akronim ‘Wewengkon Angker’ atau tempat yang angker… daerah cikal bakal para punggawa ‘Warok’ yang sekarang lebih dikenal sebagai kota Ponorogo.

Konon Raja Wengker memiliki seorang putri, putri itu tidak hanya cantik namun juga memiliki ilmu dan spiritual yang tinggi, maka sang putripun disebut sebagai penjelmaan ‘Putri Tunjung Biru’ dan ketika menikah bunga tunjung birulah yang digunakan sebagai ritual untuk meminangnya sebagai mas kawin.

Kerajaan Wengker yang semakin jaya/ lama umurnya juga bersahabat dengan kerajaan Majapahit yang masih muda/ baru, karena kedekatan kedua kerajaan yang seperti sahabat ini, Majapahitpun mewarisi budaya Wengker, dimana dalam prosesi pernikahan ala Jawa kuno yang sakral dan suci adalah dengan memakai bunga tunjung biru sebagai seremonial dalam pernikahan ala putra-putri kerajaan.

Ketika kerajaan Majapahit Hindu runtuh dan digantikan oleh kerajaan Mataram Islam, pun Mataram mewarisi budaya dan spiritual filosofi tunjung biru, para putra-putri keraton selalu menggunakan bunga tunjung biru sebagai bunga persembahan untuk meminang mempelai pengantin 🙂 …

images (38)

Ayu Hayu Rahayu

❤ ❤ ❤

***

Advertisements

29 thoughts on “Tunjung Biru”

  1. Nderek nyawang endahing sekar Tunjung-nya mbakyu Devi….

    Dinegeri langit Antah Berantah, hanya mempergunakan simbol Sekar Tunjung yang masih kuncup ( masih tertutup kelopaknya – belum mekar) dalam bentuk bangunannya.
    Adakah insan yang tahu maknanya??

    Weleh weleh weleh ………

    • Wilujeng siang @ Kang Ngwäng,

      Maturnuwun, sekar tunjung yang masih kuncup atau tidak sepenuhnya benar­ benar terbuka, keadaan ini diartikan bahwa seseorang tidak boleh berhenti untuk belajar dalam mencapai kebijaksanaan dalam hidup 🙂 …

      Salam sekar,

      Dewi

    • Weleh…. weleh… weleh…

      Kubah masjid bentuknya seperti kuncup bunga Lotus yang belum mekar mbakyu…..

      • kubah masjid itu kayak bangunan istana taj mahal atau terinspirasi bangunan india? saya tdk menemukan bentuk lotus, kecuali mungkin yg modern atau kubah yg di modifikasi.

  2. Prawiro Kumbang said:

    Di zaman modern, lotus merupakan salah satu bunga yang paling populer, yang sering digunakan untuk tato karena makna yang melekat padanya. Tato bunga lotus melambangkan semangat untuk mengatasi kesengsaraan hidup dan kesempurnaan.

    • Maturnuwun @ Prawiro Kumbang,

      Menarik sekali, bunga lotus adalah salah satu dari beberapa bunga yang telah mempesona umat manusia dari zaman dahulu, dengan keindahannya yang eksotis dan misterius. ia mengilhami pikiran manusia untuk mencapai kesempurnaan dalam kesengsaraan hidup 🙂 …

      Salam lotus,

      Dewi

  3. WAROK REOG SINGA MANGGALA MUDA said:

    “Warok” yang berasal dari kata wewarah adalah orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok adalah wong kang sugih wewarah (orang yang kaya akan wewarah). Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentanghidup yang baik. Warok iku wong kang wuspurna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).

  4. Rasa Kidung Ingwang Sukma Adi luhung Yang Widhi Olah Kridaning Gusti Gelar Gulung Kersaning Kang Maha Kuasa.

  5. ‘WAROK’

    Warok salah satu penari dalam seni reog. Kadang ia diterjemahkan sebagai sosok yang dikenal sebagai seseorang yang “menguasai ilmu” (ngelmu) .

    Warok Ponorogo

    Aluse koyo sutro yen nglenggono lan dijaluki sepuro
    Nanging brangasan koyo singo yen dipiloro
    Najan ora nggowo opo-opo nanging ora keno dikapak-kapakno
    Najan ora duwe bondho nanging iso mbangun reno-reno
    Najan ora duwe kreto neng biso mrono-mrono
    Sak temene yo koyo ngono kui lakune warok Ponorogo
    Sak temene Satrio

    • WAROK ❤

      Dalam kamus bahasa sansekerta artinya :

      1 berhati suci, hidup secara spiritual; 2 sakti, tangguh; 3 pemimpin, pelindung

      https://sabdadewi.wordpress.com/kamus-jawa-sansekerta/

    • 1 berhati suci, hidup secara spiritual; 2 sakti, tangguh; 3 pemimpin, pelindung
      ———————————————————————————————————–

      kalau gitu, nanti pas pilpres aku mau pilih presiden warok saja 😀 …

    • cumping said:

      jumenenge roso ono ing rogo
      kawroh lan rogo kang pono
      iku sejATINING ” ponorogo “.

      wujud lakune kadosta
      kidung kang JDD.

      hmmm
      sinatriya lungit wujud wujud wujud…..
      kinarya lapa njagi Bawana
      rembesing manah njagi Ibu Pertiwi……..

      duhai gustiii
      maturnuwun
      wujud wujud wujud ……..

      pun wancinipun
      wungu.

  6. Padma Tunjung Biru, Kembang Teratai, Bunga Lotus, Kusuma Triloka…..
    mantap Jeng Dewi Kusuma Padma Kembang Tunjung Biru…
    dalam bermiditasipun digambarkan kepala mekar seperti lotus, cerdas intelektual, cerdas spiritual ….keren.
    salam kangen tenant.

    • Sugeng lingsir wengi @ Kangjeng Ungkal Gunung,

      Byuuuhh surprised sekali, sugeng pepanggihan, kulo nggih kangen eeee 😉 …

      Hmmm, sepertinya alam telah membimbing kita untuk bisa saling bertemu kembali 🙂 …

      Maturnuwun sanget sampun di ampiri, salam karahayon _/\_

  7. Frsns Legimin. said:

    Judul buku Putri Tunjung Biru, naskah asli dalam bhs. Belanda de Drie Tundjoengen karya Partini Djajadiningrat putri sulung Mangkunegoro VII. Edisi bhs Indonesia terbotan Balai Pustaka. Dimana saat ini buku bisa diperoleh? Saya ingin memiliki baik naskah asli atsu edisi Balai Pustaka – mohon bantuan informasi.

    • Sugeng enjang Bpk Frns Legimin,

      Maturnuwun lan sugeng rawuh ten pendopo 🙂 …

      Mohon maaf saya belum tahu di mana toko yang menjual novel Tunjung Biru karya R.A Partini Djajadiningrat ini.

      Sedikit info mengenai latar belakang penulisnya bisa kita temukan di google :

      “Pengakuan Partini dalam Partini Tulisan Kehidupan Putri Mangkunagaran (Partini Recollections of a Mangkunagaran Princess), sejak muda dia ingin menulis sastra. Namun bapaknya melarang. Barulah setelah dia menikah, dia memiliki kebebasan untuk menulis. Dengan menggunakan nama samaran Arti Purbani, dia menulis Widiawati (1948), Hasta Cerita (1964), Sepasar Satu Malam (1971), Ande-Ande Lumut (1976), dan Tunjung Biru (1985). Dia juga merupakan penulis Herinnering van Mijn Man (1960).”

      Dan ini skripsinya, Semoga bisa menambah referensi, Monggo…

      http://skripsiplus.blogspot.co.id/2011/05/analisis-unsur-stilistika-dalam-novel.html

      Salam rahayu ❤

  8. sekar Tunjung

    hidden messagenya.
    jagalah sekar sekaring Bawana.
    sekar ing Bawana pratanda Bawana sejatining langgeng,

    meniko isyaroh
    jagalah keberadaan bunga di muka bumi.
    jagalah bunga , tanaman, pohon , dan hutan
    adalah paramater hidupnya Bawana, earth,

    inti kesadaran manusia untuk menjaga bumi langit seisinya.
    itulah inti ilmi Jawa.

  9. maaf mau tanya dimana yya mendapatkan bunga tunjung biru?

  10. Mkash informasi y untuk bahan renungan moga bermanfaat untuk Nur semua.maaf mu bertanya sebuah nama selendang uri nur alam mohon keterangan y???

    • Wilujeng enjang mas Rahman,

      SELENDANG URI CAHAYA ALAM adalah kebenaran yang berpancar dari sukma, di mana sinar itu berwujud rasa sejati pada semua makhluk hidup tanpa terkecuali 🙂 …

      Rahayu ❤

  11. wahyu pronoyo said:

    Filosofi Hiasan pada dahi Pengantin Wanita Tradisional Jawa (Paes Ageng)

    Cengkorongan atau pola dibagian dahi dipinggiran rambut wanita. Cengkorongan ini berbentuk Bunga Tunjung atau teratai yang bermakana Keindahan dan kesucian. Pada sisi Cengkorongan akan dibubuhkan bubuk emas (prada ) di sisinya.

    Alisnya seperti tanduk kijang, karena kijang itu tubuhnya seksi, lincah dan gesit.

  12. Eko K Nurrahmat said:

    Aku lahir dan hidup di Dusun Bunalas, desa Tunjung, Pulau Madura.
    Bunalas (Kebun+Alas) = Taman dan hutan
    Tunjung = Teratai
    Madura = Cantik
    Aku lahir dan tumbuh di kebun dan hutan teratai yang cantik n_n
    wkwkwkwkwk.,.,.,.,.,.

  13. Min bisa order bunga tunjung biru atau putih nya .
    Buat kirim ke bekasi
    Kalo bisa wa saya 082261527510

  14. mang nasgor said:

    ( Elang ) Baiklah sudah seharusnya para Bhiksu sudah mengetahui asal mula sang bayi, aku persilahkan para bhiksu duduk dengar aku bercerita. Dewa Indra sesungguhnya menantu Sang Hyang Agung. Sang Hyang Agung mempunyai satu putri dan satu putra yaitu Putri Tunjung Emas dan Dewa Bisma atau sang Hyang Wenang. Dewa Indra diberikan hadiah putri Sang Hyang Agung putri Tunjung Emas lalu Akhirnya mereka menikah,sejak saat itu kebahagiaan dewa Indra tercurah pada sang istri.

    Pada suatu malam putri cantik istri dewa Indra bermimpi melahirkan seekor gajah besar , sang putri gelisah meminta dewa indra bertanya kepada batara Guru apa maksud mimpi sang putri.
    Batara guru menjawab bahwa sang putri akan melahirkan bayi laki – laki . Hati dewa Indra sungguh bahagia mendengar pengakuan bahwa dirinya akan mendapat seorang putra, tetapi tidak untuk Putri kabar bahwa putri akan melahirkan bayi laki laki dibantah putri kecewa, putri ingin bayi perempuan, kalau bayi itu laki – laki akan menjadi raja dan menggantikan dewa Indra. Keinginan putri setelah Maha Indra gelar raja harus jatuh untuk dewa Bisma kakak laki – laki sang putri.
    Rencana buruk mengancam tahta dewa Indra , Sang Putri merencanakan hal buruk untuk dewa Indra . Sang Putri meminta dewa Bisma mengambil bunga tunjung Putih milik sang Hyang Agung . Dewa Bisma melakukan perintah sang adik, bunga tunjung putih lambang kesucian kahyangan telah hilang dari tempatnya. Sang Hyang Agung sungguh marah besar, semua dewa diperiksa bahkan bahkan para dewa dari langit ke 7 juga ikut diperiksa. Sang putri memakan bunga Khayangan agar dewa Indra tidak tau kejahatan sang istri dan juga sebagai fitnah sesungguhnya Dewa Indra ingin menjadi raja selamanya dan sejak saat itu Dewa Indra dihukum dan di asingkan.

    Semakin hari perut putri semakin membesar dewa Indra tidak pernah sadar sang putri berkehendak lain , dari hati Dewa Indra bunga khayangan simbol kerajaan kian lenyap tanpa jejak, Bisma ingin bayi sang putri kelak adalah perempuan. Agar dewa Bisma pengganti maha Indra. Dengan begitu dewa Indra tidak memiliki pewaris tahta.

    Hingga pada suatu hari Sang Putri merasa sakit yang luar biasa , Batara Guru kembali melihat gerangan ada apa dengan sang putri. Sang putri tiba saatnya melahirkan, para penghuni khayangan resah,Dewa Indra akhirnya dibebaskan guna menolong istrinya, tiada henti maha indra menemani sang Putri dalam keadaan sangat sakit. Sang putri tidak sanggup menahan rasa sakitnya ia meminta dewa Indra membelah perut sang Putri. Maha Indra mengabulkan permohonan sang Putri menggunakan Trisula Weda , perut sang putri kian terbelah namun apa yang terjadi bukan bayi laki – laki yang Nampak perut sang putri menyimpan bunga tunjung Putih yang berkilauan, bayi itu berubah wujud menjadi bunga Kristal yang sangat indah. Sang putri menangis ia memohon maaf pada dewa Indra ia mengakui semua kesalahannya bahwa ia memakan bunga tunjung putih. Sang Hyang Agung murka bunga Tunjung Putih sesungguhnya bayi laki – laki Maha Indra.
    Pada suatu malam datang Kaisar Langit memberi tahu Maha Indra bahwa wujud putranya dapat kembali asal ada manusia suci mau meminjamkan tubuhnya untuk melahirkan bayi ini. Kelak bayi ini akan utuh berbentuk seorang bayi laki – laki yang maha dasyat. Dewa Indra mengerti maksud kaisar langit, dewa indra memberitahukan semua itu kepada sang hyang agung. Atas restu Sang Hyang Agung bunga tunjung putih disimpan didalam teratai .

    Karena rasa malu juga amarah Sang Hyang Agung , beliau mengutuk putrinya menjadi ular raksasa Sang hyang Agung mengutus batara guru untuk membuang ular raksasa kedalam dunia manusia di alam Siluman, batara guru meletakkan ular itu disebelah selatan Pulau Jawa . Ular raksasa hanya dapat menangis , ular disabda dewa kelak hidup bagai penguasa alam siluman, sejak saat itu sang ular seolah seolah sudah dianggap mati untuk Sang Hyang Agung. Itu sebab maha indra meminta bhiksuni kembali melahirkan bayi malang yang berwujud bunga tunjung putih

  15. mang nasgor said:

    ( BOROBUDUR )
    TERATAI BATU ISTANA DEWA INDRA
    DI TANAH JAWA HADIAH UNTUK BHIKSUNI

    Keesokan harinya perut Bhiksuni sudah membesar, para Bhiksu resah bagaimana cara menyembunyikan perut besar sang Bhiksuni, Elang terbang menemui Surya , Elang membuat perjajnjian dengan surya bahwa ia akan membuat Istana di Tanah Jawa.

    ( Surya ) tuanku dimana tuanku akan tempatkan istana itu?

    ( Elang ) Dibawah kaki bukit gelang berapi itu ditengah danau itu agar sang Bhiksuni aman didalamnya.

    ( Surya ) Hamba mengerti tuanku , tuanku harus tahu hamba memberi waktu dalam satu malam sanggupkah tuanku teratai itu berdiri ditengah danau.

    ( Elang ) Kau bisa jadi saksi diriku surya, kumpulkan semua jin ditempat ini dan beritahu pada mereka ketika malam datang tunggu kedatanganku dibawah buki t berapi.

    ( Surya ) Hamba tuanku, ada satu hal lagi boleh hati hamba bicara maha dewa Indra mungkinkah istana di tengah danau benar terjadi tuanku, bisakah semua dalam semalam?

    ( Elang ) Indra maha diatas segalanya kau ragu akan kebesaranku, Indra mampu menggenggam seisi alam mayapada atas kuasaku akan berdiri istana Indra ditengah danau itu, bumi dan langit menjadi saksi kuasaku diatas segalanya.

    Surya memberi salamnya kepada Elang , Elang Emas pun terbang , sungguh Indra dirikan istananya, mungkinkah Indra mampu? Malam kian ditunggu tiba, Elang terbang menuju gelang bukit berapi bagai janjinya. Disana sudah menunggu 5000 ribu jin , dari alam manusia para Jin menyembah dan sang Elang mengucap salam. Elang emas Nampak memandangi danau berbentuk lingkaran bagai cincin dunia,disaat itu Elang berubah wujudnya sebagai maha dewa Indra, Para jin sujud dibawah kaki sang raja Khayangan , Dewa Bulan , bintang memberi hormat kepada dewa Indra.

    Dewa Indra berjalan perlahan lahan menuju danau Bamungkas Vatala , airnya sungguh tenang dan bening lalu Indra merendam kakinya ke dalam danau , sungguh murni air danau itu, ia terus berjalan sampai ditengah danau. Indra membuat lingkaran menggunakan Trisula Weda Cahaya berwarna Biru melingkar ditengah air yang tenang , Dengan segera air danau masuk kedalam lingkaran dan sedikit demi sedikit menghilang. Danau mengering, luar biasa membuat mata terpana kemana sesungguhnya air danau tadi , Indra kembali melangkah menuju rerumputan kini Indra duduk bersila dengan memejamkan mata seolah Indra memanggil seseorang, sungguh maha dahsyat Indra , ia menjadi tujuh belas , Sesungguhnya inikah semua wujud Indra dalam satu tubuh maha dewa Indra.

    Indra sesungguhnya tetaplah satu ke tujuh belas wujud Indra melangkah ke dalam danau Bamungkas Vatala yang sudah mengering , tujuh belas wujud Indra berdiri dan membentuk lingkaran ke empat penjuru arah mata angin. Indra membuka mata, maha dewa Indra menatap langit dan apa lagi yang akan Indra lakukan. Indra memberi perintah kepada Airavata gajah Emas bergading delapan pengawal dewa Indra . Dewa Indra meminta kepada Airavata mengantar teratai batu Dewa Indra ke alam manusia , dimana dewa Indra kini berada dibawah kaki bukit gelang berapi .

    Nampak dari langit warna keemas – emasan seekor gajah raksasa berwarna keemas – emasan terbang berputar – putar diatas langit dengan membawa sesuatu diatas punggungnya , sungguh tidak dapat dipercaya gajah Dewa Indra membawa teratai batu diatas punggungnya. Dewa Indra berdiri dan menyambut gajah emasnya.

    ( Airavata ) Tuanku hamba membawa apa tuanku Indra meminta, apa lagi tugas hamba?
    (Elang ) Airavata letakkan teratai batu itu ditengah lingkaran biru ditengah dimana ke tujuh belas wujudku berdiri, lakukan!

    ( Airavata ) Hamba tuanku Indra.
    Airavata meletakkan teratai batu dihadapan wujud Dewa Indra, lalu gajah itu mendorong teratai batu yang ia bawa dengan menggunakan kepala dan belalainya tepat pada tengah lingkaran.

    ( Airavata ) Tuanku Indra hamba sudah meletakkan teratai batu ke dalam lingkaran seperti tuanku Indra minta, apa lagi tuanku inginkan hamba siap.

    ( Elang ) sudah Airavata kau boleh kembali, tugasmu sudah selesai

    Teratai batu atau istana tempat dewa Indra bertapa sudah berada di tengah kubangan danau tanpa air , istana itu sungguh megah , bebatuan tertata sungguh rapih ada empat tahap,untuk menuju ke atas , harus melewati tahap demi tahap.

    Bagian teratas laksana mahkota , disetiap dinding istana memiliki arti, Dewa Indra bersama ke 17 wujud sang Indra masuk kedalam istana terindah didunia , Maha Indra memberi perintah kepada ke 17 wujud sang Indra mengukir. Jari – jemari Indra menari , jari – jemari Indra menata , jari – jemari Indra menyatukan , masing – masing lengan Indra menjadi 500 lengan hingga 1 wujud Indra memiliki 1000 tangan yang mengukir memahat setiap dinding istana. Ke 17 wujud Indra menyebar ke seluruh bagian istana , tangan – tangan indah 17 Dewa Indra mengukir dengan cepat bentuk dan wajah para bhiksu , di setiap dinding dari tahap kesatu hingga ke empat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s